Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Menguak Pertemuan


__ADS_3

Keadaan tempat dimana Zen berada bisa dikatakan kacau. Bekas tembakan beberapa anak panah bisa dikatakan menghancurkan beberapa bagian didalam toko bunga tempatnya berada. Apalagi sepertinya orang yang memang menyerang dirinya tadi seakan melakukannya membabi-buta sehingga tempat ini bisa dikatakan kacau.


Namun entah mengapa, disaat seluruh serangan busur panah yang mengarah kearah Zen tadi berhenti, saat ini mulai tergantikan dengan suara teriakan panik dari wanita yang ditemuinya dan diajak berbincang dengan dirinya tadi. Maka dari itu semua hal yang terjadi di sana mulai berubah sepenuhnya saat ini.


Tentu wanita yang berteriak itu langsung keluar dari dalam toko bunga tersebut dan mulai berlari entah kemana meninggalkan sosok Zen yang saat ini mulai membantu Ha Rin berdiri karena dirinya sempat tersungkur setelah beberapa anak panah sedari tadi menyerang kearahnya dan sosok Zen tadi.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Zen yang mulai memastikan kondisi dari Ha Rin terlebih dahulu.


"Ya... aku tidak apa-apa, Zen" balas Ha Rin yang mulai membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian yang dikenakannya.


Untung saja Zen menyebarkan aura negatifnya pada toko ini, yang menyebabkan beberapa pihak yang ingin berkunjung ketempat ini merasa menolak memasukinya. Maka dari itu bisa dilihat tempat tersebut sempat sepi dan membuat tidak ada pihak yang menjadi korban dalam kejadian itu kecuali sosok Zen dan Ha Rin.


Apalagi memang Zen ingin berbincang berdua saja dengan wanita yang dirinya temui tadi, sehingga dirinya langsung membuat toko ini sepi dan dirinya bisa berbincang dengan leluasa dengan pihan yang dirinya temui. Namun naas, bisa dilihat bahwa saat ini dirinya malah mendapatkan sebuah serangan yang mengarah kearah dirinya secara bertubi-tubi.


"Sini ulurkan kakimu" hingga Zen yang melihat sedikit luka lecet pada kaki dari Ha Rin karena kejadian tadi, mulai membantu dirinya untuk menyembuhkan keadaannya saat ini.


Namun disaat mereka berdua masih sibuk memeriksa keadaan mereka saat ini, Zen dikejutkan dengan suara orang yang memasuki tempat ini secara buru-buru. Hingga wanita yang sebelumnya mulai panik dan berlari keluar saat ini memasuki kembali tempat dimana Zen berada dan mulai meraih tangannya.


"Tolong saya, Tuan. Tolong saya" ucapnya panik.


Melihatnya panik dan merubah sikapnya terhadap Zen yang sebelumnya terlihat sangat mewaspadainya, membuat Zen cukup bingung mengapa wanita itu berbuat seperti itu. Namun karena wanita itu merupakan adik Iparnya, mau tidak mau Zen memutuskan untuk membantu dirinya yang terlihat sangat membutuhkan bantuan tersebut.


"Hahh... Baiklah. Apa yang kamu inginkan?" dan begitulah ucapan Zen yang memutuskan untuk membantunya.


Hingga tanpa pikir pajang, wanita itu langsung mengajak Zen dan Ha Rin untuk mengikuti dirinya. Tentu Zen yang sudah merawat luka lecet yang dialami oleh Ha Rin langsung mengikuti langkah wanita yang memang terlihat sangat terburu-buru beranjak dari sana.

__ADS_1


Zen dan Ha Rin saat ini langsung mengikuti langkah dari wanita yang meminta tolong kepada Zen tadi karena meminta mereka mengikuti langkahnya, dan saat ini mereka mulai memasuki sebuah gedung apartemen yang tidak jauh dari tempat toko bunga yang Zen kunjungi tadi berada.


Dengan mulai masuk kedalamnya, saat ini mereka bertiga mulai menaiki lift dan mulai menuju lantai paling atas dari gedung apartemen yang mereka datangi. Namun disela-sela perjalanan mereka, bisa dilihat juga bahwa Adik Ipar dari Zen itu terlihat sangatlah panik saat ini.


"Mengapa kamu tiba-tiba meminta bantuan diriku?" Hingga Zen saat ini berusaha membuka percakapan mereka, karena saat ini bisa dikatakan wanita yang bersamanya itu terlihat sangat panik dengan keadaannya.


Jarak antara gedung apartemen ini dan toko bunga memang tidak terlalu jauh, atau bisa dikatakan hanya dipisahkan dengan sebuah jalan raya saja. Namun kediaman wanita itu tepat berada dilantai atas dari gedung ini, sehingga dipastikan dirinya membatalkan niatnya tadi untuk langsung menuju kediamannya.


Tentu Zen berasumsi bahwa wanita itu menyadari sesuatu dan akhirnya membuatnya harus meminta tolong kepada Zen. Jadi, Zen beranggapan karena mereka menuju unit kediamannya sumber kegelisahannya pasti berada di sana. Maka dari itu sangat wajar jika saat ini wanita itu kembali dan mengajak Zen untuk ikut bersamanya saat ini.


"I-itu karena anda berkata bahwa anda merupakan K-Kakak ipar saya. Jadi, saya beranggapan bahwa anda bisa membantu Saya melihat kondisi orang yang sudah merawat saya. Jadi saya mengurungkan niat saya untuk langsung menuju ke kediaman saya dan memutuskan untuk balik dan menjemput keberadaan anda" ucap wanita tersebut.


