
Seorang pria saat ini harus menerima sepenuhnya keputusan yang baru saja dirinya terima. Dengan statusnya yang akhirnya sudah berubah menjadi seorang tersangka, maka dari itu dirinya saat ini mulai ditahan pada sebuah penjara.
Memang, disaat dirinya berusaha kabur dari negara ini dan ketahuan, dirinya sempat mengalami tindakan penahanan dari pihak kepolisian. Namun saat ini berbeda, karena dirinya akan dipindahkan menuju lembaga permasyarakatan.
Hal itu bisa terlihat disaat dirinya yang sedang diborgol, mulai keluar dari mobil tahanan yang membawa dirinya dan digiring menuju tempat dirinya akan menghabiskan waktunya beberapa tahun didalamnya, atau bisa dikatakan mungkin selamanya.
“Selanjutnya” dan begitulah suara sipir penjara, saat memanggil sosok Daniel yang saat ini memasuki tempat tersebut.
Dengan perasaan yang sedikit takut, pria itu akhirnya mulai berdiri pada tempat yang sudah ditentukan. Dengan disuruh mengganti pakaiannya ditempat tersebut, akhirnya Daniel dengan terpaksa mulai melakukannya dan mengganti pakaian biasa yang dirinya kenakan menjadi sebuah pakaian tahanan.
Namun penderitaannya tidak berakhir sampai di sana saja. Disaat dirinya sudah mengganti pakaiannya, saat ini rambutnya yang terbiasa ditata dengan rapi dan elegan, dengan terpaksa harus dicukur sangat tipis dan terlihat pria itu sudah tidak seperti pria yang dikenal oleh beberapa pihak.
Bahkan wajahnya yang selalu mulus dan dirawat dengan sangat baik, bisa dikatakan mulai muncul kumis dan jenggot yang tipis, karena memang semenjak dirinya berada di tahanan, pria itu sama sekali tidak pernah atau tidak sempat merawat dirinya sendiri.
“Baiklah, ini sel milikmu” Ucap sang sipir yang mengantarkan Daniel menuju bilik jeruji besi tempat dimana dirinya tinggal mulai saat ini.
Melihatnya, tentu Daniel cukup terkejut. Karena bilik penjara tempat dirinya akan berada, bisa dikatakan sudah dipenuhi oleh beberapa orang didalamnya. Bisa dikatakan, dirinya saat ini dimasukan pada sebuah bilik penjara biasa, yang bisa dikatakan satu bilik bisa ada 12 orang didalamnya.
Tentu sebenarnya dirinya bisa membayar dan mendapatkan sebuah bilik penjara yang bagus. Namun sayangnya, seluruh hartanya sudah dikuasai oleh calon mantan istrinya, yang membuatnya tidak memiliki lagi beberapa harta pada dirinya.
Maka dari itu, dengan terpaksa dirinya harus tinggal dengan beberapa pihak dalam satu bilik penjara yang sama, dan akan menghabiskan waktunya bersama-sama dengan mereka beberapa tahun yang akan dirinya jalani mulai saat ini.
“Ho... bukankah dirinya orang yang terkenal itu?” ucap salah satu tahanan yang menyambut Daniel di bilik penjaranya.
Walaupun bisa dikatakan dirinya sudah botak dan penampilannya berbeda, tentu beberapa pihak mulai mengenalnya. Maka dari itu, kedatangannya ditempat tersebut menjadi bahan perhatian dari tahanan yang lainnya yang akan tinggal pada bilik penjara yang sama dengan Daniel.
Tentu, ditatap seperti itu oleh beberapa pihak yang sangat penasaran dengan sosoknya, sempat membuat Daniel sedikit minder. Apalagi, beberapa pihak yang menatapnya bisa dikatakan tubuh mereka cukup besar dan dipenuhi tato di seluruh tubuhnya. Maka dari itu, dirinya sedikit takut dengan keadaannya saat ini.
“H-Halo, s-saya tahanan baru disini” ucapnya dan mulai masuk kedalam bilik penjara yang sudah ditutup pintunya saat dirinya masuk kedalamnya.
__ADS_1
Bisa dikatakan, beberapa tahanan menyambut dirinya dengan cukup baik ditempat tersebut. Maka dari itu, Daniel sedikit lega dengan keadaannya yang bisa dikatakan sempat takut tadi. Namun, dirinya masih merasa sedikit risau akan sesuatu.
