CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
AKAN MEMAKSA NIKAH


__ADS_3

Mukti langsung diam. Ini pertama kalinya Ayya mengatakan bahwa dia akan resign.


“Kamu pengennya kerja di kantoran ya?” selidik Mukti.


“Enggak. Justru enggak kepengen kerja. Enak di rumah aja buka warung udah cukup.”


“Aku juga enggak butuh kok rumah mewah dan segalanya cukup rumah ibuku itu aja buat aku tinggal. Kalau nanti aku butuh modal untuk mengembangkan usaha, aku sama papa bisa kok pinjam ke bank dengan agunan rumah itu karena rumah itu memang sudah dibeli ibu sejak awal ibu enggak pernah ngontrak kok. Jadi ke depannya aku enggak butuh kerja Mas,” jawab Ayya.


Mukti makin diam mendengar jawaban Ayya.


“Berapa kali sih Mas bilang Mas tuh sayang kamu loh.” Akhirnya Mukti kembali bicara tentang perasaannya.

__ADS_1


“Apa kurang yang Mas katakan? Apa kurang perlakuan yang Mas kerjakan untuk menarik hatimu?” desah Mukti putuh asa. Banyak yang menduga Mukti tak pernah mengungkapkan perasaannya pada Ayya. Padahal sudah beberapa kali dia ungkapkan. Hanya Ayya memang tak pernah menanggapi.


“Maaf kalau untuk soal itu aku enggak bisa jawab, karena aku merasa kita jauh berbeda. Aku enggak akan pernah mengulang kisah ibu dan papa.”


“Maksudmu apa sih?”


“ Ibu adalah pembantu dari papa dan mereka terlibat cinta tapi akhirnya menyakitkan.” Ayya menarik napas berat seakan ada beban yang menghimpit dadanya.


“Itu kan karena papamu punya istri sah, sehingga cinta ibumu menyakitkan. Mas kan enggak. Walau Mas pernah punya masa lalu kelam. Tapi apa enggak cukup niatku untuk balik badan? Niatku untuk serius pada kamu?”


“Tetap aku enggak bisa, aku masih trauma atau hubungan beda status seperti itu. Aku enggak bisa,” ucap Ayya lirih sambil menggeleng. Matanya sendu mengingat bagaimana sedihnya sang ibu yang tak bisa menghubungi papanya karena terhalang tembok pemisah. Ayya merasa dia tak punya kekuatan cinta sebesar Sukma Ayu pada Wayan.

__ADS_1


“Please. Kamu tuh berpikirnya yang jernih atau kamu diskusi lah sama papamu mengapa mereka tidak bisa bersama. Bukan karena papamu tidak mau kan tapi kondisi papamu harus terus berada di sisi Ibu Dewi karena dia terikat dengan kewajiban memberi uang kedua orang tuanya.”


“Setelah papa kamu mampu berdiri sendiri kan papamu langsung mengejar cinta sejati walaupun sudah terlambat karena ibumu sudah meninggal. Setidaknya papa dan ibumu itu sama-sama orang yang setia karena papamu juga enggak pernah mencintai istrinya. Dia menikah hanya karena keterpaksaan.”


“Mohon maaf untuk saat ini aku tetap enggak bisa,” ucap Ayya.


Mukti benar-benar tak mengerti mengapa Ayya benar-benar keras kepala.


‘Apa harus langsung aku minta kepada papanya dan lalu kami dinikahkan secara paksa?’ pikir Mukti.


‘Tapi kalau nikah paksa tentu dia akan merasa tersiksa.’

__ADS_1


‘Tapi kalau enggak dipaksa, harus bagaimana lagi dia mau menerimaku? Apa karena aku sudah terlalu tua sehingga statusku sebagai majikan sebenarnya hanya alasan untuk menolakku saja. Sebenarnya dia tak mau menerimaku karena aku tak masuk kriteria usia calon suami idamannya,’ keluh Mukti putus asa dalam hatinya


Sampai lama mereka tetap membisu. Kebisuan dipecah oleh telepon dari Sri.


__ADS_2