CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
PERSIAPAN DI UBUD


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



Mukti sudah sendirian di Bali dia harus bersiap untuk menapaki hari-hari sendirian tapi untungnya sekarang sedang ada kegiatan persiapan pameran yang akan dilakukan di Ubud.



“Kamu tinggal di mana?” tanya Made di area lokasi akan diadakan pameran di Ubud. Mereka berjanji ketemuan disini bersama 2 teman lain yang akan pameran bareng.



“Masih di villa Uluwatu, karena rumah sedang dalam proses akan dibuat Homestay,” jawab Mukti. Mukti dan Made dua dari beberapa orang seniman yang tidak merokok. Mereka telah memesan kopi di cafe ini.



Mukti seperti biasa memesan GALÃO. Galão adalah jenis minuman kopi yang berasal dari Portugal. Jenis minuman kopi panas ini sangat erat kaitannya dengan latte dan cappucino. Galão mengandung lebih banyak milk foam, menjadikannya minuman yang lebih ringan dibandingkan dengan latte atau pun cappuccino.



Sedang Made lebih setia dengan MACCHIATO. Macchiato adalah jenis minuman kopi berbasis espresso yang memiliki sedikit busa di atasnya. Kata "macchiato" berarti tanda atau noda. Ini mengacu pada tanda bahwa steamed milk meninggalkan permukaan espresso saat dituangkan ke dalam minuman.



“Tapi untuk persiapan pameran serta selama pameran berlangsung aku bersiap di Ubud ajalah biar nggak wira-wiri buang waktu,” kata Mukti.


__ADS_1


“Kalau begitu kita bareng aja ambil satu villa di Ubud untuk kita pakai dengan Wayan dan Ketut,” usul Made.



“Ngambil Villa apa dan dimana?” tanya Mukti.



“Kan ada vila aku di sini. Pakai itu aja lah. Kamu gengsi pakai vilaku?” tanya Mukti.



“Kalau kamu membolehkan ya alhamdulillah,” jawab Made tak menolak.




“Walau dulunya itu punyaku, tapi kan sudah aku kembalikan. Jadi tetap aku akan bilang pada Papa dan Mama,” kata Mukti.



“Baik berarti kita sudah lebih mudah. Sudah ada tempat tinggal yang dekat dengat lokasi kegiatan. Kita tinggal berpikir bagaimana pameran kita berjalan dengan sukses,” kata Made.



“Kapan kamu mau masuk vila Ubud?” tanya Mukti.


__ADS_1


“Aku dua hari lagi lah. Mungkin Nanti Aji dan Pram akan ikut dengan biyang tentunya. Biar mereka juga ambil satu kamar,  aku bayar,” kata Made.



“Ngapain bayar kamar. Nanti aku ambil villa besar yang isi 3 kamar. Kamu dan keluarga pakai kamar utamanya. Nanti Wayan dan Ketut biar di satu kamar dan aku di kamar sisanya. Apa kurang?” tanya Mukti.



“Kalian tidak terganggu dengan keluargaku?” tanya Made tak enak hati.



“Tidaklah. Sudah pokoknya kalian jangan sampai berpisah jadi satu vila aja. Dan kalau kita-kita kayak enggak tahu aja, kita bisa tidur di sofa ruang tamu kalau kamar kita penuh,” kata Mukti lagi. Keluarga Made sangat dekat dengan Mukti. Dia tentu tak keberatan aji dan biyang ( ayah dan ibu ) nya Made tinggal bersama saat merekapameran di Ubud nanti.



Hari-hari Mukti dilalui dengan ketekunan dia benar-benar fokus pada pamerannya yang akan digelar di Ubud dua minggu lagi. Selama ini dia selalu berkomunikasi dengan keluarganya di Solo dan Jogja. Dia ikuti perkembangan keluarganya melalui zoom yang selalu dibuat oleh Ambar. Semua juga tahu Ambar tak pernah bisa jauh dari anak-anaknya termasuk Mukti jadi setiap malam pasti di absen.



Mukti tidak keberatan di absen seperti anak kecil oleh Ambar karena memang itulah cinta yang dia miliki. Bahkan Mukti pernah kehilangan momen itu saat Ambar marah padanya.



Mukti juga tahu bagaimana perkembangan kasus Vio walau dia sudah tidak mau peduli lagi, tapi Sonny atau Abu masih sering memberikan laporan perkembangannya. Karena biar bagaimana pun Mukti ikut terlibat walau secara tidak langsung.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE yok


__ADS_1


__ADS_2