CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
BERDAMAI DENGAN LINGKUNGAN


__ADS_3

“Kamu sih datang nggak bilang-bilang, jadi kan aku nggak siap masak,” kata Ayya.


“Hari ini aku libur karena sebentar lagi banyak orang galeri yang ke sini untuk nyerahin barang. Kalau aku masak takutnya nggak keburu,” Ayya menyesalkan kedatangan Lukas yang tanpa pemberitahuan.


“Hari ini kamu full kerjaannya?”


“Iya full banget, sebentar lagi orang-orang galeri pada datang, ada 3 galeri yang dimiliki Pak Mukti dan mereka semuanya hari ini mau nyerahin barang.”


“Kenapa nggak dijadwal? Jadi kamu nggak kerepotan,” Lukas agak sedikit bingung mengapa semua diminta datang bersamaan.


“Aku jadwal kok, cuma jamnya yang aku jadwal. Harinya biar hari ini semua. Mereka datang selisih 2 jam, paling tidak aku nggak terlalu grabag grubuk kalau mereka datang barengan,” jawab Ayya.


“Kami akan menghadapi event besar, jadi benar-benar sibuk,” ucap Ayya. Salad di mangkuknya telah ludes.


“Ayo kamu makan siang dulu,” ajak Komang Ayya pada Lukas. Mukti juga sudah ada di meja makan situ bersama pegawai cabang Gianyar yang hari itu memang datang lebih dulu.


Bu Pinem sudah diberitahu oleh Komang Ayya kalau hari ini semua cabang akan datang sehingga dia masak banyak dan menunya lumayan spesial.


“Ini Mas,” Ayya mengambilkan nasi untuk Mukti juga lauknya.

__ADS_1


“Terima kasih ya Yank,” jawab Mukti. Orang cabang Gianyar tentu saja sudah tahu tentang hubungan kedua bos ini dari rumpian di group kemarin.


“Lukas, ayo makan jangan malu-malu,” kata Mukti. Dia sudah mulai beradaptasi dan berupaya menekan emosinya melihat Ayya berinteraksi dengan lawan jenisnya. Mukti mulai berupaya berdamai dengan lingkungan.


“Iya pak Mukti. Saya makan kok,” jawab Lukas.


“Andai Lukas bilang mau datang, pasti aku bikin masakan ya. Waktu Carlo datang dia juga enggak janjian, tapi kan ada teman-teman mas Mukti yang memang akan makan malam disini jadi aku bikin masakan spesial. Karena Lukas datang mendadak ya udah makanannya seadanya aja.”


“Kayak gini kok seadanya, ini udah super wah lho,” kata Lukas.


“Eh kalian juga makan yang bener,” kata Mukti kepada anak cabang Gianyar.


Hari itu Bu Pinem masak ayam betutu, ikan goreng dan kangkung plecing saja.


“Lukas ini ayam khas Bali lho, namanya ayam betutu. Masaknya butuh waktu lama dan ketelatenan,” Ayya menjelaskan menu yang ada.


“Aku sudah beberapa kali makan ayam atau bebek betutu tapi bumbunya ini memang enak banget sampai ngeresep. Lebih enak dari yang dijual di resto. Ini pantas dapat dua jempol,” ucap Lukas.


“Iya kokinya mas Mukti ini memang sudah handal banget, dia sudah lebih dari 10 tahun di sini jadi memang masakannya top,” Ayya pun setuju dengan pendapat Lukas.

__ADS_1


“Ini belum seberapa sih, lebih hebat koki pribadiku. Masakannya super wah,” kata Mukti sambil memandang Ayya penuh cinta.


“Jangan muji gitu deh,” kata Ayya.


“Lukas mungkin bisa bertanya sama Carlo. Dia pernah makan masakannya Komang. Kalah masakan resto,” kata Mukti memuji kehebatanAyya dalam hal memasak.


“Iya Carlo juga bilang kok masakannya Komang enak banget,” balas Lukas.


“Nanti kapan-kapan kamu kalau mau main ke sini lagi bilang biar dia bikin sesuatu yang spesial,” kata Mukti. Dia sekarang sudah tak takut lagi Ayya didatangi orang lain karena antar mereka sudah ada komitmen saling percaya.


“Eh bulan depan kamu jadi ke Solo?” tanya Ayya pada Lukas.


“Jadwal bulan depan memang aku ada di Solo,” kata Lukas.


“Nah aku ada 3 bulan di Solo. Kita bisa janjian pas aku sempat masak nanti aku bikin masakan sesuai dengan request-nya mama. Kadang mama atau eyang mas Mukti pasti ada sesuatu request. Nanti aku masakin barengan kamu ya,” kata Ayya, dia memang suka masak jadi senang aja kalau ada yang makan masakannya.


“Bikin nasi goreng kambing kayak waktu itu yang pertama kali kamu masak pagi-pagi itu. Baru satu kali itu aku ngerasain nasi goreng kambing yang wah. Sampai adikku aja nambah dua kali padahal dia biasanya pagi itu paling malas sarapan.”


“Itu kebetulan aja kok Mas,” kata Ayya.

__ADS_1


“Wah nasi goreng kambing? favoritku tuh,” kata Lukas.


__ADS_2