
Hari dengan cepat berganti, yang dimana sebuah hari baru akhirnya muncul. Saat ini, beberapa pihak masih sangat terkejut bahwa pemberitaan yang terjadi masihlah tidak teredam walaupun semua hal yang mereka lakukan untuk meredamnya sudah mereka lakukan.
Bahkan Vero sendiri terkejut dengan jalannya permasalahan yang dialami olehnya, disaat dirinya akan menghadapi Ayah tirinya itu pada sebuah jalur hukum. Apalagi saat ini ditangannya sudah terdapat sebuah surat panggilan dari kepolisian, yang mengharuskan dirinya menghadiri sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh mereka.
Maka dari itu semua pihak sedang kebingungan saat ini mengapa permasalahan itu bisa lolos menuju kesebuah jalur hukum, yang dimana menurut mereka hal tersebut sangatlah tidak masuk akal karena apa yang digunakan oleh Ayah Tiri Vero untuk menuntut Vero bisa dikatakan hanya menggunakan sebuah bukti palsu.
"Hmmm... sudah kubilang ada sesuatu dari kasus ini" ucap Zen yang saat ini mulai menenangkan Istrinya yang terlihat emosi dengan situasi yang sedang dirinya alami saat ini.
Siapa yang tidak marah saat ini, karena kasus tentang sebuah kebohongan ternyata mulai dilanjutkan oleh pihak kepolisian. Maka dari itu bisa terlihat Vero sangat amat marah melihat jalannya kasus itu yang seakan membuat dirinya menjadi pihak yang sangat salah dimata semua pihak.
"Bisakah kamu menghubungi temanmu itu Zen, agar kita bisa dengan jelas mengetahui apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Vero yang saat ini berusaha untuk tetap tenang dan mencoba menyelesaikan permasalahan itu dengan perlahan.
Tentu siapa yang menyangka bahwa semua hal tentang kebohongan oleh Ayah tirinya malah mulai diproses oleh pihak kepolisian. Semua pihak mulai kebingungan saat ini, karena seperti yang diketahui semua tuduhan itu tidak mendasar dan saat ini bahkan bukti yang dimiliki oleh Vero untuk menyangkal semua tuduhan itu ditolak mentah-mentah oleh pihak kepolisian.
Tentu Vero melalui pengacaranya sudah mengupayakan untuk melapor balik pihak Ayah angkatnya agar dirinya dijatuhi sebuah hukuman atas pencemaran nama baik. Namun sayangnya, apa yang dirinya lakukan itu malah dibalik, yang dimana pernyataan Ayah angkatnya yang terbukti bohong itu malah didalami kasusnya oleh pihak kepolisian.
Dan hal itulah yang membuat Vero kebingungan saat ini, karena niat awalnya mau melaporkan Ayah angkatnya malah berujung dirinya sendirilah yang saat ini mendapatkan sebuah surat panggilan dari pihak kepolisian, yang ternyata bukan dipanggil menjadi saksi atas kasus yang dilaporkannya, melainkan dipanggil sebagai terduga tersangka dari kasus yang dilaporkan balik oleh Ayahnya.
"Baiklah, aku akan menghubungi Santi untuk menanyakan permasalahan ini" ucap Zen yang memutuskan menghubungi temannya itu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Santi memang sudah keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, karena menurutnya kondisinya sudah membaik. Walaupun Zen berkata bahwa lebih baik dirinya tetap berada di sana, namun wanita itu bersikeras bahwa dirinya harus menyelidiki dengan cepat kasus dari kematian anak buahnya yang sudah tewas didepan matanya.
Jadi, dipastikan Santi sudah bertugas kembali dan membuat Zen memutuskan untuk menghubungi dirinya tentang permasalahan yang terjadi di Instansinya. Tentu Zen mengetahui ada permainan didalamnya sehingga kasus Vero mulai berlanjut.
Maka dari itu, jika dirinya bekerja sama dengan pihak yang ingin membasmi itu semua, dipastikan permasalahan ini dengan cepat selesai dan Vero bisa tenang menghadapi permasalahan ini dengan tenang . Bahkan mungkin dirinya bisa membalas semua perlakuan yang dialami istrinya dan akan membalikkannya.
"Hmm... tumben dirinya tidak mengangkat panggilanku" Tetapi saat ini bisa dikatakan Santi tidak mengangkat panggilan yang dirinya lakukan itu, hingga akhirnya dirinya mencoba menghubunginya kembali.
Namun anehnya disaat Zen kembali menghubunginya, malah nomor ponselnya itu mulai tidak aktif saat ini. Dan hal inilah yang membuat Zen kebingungan dengan apa yang terjadi kepada dirinya. Karena dirinya tahu Santi tidak pernah berperilaku seperti itu.
