
Ditempat lain, saat ini seorang wanita juga dipusingkan akan sesuatu. Bisa dikatakan kepergian suaminya yang akan menyelidiki sesuatu saat ini sangat merisaukan dirinya, apalagi kepergiannya saat ini bisa dikatakan untuk menyelidiki sebuah kekacauan yang akan terjadi dan mungkin akan dihadapi oleh dirinya.
Memang di satu sisi dirinya juga khawatir dengan sosok suaminya yang akan bertemu seorang wanita yang menurutnya sosoknya bisa dikatakan sangat sempurna, dan takutnya suaminya akan sangat cepat tergoda oleh sosok tersebut dan akan membuat dirinya dipusingkan dengan menambahnya jumlah pihak yang harus dirinya awasi.
Tentu saja Vero tidak ingin bahwa kepulangan Zen nanti akan menambah sosok yang akan mengeluarkan tahap pertama dari berkah sebuah ikatan. Karena seperti yang diketahui sendiri, sosok Zen sangatlah berbeda dengan para saudara-saudara sepupunya yang lain, karena Zen bisa dikatakan dipenuhi dengan ambisi pada dirinya.
Namun dari semua itu, yang paling dirinya khawatirkan sebenarnya adalah kekacauan yang mungkin akan suaminya hadapi dan membuat dirinya bisa saja terluka. Tentu wanita itu tahu bahwa suaminya sangatlah kuat, tetapi takutnya kekacauan tersebut akan lebih kuat dari suaminya dan akan menyebabkan dirinya mengalami sesuatu yang membahayakan.
Hingga akhirnya kepalanya yang seakan ingin meledak karena memikirkan itu semua, kembali dipusingkan dengan sesuatu yang membuat dirinya mulai sakit kepala untuk menanggapi permasalahan tersebut. Apalagi dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa saat ini, dirinya akan mendengarkan pernyataan tersebut dari seseorang.
"A-Apa katamu?" Dan begitulah tanggapan yang Vero berikan, disaat dirinya mendengarkan perkataan wanita yang saat ini membuatnya terkejut dengan perkataannya yang baru saja dirinya lontarkan kepada dirinya.
Bisa dikatakan seorang wanita baru saja datang menuju kantornya saat ini. Tentu karena dirinya mengenal sosok wanita itu, Vero mempersilahkan wanita itu untuk bertemu dengan dirinya, yang dimana saat ini mereka sudah berada pada ruangan dari Vero pada perusahaan miliknya ini.
Dengan mempersilahkan dirinya duduk dan Vero mulai menghidangkan sebuah minuman kepadanya, wanita itu memang pada awalnya terlihat cukup gugup saat berhadapan dengan Vero. Maka dari itu, Vero yang sudah duduk dihadapannya langsung menanyakan maksud kedatangan wanita itu, siapa tahu dirinya bisa membantu dirinya yang terlihat gugup tersebut.
Namun sayangnya, disaat dirinya menanyakan maksud kedatangan wanita itu ketempat ini, Vero dikejutkan dengan pernyataan yang dirinya berikan atas pertanyaan yang dirinya lontarkan tersebut. Bahkan bisa dikatakan dirinya tidak menyangka bahwa perkataan itu keluar dari mulutnya wanita itu sendiri.
"Ya... a-aku juga mencintai suamimu, Vero" Dan begitulah bagaimana pihak tersebut kembali membuat Vero terkejut mendengarkan perkataannya, walaupun pada awalnya dirinya sudah mendengarkan maksud kedatangan wanita itu tadi.
Siapa yang menyangka, bahwa ada seorang wanita tiba-tiba saja berkata bahwa saat ini dirinya juga mencintai suaminya. Begitulah apa yang dirasakan oleh Vero saat ini, yang bisa dikatakan cukup kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang harus dirinya lakukan untuk menanggapi perkataan wanita tersebut.
Tercengang tentu saja, karena dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa saat ini seorang wanita dengan terang-terangan mengaku bahwa dirinya menyukai suaminya. Apalagi setelah kejadian itu, Vero yang masih terpaku ditempatnya tidak mengeluarkan sepatah katapun menanggapi perkataan wanita tersebut.
"A-Apakah kamu tidak salah bicara, Santi?" Namun kali ini bukanlah Vero yang menjawab perkataan dari wanita yang menyatakan kecintaannya kepada suami dari Vero tersebut, melainkan sahabatnya yang saat ini juga berada di ruangan yang sama dengan mereka.
Kelly memang pada awalnya ingin membicarakan sesuatu dengan sahabatnya dengan mendatangi ruangannya. Namun dirinya dikejutkan dengan kemunculan Santi yang sudah berada di ruangan sahabatnya itu, sehingga dirinya memutuskan untuk ikut bergabung dengan percakapan mereka.
Namun sama seperti Vero, dirinya juga sangat terkejut dengan pernyataan yang baru saja dilontarkan oleh Santi kepada sahabatnya tadi, yang menyatakan bahwa dirinya mencintai sosok dari Zen yang notabennya adalah suami dari sahabatnya.