Karena bisa dibilang, tempat ini sangatlah sempit dan dirinya harus tinggal dengan saling berdesakan dengan tahanan lainnya. Selain itu, ternyata beberapa pihak saat ini dengan terang-terangan memancarkan aura kebencian kepada dirinya.
Termasuk beberapa pihak yang berbadan besar dan bertato yang berada didalam sel yang sama dengan dirinya. Maka dari itu, dirinya sedikit risau dengan keadaan yang akan dirinya jalani dalam penjara tempatnya berada saat ini.
“Sialan, mengapa aku harus hidup seperti ini” ucapnya yang merasa kesal dengan berbaliknya kehidupan yang dirinya jalani.
Hari akhirnya sudah berganti. Sudah satu malam dirinya menikmati malam pada sebuah penjara. Apalagi, dipastikan Daniel tidak bisa tidur dari semalam, karena selain tempatnya sempit ternyata ruangan penjaranya sangat panas dan banyak sekali nyamuk.
Apalagi, suara dengkuran yang keras dari beberapa tahanan yang berada di bilik penjara yang sama dengannya, membuat Daniel tidak bisa untuk terlelap saat menghabiskan malam pertamanya ditempat ini, karena bisa dibilang dirinya sangat tidak nyaman berada di sana.
“Waktunya keluar” dan begitulah perkataan sipir dari penjara tempatnya ditahan, disaat akhirnya waktunya para tahanan untuk bisa keluar dari bilik mereka masing-masing.
Daniel mulai mengikuti beberapa pihak yang ikut keluar dari bilik penjara mereka. Hingga akhirnya dirinya dibawa menuju kesebuah kantin yang akan menjadi tempat dimana mereka akan sarapan sebelum semua tahanan yang berada di sana menghabiskan hari mereka ditempat ini.
Tetapi sesuatu mulai mengganggu Daniel saat ini. Karena bisa dikatakan dirinya memperhatikan bahwa makanan yang disantapnya sangatlah berbeda dengan apa yang selama ini sering dirinya makan. Apalagi, dirinya hanya mendapatkan sebuah nasi dan tempe beserta kuah sayur untuk menemani sarapan paginya.
Tentu makanan yang dirinya dapatkan tadi langsung berserakan dilantai, bahkan makanan pria yang dirinya tabrak juga mulai terserak juga karena jatuh akibat perlakuan dari Daniel yang menabrak pria tersebut. Tentu Daniel merasa kesal, karena berani-beraninya ada pihak yang mencoba menghalanginya.
Namun sayangnya, nyalinya yang sudah terbentuk itu tiba-tiba saja langsung langsung menciut, karena dirinya menabrak seseorang berbadan besar dan bertato yang saat ini menatapnya dengan tatapan yang sangat mengintimidasi.
Memang dirinya tidak menyangka bahwa pria yang ditabraknya merupakan pihak yang seperti itu. Apalagi, jejak kemarahan bisa dilihat dari raut wajahnya yang mulai memerah karena emosi, dan saat ini tubuhnya sepenuhnya mulai didekatkan kearah Daniel.
“M-Maafkan s-saya, saya tid-” namun belumlah Daniel melanjutkan perkataannya untuk meminta maaf, sebuah bogem mentah dari kepalan tangan pria yang ditabraknya dan bisa dikatakan sangat besar, saat ini mendarat dengan mulus pada wajahnya yang tampan tersebut.
Daniel tentu langsung mundur beberapa langkah akibat serangan yang dirinya terima. Hingga akhirnya, dirinya mulai tersungkur dilantai akibat serangan yang dirinya terima itu. Bahkan, kepala dari Daniel sempat merasa pusing sejenak setelah tubuhnya sudah mendarat dengan mulus dilantai tempatnya berada saat ini.
Matanya juga mulai buram sejenak setelah menerima serangan seperti itu. Tetapi Daniel dengan segera berusaha memulihkan kondisinya dan bersiap untuk menerima kembali serangan yang akan dirinya terima oleh pria yang sudah emosi akan sikapnya tersebut.
__ADS_1
“Berani-beraninya kamu menabrak dan menumpahkan makananku” teriak pria yang memukulnya tadi, dan saat ini mulai menendang tubuh dari Daniel yang masih tergeletak di tanah saat ini.
