
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Sejak kecil Komang tak tahu kalau dia anak seorang anak lelaki kaya. Dia mulai bisa mengerti ketika sudah SMP. Saat itu dia baru tahu siapa Ayah biologisnya.
I Wayan Ngurah sudah lama menikah dengan gadis kaya dan ningrat bernama Aishwarya Dewi Cokorda. Tak ada cinta antara keduanya. Mereka sama-sama punya pacar ketika harus menikah.
Pak Wayan berupaya mengikuti semua permintaan kedua orang tuanya. Tak pernah dia berontak apa lagi berupaya selingkuh. Begitu dia menikah, maka hubungannya dengan sang kekasih benar-benar dia putus.
Berbeda dengan Dewi sang primadona kampus. Dia punya banyak pacar, bukan hanya sekedar teman dekat. Awal menikah dia masih saja berhubungan dengan beberapa pacarnya.
Mereka dinikahkan karena orang tua Dewi ingin menghentikan semua perilaku buruk Dewi yang hobby gonta ganti pasangan.
Wayan bukan tak tahu kelakuan buruk Dewi. Tapi dia bisa apa? Dia hanya pegawai kecil di usaha jual beli ayah Dewi. Wayan hanya kepala gudang dan belum selesai kuliah saat itu.
Lama menikah Dewi tak kunjung hamil. Orang tua Dewi memaksa keduanya periksa kesuburan di kawal oleh mamanya Dewi.
Betapa hancur hati orang tua Dewi ketika dokter memvonis kandungan Dewi kering akibat terlalu lama mengkonsumsi obat pencegah kehamilan yang dijual bebas tanpa pengawasan dokter juga akibat aborsi yang pernah Dewi lakukan sebelumnya.
Wayan dan mama Dewi kaget mendengar hal itu. Mereka tak pernah tahu kalau Dewi pernah aborsi.
Wayan tak langsung balas dendam. Dia cerita semua lada kedua orang tuanya. Wayan tak menuntut anak asal Dewi berubah kelakuannya. Sedang Dewi merasa tak punya harga diri saat dikupas habis oleh mamanya didepan ruang dokter.
Sang mama marah besar dan banyak yang mendengar termasuk dua orang tetangganya.
Dari mulut keduanya khabar keburukan Dewi langsung menyebar. Keluarga Dewi membukakan usaha untuk Wayan di Gianyar agar Dewi bisa tenang hidupnya di lingkungan baru.
\*\*\*
"Kamu ikut pakdemu saja cah ayu. Bapak tak bisa menyekolahkanmu lagi." Budiman meminta putri sulungnya ikut dengan kakaknya ke Bali karena dia masih ada dua anak yang harus dia sekolahkan.
Sukma sudah lulus SMP tahun lalu. Sejak lulus sekolah dia banyak membantu bapak ibunya di rumah sementara kedua orang tuanya menjadi buruh di sawah milik orang lain.
"Nanti siapa yang bantu ibu masak dan mencuci Pak?" Protes Sukma.
"Adik-adikmu nanti harus bisa membantu. Biar mereka juga belajar urus dapur walau mereka laki-laki," ucap sang ibu.
"Kalau Bapak dan Ibu ngendiko ( bicara ) seperti itu, saya manut ( menurut )," Sukma memang tak banyak membantah.
Maka Sukma Ayu dibawa pakdenya ke Denpasar karena kebetulan majikan pakdenya meminta dicarikan pembantu untuk putrinya yang akan dia pindahkan ke Gianyar.
Dari Denpasar Sukma dan dua orang pegawai lain di pindah ke Gianyar mengikuti Dewi dan Wayan.
Pasangan suami istri yang pindah ke Gianyar bersama Sukma adalah Saino dan Sulastri.
Rupanya pasangan ini juga berasal dari Banyuwangi hanya beda kampung dengan Sukma. Pasangan ini menganggap Sukma adik atau anak mereka.
__ADS_1
\*\*\*
"Maaf Bu, mulai awal bulan saya minta berhenti," tanpa ada yang menduga, satu tahun bekerja menjadi pembantu di rumah pak Wayan, Sukma minta izin berhenti.
"Kenapa Sukma? Kamu mau pulang kampung?" Tanya Dewi yang sekarang sudah berubah gemuk karena malas bergerak, jarang keluar rumah dan kerjanya hanya bermalas-malasan padahal Wayan semakin sibuk dengan usahanya. Usaha yang modal awalnya dari mertuanya.
Dengan usahanya Wayan berhasil mengangkat tingkat hidup orang tua dan anggota keluarganya karena diajak bekerja. Bukan karena diberi gratis.
Ternyata Sukma tak pulang ke Banyuwangi, Wayan mengontrakkan dia di sebuah kamar kost karena Sukma hamil.
Sukma memang menjadi kekasih Wayan. Tapi biar dia jadi peliharaan Wayan dia tak mau berpangku tangan.
Sukma tetap jualan kue. Selain jualan kue dan kadang Sukma tetap membantu orang-orang sekitar yang minta cuci setrika.
Wayan hanya datang pagi menjelang siang. Kalau Wayan datang ya dia melayani sama seperti bila suami pulang kerja.
