CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
KEPRIBADIAN & ASET PRIBADI


__ADS_3

“Tak ada duanya. Ini maknyuuuuuuuuuuus,” kata Indra.


“Enak banget,” kata Lingga jujur. Memang semua juga tahu nasi goreng seafood itu sangat enak.


“Acarnya juga pas banget, jadi hanya dengan kerupuk atau peyek cukup. Tidak perlu tambah telur ceplok,” ucap Wayan.


“Telur ceplok itu kan kalau nasi gorengnya tak ada isi apa pun paling hanya bakso saja. Beda dengan nasi goreng seafood ini,” kata Made. Belum juga habis nasi di piringnya dia sudah menambah lagi. Tadi dia hanya ambil sedikit karena merasa masih cukup kenyang.


“Iya sih, ini isinya lengkap ya. Seafood nya super, cumi, udang dan baso ikannya banyaaaak banget,” kata Wayan.


Mukti hanya tersenyum mendengar celoteh para sahabatnya yang memuji masakan Ayya.


“Aku pertama makan masakannya, pagi-pagi saat dia bikin nasi goreng kambing. Jadi waktu di Solo ada sate kambing yang tersisa  bekas menu makan malam, karena masih banyak dia olah untuk bikin nasi goreng. Aksa langsung jatuh cinta dan mengajak semua sarapan. Sejak itu semua keluarga selalu minta dia menyiapkan sarapan buat kami. Sehingga membuat hari-hari kami itu diawali dengan sesuatu yang manis.”


“Di sini kadang dia memang membuatkan sarapan buatku. Tapi tentu dia menolak kalau harus menyiapkan sarapan tiap hari.”

__ADS_1


“Kenapa? Dia malas?” tanya Lingga.


“Bukan. Bukan malas, tapi dia tak mau menyinggung bu Pinem yang sudah rutin menyiapkan makan pagi sejak 10 tahun lalu. Dia tak mau menyinggung seseorang hanya karena kehadirannya.”


Semua tentu makin kagum terhadap sikapnya Komang Ayu


Bukan hanya Wayan yang mengetahui bahwa Lingga juga menyukai Mukti. Semua tahu termasuk Made, Indra, Ketut, dan juga Mukti sendiri. Tapi Lingga memang tidak se frontal Saras yang langsung mengatakan cinta juga tak bertindak anarkis pada Komang Ayu.


“Kalau kamu cari suami yang mapan, jangan kejar Mukti, karena Mukti itu hanya berpenghasilan dari pahat saja. Untuk selebihnya dia tidak memiliki apa pun,” begitu yang Made beritahu saat dia mengantar Lingga pulang karena sudah tengah malam. Mereka pulang tentunya setelah makan nasi goreng seafood yang Komang Ayu bikin.


“Dan di villanya itu juga ada usaha rental mobil yang banyak armadanya,” Lingga melengkapi keterangannya, menyebut apa yang dia tahu. Dia tak membantah kata-kata Made kalau kamu mencari suami mapan! Artinya memang tujuan utama Lingga mendekati Mukti lebih utama pada kemapannannya.


“Itu bukan miliknya, villa itu sudah dia kembalikan pada kedua orang tuanya. Mukti merasa tak mampu mengelolanya. Sedang rental mobil itu milik kakaknya.”


“Kakaknya juga punya usaha terbang layang, usaha diving dan jet ski kakaknya juga CEO dua perusahaan.”

__ADS_1


“Kakaknya yang mau nikah besok minggu depan kan?” tanya Lingga memastikan.


“Ya kakaknya yang akan menikah minggu depan, dapat seorang dokter kandungan pemilik tiga buah rumah sakit juga beberapa apotek. Jadi sulit digeserkan selain hati mereka memang sudah terpaut. Enggak usah cari perkara kalau enggak ingin nasibmu seperti Saras.” Made memperingatkan Lingga.


“Enggak. Siapa yang mau membatalkan pernikahan kakaknya Mukti. Aku baru tahu kalau ternyata Mukti tak punya usaha lain selain pahat,” kata Lingga.


“Ya dia hanya punya usaha pahat aja. Tidak ada hal lain,” jawab Made. Walau usaha pahat tentu saja usaha Mukti enggak main-main. sahabatnya punya 3 galeri dan sekali jual barangnya tentu bisa ada yang seharga mobil kelas umum dan 3 barangnya terjual bisa langsung beli satu buah mobil mewah. Nama Mukti di dunia internasional sudah sangat terkenal. Lingga tentu tak tahu soal itu dia hanya tahu Mukti di dalam negeri yang namanya tidak terekspos.


Sama seperti Ketut dan Saras, Lingga bukan dari pahat dia dari pelukis batik di kain atau water printing.


Tentu saja mendengar itu Lingga berpikir ulang. Memang sejak dulu dia menyukai Mukti bukan hanya karena kepribadiannya tapi juga dengan aset pribadi. Tentunya kalau hanya kepribadian tanpa aset pribadi dia harus memikir ulang masa depannya, Lingga ingin hanya berleha-leha tanpa susah payah bisa keliling dunia kapan pun dia mau.



__ADS_1


![](contribute/fiction/6969677/episode-images/1690881146947.jpg)


__ADS_2