
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Ayya ini Papa Nak,” terdengar suara bergetar lembut dan lemah. Karena Ayu duduk tak jauh dengan Mukti, walau tak di speaker Mukti bisa mendengar kalau lelaki itu menyebut Ayu dengan panggilan Ayya.
“Iya Pa, Ayya tahu ini nomor Papa. Kenapa? Papa di mana?” tanya Komang Ayu.
“Papa baru sampai di Badung dan Papa baru tahu mama sudah enggak ada,” Wayan terbata dan Komang Ayu mendengar isak tangis lelaki perantaranya kedunia itu.
“Saat kemarin Saino mengabari Papa, Papa sedang sakit. Papa enggak pegang ponsel sama sekali. Papa baru selesai perceraian dengan dewi ular. Sekarang Papa sudah bebas. Papa segera ke Badung berpikir akan segera berkumpul dengan ibumu ternyata ibumu sudah tidak ada,” keluh Wayan dengan penyesalan teramat dalam.
“Papa sabar ya Pa. Aku minta Papa diam di rumah kita. Nanti aku akan sesekali kembali. Kita mulai dari nol ya Pa,” kata Komang Ayu menghibur lelaki itu.
__ADS_1
“Papa harus kuat, Papa harus sabar,” pinta Komang Ayu menguatkan papanya yang kehilangan belahan jiwanya.
“Rasanya Papa sudah enggak kuat Ya. Papa hidup itu cuma buat ibumu tak ada lagi orang lain yang Papa cinta seperti dia. Kalau jiwa Papa sudah tidak ada buat apa Papa bertahan?” keluh Wayan putus asa.
“Apa enggak ada Ayya di hati Papa? Papa enggak anggap Ayya ini belahan jiwa Papa?” tanya Komang ikut terisak. Mukti trenyuh mendengar Ayu menangis. Dia mengusap lembut punggung Ayu agar memberi kekuatan.
“Ayya. Maaf sayank, maaf. Iya sekarang cuma Ayya belahan jiwa Papa. Kamu pulang ya Nak,” pinta Wayan menyadari kekeliruannya.
“Iya Pakde Saino sudah cerita ke Papa alasan kamu tak berani tinggal di sini menunggu selesai pengajian ibumu. Pakde Saino cerita tentang orang yang akan memperkosamu. Papa akan hajar dia,” kata Wayan berang.
“Jangan ya Pa, jangan kotori tangan Papa. Nanti kalau Papa kena hukum Banjar malah aku enggak punya Papa sama sekali. Papa sabar aja. Papa mulai usaha di situ, aku yakin kita berhasil.”
__ADS_1
“Ayya janji, aku akan pulang segera begitu aku tiba di Bali. Boss aku orang Bali Pa. Hanya sekarang sedang di Jakarta dan akan ada proyek di Solo. Sehabis kesibukan ini Ayya akan segera temui Papa kalau Papa janji ke Ayya Papa nungguin Ayya.”
“Aku baru masuk kerja jadi enggak mungkin aku pulang dan biayanya juga terlalu besar kalau aku harus pulang sekarang. Sabar ya Pa. Dulu Ayya dan ibu yang nungguin Papa. Sekarang Papa tungguin aku. Ingat Papa punya aku, Papa harus kuat,” jelas Komang Ayu.
“Iya Nak asal kamu tahu Papa bukan menghindar waktu dikabarin ibu meninggal. Rupanya dia memberitahu sehingga aku sakit. Dia memberitahu kalau dia akan pergi untuk selamanya karena tiga hari berturut-turut aku bermimpi tentang ibumu. dia selalu mengatakan aku harus bertahan di sisimu tidak boleh meninggalkan kamu!”
“Nah kan Ibu aja sudah pesan Papa enggak boleh nyusul ibu. Saat ini kita harus kuat, nanti aku akan kembali. Siapa tahu nanti Papa akan melihat aku menikah dan mempunyai anak cucu buat Papa,” kata Komang Ayu. Komang tidak sadar Mukti mendengar semua itu dan mencatat dalam benaknya dengan tinta tebal.
“Ya sudah ya Pa, aku kerja kembali. Inget Papa punya Ayya dan ingat juga pesan Ibu kalau Papa harus selalu ada di sisi aku. Kita sudah terlalu lama berpisah.”
“Iya sayang Papa akan memulai hidup baru di sini Papa akan nunggu kamu. Sehat selalu ya Sayank, ingat sekarang kita selalu ada berdua.” balas Wayan. Wayan tahu dia sudah kehilangan Sukma, tapi setidaknya dia masih punya Ayya putrinya tercinta.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU yok
__ADS_1