CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
MUKTI KEPANASAN


__ADS_3

“Ini,” Mukti menyerahkan satu tas yang berisi bumbu mayonaise, su5u eyang dan beberapa bahan makanan lainnya saat dia bertemu dengan Ayu dan Aksa yang hendak menuju kamar Ambar.


“Itu sudah diambilkan sama Mas Mukti,” kata Aksa.


“Tadi Mas Muktinya enggak mau,  jadi aku minta kamu tolongin aku. ‘Kan kamu yang pacar aku bukan dia,” jawab Ayu santai.


‘Bahkan di depan aku dia berani menyebut kalau Aksa itu pacarnya. Apa sih menangnya Aksa dari Arjun dan Carlo sampai Ayya lebih menerima Aksa?’ Mendengar jawaban Ayya, Mukti makin geram.


‘Kalau soal harta, Arjun dan Carlo lebih menang dari Aksa. Wajah lebih menang Carlo, terlebih dia artis terkenal. Apa hanya karena restu orang tua Ayya memilih Aksa yang anak kecil?’


“Ya sudah. Kamu mau bikin apa sih? Sini aku bantuin,” kata Aksa mengambil tas dari tangan Mukti.


“Kita bikin salad berdua yok,” ajak Ayu.


“Oke siap,” Aksa tak keberatan diajak mengolah salad.


“Mbak Ayu, aku juga mau bantuin,” kata Fahri yang tak enak ngobrol hanya berdua Farhan. Sehari-hari mereka selalu bersama. Jadi sekarang pastinya ingin bicara dengan orang lain.


“Ayo kalian bantu Mbak bikin salad,” ajak Ayu.

__ADS_1


Farhan pun ikut bergabung dengan Ayu dan Fahri serta Aksa.


“Kamu tuh ngapain bawa team ke sini?” tanya Laksmi melihat dua putranya ikut bersama Ayu dan Aksa.


“Mereka team hore aku Tante. Mereka mau jadi tukang icip-icip salad.”


“Ih aku enggak mau icip-icip. Aku mau bikin,” bantah Farhan.


“Nah lihat kan Tante? Mereka mau bikin salad. Aku yang akan jadi mandor,” jawab Ayu. Dia mengeluarkan semua sayuran yang ada juga buah untuk dia olah.


“Ini kalian potong seperti ini sesuai dengan yang Mbak contohkan,” Ayu memberikan contoh potongan setiap jenis buah pada Farhan dan Fahri.


“Ya sudah kalau enggak mau bantu enggak usah,” jawab Aksa. Aksa tahu memotong jenis buah lebih mudah daripada sayuran untuk salad.


“Iya, iya, aku mau,” jawab Fahri pasrah. Akhirnya dia menyerah daripada tak ikut team Ayu.


Rupanya Fahri inginnya sama dengan Aksa yang iris sayuran bersama Ayu. Padahal lebih mudah  mengiris buah tak perlu menyortir lagi.


“Seperti ini Mbak?” tanya Farhan.

__ADS_1


“Betul hebat,” jawab Ayu tersenyum. Laksmi dan Ambar saling berpandangan melihat bagaimana Ayu mempekerjakan adik-adiknya. Mereka tak keberataan,  malah bagus kegiatan itu menambah pengalaman mereka.


‘Ayu ini memang multi talenta, dia berhasil menyatukan semuanya,’ batin Dwi.


Dwi yang ingin ambil air putih tersenyum simpul melihat anaknya melakukan kegiatan yang positif bersama Ayu.


“Wah hebat kalian sudah bisa selesai bikin salad,” kata Ayu setelah dia biarkan Farhan dan Fari mengaduk bumbu salad di bowl besar. Setiap anak satu jenis salad. Fahri mengaduk salad sayuran dan Farhan mengaduk salad buah.


Ayu menepuk pundak Farhan dan mengecup kening Fahri sebagai apresiasi terhadap kehebatan kedua kakak adik tersebut.


“Aku?” pinta Aksa.


“Ha ha ha, enggak ah,” tolak Ayu.


“Curang,” balas Aksa.


“Kalian simpan di kulkas. Nanti bilang itu adalah kreasi kalian,” Ayu meminta keduanya menyimpan salad agar enak saat dimakan sehabis makan siang nanti.


“Iya siap Mbak Kata Fahri dan Farhan. Mereka pun menyimpan mangkok berisi salad ke dalam kulkas.

__ADS_1



__ADS_2