Walaupun wanita itu masih tidak mempercayai bahwa Zen merupakan benar Kakak Iparnya, tetapi dilihat dari sikapnya pria itu sepertinya tidak memiliki niat jahat kepadanya. Jadi, anggaplah jika perkataan pria itu memang benar bahwa dirinya mengetahui seluruh rahasia yang dimiliki oleh dirinya.


Dan begitulah pemikiran dari wanita tersebut yang memutuskan mengurungkan niatnya untuk langsung memeriksa keadaan wanita yang merawatnya itu, dan memutuskan untuk menjemput sosok Zen karena dirinya tahu bahwa dipastikan kondisi dari pihak yang merawatnya itu sudah sangat parah dan membutuhkan pertolongan.


Jadi, dirinya mengharapkan Zen bisa membantunya secara langsung untuk memeriksa keadaan pihak yang bisa dipastikan akan sekarat itu, karena dirinya menggunakan kekuatannya untuk menyerang sosok Zen tadi yang berkunjung menuju toko bunga tempatnya berada tadi.


"Baiklah, mari ikuti saya" dan begitulah mereka mulai mendengar sebuah suara pintu lift mulai terbuka, dan wanita yang diikuti oleh Zen mulai membimbing mereka menuju kearah tempat unit apartemen tempat dimana dirinya tinggal.


Bisa dilihat, dari ketinggian ini memang sangat ideal untuk memperhatikan langsung keadaan toko bunga tempat wanita yang Zen panggil adik iparnya itu bekerja. Maka dari itu, bisa dipastikan bahwa panah-panah yang menyerangnya tadi berasal dari lantai ini.


Dan akhirnya mereka sudah tiba pada unit apartemen tempat dimana wanita itu tinggal. Tentu dengan dirinya yang masih panik, wanita itu langsung membuka pintu kediamannya itu dengan tergesa-gesa. Namun baru saja dirinya membuka pintunya dengan lebar, sebuah anak panah dengan cepat melesat kearah mereka.


Tentu Zen kembali menangkap panah tersebut, namun kali ini panah yang ada ditangannya langsung dirinya patahkan. Hingga wanita yang bersamanya tadi langsung berlari masuk kedalam unit apartemennya itu semakin dalam dan memeriksa kondisi pihak yang berada didalamnya.

__ADS_1


"Nona Axilli-"


"Ke-kenapa kamu membawa pihak yang akan menyerang dirimu menuju ketempat ini?" dan begitulah ucapan lemah dari wanita yang mempunyai sebuah rupa unik, mulai menegur wanita yang baru masuk kedalam kediamannya itu.


Zen dan Ha Rin juga tentu mulai ikut masuk kedalam kediaman tersebut. Hingga mata dari Zen mulai membulat dengan sempurna setelah melihat sosok yang terlihat sangat lemah tersebut. Tentu dirinya mengetahui dengan jelas sosok tersebut, hingga Zen saat ini langsung mendekatinya.


Apalagi bisa dilihat bahwa saat ini kondisi wanita itu terlihat sangat amat gawat jika tidak dengan segera dirawat kondisinya. Maka dari itu, Zen dengan cepat langsung mendekat kearah dirinya dan berusaha untuk mencoba membantu merawat kondisinya saat ini.


"Cih... Dasar Elf bodoh. Apakah kemampuanmu sudah tumpul sehingga tidak bisa membedakan mana musuh dan mana rekan?" ucap Zen yang saat ini mulai memeriksa keadaan sosok tersebut.


Mendengar hinaan dari Zen, tentu wanita yang merupakan Elf itu cukup terkejut. Apalagi saat ini dirinya mulai memastikan kembali sosok pria yang saat ini mendekatinya, dan dirinya menyadari bahwa saat ini sosok yang memang dirinya nantikan keberadaannya itu akhirnya mendatangi dirinya.


"T-tuan Sloth?" hingga akhirnya sosok Elf yang saat ini masih tadi menganggap Zen musuh, akhirnya mengenali sosoknya tersebut.


Wanita yang membawa Zen ketempat ini tentu saja terkejut mendengar kenyataan tentang status Zen itu. Apalagi ternyata memang benar bahwa sosoknya itu merupakan Kakak Iparnya. Namun setahunya, keberadaan Kakak dari Suaminya itu memang tidak diketahui keberadaannya saat dirinya masih bersama Suaminya.


Maka dari itu, dirinya tidak mengenali sosok Zen sama sekali sedari tadi karena memang mereka tidak pernah sama sekali bertemu, dan memang sosoknya dikabarkan sudah menghilang sejak lama bahkan kabar yang selama ini dirinya dengar bahwa keberadaannya tidak pernah muncul kembali.


"Apa yang kamu tunggu, cepat buka semua belenggu yang menutupi dirimu agar aku bisa memeriksa keadaan dirimu" ucap Zen yang saat ini mulai mengangkat sosok wanita bertelinga panjang itu dan meletakkannya di atas sebuah sofa untuk merawat keadaannya.


Memang Zen tidak bisa menganalisa apa yang sebenarnya terjadi kepada wanita tersebut, karena banyak sekali artefak dan sihir yang menutupi dirinya untuk dapat dilihat keadaannya oleh Zen. Maka dari itu, Zen langsung menyuruh membuka semua hal yang dirinya sembunyikan itu agar Zen bisa dengan cepat mencaritahu penyebab yang membuatnya terlihat sekarat tersebut.


Namun wanita itu sepertinya masih sangat terkejut dengan kemunculan sosok Zen ditempat ini, sehingga dirinya masih diam terpaku menatap sosoknya dan tidak mendengarkan perkataan dari Zen sedari tadi. Maka dari itu, Zen yang kesal langsung menyentil kening dari wanita itu untuk menyadarkan dirinya yang terlihat seperti sedang melamun itu.


"Mengapa kamu malah diam dan menatapku? Apakah kamu benar-benar ingin mati?"

__ADS_1


__ADS_2