Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Meletus


__ADS_3

Bongkahan batu, semburan magma, debu panas dan sebagainya saat ini mulai menyembur keluar dari mulut gunung berapi yang sedang meletus. Semua pihak yang memperhatikan kejadian tersebut, tentu langsung mencoba menghindari semua material vulkanik yang mulai menyembur itu.


Dengan suasana tanah yang terus berguncang semakin membuat keadaan pada wilayah gunung berapi itu semakin parah kelihatannya, sampai akhirnya bisa dilihat sebuah genggaman tangan saat ini mulai meraih bagian atas dari mulut gunung berapi yang sedang meletus itu, seakan mencoba memanjat keluar dari sana.


Namun ternyata, tangan tersebut bukanlah memanjat keluar, melainkan mencoba menghancurkan gunung berapi yang sedang meletus tersebut, sehingga saat ini tangan itu seakan membongkar gunung besar tersebut dan akan menghancurkan dengan perlahan demi perlahan seluruh bagian gunung berapi tersebut.


"GRAAAAAAAA" Hingga sebuah teriakan saat ini mulai terdengar, dari dalam dalam gunung berapi tersebut.


Tetapi sepertinya lengan itu juga mulai semakin membesar ukurannya, sehingga saat ini bisa dilihat dengan jelas diameter lengannya saja sudah memenuhi seluruh mulut gunung berapi itu dan mulai menyumbatnya. Hingga sebuah telapak kaki saat ini mulai muncul dari kaki gunung berapi itu seakan sedang menendang keluar dari dalamnya.


Berbagai materi gunung yang sudah ditendang itu akhirnya mulai melesat dengan cepat kearah tempat Zen berada, yang dimana dampak dari hancurnya bagian bawah dari gunung itu karena terkena sepakan dari sebuah pergelangan kaki, mulai melesat dengan cepat kearah Zen yang memang jaraknya paling depan dari beberapa pihak yang berada disana.


Sebuah pelindung tak kasat mata tentu saja langsung dibuat oleh Zen untuk menghalau berbagai materi yang dilemparkan kepada dirinya. Bahkan sebuah bongkahan batu yang sangat amat besar langsung ditangkap oleh Zen, dan langsung dihancurkan olehnya disaat bongkahan itu mengarah kearah dirinya beserta beberapa material yang lain.


Tetapi tetap saja, sepertinya berbagai material gunung berapi yang berada dihadapannya saat ini, semakin hancur karena sebuah sosok raksasa bisa dikatakan mulai keluar sedikit demi sedikit dari dalamnya, sehingga saat ini dengan perlahan seluruh tubuhnya seakan mulai terbebas dari kekangan luas gunung berapi yang mengurung sosoknya didalamnya.


"Sudah hampir sempurna" gumam Zen yang memperhatikan sosok yang merupakan perwujudan dari Titan itu, yang sebentar lagi akan terbebas sepenuhnya.

__ADS_1


Gunung berapi yang bentuknya sangat besar itu, dengan perlahan mulai berubah sepenuhnya menjadi sosok yang amat sangat besar yang mulai muncul dari dalamnya. Sosok berwujud batu dengan aliran lava di sekujur tubuhnya saat ini mulai muncul dan ukurannya bisa dikatakan 2 kali lebih besar dari ukuran gunung yang dihancurkan oleh sosok tersebut.


Hingga dengan perlahan gunung berapi tempat kebangkitannya saat ini bisa dikatakan mulai hancur sepenuhnya, dengan sosok itu yang mulai bangkit sepenuhnya dan saat ini mulai menghancurkan sisa-sisa bagian gunung berapi yang mengurung dirinya itu secara paksa, dan membuat sebuah dampak dari kelakuannya itu membuat sebuah ledakan energi yang sangat amat besar.


Hembusan energi yang besar saat ini mulai menerpa seluruh pihak yang berada disana. Zen tentu saja bisa menghalau serangan liar itu sama seperti adik-adiknya, namun dipastikan para Dewa tidak bisa melakukannya karena mereka malah terkena dampak dari ledakan energi itu dan malah membuat mereka terpental kebelakang.


"Sudah kubilang, kalian para Dewa pastikan saja pelindung yang sudah kita buat untuk tetap utuh dan tidak rusak" teriak Mikhael yang sudah memperingatkan pihak Dewa atas kejadian itu.


