CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TAK BISA MENGHAPUS VIDEO DARI BENAK


__ADS_3

Ayya  tambah kaget dan terpukul mendapat kenyataan bahwa Mukti mendapat video tersebut dari papanya. Yaitu hasil kiriman dari dia. Ayya tambah yakin orang yang mengirim padanya memang sengaja ingin merusak hubungannya dengan Mukti. Pemberi obat untuk Mukti tapi kena Made dan Wayan juga lalu mengirimkan videonya hanya kepada dia. Jadi orang tersebut memang sangat menginginkan perpisahannya dengan Mukti. Ayya  makin penasaran. Dia akan melakukan manuver. Dia akan membuat pengirim video tambah panas


“Sebentar Ma. Aku ambil nomornya lalu aku kirim ke nomor Mama. Akhirnya Ayya  mengganti nomornya menjadi nomor yang lama. Dia kirim nomor tersebut ke nomor Ambar. Saat itulah telepon berbunyi. Ada panggilan masuk.


“Siapa?” tanya Ambar penasaran.


“Ini Carlo Ma. setiap hari dia telepon aku. Aku jadi penasaran apa ya maksudnya? Kok dia seperti tahu kalau aku dan mas Mukti ada masalah. Tiap hari dia telepon loh Ma,” kata Ayya.


“Kenapa kamu nggak angkat sekarang?”

__ADS_1


“Aku nggak mau Ma. Aku nggak ngerti maksudnya apa, nanti saja kalau sudah ada perkembangan. Jika aku sudah ada bayangan apa yang diinginkan Carlo,” jawab Ayya.


Saat Ayya akan mematikan telepon, masuk panggilan dari Mukti.


“Kenapa kamu nggak angkat?” tanya Ambar.


“Kemarin aku pernah angkat satu kali, pas secara nggak sengaja dia telepon, saat aku mau geser matikan. Ini dia tahu ponselku nyala nggak aku angkat nanti dia pasti marah. Karena biasanya kan dia telepon pas ponselku off. Diamin saja. Sebentar lagi pasti dia telepon lagi kalau nomor ini terus aku nyalain,” kata Ayya santai.


“Maksud Mama bagaimana?” tanya Ayya bingung.

__ADS_1


“Ya dia tinggal tunggu keputusan kamu. Kalau memang kamu tak ingin bersamanya rasanya … bukan Mama mengada-ada, tapi dia tidak ingin hidup. Karena sekarang dia tidak punya semangat hidup lagi. Itu yang Mama lihat berkali-kali. Dia sudah tidak ada cahaya hidup lagi. Bukan Mama ingin membuat kamu supaya kembali, tidak! Kamu bisa nggak kembali sama dia. Itu urusan kamu karena cinta itu nggak bisa dipaksakan. Terlebih kamu sudah sakit hati melihat semuanya itu. Mama nggak mau egois mengharuskan kamu kembali. Nanti sepanjang hidupmu kamu akan sakit hati sama Mama. Biarlah seperti ini. Kamu tetap jadi anak Mama walau tak jadi menantu Mama.”


“Aku berapa kali tahu kok Ma. Bahwa semua bukan mas Mukti yang lakukan dengan kesadaran. Karena beberapa kali aku ke pameran tanpa ada yang tahu. Aku dengar omongan Made sama Wayan berapa kali. Aku nggak pernah dekati mas Mukti. Hanya lihat dari jauh saja.”


“Memang Wayan sama Made nggak kenalin kamu?”


“Nggak ada yang bisa kenalin aku saat aku menyamar Ma. Aku dengar bagaimana mereka dijebak, bagaimana perempuan-perempuan tersebut juga jadi korban dan mereka juga nggak mau kok nikah sama mas Mukti atau Pak Made. Karena mereka juga baru sekali itu ketemu kecuali yang Pak Made. Pak Made sering beberapa kali ketemu sama Karenina. Aku tahu Ma. Tapi aku tetap nggak bisa ngilangin bayangan video itu dari benak aku. Itu yang buat aku sulit menerima mas Mukti.” ayu mearik napas berat.


“Walau aku tahu dia tidak bersalah tapi tetap nggak bisa Ma. Bayangan itu ada kecuali ada yang bisa hapus bayangan tersebut dan rasanya sulit buat aku,” keluh Ayya.

__ADS_1


“Semua terserah kamu. Sekali lagi Mama bilang semua terserah kamu. Mama nggak bisa mengharuskan kamu menjadi menantu Mama. Yang penting kamu tetap anak Mama,” begitu kata Ambar.


Di dering ketiga akhirnya Ayya  mengangkat telepon dari Mukti. Sengaja dia besarkan volumenya tapi tidak di loudspeaker agar tidak terlalu kedengaran oleh orang di luar meja mereka. Hanya Ambar dan Ayya  yang mendengarkannya.


__ADS_2