
Berbagai media di negara ini, sepertinya sedang mendapat banyak sekali durian runtuh. Karena bisa dibilang, dalam rentang waktu beberapa hari ini, mereka mendapatkan banyak sekali pemberitaan yang mampu mendongkrak popularitas pemberitaan pada media milik mereka.
Kalau dahulu, mereka akan berusaha dengan keras mencari sebuah berita yang dapat diberitakan. Namun saat ini, mereka malah terlihat cukup bingung dengan berita apa yang harus mereka prioritaskan untuk ditayangkan atau beritakan pada media mereka masing-masing.
Karena bisa dibilang, pemberitaan yang sedang ramai dan terjadi di negara ini, beberapa diantara mereka cukup menghebohkan dan terjadinya secara bersamaan. Maka dari itu, mereka cukup bingung memilih berita apa yang akan mereka tampilkan kepada khalayak umum.
“Tetapi, aku merasa gugup sekarang, Bibi” dan begitulah perkataan dari Vero, yang saat ini sedang melihat salah satu pemberitaan yang sedang ramai diberitakan tersebut.
Seperti yang diketahui, pemberitaan besar pertama adalah kabar bahwa pemegang seluruh perusahaan terbesar di dunia ini bisa dikatakan saat ini sedang berada di Indonesia. Dengan alasan sedang melakukan pengecekan semua perusahaan yang diurusnya, membuat pemberitaan tentang dirinya membuat heboh negeri ini.
Lalu, tentu saja pemberitaan tentang Vero yang sudah menikah, dan dikabarkan menikahi bodyguardnya sendiri. Tentu, pemberitaan itu juga sangat menghebohkan berbagai pihak, karena Vero termasuk orang yang cukup dikenal di negara ini.
Selanjutnya, tentu saja permasalahan Daniel dan Istrinya. Yang dimana, masing-masing diantara mereka sedang terjerat sebuah skandal. Apalagi, yang paling panas tentu saja pemberitaan Istrinya yang dimana video mesumnya tersebar dengan luas.
Tetapi, ada satu lagi pemberitaan yang cukup heboh yang membuat Vero sangatlah gugup saat menyimak pemberitaan tersebut. Karena seperti apa yang dirinya lihat pada layar televisi yang sedang dirinya tonton, bisa terlihat bahwa sesuatu yang besar akan harus dirinya hadapi.
Karena pemberitaan selanjutnya yang bisa dikatakan besar adalah terjadinya Pernikahan Kerajaan yang akan berlangsung. Tentu pemberitaan itu juga sangat amat menghebohkan, karena Raja paling misterius di dunia ini akan melangsungkan pengesahan pernikahan dirinya pada Kerajaannya sendiri.
“Dan seperti yang bisa dilihat pemirsa, Seluruh pihak bangsawan dari Kerajaan Vatikan sudah tiba di Kerajaan Gizeweith, untuk menghadiri pernikahan Raja Gizeweith II yang akan terlaksana beberapa hari lagi” dan begitulah ucapan seorang reporter yang memberitakan tentang kondisi terkini, dari Kerajaan milik suami dari wanita yang sedang menyaksikan pemberitaan tersebut.
Melihat hal itu, tentu saja membuat Vero semakin gugup dibuatnya. Karena bisa dikatakan, dirinya akan bertemu dengan seluruh keluarga dari suaminya. Bahkan, mereka sudah tiba pada kerajaannya dan tinggal menunggu saja kedatangan dirinya di sana.
Walaupun Alfred dan Zen mengatakan bahwa dirinya bisa untuk bersikap santai disaat bertemu dengan seluruh keluarganya, tetapi tetap saja ini pertama kalinya Vero bertemu dengan mereka dan membuatnya sedikit merisaukan tanggapan mereka atas keberadaan dirinya yang menikahi Zen.
Tentu status mereka yang tinggi semakin membuat Vero risau dengan keadaannya. Karena bisa dikatakan, dimata mereka Vero hanyalah seekor semut yang berusaha berjalan dengan selamat pada sepatu yang digunakan oleh mereka. Dan hal itulah yang semakin membuat Vero gugup untuk bertemu dengan mereka.
Apalagi, keberangkatan Vero bersama Zen dan Alfred juga akan terlaksana keesokan harinya. Maka dari itu, hal tersebutlah yang semakin membuat Vero semakin tidak tahu harus berperilaku seperti apa disaat dirinya bertemu dengan mereka, karena dirinya seakan tidak mampu untuk bertemu seluruh pihak yang namanya sangat besar di dunia ini.
