CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
GOSIP DI SEMUA CABANG


__ADS_3

“Yank ini nggak salah?”


“Maksudnya apa salahnya? Nasi disalahin ntar dia masuk penjara loh,” balas Ayya.


“Masa nasi gorengnya cuma pakai bumbu, nggak dicampur telur, nggak dicampur bakso, nggak dicampur udang, nggak dicampur ayam. benar-benar cuma nasi sama bumbu doang,” ucap Mukti.


“Cobain aja dulu ya nggak usah banyak protes, lagian itu kan ada ayam goreng ada kerupuk ada acar,” jawab Ayya santai.


“Benar, tapi kok di dalam nasinya tuh nggak ada telur nggak ada apa-apa sama sekali,” Mukti masih memandang nasi goreng tanpa isi di piring miliknya.


“Karena kalau dicampur di nasi, nanti rasa bumbu khas nasinya nggak kerasa. Itu nasinya memang bumbunya aneh. Mas cobain dulu aja deh,” kata Ayya, dia pun makan nasi goreng miliknya dengan sepotong kerupuk.

__ADS_1


Penasaran, Mukti pun makan nasi goreng yang polos tersebut. Dia juga mengambil kerupuk dan ayam goreng.


“Ih, enak banget tahu Yank,” kata Mukti begitu merasakan nasi goreng kencur yang dimakannya. Dia langsung membuat foto dan melaporkan pada Ambar.


“Besok bikin lagi ya Yank,” pinta Mukti tanpa malu.


“Katanya tadi aneh nasinya polos,” jawab Ayya menggoda Mukti.


Mukti hanya tersenyum, dia pun melanjutkan makan nasi goreng tersebut.


Selain jus Ayya juga sudah bikin salad, hari ini Ayya bikin banyak jus dan bikin salad buah. Ayya tidak masak apa pun lagi karena dia juga bergelut di berkas, masakan semuanya diurus oleh bu Pinem saja.

__ADS_1


Semua karyawan studio juga sudah mendengar rumor tentang pertunangan Ayya dan Mukti. Pembicaraan dari mulut ke mulut itu pasti sudah santer termasuk kepada orang studio.


Sejak pagi mereka melihat bagaimana kedua majikannya asyik bekerja. Benar-benar bekerja tak terlihat lebay dalam berhubungan. Sama seperti ketika mereka belum berangkat ke Jakarta.


Bahkan Bu Pinem sendiri tak percaya mendengar bahwa mereka telah resmi bertunangan. Memang sejak sebelum berangkat pun Mukti sudah memanggil YANK untuk Ayya dan tak ada penolakan dari Ayya. Tapi tak pernah terlihat ada pelukan atau cium sekilas pada saat mereka bersama. Para pegawai studio merasa aneh aja karena biasanya orang pacaran apalagi orang tunangan akan memperlihatkan hal-hal seperti itu. Terlebih di studio hanya mereka berdua, tak ada orang lain tapi Mukti dan Ayya tak memperlihatkan hal lain selain kerja saja.


“Kami orang cabang Denpasar melihat dengan jelas saat bu Komang baru pulang kabur kemarin, pak Mukti langsung berlari dan memeluknya di teras bahkan di tempat parkiran. Wakti itu bu Komang baru turun dari ojol. Pak Mukti langsung memeluk dan mencium kening bu Komang seperti takut ditinggal pergi dan bu Komang tak berontak. Banyak saksi yang melihat koq.”


“Selama di studio tak terlihat fluktuasi pergerakan positif apa pun mereka tetap bekerja tanpa pernah ada sentuhan sama sekali,” jawab bu Pinem di group karyawan.


“Saya lihat Pak Mukti belum mau makan karena bu Komang pergi tanpa pamit. Sepulang itu bu Komang menyuapinya sepiring habis. Karena pak Mukti bilang kalau enggak di suapi enggak usah makan. Dan kami di Denpasar mendengar pak Mukti bicara pada semua temannya kalau mereka sudah tunangan di Jakarta,” kata pegawai cabang Denpasar.

__ADS_1


“Kalau cuma suapin disini belum lihat, kadang cuma nyicipin satu sendok aja pernah saya lihat, tapi kalau satu piring habis nggak pernah. Karena mereka makan bersama dan masing-masing juga berhadapan nggak pernah duduk berdekatan,” balas bu Pinem. Cabang lain hanya memantau saja.


Komunikasi empat arah terus berlangsung 3 cabang galeri dan satu studio semua diskusi di belakang majikannya.


__ADS_2