CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
DITEGUR BOSS KARENA MELAMUN


__ADS_3

“Maaf Pak. Jangan … jangan. Saya minta bersabar. Saya akan cari orangnya untuk mengembalikan rekaman yang hilang tersebut. Tapi jangan lukai anak saya.” kata pemilik cafe. Saat itu orangnya Sonny sedang menunggu di sebuah SMP. Saat itu ada kelas yang berolahraga. Dan terlihat anak Maurits pemilik cafe ada di sana.


“Mau yang SMP atau yang TK?” tanya Sonny. Sebenarnya dia tak akan pernah melukai anak-anak. Itu hanya gertak saja.


“Tidak Pak. Jangan, jangan. Saya tak ingin semuanya kena imbas,” jawab Maurits menghiba.


“Baik kalau seperti itu. Tapi rasanya satu kafe nggak beroperasi hari ini bisa ya,” kata Sonny.


“Apa maksudnya Pak?”


“Ya lihat saja,” jawab Sonny. Lalu dia langsung memutus sambungan telepon yang dia buat pada pemilik cafe.

__ADS_1


“Pak, saya nggak mengerti. Kita sudah bayar tapi listrik dan PAM hari ini dicopot semua,” lapor manajer sebuah cafe milik Maurits.


“Kok bisa sudah bayar semua tapi dicopot?”


“Entah Pak. Kami nggak bisa nyambung lagi karena disegel. Dan kami sudah lapor. Petugas bilang paling cepat akan dibetulkan lusa,” kata di manajer.


Pemilik cafe tahu bagaimana kekuatan orang yang menekannya. Dia sama sekali nggak mengerti harus berbuat bagaimana lagi. Karena dia bukan yang menghilangkan barang Mukti tersebut. Tapi kalau dia tidak cepat bergerak anak-anaknya yang akan jadi korban. Kalau anak dari istri kedua yang terbuka di depan umum, tentu dia tidak akan terlalu ketakutan seperti ini. Tapi kalau anak pertamanya pasti nanti imbasnya akan ke mana-mana. Kalau dia hancur rumah tangga yang kedua, nggak apa-apa. Tapi kalau hancur mata pencahariannya, kasihan anak pertama dan istrinya. Dia hanya berpikir itu. Tak ingin anak serta istrinya kesulitan dalam hidup.


Maurits pemilik cafe bingung kalau hari ini dia tidak mendapat oknum yang melakukan pemotongan CCTV maka dia akan hancur, sehancur-hancurnya. Dia tak tahu bagaimana lagi bargaining dengan Sonny. karena dia sudah minta perpanjangan waktu dan diberikan sampai besok.


“Kalau tidak bisa konsentrasi, lebih baik kamu istirahat saja. Daripada nanti pelanggan kecewa dengan hasil masakan yang kamu buat.”

__ADS_1


“Iya Bu. Saya nggak ngelamun kok,” kata Ayya. Dia langsung fokus kepada pekerjaannya.


Sejujurnya Ayya memang masih melamun soal apakah bisa memaafkan Mukti. Karena jelas-jelas kedua orang tuanya terutama Ambar sangat mendukung. Artinya memang apa yang terjadi itu bukan kesalahan Mukti. Karena Ayya tahu keluarga Lukito terutama Angga dan Ambar tak akan pernah mendukung bila salah seorang keluarganya bersalah. Terlebih mendengar kata-kata Ambar jangan membuat Mukti seperti ini. Dalam artian tahap sangat putus asa.


‘Apa aku bicara dulu ya dengan Mas Mukti?’


‘Atau aku bicara dulu dengan Mama? Mana yang lebih dulu enaknya?’


‘Aku bingung memutuskan. Sekarang aku lebih baik konsentrasi kerja dulu daripada aku dimarahin bosku. Nanti aku malah bingung cari kerjaan lain. Karena di sini tempat paling aman aku untuk sembunyi.’


Ayya kerja tidak jauh dari tempat kostnya. Dia hanya tinggal jalan kaki ke depan saja. Sama seperti waktu dia kerja di cafe bersama Sri. Rumah kostnya ada di belakang cafe. Sekarang pun seperti itu rumah kostnya ada di belakang tempat dia bekerja. Bedanya rumah kost yang sekarang tak harus memutar seperti ketika dulu di Jakarta. Lumayanlah dia tak perlu ongkos ke mana pun. Ada pintu kecil yang memang diperuntukkan bagi karyawan tempat makan tersebut. Kalau mau pergi ke pasar atau ke mana pun tidak perlu lewat pintu gerbang depan. Sehingga Ayya memang lewat pintu belakang.

__ADS_1


Saat dia makan siang Ayya kembali berpikir ulang.


‘Aku harus bicara dengan mama dulu atau aku bicara dengan Mas Mukti dulu? Tapi aku nggak mau kalau sama Mas Mukti nanti kepaksa jadi maafin. Aduh, aku bingung. Kalau aku kirim pesan buat mama pasti semua orang akan tahu. Apa aku telepon siang-siang begini ya? Kalau siang mama kan cuma sendiri. Paling hanya sama eyang Angga. tapi pasti bisa dirahasiakan enggak ya kalau aku telepon?’ Ayya bingung sendiri.


__ADS_2