Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Tiba


__ADS_3

Zen beserta Vero dan Kelly akhirnya tiba di bandara dari kota tempat tinggal mereka. Dengan hari yang sudah berubah menjadi gelap, beberapa orang itu akhirnya mulai berjalan keluar dari bandara tempat mereka berada saat ini.


Dengan ditemani lampu-lampu yang menerangi seluruh bagian bandara, ketiga orang itu akhirnya sampai tepat area luar dari bandara dan bersiap meninggalkan tempat itu untuk kembali menuju kediaman mereka masing-masing.


“Baiklah, kalau begitu mari kita berpisah disini” ucap Kelly yang sudah memanggil Taksi untuk mengantarkannya menuju kediamannya.


“Apakah kamu yakin tidak ingin kembali bersama kami Kel?” tanya Vero untuk memastikan kembali keputusan sahabatnya itu yang tidak ingin kembali bersama mereka.


“Iya. Lagipula hari sudah larut, jadi lebih baik dirimu kembali bersama suamimu saja” ucap Kelly yang sekali lagi menolak ajakan sahabatnya itu.


Dan setelah Vero tidak bisa memaksakan kehendak sahabatnya itu untuk ikut dengannya, akhirnya mereka mulai berpisah karena Kelly sudah menaiki taksi yang sedang ditumpanginya. Vero sendiri saat ini akhirnya juga ikut memasuki sebuah kendaraan, namun bedanya kendaraan itu merupakan jemputan yang dikhususkan untuk menjemputnya.


“Apakah kamu lupa, bahwa belum ada barang-barang milikku pada kediaman milikmu?” tanya Zen kemudian, karena memang Vero sudah menyuruh supir yang menjemput mereka ditempat ini, untuk membawa mereka menuju kediamannya.


“Mengapa kamu memerlukan semua barang-barang milikmu? Pada kediamanku, semua kebutuhan dirimu akan terpenuhi, jadi kamu tidak perlu lagi mengurusi tentang semua barang-barang milikmu yang berada dikediaman dirimu itu” balas Vero.


“Aku tahu. Tetapi tempat tinggalku merupakan sebuah rumah sewa, jadi jika aku ingin pergi dari sana semua barang-barang milikku yang berada di sana harus aku bereskan. Terlebih lagi aku harus mengambil beberapa dokumen penting milikku" ucap Zen yang kembali memberikan alasan.


Memang, Zen dan Vero sepakat untuk tinggal pada kediaman milik Vero, karena Vero tentu tahu bahwa suami bayarannya itu tidak mungkin mempunyai kediaman yang sesuai standardnya. Jadi sudah diputuskan bahwa mereka akan tinggal pada kediaman milik Vero.


"Hahh... baiklah, kalau begitu kita akan mampir menuju kediamanmu" balas Vero yang terpaksa menerima saja usulan dari Zen itu.


Tentu bukan tanpa alasan Zen memaksa untuk kembali menuju kediamannya. Karena memang ada sebuah permasalahan yang harus dirinya selesaikan malam ini juga, karena permasalahan yang akan dirinya selesaikan itu, sudah dirinya biarkan terlalu lama dan tidak kunjung diselesaikan olehnya.


“Bagaimana jika kamu mengantarkan diriku saja menuju kediamanku, dan besok pagi aku akan menuju kediamanmu sendiri?” usul Zen kepada Vero.


“Apa maksudmu?” tanya Vero kemudian, yang sangat bingung mengapa Zen kembali mengusulkan sesuatu.


“Butuh waktu untuk membereskan seluruh barang pada kediamanku. Memangnya kamu mau menungguku?” ucap Zen kepada Vero.


“Bukankah kamu berkata hanya mengambil semua dokumen penting milikmu saja?” ucap Vero kemudian.


Memang Vero sudah mewanti-wanti kepada Zen, untuk hanya membawa beberapa barang yang dirinya butuhkan saja, apalagi kediamannya yang mewah sudah memiliki berbagai fasilitas mewah didalamnya dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dari Zen.


“Memang, tetapi apakah kamu lupa dengan apa yang aku katakan sebelumnya, bahwa aku harus membereskan seluruh barang-barang milikku yang ada dikediaman sewaku” balas Zen kemudian.


