Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Penjelasan


__ADS_3

Semua sudah selesai sepenuhnya. Semua perkara permasalahan dunia ini atas kekacauan yang dibuat oleh pemilik kekuatan bisa dibilang sudah teratasi sepenuhnya. Ada duka memang yang terjadi setelah permasalahan tersebut, salah satunya yang terjadi pada Faksi Dewa Nordik yang harus kehilangan salah satu Dewa mereka.


Olimpus juga sama, karena mereka kehilangan salah satu Dewa mereka Hades, yang menjadi korban atas perilakunya. Namun tentu saja, atas permalasahan ini pihak Nordik yang paling merasa kehilangan, karena mereka kehilangan dua Dewa dari Faksi mereka sekaligus, sehingga populasi Dewa mereka mulai berkurang.


Tentu bagi Dewa kehilangan salah satu anggota mereka bisa dikatakan sangat amat buruk, karena memang jumlah Dewa-dewa yang berada di muka Bumi ini tidaklah sebanyak dahulu. Maka dari itu, mereka semua sangat menyayangkan tragedi yang terjadi atas semua hal yang membuat beberapa korban Dewa menelan beberapa korban.


"Namun, bagaimana Kakak bisa menjadi Sang Pencipta?" hingga akhirnya pembahasan selanjutnya tentu saja tengang permalasahan Zen yang berubah sepenuhnya menjadi entitas yang berbeda.


Semua pihak keluarga Zen akhirnya sudah berkumpul kembali pada sebuah istana di Kerajaan Vatikan, setelah Zen dan adik-adiknya menjemput mereka semua untuk berkumpul ditempat ini. Sehingga saat ini seluruh keluarga inti, bisa dikatakan sudah berkumpul pada sebuah ruangan dari istana Kerjaan itu untuk mendiskusikan sebuah hal.


Berubahnya entitas Zen menjadi Sang Pencipta, itulah yang sedang mereka diskusikan saat ini. Apalagi semua pihak tidak ada yang menyangka, bahwa Zen sendiri sudah mulai berubah dan dirinya menjadi entitas yang setara Ayah kandung mereka, dan saat ini kuasanya berada di atas mereka semua pada semesta ini.


"Kalau aku bilang Ayah sendiri yang memberikannya, kalian percaya?" hingga kata-kata Zen itu tentu langsung membuat semua pihak terkejut.


Mari kita kembali pada masa-masa Zen bertemu orang tuanya. Pada saat itu, tentu Zen sangat amat bahagia bisa bercengkrama dengan mereka, dan bisa bertemu kembali dengan sosok yang selama ini merupakan Ibu kandungnya. Hingga pada malam hari setelah mereka makan malam, Zen dipanggil untuk bertemu dengan Ayahnya pada sebuah ruangan.


"Hmm... ruangan ini tidak berubah" ucap Zen yang memperhatikan area luas yang dipenuhi hamparan rumput berbunga itu.


Tentu Zen mengenal tempat itu, karena bisa dikatakan ruangan ini menjadi ruangan yang dimana Zen dan Ayahnya melawan sosok hitam yang merupakan sosok kebalikan dari sisi Ayahnya. Disana Zen dibawa sebuah pohon besar yang bisa dikatakan mengeluarkan cahaya emas dan saat ini mereka mulai mendekat ke sana.


"Kamu tahu bukan pohon ini, putraku?" tanya Sang Pencipta kepada Zen.

__ADS_1


"Tentu saja, ini pohon semesta" balas Zen yang melihat sebuah pohon yang memang menjadi wadah sebuah semesta di dalamnya.


Pohon itu bisa dikatakan wadah dari semesta yang menaungi seluruh dunia yang berada didalamnya. Jadi bisa dipastikan seluruh dunia yang ada di semesta ini, terdapat didalam pohon tersebut sebagai manifestasi keberadaan semesta yang luas ini. Seperti sebuah lemari kalau bisa dianalogikan, karena jika diintip bagaian dalamnya akan terdapat seluruh dunia yang ada di semesta ini didalamnya.


"Lalu, apakah kamu merasakan sesuatu saya melihatnya?" tanya Ayahnya kembali, namun saat ini Zen mulai bingung dengan maksud perkataan Ayahnya itu.


"Apa maksud Ay-" tetapi disaat Zen ingin menanyakan maksud perkataan Ayahnya, Zen saat ini bisa merasakan sesuatu dari pohon tersebut.


Pohon semesta yang berada didepannya akan sangat terikat dengan pemilik dari pohon tersebut. Termasuk Sang Pencipta yang menanamnya. Namun kali ini, Zen bisa merasakan sendiri bahwa ada ikatan khusus pada pohon itu dengan dirinya, sehingga membuat Zen cukup kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Coba kamu sentuh" hingga Ayah dari Zen mulai menyuruh anaknya itu untuk mendekat kearah pohon tersebut dan menyentuhnya.


