
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Lho kalian baru pulang?” tanya Adelia melihat Komang Ayu masuk melalui pintu samping.
“Iya Bu ini pak Mukti habis cari laptop untuk kerja saya,” kata Komang dengan jujur.
“Iya kalau asisten enggak ada laptop sama juga bohong,” Adelia mengerti kebutuhan laptop buat bekerja.
“Iya Bu,” jawab Komang Ayu.
“Kamu taruh dulu barang-barangmu lalu kita bicara ya. Sejak kamu datang saya belum sempat bicara,” Adelia minta Komang Ayu menaruh barang-barang dulu, dia juga harus mengambil sesuatu yang sudah dia siapkan.
“Baik Bu, saya taruh barang-barang dulu,” jawab Komang Ayu.
Komang Ayu segera masuk kamar dan dia langsung membersihkan diri dan ganti baju yang bersih karena baju yang dia pakai itu adalah baju sejak pagi. Setelah fresh dia langsung menghampiri Adelia.
“Kamu asistennya Mukti?” tanya Adelia.
“ Iya Bu,” jawab Komang Ayu.
“Bagaimana kamu bisa jadi asistennya?” tanya Adelia lagi karena dia mulai curiga, orang sebebas Mukti mengapa ingin selalu diikuti ke mana pun oleh Komang Ayu. Tadi Sonny cerita ketika bersama pengacara pun Mukti minta Komang Ayu berada di sisinya.
__ADS_1
“Pak Mukti membantu saya. Kemarin saya lari ke Mbak Sita pegawainya pak Mukti di Badung. saya lari butuh perlindungan karena sudah dua kali mau diperkosa oleh orang di rumah saya Bu. Saat itu pak Mukti bilang saya suruh ikut ke Jakarta untuk jadi asistennya. Itu aja sih Bu,” kata Komang Ayu.
Gadis itu dia tidak menceritakan awal sejak Mukti membawanya dari Jakarta sampai ke Badung. Lalu balik lagi ke Jakarta. Komang Ayu hanya menceritakan proses dari Badung ke Jakarta saja.
“Oh begitu, pantas kamu katanya enggak bawa baju ya dan enggak bawa hal lain juga.”
“Iya Bu, tapi Pak Mukti sudah kasih saya uang untuk beli 3 pasang pakaian. Saya pergi hanya dengan sandal jepit saja ketika kabur dari rumah Bu.”
“Ya sudah, ini sudah saya siapkan tapi saya kemarin keburu-buru karena kan kamu tahu sendiri kondisinya seperti apa. Semoga ini cukup buat kamu. saya lihat kamu suka dengan pakaian yang tidak vulgar dan terbuka sehingga ini sama dengan model yang saya sukai juga. Jadi saya enak kasih kamu.” Adelia memang mengamati selintas cara berpakaian Komang yang mirip dirinya. Beda dengan Prilly. Kalau setype dengan Prilly tentu dia akan berikan semua pakaian Prilly sebelum dibagikan pada semua yang membutuhkan.
“Ini ada beberapa yang sudah saya pakai, tapi yang lainnya belum dipakai kok,” jelas Ade;ia.
“Kamu jangan menolak rezeki enggak apa-apa, itu memang tidak dipakai,” jawab Adelia.
Adelia memberikan satu kardus pakaian, ada beberapa yang sudah dipakai ada yang belum dan model yang Adelia pilihkan adalah sama dengan model yang Komang suka yaitu tertutup dan celana kulot atau celana panjang. Baik jeans mau pun celana panjang kain. Tentu saja Komang sangat berterima kasih.
“Ini juga ada dua tas. Semoga kamu suka, kamu pasti butuh tas bila menemani Mukti. Adelia juga memberikan tas tangan untuk Komang Ayu bepergian.
“Terima kasih Bu, terima kasih sekali lagi. Saya enggak ngerti harus bicara apa karena Ibu dan keluarga telah sangat baik pada saya,” Komang Ayu tak bisa berkata-kata lagi.
“Loh Yank, kamu di sini? Dari tadi Mas cariin,” kata Sonny menyela percakapan dua gadis cantik itu.
__ADS_1
“Kan aku sudah bilang dari tadi, aku mau bicara sama Komang Ayu. Kenapa? Mas butuh apa?” tanya Adelia lembut
“Ya enggak butuh apa apa, nyaariin aja. Aku pikir kamu sudah tidur enggak pamit sama Mas. Mas kan enggak mungkin masuk kamar kamu,” kata Sonny.
‘Bahkan mereka jelang menikah saja sungkan masuk kamar, pantas pak Mukti bilang awal melakukan dengan Vio karena obat. Tapi stelahnya memang salah. Maklum jiwa muda,’ batin Komang mendengar percakapan calon pengantin di depannya ini.
“Masuk kamarku enggak apa-apa kalau cuma ngucapin selamat malam kan? Nggak ada yang marah juga,” jawab Adelia.
“Itu yang Mas enggak ingin. Kalau Mas minta lebih gimana?” goda Sonny sambil mengecup puncak kepala Adelia tanpa malu di depan Komang.
“Ih malah ngomongnya ngelantur gitu. Ada Komang Ayu tahu,” kata Adelia sambil mencubit lengan Sonny.
“Enggak apa-apa, toh kita hanya bicara, tidak melakukan hal yang buruk,” kata Sonny sambil tertawa bahagia melihat calon istrinya tersipu malu.
“Bu Adelia, Pak Sonny, saya permisi dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” pamit Komang Ayu. Dia tak ingin mengganggu pasangan yang hendak menikah itu.
“Oh iya enggak apa-apa,” jawab Adelia pada Komang.
“Tu Mas sih, gara-gara Mas ganggu dia jadi pamit,” protes Adelia pada Sonny.
“Enggak kok Bu enggak apa-apa, memang sudah selesai kan pasti Ibu juga ingin istirahat,” jawab Komang Ayu sambil dia membawa kardus ke kamar belakang.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR yok
__ADS_1