Tentu mendengar hal itu membuat Vero memutuskan mengikuti perkataan Zen, karena dirinya tidak mengerti sama sekali dengan sistem dari peraturan rumah sewaan. Jadi dirinya menganggap perkataan Zen itu merupakan sesuatu yang wajar dan harus diselesaikan.

__ADS_1


Apalagi dirinya tidak ingin Zen memasuki kehidupannya dengan membawa beberapa permasalahan yang akan membuatnya sakit kepala kelak. Jadi dirinya memutuskan saja membiarkan Zen melakukan apapun yang dirinya inginkan saat ini.


“Baiklah, lalu dimana tempat lokasi tempat tinggalmu?” tanya Vero kemudian.


Zen lalu menuntun supir yang mengendarai mobil dari Vero menuju kediamannya. Dan akhirnya, sebuah jalan sempit menyambut mereka, yang dimana Zen saat ini sudah menghentikan laju mobil yang ditumpanginya karena mereka sudah sampai.


“Disini tempat dirimu tinggal?” ucap Vero yang menatap sebuah rumah sederhana, setelah kendaraannya berhenti tepat didepan sebuah rumah dimana Zen menyuruh mereka berhenti


“Iya, ini kediaman yang aku sewa” balas Zen yang akan turun dari mobil yang ditumpanginya.


Memang saat ini Zen mengajak Vero menuju kediaman yang pernah ditinggali oleh Angel dahulu, yang dirinya gunakan sementara untuk menjadi tempat tinggal yang digunakan sebagai penyamarannya identitasnya.


Apalagi kediaman tersebut sudah Zen beli melalui Bari, karena dirinya tahu rumah tersebut sangat berarti bagi Angel, walaupun kebanyakan kenangan yang dirinya terima di sana merupakan kenangan yang cukup buruk.


“Hah... baiklah. Ingat, besok pagi aku akan menyuruh supirku untuk menjemputmu” ucap Vero setelah Zen turun dari kendaraannya.


Zen membalas Vero hanya dengan anggukan saja, dan akhirnya Vero mulai meninggalkan tempat tersebut setelah Zen sudah turun dari mobilnya. Zen hanya menatap kepergian mobil yang ditumpangi oleh Vero dengan tenang, hingga akhirnya dirinya mulai memasuki kediaman milik Angel tersebut.


Didalamnya, ternyata seorang pria yang menggunakan pakaian setelan formal hitam sudah menunggunya. Dengan membungkuk kepada Zen setelah melihat kedatangannya tiba ditempat itu, akhirnya pria berpakaian formal itu mulai menyapanya dengan hormat.


“Ya, ya, ya... Kalau begitu, cepatlah buka portal menuju kediaman para Vampire jahanam yang terus mengganggu ketenanganku” balas Zen kemudian.


.


.


Disisi lain, seorang wanita yang sudah turun dari Taksi, saat ini mulai masuk menuju gedung apartemennya. Walaupun gedung apartemennya tidak semegah apartemen ternama seperti Palm Suite, tetapi dirinya cukup nyaman tinggal disini.


Dengan menekan tombol lift untuk menuju lantai dari unit apartemennya, akhirnya dirinya saat ini sudah tiba didepan kediamannya dan mulai memasukinya.


“Hahh... lelahnya” ucap Kelly yang mulai membuang dirinya di atas tempat tidur didalam kamarnya.


Memang menemani Vero selama di Bali hingga Jakarta sangat melelahkan baginya. Apalagi dirinya juga merasa emosional karena keputusan sahabatnya itu juga berdampak kepadanya, karena dirinya sebenarnya juga tidak rela perusahaan orang yang menolongnya itu harus dijual.


Hingga akhirnya, dirinya tidak ingin memikirkan permasalahan itu lebih lanjut dan memutuskan untuk membersihkan dirinya, sebelum dirinya memutuskan untuk beristirahat karena sudah sangat kelelahan dengan semua kejadian yang terjadi beberapa hari ini.


“Sial... kenapa lampu kamar mandiku terus bermasalah” ucap Kelly yang ingin memasuki kamar mandinya, tetapi lampu yang menerangi ruangan itu sekarang sedang berkelap-kelip.