“Dan untuk diketahui, Pemirsa. Prosesi pengangkatan Permaisuri Kerajaan Gizeweith, akan dipimpin langsung oleh Raja Vatikan sendiri, yaitu Raja Mikhael” ucap reporter itu menutup pemberitaan yang sedang dirinya lakukan.
__ADS_1
Vero sudah diberitahukan semua prosesi yang harus dirinya jalani saat diangkat menjadi permaisuri Kerajaan milik suaminya. Bahkan dirinya sempat tercengang dengan semua hal yang dirinya dengar, karena dirinya tidak pernah membayangkan sama sekali kehidupannya akan menjadi seperti itu.
Bisa dikatakan, dirinya akan menjalani sebuah prosesi kerajaan yang hanya dirinya tonton diberbagai televisi, disaat ada beberapa pihak kerajaan yang sedang melaksanakan pernikahan mereka. Namun kali ini, dirinya akan mengalaminya sendiri.
Tentu, Vero sempat menolak prosesi tersebut, karena menurutnya dirinya tidaklah pantas untuk melakukannya. Apalagi, Zen juga selalu mendukung semua keputusan yang sudah dirinya ambil tersebut. Namun, Vero juga tidak ingin mengecewakan seluruh keluarga dari Zen, yang ingin merayakan pernikahan dari saudaranya itu.
Maka dari itu, acara yang sebenarnya tidak diinginkan oleh Vero untuk terjadi, bisa dikatakan terpaksa dilaksanakan karena Vero tidak mau membuat seluruh keluarga Zen akan kecewa kepadanya, karena mereka sudah mempersiapkan berbagai hal untuk dirinya dan Zen pada acara yang akan berlangsung tersebut.
“Aku pulang!” tetapi, sepertinya kegugupan Vero akhirnya bisa mulai berkurang, karena bisa dikatakan orang yang paling dirinya cintai saat ini sudah kembali ke kediaman mereka.
Dengan berpamitan kepada Bibi Leni yang menemani dirinya, Vero dengan bergegas meninggalkan semua hal yang sudah dirinya kerjakan dan mulai menyambut kedatangan suaminya yang sudah kembali menuju kediaman mereka.
“Oh... aku kira kamu akan lama, Zen?” tanya Vero yang menyambut sosok suaminya itu dengan hangat.
“Bukankah aku berkata bahwa aku hanya pergi untuk menyelesaikan sebuah urusan sebentar” ucap Zen yang menyambut sapaan Istrinya itu dengan merangkul dirinya.
Vero yang awalnya merasa gugup, entah mengapa mulai merasa nyaman berada di dekapan suaminya. Bahkan, dirinya merasa bahwa dirinya bisa melakukan semua hal, jika memang suaminya berada disisinya untuk menemaninya dalam mengahadapi semua hal.
“Hm... kamu belum selesai membereskan semua barang bawaan yang akan kamu bawa?” tanya Zen yang dimana mereka berdua sudah masuk kedalam kamar mereka, dan melihat kondisinya masihlah berantakan.
Vero memang sedang mempersiapkan berbagai hal untuk kepergiannya menuju Kerajaan Gizeweith. Namun, saat sedang asik melakukan kegiatannya, dirinya mulai terganggu dengan pemberitaan tentang dirinya yang mulai diberitakan.
Tentu pemberitaan tentang pernikahan kerajaan yang sedang ramai diberitakan bisa dikatakan membuatnya sangat risau. Karena bisa dikatakan, dirinya merasa sangat gugup disaat dirinya harus menjalani prosesi yang saat ini sedang ramai diberitakan tersebut.
Maka dari itu, acara persiapan barang-barang yang akan dirinya bawa menuju Kerajaan suaminya bisa dikatakan harus tertunda, karena dirinya teralihkan dengan berbagai berita yang saat ini sedang ramai diberitakan, khususnya menyangkut tentang dirinya.
“Aku hanya bingung harus membawa barang bawaan seperti apa menuju Kerajaanmu, Zen” ucap Vero beralasan, disaat dirinya menjawab perkataan suaminya.
“Sudah kubilang. Kita hanya harus berada di sana saja, dan tidak perlu membawa apapun. Karena kamu bisa membeli semua kebutuhanmu di sana” ucap Zen kemudian yang menyahuti perkataan Istrinya tersebut.
__ADS_1
“Tapi, nanti seluruh keluargamu akan menganggap diriku merepotkan” Balas Vero kembali, karena hal itulah yang membuat dirinya juga risau dengan keadaannya.
Bisa dikatakan, dirinya belum mengenal secara dekat seluruh keluarga dari Zen. Walaupun dirinya pernah bertemu beberapa dari mereka, tetapi tetap saja dirinya belum mengenal mereka secara langsung. Dan hal itulah yang membuat Vero kebingungan bagaimana dirinya harus bersikap disaat dirinya bertemu dengan mereka secara langsung.