Tentu Zen kembali menghubunginya, namun sayangnya sebuah suara operator yang dirinya gunakan malah menjawab panggilan Zen. Hingga akhirnya Zen mulai menyudahi apa yang dirinya lakukan dengan tanda tanya besar yang berada di kepalanya saat ini tentang apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi dengan dirinya?" gumam Zen yang saat ini memperhatikan ponselnya, karena dirinya tidak mampu menghubungi sahabatnya tersebut.
"Bagaimana Zen?" tanya Vero yang menanyakan hasil panggilan dari suaminya yang dirinya suruh untuk menghubungi sahabatnya.
__ADS_1
"Dirinya tidak mengangkatnya" balas Zen membalas perkataan Istrinya itu, karena memang Zen sudah berusaha menghubunginya sekali lagi namun ponsel dari Santi tetap tidak bisa dihubungi.
Tentu mereka semua bingung dengan apa yang terjadi. Namun sepertinya, sesuatu yang lebih besar saat ini sedang terjadi dan Zen tidak tahu apa kejadian besar tersebut. Apalagi firasatnya mengatakan bahwa saat ini ada sebuah permainan yang dilancarkan atas kejadian yang menimpa Vero.
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan, Istriku?" tanya Zen yang saat ini mulai memperhatikan Vero yang seakan sedang memikirkan sesuatu di kepalanya.
"Menurutmu, apa yang berada dibelakang mereka saat ini, suamiku?" ucap Vero yang malah balik bertanya atas apa yang diucapkan oleh Suaminya tersebut.
"Hmm.. Kekuasaan, Tentu saja. Karena aku tahu watak mantan Ayah tirimu itu, yang tidak akan bergerak jika dirinya memiliki seorang yang mendukungnya dari belakang. Apalagi jika dilihat, kekuatan yang mendukung Ayahmu saat ini bisa dikatakan cukup berpengaruh" ucap Zen dan mendapatkan anggukan dari Vero.
Vero tentu sangat setuju dengan apa yang diucapkan oleh suaminya itu. Karena bisa dikatakan dirinya juga berfikiran yang sama dengan dirinya, atas jalannya kasus yang sedang menjeratnya saat ini. Maka dari itu dirinya sudah menyiapkan sebuah rencana untuk menyelesaikan semua permasalahan ini.
"Loa" hingga akhirnya Vero mulai memanggil seorang malaikat maut yang menjabat sebagai asisten pribadinya, karena Vero memang akan melakukan sesuatu untuk menyelesaikan semua permasalahan ini.
Malaikat maut tersebut tentu langsung datang disaat dirinya menerima panggilan dari Atasannya. Hingga akhirnya wanita itu sudah duduk di sofa seberang Zen dan mulai mendengarkan instruksi yang diberikan oleh Vero yang akan memberikan sebuah instruksi kepada dirinya.
"Kita akan membalas perbuatan mereka, Loa. Jadi persiapkan semua apa yang aku inginkan" ucap Vero yang akan membeberkan rencananya.
Loa yang sudah duduk ditempatnya tentu saat ini mulai mendengar semua perkataan dari Vero yang mulai menjelaskan dengan rinci rencananya. Apalagi, semua rencana itu bisa dikatakan sangat sempurna bahkan cukup mudah untuk dieksekusi dan bisa dikatakan tingkat keberhasilannya cukup besar.
Apalagi bisa dilihat sepertinya wanita itu sudah mulai bisa menerima untuk menggunakan apa yang sudah dirinya punya saat ini. Jadi hal tersebutlah yang membuat Zen bisa tenang dan saat ini hanya memperhatikan saja jalannya kasus itu akan berlanjut ditangan dari Istrinya.
"Jadi kita akan menggunakan sebuah kekuasaan juga, Nyonya Vero?" tanya Loa yang memastikan kembali rencana atasannya tersebut.
"Mereka melawan kita menggunakan kekuasaan, maka dari itu kita juga melawan mereka menggunakannya" balas Vero dan mendapat anggukan dari bawahannya itu.
"Berarti, aku akan ikut serta dalam rencana mu juga bukan?" ucap Zen kemudian dan mendapatkan anggukan dari Vero yang saat ini langsung menatapnya.
"Kamu adalah pihak yang mengendalikan semuanya. Jadi, lakukan dengan baik oke" ucap Vero dan mulai mendapatkan anggukan dari Zen yang sudah paham tugas apa yang diberikan oleh Istrinya kepada dirinya.
Zen bisa memastikan bahwa ada sebuah permainan untuk menjebak Istrinya. Tentu hal ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan oleh Thomas sendirian. Karena, jika dirinya sendirian, tidak mungkin dirinya bisa melakukan ini semua untuk melakukannya.