"Sayang, sebentar lagi dia lahir, kamu enggak mau pulang saja? Biar aku antar ke rumahmu dan aku akan bertanggung jawab," ucap Wayan.
"Aku tak mau bapak dan ibu kecewa. Aku enggak sanggup menerima kekecewaan mereka walau mereka enggak akan marah apalagi mengusirku," jawab Sukma.
"Lagi pula kita mau nikah gimana? Keyakinan kita beda," ujar Sukma.
"Setidaknya kita bisa nikah siri. Aku akan ikut agamamu agar aman." Jawab Sukma.
\*\*\*
Akhirnya bayi Sukma lahir, dia memberi nama bayinya Ayya Andira. Bayi sehat dan sangat cantik.
Sukma dan Wayan memiliki Ayya bukan hasil perkosaan atau paksaan antara majikan dan pembantu. Mereka memang saling cinta.
Ayya adalah singkatan nama mereka Ayu dan Wayan.
Gadis desa polos dan lugu itu memang telah memporak porandakan hati Wayan yang telah kecewa pada istrinya.
Saat usia Ayya tiga bulan, Dewi berniat mengadopsi bayi. Dengan bantuan beberapa orang maka Wayan bisa membawa Ayya ke rumahnya.
Setiap hari Sukma mengirim ASI pada Wayan. Dan Wayan memberikan pada bu Lastri istri Saino.
Dua minggu setelah Ayya di rumah Wayan, Sukma datang minta kembali bekerja apda Dewi.
Dewi tentu menerimanya. Sukma full diminta mengurus Komang.
Dewi memberi nama Komang Ayu Ngurah pada anak angkatnya itu dan resmi memiliki akte.
__ADS_1
Hanya Sukma yang memanggilnya Ayya hingga dia dewasa.
Komang kecil tumbuh sehat karena mendapat ASI yang Sukma berikan secara sembunyi-sembunyi.
Kedua orang tua Wayan sangat mencintai Ayya yang telah berubah menjadi Komang Ayu.
Karena memang mereka yang menggosok-gosok Dewi mengambil bayi. Dan mereka pula yang membantu agar Ayya diangkat anak oleh ayah kandungnya sendiri.
Orang tua Wayan juga yang mengantar Sukma untuk ikut program KB agar tak cepat-cepat punya bayi lagi.
Sayangnya, niat memiliki anak bukan resmi dari hati Dewi. Dia tak pernah peduli pada Komang. Dewi hanya baik pada Komang bila didepan kedua orang tuanya atau di depan mertuanya.
Didepan Wayan pun dia tak mau berpura-pura menyayangi Komang.
Komang bahagia bila dia berada didekat ibu Uma ( Sukma ) dan papanya. Tapi sangat takut bila dekat dengan mamanya.
\*\*\*
Dewi tak pernah antar jemput saat Komang mulai TK. Semua di lakukan oleh Sukma sebagai pengasuhnya.
"Nanti biar saya yang jemput Komang. Kamu di rumah saja," Tapi tumben hari itu Dewi bilang akan menjemput Komang.
Hari ini Komang dibawa pulang sore sudah sangat kelelahan.
Sukma mengurusi putranya. Dia lihat Komang sangat mengantuk dan sulit dibangunkan untuk makan. Tadi Sukma hanya membasuh tubuh putrinya saja karena Komang sama sekali tak bisa melek.
"Mas, aku takut Ayya kenapa-kenapa. Tadi dibawa ibu sampai sore baru pulang. Lalu pulang enggak bisa bangun," bisik Sukma pada Wayan.
\*\*\*
"Sukma, mana Komang? Kenapa dia enggak menyambut saya pulang seperti biasa?" Tanya Wayan cukup keras saat melihat Sukma keluar kamar putrinya.
"Maaf Pak, Ade Ayya capek. Baru selesai saya basuh dan tak bisa saya bangunkan untuk makan," jawab Sukma. Semua tahu Ayya memang panggilan sayang dari pengasuh itu untuk Komang.
"Capek kenapa? Dia main dimana? Kamu enggak jaga dia?" Desak Wayan seakan marah ada Sukma.
"Pulang sekolah dibawa ibu jalan-jalan. Mungkin terlalu lelah," jawab Sukma.
"Aku bawa dia ke mall aja koq Pa." Jawab Dewi santai.
"Ke mall? Apa dia ngepel di mall dari sejak pulang sekolah sampai hari gini?" Tanya Wayan.
Wayan tahu dari bu Lastri bila dia tak ada Komang dijadikan pembantu oleh Dewi. Sukma sering membelanya.
Hebatnya Sukma tak pernah mengadukan kelakuan buruk Dewi padanya.
Sejak Ayya berusia dua tahun bu Lastri tahu Ayya anak kandung Wayan dan Sukma karena pernah melihat Sukma menyusui Ayya.
__ADS_1
Bodohnya sejak adopsi, Dewi tak mau memelihara Komang bahkan saat imunisasi. Yang antar ke dokter selalu Sukma dan Wayan. Dokter juga tahunya Komang anak Sukma dan Wayan.