Jadi, dirinya sangat takut, bahwa keberadaanya yang merupakan Istri dari Zen akan membuat beberapa pihak keluarga dari suaminya mungkin tidak merasa senang dengan keberadaannya, jika dirinya bersikap merepotkan dihadapan mereka.
Apalagi seperti yang sudah diketahui, seluruh keluarga Zen merupakan seorang bangsawan. Jadi, dirinya masih takut dalam bertindak didepan mereka, dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak menyinggung pihak keluarga dari Zen saat nanti dirinya bertemu dengan mereka.
“Hahh... kenapa pikiranmu itu selalu saja berlebihan, Istriku. Bukankah aku sudah pernah bilang, seluruh keluargaku tidak seperti yang kamu bayangkan” ucap Zen yang mencoba menenangkan sebuah rasa keresahan dari Istrinya itu.
“Tapi tetap saja, Zen. Mereka merupakan seorang bangsawan. Apalagi, salah satunya merupakan seorang Raja dari Kerajaan yang penting di dunia ini” ucap Vero kembali yang masih belum tenang dengan keadaannya.
“Tenanglah. Walaupun mereka merupakan seorang bangsawan bahkan Raja, dipastikan mereka tidak akan bersikap yang buruk kepadamu. Apalagi, bukankah Alfred sudah menjelaskan semuanya bukan, saat kamu menanyai dirinya kemarin?” Balas Zen yang masib berusaha menghilangkan rasa khawatir dari Istrinya itu.
Bisa dibilang, Alfred dan Vero sudah melakukan sebuah pertemuan kembali. Karena bisa dikatakan, Alfred harus mempersiapkan berbagai hal terhadap majikannya tersebut, salah satunya mengukur tubuhnya untuk gaun pengantin dan pakaian yang akan dirinya kenakan dalam prosesi Kerajaan yang akan dirinya lakukan nanti.
Saat mengalaminya tentu saja membuat Vero sangat amat terkejut, karena dirinya tidak menyangka bahwa semua hal sudah dipersiapkan. Bisa dikatakan dirinya hanya harus mengikuti instruksi dari semua hal yang akan dipersiapkan untuk dirinya, karena semua hal yang tidak dirinya bayangkan itu sudah dipersiapkan untuk dirinya.
Vero memang sangat terkejut saat itu, karena berbagai persiapan yang ternyata akan dilakukan olehnya dalam acara yang akan dirinya lakukan nanti, bisa dikatakan sangatlah banyak. Karena bisa dibilang, berbagai hal yang detail juga mulai ditanyakan oleh Alfred kepada dirinya tentang keinginannya dalam proses acara pernikahan yang akan dijalaninya.
Tentu Alfred melakukan semua itu, karena memang dirinya ingin memastikan acara resepsi dari Tuannya akan berjalan sangat amat sempurna. Apalagi, ini pertama kalinya dirinya akan melakukan itu. Maka dari itu, Alfred sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik.
Apalagi Alfred tidak bergerak sendiri, karena semua hal yang sudah dirinya persiapkan itu atas instruksi dari seluruh keluarga dari Zen. Bahkan dirinya hanya menyerahkan semua keinginan dari Vero atas semua persiapan yang dirinya inginkan, dan membiarkan mereka yang menyelesaikan semua permasalahan tersebut.
“Memang, tetapi aku tetap saja masih ragu disaat bertemu keluargamu” ucap Vero yang semakin mengeratkan pelukannya kepada Zen karena dirinya masih tidak percaya diri untuk bertemu dengan mereka.
Dalam pertemuan yang dirinya lakukan terhadap Alfred, tentu saja Vero menanyakan berbagai hal tentang Zen termasuk soal keluarganya. Walaupun Alfred berkata sama persis dengan apa yang dikatakan Zen kepadanya, tetap saja Vero masih cukup takut berbuat salah dimata mereka.
Maka dari itu, dirinya masih sangat ragu untuk bersikap saat mereka bertemu nanti. Apalagi, dirinya belum siap sepenuhnya dalam menjalankan semua hal yang akan dirinya hadapi, pada Kerajaan milik suaminya nanti. Apalagi dirinya merasa belum siap untuk harus bercengkrama dengan berbagai pihak yang bisa dikatakan namanya sangatlah besar di dunia ini.
__ADS_1
“Hm... kita lihat saja kalau begitu. Karena aku sangat yakin, bahwa kamu akan terkejut disaat melihat tingkah mereka terhadapmu”