__ADS_1


Dengan menghela nafasnya, dirinya mulai menghubungi bagian perbaikan dari gedung apartemennya ini dan menyuruh mereka untuk memeriksa permasalahan yang sedang dialami olehnya.


“Ah... untunglah kamu cepat datang Gus” ucap Kelly yang menyambut pria yang bertugas sebagai bagian perbaikan dari apartemen yang ditinggalinya, saat pria itu akhirnya tiba didepan unit apartemennya.


“Tentu saja aku harus cepat datang, karena aku dengar Nona Kelly mengalami permasalahan” ucap pria yang terlihat tirus itu yang menjawab perkataan dari Kelly.


Tentu Kelly langsung menuntun pria itu memasuki kediamannya, dan menunjukan permasalahan yang sedang dialaminya. Dan setelah pria bernama Agus itu mengetahui permasalahannya, dirinya dengan cekatan mulai memperbaikinya.


"Apalagi permasalahannya saat ini Gus?" tanya Kelly kemudian.


Memang ada saja sesuatu yang terjadi didalam unit apartemennya, bahkan Kelly hendak pindah dari sana karena ada saja sesuatu yang rusak didalam kediamannya. Namun karena memang permasalahannya masih bisa dikatakan sepele saat ini, jadi Kelly memutuskan hanya membiarkannya saja.


“Mungkin karena lama tidak digunakan, jadinya terjadi permasalahan sepeti ini Nona Kelly” balas pria itu yang sudah berhasil melakukan tugasnya dengan baik.


“Hahh... benarkah?” ucap Kelly kepada pia itu, karena dengan cepat menyelesaikan permasalahan yang dialaminya. "Kalau begitu, terima kasih Gus, sudah datang malam-malam begini untuk membantuku" balas Kelly kemudian


“Sama-sama Nona Kelly” balas Agus yang memutuskan untuk beranjak dari sana, setelah dirinya menyelesaikan tugasnya.


“Ah... tunggu sebentar Gus” ucap Kelly yang menghentikan tindakan pria itu yang akan meninggalkan kediamannya.


Kelly dengan buru-buru memasuki kamarnya dan mengambil sesuatu dari sana, dan mulai kembali lagi ketempat pria itu berada dengan membawakan sesuatu ditangannya.


“Ini aku baru pulang dari Bali, dan membawakan dirimu sebuah oleh-oleh” ucap Kelly yang memberikan bungkusan yang dirinya ambil tadi kepada Agus.


Kelly memang cukup dekat dengan beberapa pekerja yang tinggal di gedung apartemennya. Seperti tukang bersih-bersih, penjaga dan terutama Agus sang tukang reparasi yang selalu membantunya dalam menyelesaikan beberapa kerusakan didalam unit apartemen miliknya.


Jadi, dirinya memutuskan untuk membelikan mereka beberapa cendramata saat dirinya memutuskan untuk mencari oleh-oleh bersama Vero.


Tentu Agus merasa senang diberikan sebuah barang oleh Kelly, karena terlihat dari wajahnya yang terus tersenyum setelah mendapatkan hadiah darinya. Hingga akhirnya pria bernama Agus itu mulai berpamitan kepada Kelly dan beranjak dari kediaman milik Kelly.


“Ah... aku tidak menyangka malaikatku membelikan sebuah hadiah untukku” ucap Agus yang merasa senang menerima hadiah pemberian dari Kelly.


Dengan langkahnya yang mantap, dirinya memutuskan untuk kembali menuju kediamannya, yang memang sudah disediakan oleh pihak apartemen tempatnya bekerja. Dengan perasaan bahagia, dirinya mulai meletakan barang pemberian Kelly dengan hati-hati di atas tempat tidurnya.


Dirinya memperlakukan hadiah dari Kelly itu seakan sebuah barang berharga. Apalagi dirinya mulai membuka bungkusan yang merupakan sebuah pakaian yang diberikan oleh Kelly dan mencium aromanya dengan dalam.


“Ah... seharusnya bidadari ku sedang mandi saat ini bukan? Kalau begitu, mari kita menyaksikannya”

__ADS_1


__ADS_2