__ADS_1
Maka dari itu, Kelly ingin memastikan kembali bahwa wanita itu benar-benar tidak salah dalam menyatakan perasaannya, apalagi saat ini wanita tersebut dengan terang-terangan mengakui perasaannya didepan wanita yang merupakan suami sah dari pria yang dirinya sukai tersebut.
"Aku sangat serius dengan perkataan yang aku katakan tadi, Kelly" dan begitulah tanggapan Santi yang terkesan penuh tekat dalam nada perkataannya, disaat dirinya menjawab perkataan dari Kelly yang tadi menanyakan sesuatu kepada dirinya.
Hingga akhirnya suasana ditempat itu kembali mulai sunyi, karena semua pihak yang berada di sana sangat tidak menyangka bahwa sesuatu seperti ini akan terjadi. Maka dari itu, mereka bertiga seakan saling diam dan saling menatap satu sama lainnya, setelah kenyataan yang mengejutkan itu sangat mengejutkan bagi beberapa pihak yang berada di sana.
Kelly tentu saja juga tidak menyangka situasi pada ruangan ini akan menjadi seperti itu, yang dimana saat ini ada satu wanita lagi yang menyukai pihak yang sangat dicintainya. Masalahnya Kelly saat ini dikejutkan dengan keberanian wanita itu yang mengakui secara langsung perasaannya didepan Istri dari pihak yang dirinya cintai itu.
Berbeda dengan dirinya yang memutuskan hanya untuk memendam perasaannya kepada sosok yang dirinya cintai, dan tidak ingin memperjuangkannya seperti sosok Santi yang saat ini terlihat sedang menatap Vero dengan tatapan penuh harap dan menantikan tanggapan dari wanita tersebut atas perkataannya tadi.
"Lalu, apa yang kamu inginkan setelah kamu berkata seperti itu? Tentu saja kamu tidak akan memaksa diriku untuk menceraikan suamiku, bukan?" hingga akhirnya Vero mulai melanjutkan perkataannya kepada wanita tersebut, yang saat ini terlihat menatapnya dengan ekspresi yang menantikan perkataannya.
Vero tentu sudah mengetahui perasaan yang dimiliki Santi kepada Zen. Karena seperti yang diketahui, Zen sudah memberitahukan permasalahan tersebut kepada Vero sebelumnya, disaat Vero juga menyerahkan sebuah undangan seorang penyanyi dari Girlband terkenal yang mengundang Zen dan memberikan undangan tersebut kepada dirinya.
Maka dari itu, Vero bisa dikatakan berangsur-angsur mulai tenang dari keterkejutan yang dirinya rasakan dengan kejadian yang baru saja terjadi, karena bisa dikatakan dirinya sudah tahu bahwa wanita itu juga sudah memiliki perasaan kepada Suaminya, yang notabennya sudah membuka tahap pertama dari sebuah berkah ikatan kepada dirinya.
"Tentu saja tidak, Vero. Maksud kedatanganku ini adalah menanyakan apakah aku bisa memiliki kesempatan untuk bisa dekat dengan dirinya, atau mungkin aku bisa memiliki hubungan dengan suamimu" ucap Santi yang mulai menjelaskan maksud kedatangannya dengan penuh tekad, kepada sosok Vero yang bisa terlihat ekspresinya sedikit tercengang saat ini.
Setelah Santi merundingkan permasalahan perasan yang dirinya miliki kepada Ibunya. Akhirnya Santi memutuskan untuk mengejar cinta yang dirinya rasakan saat ini dengan secara langsung merundingkan permasalahan ini dengan Istri dari pihak yang sangat dirinya cintai.
Karena tentu saja dirinya tidak ingin menggantung permasalahan ini lebih lama, karena dirinya juga tidak ingin membuat perasaan miliknya itu akan menggantung dan akan menyakiti dirinya. Jadi, dirinya lebih memilih memperjuangkannya secara langsung, walaupun dirinya tahu bahwa mungkin apa yang dirinya inginkan itu tidak akan tercapai.
Apalagi Santi merupakan orang yang akan dengan segera menyelesaikan semua permasalahan yang sedang dirinya hadapi. Maka dari itu tidak heran jika wanita itu dengan segera langsung menemui Vero untuk menyelesaikan permasalahan cintanya tersebut, dan saat ini sudah hadir dihadapannya dan menjelaskan keinginannya didepan wanita tersebut.
"Berhubungan dengan suamiku? Maksudmu, dirimu saat ini sedang meminta izin kepadaku untuk menerimamu menjadi Istri yang lain dari suamiku?" hingga akhirnya Vero mulai menembak secara langsung perkataan dari Santi yang dirinya lontarkan kepada dirinya tadi.
Tanpa pikir panjang dan dengan ekspresi keyakinan penuh, saat ini Santi mulai menganggukkan kepalanya. Bahkan yang lebih mencengangkan, dirinya mulai turun dari sofa yang dirinya duduki tadi dan mulai berlutut dihadapan Vero seakan memohon persetujuan dari sosoknya untuk menyetujui permintaannya.