Sosok yang berada dihadapan mereka bisa dikatakan tidak sebanding dengan seluruh Dewa yang saat ini berada ditempat ini. Alasannya sederhana, karena sosok tersebut merupakan cikal-bakal mereka semua, dan bisa dikatakan kekuatan mereka melebihi kekuatan para Dewa yang berada di dunia ini.


Mikhael tentu memerintahkan mereka untuk berjaga saja kondisi pelindung isolasi yang sudah mereka buat, setelah mengetahui siapa yang akan mereka lawan nantinya. Namun karena beberapa Dewa keras kepala dan ingin ikut bertarung, membuat mereka saat ini malah terkena dampak sebuah ledakan energi yang tercipta dari terbebasnya sosok besar tersebut.


Melihat kekuatan mereka yang masih lemah dengan sosok Titan itu, akhirnya dengan terpaksa seluruh Dewa yang sebelumnya bersikeras untuk ikut bertarung, memutuskan untuk keluar dari pelindung yang mengisolasi tempat ini dan akan menjaga keadaannya agar apa yang terjadi ditempat ini tidak akan keluar dampaknya menuju ke dunia luar.


"GRAAAAAAA" Dan begitulah sebuah teriakan saat ini kembali terdengar, yang keluar dari mulut sosok raksasa tersebut.


Sebuah cahaya putih saat ini mulai melesat dengan cepat dan mulai melilit seluruh tubuh dari sosok raksasa yang baru bangkit itu. Tentu karena dirinya kembali terkekang dan terikat, saat ini dirinya mulai meronta dan ingin melepaskan diri dari ikatan tersebut agar bisa terbebas sepenuhnya.

__ADS_1


"Tahan!" hingga Mikhael dan seluruh adiknya, sudah membuat sebuah segel energi, dan saat ini mereka bersama-sama mencoba mengekang sosok tersebut dengan kekangan cahaya yang mengikat sosok raksasa tersebut.


Awalnya aura pelacak yang memang ditanamkan pada seluruh gunung berapi di seluruh dunia, bukan hanya berguna untuk mengingatkan bahwa ada sesuatu yang buruk terjadi di sana. Melainkan, juga sebagai sebuah aura jebakan dan akan mengeluarkan sebuah kekangan khusus yang akan langsung mengurung setiap sosok yang keluar dari sana.


Dan hal itulah yang saat ini mulai dikendalikan oleh seluruh adik-adik Zen, yang berusaha menahan kekangan putih tersebut untuk tetap melekat pada tubuh dari sosok yang sangat besar itu, dan mencoba menahan keberadaannya untuk bisa terlepas dan mungkin akan menyerang dan menghancurkan dunia ini jika dirinya terlepas.


"Kak Zen!" hingga setelah seluruh Heavenly Sins berhasil mengekang sosok tersebut, Mikhael mulai memerintahkan Kakaknya Zen untuk melanjutkan aksi mereka.


"Baiklah" balas Zen yang saat ini mulai mengeluarkan pedang Ame no Ohabari miliknya dari dalam ruang hampa miliknya dan bersiap untuk beraksi.


Dengan mengambil ancang-ancang, Zen langsung melesat dengan cepat untuk berlari menuju kearah kaki dari sosok besar itu. Tentu dirinya berniat untuk melumpuhkan kakinya tersebut dan berusaha untuk membatasi ruang geraknya. Hingga seluruh bilah pedangnya saat ini sudah tertanam sepenuhnya pada pergelangan kaki dari sosok besar itu.


"GRAAAAAA" Dan bisa dipastikan suara teriakan yang sosok itu keluarkan, tentu karena rasa sakit yang disebabkan oleh Zen yang mulai menebas kakinya.


Zen berusaha dengan keras untuk memutuskan salah satu kakinya. Namun bisa dilihat sendiri, Zen harus menggunakan energi kegelapan miliknya untuk memanjangkan bilah pedang miliknya itu, karena ukuran dari sosok yang sedang ditebasnya itu sangatlah besar dan sangat susah untuk ditebas secara langsung.


Sedikit lagi bisa dikatakan apa yang dirinya lakukan itu akan berhasil, hingga Zen baru menyadari bahwa tidak semudah itu dirinya melakukan semua itu. Karena sebuah aura hitam pekat saat ini mulai mengelilingi sosok raksasa tersebut. Bahkan mata Titan yang sebelumnya berwarna merah menyala saat ini mulai menghitam sepenuhnya.

__ADS_1


"Sial, dirinya mulai dirasuki"


__ADS_2