Hingga tiba-tiba saja, pandangannya mulai berubah sepenuhnya. Penglihatannya yang tadi dipenuhi dengan padang rerumputan berwarna hijau, saat ini mulai berubah menjadi sebuah area yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang gemerlapan. Tubuh Zen saat ini juga sedang melayang pada area luar angkasa saat ini, hingga akhirnya kakinya mendarat pada sebuah pijakan transparan yang berada disana.


"Seluruh semesta" hingga Zen saat ini mulai menyadari dimana dirinya berada saat ini.


"Bagaimana, apakah indah Putraku?" tanya Sang Pencipta yang saat ini berisi tepat disampingnya, setelah Zen sudah mendapati sebuah pijakan untuk menopang dirinya dengan sempurna.


"Sangat indah Ayah." balas Zen yang menatap semua bintang-bintang itu yang merupakan berbagai dunia yang ada di semesta ini.


"Kalau kamu merasa semua ini sangat indah, berarti kamu siap menjaganya, bukan?" Dan begitulah akhir kalimat dari Sang Pencipta atas perbincangan tersebut.

__ADS_1


"Apa maksud Ayah?" balas Zen yang belum paham sepenuhnya dengan apa yang terjadi.


Tidak ada pihak yang bisa melihat secara langsung wujud semesta yang mereka tinggali ini. Bahkan Zen yang notabennya merupakan seorang Deadly Sins dan anak kandung dari Sang Pencipta tidak pernah sama sekali melihat secara utuh seluas apa semesta yang diciptakan oleh Ayahnya itu.


Memang dahulu mereka semua bisa mengunjungi berbagai dunia menggunakan kekuatan mereka. Namun mereka sama sekali tidak pernah melihat secara langsung wujud semesta yang selama ini mereka kelilingi, karena mereka tidak mampu untuk melakukannya. Hingga akhirnya Zen menjadi orang pertama setelah Ayahnya bisa melihat secara langsung wujud semesta tempat tinggal mereka.


"Karena dirimu akan menjadi penerus Ayah dalam menjaga seluruh semesta ini" hingga begitulah jawaban Sang Pencipta yang membuat Zen terkejut mendengar perkataannya.


Sesuai hukum semesta ini, Zen sudah dipastikan sangat layak menjadi pihak yang mampu meneruskan tombak kekuasaan milik Ayahnya pada semesta yang luas ini. Seorang pihak tertua dari hirarki, mampu menciptakan penerus yang notabennya entitas besar bagi semesta ini, dan berbagai hal detail lainnya sudah cocok sebagai syarat menggantikan Ayahnya.


Dan hal itulah yang akhirnya menjadikan Zen layak sebagai penerus Sang Pencipta selanjutnya menggantikan Ayahnya. Apalagi setelah Ayahnya resmi menunjuknya sebagai penggantinya dan semua itu direstui oleh hukum semesta yang mengikat dan melindungi semesta ini dari apapun.


Sehingga setelah semua itu, Zen sudah resmi menjadi entitas Sang Pencipta dan dirinya akan menjadi sosok paling tinggi yang ada di semesta ini. Dan begitulah bagaimana Zen menjelaskan semua hal yang terjadi kepada seluruh adik-adiknya, dan seluruh keluarga inti mereka yang menyaksikan secara langsung sebuah ilusi yang diciptakan oleh Zen untuk menjelaskan semua hal yang sudah terjadi.


"Lalu, apakah kamu boleh bertemu dengan Kakek, Paman?" hingga salah satu keponakan Zen, akhirnya mulai angkat bicara terlebih dahulu setelah Zen memperlihatkan semua itu.


Memang siapa yang tidak ingin bertemu mereka. Adik-adik Zen tentu ingin bertemu dengan kedua orang tua mereka. Seluruh Istri mereka juga tentu ingin melihat kedua mertua mereka dan tentu saja seluruh anak-anak mereka juga ingin melihat Kakek dan Nenek mereka secara langsung.


Apalagi bisa dipastikan hanya Zen yang mempu mempertemukan mereka semua, karena Zen satu-satunya pihak yang memegang kunci untuk berpindah dengan bebas menuju ke seluruh semesta. Sehingga mereka semua berharap Zen akan membawa mereka untuk bertemu dengan Sang Pencipta beserta Istrinya.


"Tentu aku akan mempertemukan kalian semua dengan mereka. Tapi maaf, sepertinya aku tidak bisa melakukannya dalam waktu dekat, karena aku masih menyesuaikan seluruh kekuatanku terlebih dahulu, sehingga aku belum mampu membawa kalian untuk bertemu dengan mereka"

__ADS_1


__ADS_2