Karena bisa dipastikan, dirinya tidak akan berani menghadapi sebuah perusahaan yang sudah bernaung pada sebuah perusahan yang besar hanya untuk memuaskan ketamakan yang dirinya lakukan. Dan hal itulah yang saat ini sepertinya sedang dihadapi oleh Vero atas permasalahan yang sedang terjadi saat ini.
"Baiklah Loa, persiapkan semua hal untuk kita yang akan pergi memenuhi panggilan kepolisian. Karena kita akan melawan balik para sampah-sampah tersebut." ucap Vero yang bertekad akan melawan balik semua pihak yang mencari masalah dengan dirinya.
__ADS_1
"Baiklah, Nyonya Vero. Aku akan mempersiapkan semuanya" balas Loa yang mulai beranjak dari tempatnya dan mulai mengerjakan semua instruksi yang diberikan kepada dirinya.
Vero mulai merasa tenang saat ini karena memang dirinya sudah menyiapkan rencana untuk melawan pihak-pihak tersebut. Apalagi atas bantuan dari perusahaan suaminya bisa dikatakan semua itu akan terwujud dan dirinya dipastikan bisa mengembalikan keadaan saat ini.
Hingga akhirnya dirinya sudah siap untuk terjun langsung menuju medan peperangan, yang dimana Loa sudah mempersiapkan berbagai hal yang sudah dirinya butuhkan dan dirinya tinggal berangkat saja memenuhi panggilan kepolisian yang akan dirinya hadiri sebentar lagi.
"Baiklah suamiku. Aku akan menjalankan rencana kita lebih lanjut" balas Vero yang sudah bersiap untuk menjalankan rencananya lebih lanjut.
"Ya... berhati-hatilah dan jangan gegabah" balas Zen dan saat ini mulai melihat kepergian Istrinya bersama malaikat maut yang bersamanya.
Dengan didampingi oleh Loa, akhirnya Vero memutuskan untuk langsung memenuhi panggilan yang dirinya terima. Hingga akhirnya setelah kepergian mereka, barulah Zen akan menjalankan rencana yang sudah dibuat oleh Istrinya, yang dimana dirinya bertugas untuk menyebarkan sebuah fakta yang mencengangkan.
"Selamat pagi Tuan Zen. Ada yang bisa saya bantu?" dan begitulah suara pria yang saat ini mengangkat panggilan yang dilakukan oleh Zen.
"Ya.. aku membutuhkan beberapa bantuan dari dirimu" balas Zen kepada pria tersebut.
"Hahahaha... Anda tinggal mengatakan saja apa yang anda butuhkan, Tuan Zen. Dan saya akan dengan segera membantu anda" jawab pria itu sekali lagi dan membuat Zen mulai tersenyum mendengar jawabannya.
Zen lalu mulai menjelaskan tentang apa yang dirinya inginkan secara rinci kepada pria yang menerima panggilannya tersebut. Apalagi menurutnya pihak yang dirinya hubungi itu akan mampu untuk melakukan semua permintaannya tersebut.
Tentu pria yang menerima panggilannya tersebut, mendengarkan dengan seksama perkataan Zen hingga akhirnya dirinya paham sepenuhnya dengan permintaan yang dilontarkan oleh Zen kepadanya. Dan begitulah bagaimana Zen akhirnya sudah menjalankan rencananya saat ini.
"Hanya itu, Tuan?" ucap pria itu setelah mendengar semua permintaan dari Zen kepadanya.
"Ya. Hanya itu. Apakah kamu bisa melakukannya, Bram?" tanya Zen kembali, yang ternyata pria yang dirinya hubungi merupakan Bram.
"Tentu saja, Tuan. Bahkan hal itu hanya masalah sepele bagi saya untuk diselesaikan" balas Bram yang sudah mengerti sepenuhnya tentang perintah dari Zen kepadanya itu.
Akhirnya semua hal dari rencana awal Zen untuk membantu permasalahan Istrinya sudah berhasil dirinya lakukan. Karena memang, rencana yang dirinya buat itu selain bisa melepaskan semua jeratan masalah dari istrinya, dirinya bisa mengetahui siapa dalang dari semua kejadian ini.
Memang saat ini Zen sedikit memodifikasi rencana yang sudah dibuat oleh Istrinya. Karena memang rencana yang akan dirinya jalankan itu juga bermaksud untuk menjebak berbagai pihak yang mencari masalah dengan Istrinya, dan membuat mereka menunjukkan diri mereka secara langsung kepada Zen
Jadi, bisa dipastikan Pihak yang sedang mencari masalah dengan Istrinya itu akan mengalami hari yang sangat berat nantinya, karena harus berhadapan dengan Zen yang seharusnya mereka tidak singgung keberadaannya apalagi orang terdekat dari dirinya.
"Baiklah, kalau begitu tinggal menunggu saja jalannya rencana yang sudah aku buat untuk berjalan"
__ADS_1