CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
VIDEO DARI AYYA


__ADS_3

Esok paginya, masuk ke hari Rabu, Wayan dan Made datang ke rumahnya Ambar mereka ikut sarapan bersama lalu berangkat pagi jam 08.00 sehabis sarapan


“Mbak Ayu, aku mau pergi ke pasar sebentar. Ada yang mau dititip?”


“Enggak Bu. Lagi enggak mau masak apa-apa.”


“Kamu mau ikut Mama aja? Nati Mama antar kamu ke kantin sekalian Mama dan eyank ke bank,” ajak Ambar.


“Enggak Ma. Sebentar lagi aku bersiap. Nanti aku kabarin Mama kok. Aku cuma pergi sebentar ke tempatnya Sri,” jawab Ayya.


“Hati-hati ya,” Ambar pun berangkat bersama Angga.


Begitu Ambar berangkat Ayya segera mengeluarkan travel bag big size-nya yang sudah dia isi barang-barang pribadinya. Dia memanggil taksi online. Bu Parman saat itu belum pulang dari pasar. Yang ada tinggal pak Parman saja.


“Bapak, saya pamit dulu ya. Nanti kasih tahu saja sama yang lain. Saya sudah pamit sama mama dan papa kok,” kata Ayya. Dia sudah dijemput oleh taksi online.


“Mau ke mana Mbak?” tanya Pak Parman melihat Ayya membawa tas besar.


“Ke tempatnya Sri Pak,” jawab Ayya.


‘Kalau ke tempat Sri tumben kok bawa travel bag besar begitu ya?’ pikir pak Parman. Tapi dia tak mencurigai apa pun. Biar bagaimana pun Ayya adalah calon istrinya Mukti. Jadi tidak enak dia nanya atau menegur.


Ayya langsung taksi online yang dia sewa.


“Mama sudah dapat pesan dari Ayya?” tanya Abu dengan amarah.

__ADS_1


“Iya Pa, sudah,” jawab Ambar lemah.


“Mama di mana?” tanya Abu. Dia yakin istrinya syok.


“Masih sama eyang Angga di bank,” jawab Ambar. Memang tadi Ambar pergi bersama Angga.


“Papa sudah telepon ke rumah. Pak Parman bilang Ayya pergi Ma dan dia bawa travel bag besar. Katanya sih ke tempat Sri coba Mama hubungi Sri dulu.”


“Nggak ada Bu. Komang nggak ke sini,” Ambar pun langsung menghubungi Sri.


“Kamu serius kan Sri?” desak Ambar.


“Iya Bu serius.  Memang ada apa ya?”


“Ya sudah kalau memang Komang tidak ke situ. Kalau Ayu ke situ tolong kabari saya ya. Nggak usah kamu bilang ke Ayu-nya. Sri pun mengerti mungkin ini buntut keributan hari Minggu kemarin.


“Mana aku tahu, jawab Angga. Dia sangat syok melihat pesan yang Ayya kirim ke Ambar. Ayya memang tidak mengirimnya ke Angga mungkin tak ingin Angga kaget dan membuat bahaya bagi kejiwaan Angga. Tapi tetap saja Angga dapat dari Ambar.


Angga dan Abu serta Ambar memikirkan Ayu yang seorang diri si kota Solo. Mau ke mana anak gadis itu? Apa dia langsung terbang ke Badung? Akhirnya mereka bertiga memutuskan langsung berkumpul di perusahaan.


“Iya Pa,” kata Mukti.


“Ke kantor Papa sekarang juga. Atau kamu tidak usah pulang sama sekali,” kata Abu ketus.


“Ada apa ya Pa? Aku masih sibuk banget,” jawab Mukti.

__ADS_1


“Sibuk dengan pelacurmu?” kata Abu keras.


“Apa maksud Papa?” tanya Mukti. Dia tak percaya Abu berkata seperti itu padanya. Semarah apa pun papanya tak pernah kasar.


“Kamu tanya apa maksud Papa? Papa Kirim video yang Ayya kirim ke mama dan papa!” Abu menutup pembicaraan.


Mukti langsung lemas melihat bagaimana video yang Ayya kirim ke papa dan mamanya.


“Ada apa Bro?” tanya Wayan melihat Mukti pucat pasi seperti mayat.


“Kasusnya sudah sampai mama dan papa. Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Lebih baik aku dibunuh saja,” kata Mukti putus asa.


“Jangan seperti itu Bro. Kita harus hadapi. Kita harus cari pokok masalahnya.


“Ini hidup dan matiku. Nggak bisa seperti itu. Terlebih ini sudah melibatkan mama dan papa. Pasti sebentar lagi kak Adel juga Mas Sonny langsung menghubungi aku,” jawab Mukti.


“Walau kejadian aku dan Made sama, tapi dampaknya beda. Made itu free, lagi enggak ada calon. Lha aku? Aku punya belahan jiwa dan dia juga bagian keluarga besarku. Mereka mencintai Ayu lebih dari cinta mereka ke aku!” jelas Mukti lagi.


“Yang gue nggak mengerti kenapa bisa ada video itu dan kenapa video itu dikirimnya ke Ayya bukan ke gue. Berarti orang ini sengaja kan pengen ngancurin Ayya,”  Mukti geram, awalnya masih aku kamu, kalimat terakhir sudah pakai gue.


“Belum selesai persoalan lo sama Saras karena dia naik banding, sekarang ditambah persoalan kayak begini. Terus bagaimana Bro?”


“Masalahnya urusan sebagai ketua panitia ini nggak bisa bikin gue lari ke mana yang gue mau. Gue terikat di sini sampai pameran selesai.”


“Gue ke kantor bokap dulu sebelum gua digantung. Coba lu tolong selesain dan cari permasalahan sama Made. Gua minta tolong banget lu lihat kan video kayak begini.” Mukti memperlihatkan video yang membuat dia terpuruk.

__ADS_1


Mukti langsung memesan taksi online dia tak berani bawa mobil. Dia takut kecelakaan karena tak bisa focus. Bisa bahaya untuk dirinya.


__ADS_2