Memang banyak pihak yang berada ditempat tersebut. Namun tidak ada salah satu dari mereka yang ingin mencoba melerai perkelahian yang sedang terjadi itu. Apalagi, saat ini Daniel yang berusaha untuk bangkit, malah kembali tersungkur karena dirinya kembali menerima sebuah pukulan keras pada wajahnya.
Daniel juga tidak bisa berbuat banyak saat ini, karena saat ini pukulan yang bertubi-tubi mulai menghujani dirinya. Bahkan dirinya langsung tidak berdaya dengan keadaannya, yang semakin mengenaskan akibat pukulan yang bertubi-tubi mengenai dirinya, hingga beberapa petugas sipir akhirnya mulai datang membantunya.
Dirinya berhasil terhindar dari beragam pemukulan lanjutan yang akan dirinya terima, namun kondisi dari pria tersebut saat ini bisa dikatakan sangat amat mengenaskan dan dirinya terpaksa dibawa menuju ruang perawatan dari penjara tempat dirinya ditahan atas kondisinya tersebut.
“T-Tapi, bukan aku yang memulai perkelahian, tetapi pria brengsek itu” ucap Daniel yang telah menerima perawatan atas lukanya, namun saat ini dirinya akan dimasukan menuju sel isolasi bagi tahanan yang melanggar tata tertib pada tempat ini.
“Tetapi tetap saja, anda berkelahi bukan?” ucap sang sipir, yang langsung memasukan tubuh Daniel pada ruang penjara yang sangat amat sempit itu.
Daniel tentu saja berontak, namun dirinya akhirnya sudah terkunci didalam ruangan tersebut dan tidak bisa melakukan apapun. Bahkan dirinya mulai memukul dengan keras pintu dari ruangan yang mengurungnya, karena merasa keputusan yang diterimanya sangat tidak adil.
Dengan berteriak dan meminta dirinya untuk dibebaskan, membuat area sekitar tempat dirinya berada mulai sangat ribut dengan suaranya yang terus berontak. Namun sayang, apa yang dirinya lalukan tidak dihiraukan oleh beberapa petugas yang memang sudah meninggalkan dirinya di sana sendirian.
“Tolong keluarkan aku!” dan begitulah teriaknya yang masih menuntut keadilan dari apa yang dirinya alami terus terdengar.
Seminggu berlalu dengan cepat, tetapi kehidupan Daniel bisa dikatakan tidak kunjung membaik. Sel isolasi bisa dibilang menjadi tempat favoritnya, karena dirinya sering keluar masuk ruangan tersebut karena tindakannya yang tidak mentaati peraturan yang sudah berlaku ditempat ini.
Tentu saja karena dirinya sering berkelahi dengan beberapa tahanan yang juga ditahan ditempat ini, walaupun sebenarnya dirinya hanya menjadi korban dalam perkelahian itu. Namun sayangnya, dirinya tetap yang disalahkan dari semua kejadian yang dirinya alami itu.
“Kamu ada pengunjung” dan begitulah lamunan dari Daniel terhenti, disaat seorang sipir menghampiri dirinya.
Daniel yang sangat penasaran tentang siapa yang mengunjunginya, tentu saat ini mulai mengikuti sipir tersebut menuju kesebuah ruangan khusus yang akan digunakan untuk dirinya bertemu dengan orang yang akan mengunjungi dirinya.
Namun disaat dirinya tiba, Daniel dikejutkan dengan orang yang sudah menunggunya ditempat itu, karena dirinya tidak menyangka pria itu akan mengunjunginya ditempat ini. Apalagi, dari tatapannya bisa dikatakan dirinya cukup bahagia melihat kondisi Daniel yang mengenaskan ditempat tersebut.
“Mau apa kamu kesini?” ucap Daniel yang mulai duduk dihadapan pria itu dan menanyakan tentang maksud kedatangannya ketempat ini.
__ADS_1
Sebelum pria itu menjelaskan maksud kedatangannya ketempat ini, dengan senyum yang terukir pada wajahnya pria itu mulai mengeluarkan ponsel pintarnya didalam kantongnya dan menunjukan sebuah Video kepada pria yang saat ini cukup kebingungan dengan kemunculannya ditempat ini.
“Tentu saja, aku ingin melihat sosok pria yang berani-beraninya mencari masalah dengan Istriku”