"Aku berjanji Vero. Bahwa aku bersedia dijadikan selir atau bahkan bukan sebagai pasangan yang utama dari Zen, jika memang hal itu bisa menyatukan kami" balas Santi secara bersungguh-sungguh kepada Vero yang terlihat sangat terkejut dengan sikapnya tersebut.
__ADS_1
Santi saat ini menggunakan berbagai cara agar dirinya bisa menyatukan cintanya yang sudah tumbuh didalam hatinya itu agar bisa bersama dengan Zen. Hingga perkataannya yang terkesan berani itu sangat amat mengejutkan Vero yang benar-benar tidak menyangka akan menjadi seperti ini situasinya.
Bahkan Vero yang pada awalnya berencana mengendalikan situasi tentang permasalahan rumah tangganya dan suaminya, saat ini cukup kebingungan bagaimana menghadapi situasi yang sedang terjadi di ruangannya saat ini. Apalagi pengakuan dan pernyataan yang berani dari Santi itu sangat membuat dirinya terkejut mendengarkannya.
"Hahh... mengapa kamu harus pergi menuju Korea Selatan saat ini, Zen" gumam Vero yang sangat dipusingkan dengan permalasahan ini, dan sangat berharap suaminya itu berada disisinya saat ini.
Dirinya memang sudah memberikan izin kepada suaminya untuk memiliki Istri selain dirinya, namun dengan syarat bahwa dirinya juga ikut andil dalam mengambil keputusan itu. Namun sayangnya, ternyata hal Ini sangatlah memusingkan bagi dirinya yang memang tidak tahu harus berbuat apa menanggapi situasi seperti ini.
Pada awalnya bisa dikatakan dirinya sangat percaya diri untuk memeriksa kelayakan berbagai wanita yang memiliki berkah tahap pertama yang dikeluarkan oleh mereka kepada Zen. Namun dirinya tidak menyangka bahwa situasi seperti ini malah terjadi dan membuat dirinya cukup dipusingkan untuk menghadapinya.
"Hahh... Maafkan aku tetapi aku tidak bisa menjawab pernyataan darimu itu sekarang, Santi. Jadi mari kita tunda pembahasan ini sampai Zen kembali dari Korea Selatan setelah menyelesaikan urusannya di sana" ucap Vero yang akhirnya sudah mengambil keputusan untuk menjawab wanita yang sedang berlutut dihadapannya itu.
Mendengarkannya tentu Santi merasa sedih karena sepertinya apa yang akan dirinya perjuangkan itu belum terlihat hasilnya. Namun dirinya mulai menyadari sesuatu dari perkataan yang dilontarkan oleh Vero kepadanya itu, hingga akhirnya dirinya mulai menatap wanita itu kembali dengan tatapan yang sangat lekat.
"J-Jadi kamu tidak mempermasalahkan tentang hubungan yang aku miliki dengan Zen?" tanya Santi sekali lagi, setelah dirinya mendengar pernyataan dari Vero yang memang tidak menyatakan penolakan terhadap perkataannya.
Dengan helaan nafasnya, Vero hanya mengangguk menjawab perkataan tersebut. Santi yang melihatnya tentu merasa sangat senang saat ini. Bahkan Kelly yang sedari tadi menyaksikan semua itu cukup terkejut dengan jalannya percakapan yang saat ini sudah terlihat hasilnya tersebut.
Apalagi dirinya juga bisa mendengar sendiri bahwa tidak ada perkataan yang berujung pada penolakan yang disampaikan oleh Vero kepada permintaan yang dilontarkan Santi kepada dirinya. Maka dari itu, Kelly yang menjadi pendengar yang baik sedari tadi sangat terkejut dengan keputusan sahabatnya tersebut.
"Ya... kita tunggu suamiku kembali, dan menanyakan kesediaannya atas apa yang baru saja kamu katakan kepada diriku itu." ucap Vero yang membuat Santi langsung bangkit dari tempatnya dan langsung memeluknya.
Santi tentu merasa sangat senang dengan pernyataan dari Vero terhadapnya yang bisa dikatakan tidak menentang hubungannya. Jadi, yang harus dirinya lakukan adalah meyakinkan sosok Zen agar dirinya mau menerima cintanya saat ini.
Bahkan dirinya tidak menyangka sama sekali, bahwa perjuangannya itu untuk memperjuangkan cintanya bisa dikatakan cukup berhasil. Tentu dirinya tidak tahu mengapa Vero tidak menolak permintaannya itu, namun yang terpenting sebuah harapan bahwa dirinya bisa bersama dengan Zen bisa terbuka dengan luas.
Namun disaat mereka berdua sedang asik berpelukan karena Santi sedang mengekspresikan rasa senangnya itu, saat ini mereka dikejutkan dengan Kelly yang pada awalnya cuma diam mendengarkan percakapan mereka, terlihat mulai berlutut dihadapan mereka berdua yang masih berpelukan saat ini.
"M-Maafkan aku, Ver. Aku sebenarnya juga m-mencintai suamimu"
__ADS_1