
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Satu persatu temannya Mukti datang. Padahal masih jam 05.00 sore dan mereka janjian habis maghrib. Made yang datang pertama, diikuti oleh Wayan hingga akhirnya semua lengkap.
Bu Pinem hanya menyediakan teh sore saja bersama dengan snack yang ada. Kalau mau dihidangkan kopi tentu waktunya tanggung.
Ayya sudah mematangkan semua masakan. Nanti tinggal dimasukkan ke microwave beberapa saat ketika mereka semua akan makan agar makanan panas saat disantap.
Ternyata hari ini pasukan lengkap Made, Wayan, Mukti, Ketut, Indra dan Lingga.
“Mbak Komang ada tamunya,” kata seorang pegawai Studio
“Siapa? Kok nanyanya Komang,” tanya Mukti.
“Iya memang dia nyarinya Mbak Komang. Itu loh pak aktor yang ganteng yang sering nongol di TV,” kata sang pegawai. Dia senang bisa berfoto dengan Carlo sebelum dia masuk memberitahu pada Komang soal kedatangan artis ini.
Mukti tentu saja tahu siapa yang dimaksud oleh pegawainya tersebut.
“Mau apa dia ke sini?” tanya Mukti pada Ayya dengan posesifnya.
“Entah. Tadi pagi dia ngajak aku keluar makan malam, cuma aku bilang enggak bisa keluar. Dia tanya bisa ketemu di sini enggak? Kalau di sini ya aku terima aja,” jawab Ayya.
“Katanya aku enggak boleh keluar kalau enggak sama Mas, tapi boleh terima tamu kalau di studio.”
__ADS_1
Mukti pun diam dia akhirnya mempersilakan Ayya untuk menemui Carlo.
“Hai, sini masuk,” ajak Ayya pada Carlo.
“Ini buat kamu,” ucap Carlo sambil menyerahkan bingkisan yang dia bawa.
“Kamu bawa apa? Ngapain repot-repot?” tanya Ayya bingung. Ayya melihat buket mawar merah dan bingkisan parcel. Ayya bingung menerimanya. Mukti melihat itu dengan pikiran tak karuan.
“So sweet banget ya cinta anak muda,” kata Wayan sengaja memanasi hati Mukti. Dia saksi bagaimana Mukti kebakaran jenggot saat di Solo
“Itu kan aktor yang lagi naik daun sekarang. Idaman para pemudi dan ibu muda,” kata Ketut.
“Benar, dia lagi naik daun,” jawab Lingga.
“Yang aku tahu untuk satu iklan aja bayarannya mahal banget.”
“Sepertinya begitu, matanya kelihatan memancarkan cinta tulus,” kata Made. Mukti semakin pucat karena dia sendiri belum pernah memperlihatkan hal-hal romantis seperti itu untuk Ayya
“Ditaksir aktor ganteng, kaya, terkenal dan romantis pasti senanglah. Bagus banget nasibnya Komang,” kata Lingga.
“Bener itu, aktor ini memang cowok idaman banget,” kata Wayan.
“Beruntung buat Komang yang dicintai oleh laki-laki seperti itu,” sahut Lingga lagi.
Semua temannya tak sadar Mukti sedang berupaya mendinginkan darah yang mendidih di kepalanya. Darah Mukti mendidih sudah hampir keluar dari ubun-ubunnya.
“Aku cuma bawakan bunga aja kok buat kamu. Semoga aja kamu enggak alergi. Sama ini, kamu suka cokelat kan?”
__ADS_1
“Aku enggak alergi. Bunganya bagus banget. Dan aky juga suka cokelat. Tapi lain kali enggak perlu bawa seperti ini ya?” jawab Ayya.
“Ayo masuk, aku kenalkan dengan teman-teman bosku. Mereka kebetulan lagi datang. Mereka itu para seniman ada yang pematung juga pelukis,” kata Ayya.
“Oh ini makanya kamu enggak bisa keluar ya?” tanya Carlo menyimpulkan sendiri.
“Iya, di sini lagi banyak tamu. Enggak mungkin aku pergi, jadi aku enggak bohong kan buat kamu?” kata Ayya. Tentu dia tak mau menerangakan alasan sebenarnya.
“Iya, aku ngerti kok, kamu memang yang terbaik,” jawab Carlo.
“Pak Made, Kak Wayan. Pak Ketut, pak Lingga ini teman baru aku,” kata Komang Ayu.
Semua juga tahu siapa Carlo Hasibuan, bintang FTV terkenal yang banyak dicari penggemar. Semua bersalaman, termasuk Mukti.
“Kamu bisa aman ke sini tanpa kuntitan wartawan?” tanya Wayan.
“Bisa Pak, tadi ke sininya nyamar dulu, muter dulu, baru sampai sini,” jawab Carlo.
“Resiko jadi orang terkenal seperti itu ya?” puji Lingga.
“Ya enggak terkenal lah. Sama aja kok. Yang terkenal kan Carlo di televisi, bukan saya,” jawab Carlo merendah. Tentu saja itu poin plus di mata teman-temannya Mukti. Kecuali di mata Mukti, karena yang ada di mata Mukti apa yang diucapkan Carlo adalah pencitraan semata.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA yok.
__ADS_1