CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
ANAK MAMA AMBAR


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Sampai villanya pak Mukti Mbak. Kemarin pak Mukti bilang Mbak suruh langsung lapor ke resepsionis aja, nanti diantar ke kamar oleh petugas di sana,” kata sopir yang biasa mengantar Mukti bila dari bandara. Sopir itu juga yang pernah mengantar Ayya ke rumahnya di Badung saat ibunya meninggal.



“Baik Pak terima kasih. Apa Bapak nunggu di sini?” tanya Ayya.



“Ini memang mobil rentalnya Pak Sonny, pangkalannya memang di sini,” jelas si sopir.



“Oh gitu, kalau mobilnya Pak Mukti yang mana?” tanya Ayya penasaran. Sejak pertama datang ke Bali dulu kan memang belum pernah melihat Mukti menggunakan mobil apa.



“Pak Mukti kalau di sini pakai mobil sport mewah milik dia Mbak,” jawab si sopir tanpa curiga.



“Saat ini sepertinya pak Mukti enggak ada, karena mobil mewahnya enggak ada di sini,” kata sopir tersebut.



“Jadi Pak Mukti pakai mobil sport mewah?” Ayya memperjelas apa yang iya tangkap.



“Iyalah mobil sport mana ada yang murah Non,” sahut si sopir sambil membawa berkas dari Sita tadi.



“Oh,” hanya kata itu yang keluar dari bibir Ayya. Beda dengan yang ada di pikirannya. Kalimat panjang terungkap dipikirannya. Dia hubungkan dengan yang pakde Saino katakan bahwa ada tamu dengan mobil mewah datang menemui papanya.



“Kalau mobil rentalnya Pak Sonny ada berapa di sini?” tanya Ayya sambil mempersiapkan barang-barangnya untuk turun.



“Mobil mas Sonny memang hanya di sini kalau yang buat rental. Sepertinya ada 27 mobil dan itu pun sering habis pada saat liburan. Kadang mobil teman-teman di sewa oleh Pak Sonny kalau saat banyak orderan.



“Wah besar juga ya usaha Pak Sonny.”



“Usaha Pak Sonny bukan hanya rental mobil aja dia punya banyak usaha dan semua dia buat sendiri, buka di wariskan dari pak Abu. Kalau Villa ini sebenarnya dulu pernah diberikan pada Pak Mukti. Tapi dikembalikan lagi, pak Mukti tak mau urusan Villa. Dia hanya mau urusan galeri yang dia buat saja walau tak sebesar dan sebanyak usaha pak Sonny. Pak Mukti hanya cari kepuasan batin saja, bukan harta.”



“Kalau perusahaan bu Ambar punya sendiri, sekarang dikelola bu Laksmi.  Bapak punya sendiri. Villa semuanya punya ibu Ambar.”

__ADS_1



“Memang ada beberapa Villa?” tanya Ayya.



“Sepertinya sepertinya ada 6 atau 7 di lokasi berbeda dan tiap lokasi bisa 10 sampai 15 villa.”



“Tapi mereka sangat sederhana ya pak, tidak pernah terlihat membedakan orang dari strata ekonominya,” Ayya berucap dengan naa kagum.



“Iya  Pak Sonny, pak Mukti dan mas Aksa itu adalah didikan dari ibu Ambar. Bu Ambar sejak kecil sangat sederhana. Kebetulan dulu rumah orang tua saya dekat dengan rumah ibu Ambar di desa. Bu Ambar itu walaupun anak seorang pejabat tapi memang dididik untuk selalu berbaur dengan masyarakat.”



“Bapaknya Bu Ambar itu pejabat?” Ayya ingat bagaimana ramah dan tulusnya kemarin eyang Soetiono. Tak terlihat angkuh.



“Iya sejak bu Ambar kecil, bapaknya sudah jadi seorang pajabat.”



“Kemarin saya bertemu dengan Pak Soetiono, dia memang sangat sederhana dan tidak sombong,” kata Ayya sambil membayangkan bagaimana baiknya eyang Soetiono.



“Itulah makanya Bu Ambar juga menurunkan sifat-sifat itu pada anak-anaknya, dia membuat anak-anaknya selalu rendah hati dan senang menolong.”




“Ya saya Komang Ayu,” jawab Ayya sopan.



“Ditunggu di villanya  Bu Ambar. Silakan Mbak.”



“Bisa tunjukkan saya tempatnya?” tanya Ayya.



“Mari saya antar,” lalu resepsionis mengantar ke villa milik Ambar.



“Satu villa itu berapa kamar?” tanya Ayya saat perjalanan ke arah villa milik Ambar pribadi yang tak disewakan.



“Villa di sini yang disewakan itu ada yang dua kamar, tiga kamar, dan ada dua villa yang berisi 4 kamar tapi hanya itu aja.”


__ADS_1


“Kalau yang Bu Ambar pakai untuk pribadi?”



“Yang milik Bu Ambar itu ada tujuh kamar karena kadang dia juga terima tamu di situ. Kadang ada tamu keluarga yang maunya nginep jadi satu dengan keluarga Bu Ambar aja tak mau ditaruh di vila terpisah yang dua kamar.”



“Tadi Pak Mukti bilang Mbaknya suruh ditaruh di kamar depan karena di situ ada kamar Pak Sonny, kamar Pak Mukti, kamar Mas Aksa, juga kamar ibu dan bapak.”



“Enggak apa apa saya ditaruh di mana aja,” jawab Ayya.



“Di sana ada satu pegawai yang sedang bertugas membersihkan kok tapi biasanya kalau ada pak Mukti atau Pak Sonny yang membersihkan tidak boleh orang perempuan, harus orang laki-laki. Bu Ambar yang melarang itu.”



“Oh begitu?” Ayya kagum pada penjagaan bu Ambar terhadap anak-anaknya. Tentu bu Ambar tak ingin anak-anaknya yang kaya dijebak pegawai yang ingin cari keuntungan.



“Iya, itu peraturan Ibu,” lalu petugas resepsionis mengetuk vilanya Ambar.



“Saya mengantarkan Mbak Komang Ayu. Tadi pak Mukti pesan suruh siapkan kamar depan,” kata resepsionis pada pegawai villa  yang sedang bersih-bersih.



“Ini kamar untuk Mbak Komang, kata Pak Mukti Mbak di sini,” kata pegawai villa dari kamar. Rupanya ada seorang pegawai perempuan untuk membantu persiapan kamar Ayya.



“Baik terima kasih.”



“Ini tugas dari pak Mukti,” pegawai villa yang bersih-bersih memberikan amplop tertutup pada Ayya.



“Sekali lagi terima kasih,” Ayya menerima amplop dari pegawai tersebut.



“Mari Mbak saya langsung keluar, karena begitu mbak datang katanya kami tak usah menemani. Biar Mbak aja semua yang mengatur di rumah ini.”



“Tadi bu Ambar sudah telepon kalau Mbak itu anaknya Bu Ambar jadi tak perlu dicurigai bersama pak Mukti. Padahal kalau tak ada orang biasanya pegawai perempuan saja tak boleh ke area ini. Karena ibu yang telepon langsung kami pun tak akan membantah bu Ambar.”



Tunggu kejutan bab berikutnya ya, mas Mukti bakal shock nih. Jangan lupa secangkir kopi eyank tunggu.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY yok.



__ADS_2