
Berita saat ini mulai dihebohkan dengan gempa yang tiba-tiba terjadi di berbagai wilayah di dunia ini. Kekuatannya bisa dikatakan beragam dari setiap penjuru, namun bisa dikatakan beberapa wilayah mengalami keadaan goncangan yang cukup parah.
Peringatan Tsunami bisa dikatakan terjadi dimana-mana, sehingga membuat beberapa pihak panik. Namun untung saja hal ini disebabkan oleh seorang pihak yang sengaja melakukannya, sehingga setiap pemilik kekuatan bisa ikut campur dalam permasalahan yang terjadi itu dan bisa mencegah kemunculannya.
Beberapa Dewa pada setiap wilayah yang terkena dampak, saat ini berusaha dengan segera menghalangi ombak besar yang saat ini akan menghantam beberapa wilayah di dunia ini. Apalagi mereka tidak mau hal ini akan mengacaukan keadaan dunia, karena bencana tersebut seharusnya tidak terjadi di muka bumi ini.
"Baiklah, kalian harus bersembunyi disini" ucap Zen yang saat ini menempatkan seluruh Istrinya, istri dari adik-adik sepupunya, keponakannya, orang terdekat bagi Zen dan beberapa pihak untuk berdiam pada sebuah tempat.
"Untuk Freya, Amaterasu, Aphrodite dan semua bawahan diriku yang berada ditempat ini, kalianlah yang bertugas menjaga tempat ini." Perintah Zen kemudian yang memberikan perintah kepada mereka semua, sebelum dirinya akan meninggalkan mereka di sana.
Memang Zen akan mengamankan aset yang penting untuk dirinya lindungi terlebih dahulu. Karena peperangan ini akan mengincar sosok seperti anak-anak Sang Pencipta, sehingga Zen saat ini mulai mengamankan terlebih dahulu semua pihak yang dapat mempengaruhi mereka dalam menjalankan peperangan yang akan terjadi itu.
Maka dari itu pada sebuah bungker yang sengaja Zen persiapkan jauh-jauh hari, saat ini dirinya yang bertugas untuk mengamankan seluruh keluarganya agar tetap aman, dan dirinya bisa meninggalkan mereka dengan tenang dan tidak mengkhawatirkan lagi keadaan mereka yang saat ini sudah berada ditempat yang aman.
"Baiklah, Sayang/Zen/Tuan" ucap mereka serempak atas perintah Zen itu.
Tentu Zen tidak meninggalkan mereka hanya dengan sebuah penjagaan saja. Karena saat ini dirinya langsung membuat pelindung pelapis yang bisa melindungi mereka ditempat ini. Bahkan Axillia sang ahli artefak juga menebalkan pelindung dari tempat tersebut untuk melindungi keberadaan mereka tetap aman dan tidak diketahui oleh siapapun.
"Kakak Ipar, pastikan kamu kembali. Dan jangan lupa membawa kembali Suami-suami kami" hingga salah satu Istri adiknya saat ini mendekati Zen dan memberikan dirinya sebuah permintaan kepadanya.
"Aku akan melindungi mereka. Jadi kalian bisa tenang" balas Zen kepada adik-adik iparnya itu, karena memang keamanan adik-adiknya juga yang terpenting atas pertarungan yang akan mereka hadapi nantinya.
__ADS_1
"Kamu juga harus kembali, Zen" dan saat ini Vero yang memimpin Saudari-saudarinya juga mengucapkan hal yang sama dengan seluruh pihak yang mengkhawatirkan orang-orang yang penting bagi mereka semua.
"Tentu saja aku akan kembali. Apalagi aku belum menikahi beberapa dari kalian, lalu aku belum puas menghabiskan waktu bersama kalian, dan aku juga ingin menemani salah satu dari kalian yang sedang hamil saat ini" balas Zen kepada Istri-istrinya untuk tetap tenang dan jangan khawatir.
Memang Zen tidak akan tahu jalannya pertarungan yang akan dirinya lakukan nanti seperti apa. Namun dirinya tentu akan melakukan yang terbaik untuk menjaga keamanan dunia ini, terutama keadaan dirinya dan adik-adiknya yang kali ini akan bertarung bersama dengannya nanti.
"Paman, jangan lama-lama, oke" hingga salah satu keponakannya yang imut saat ini juga menghampirinya.
"Tenanglah, Paman akan kembali dengan cepat. Lalu, kalian ingin dibawakan apa, jika Paman kembali nanti" balas Zen kepada keponakan-keponakannya itu.
Suara keributan kecil akhirnya mulai terdengar disana, setelah semua keponakan Zen mulai memberitahukan keinginan mereka. Memang bisa dipastikan beberapa dari mereka sangat mengerti keadaan yang terjadi saat ini, sehingga mereka menenangkan sosok orang tua mereka itu dengan cara yang menggemaskan seperti saat ini.
Tentu Zen mengecup pipi mereka satu persatu termasuk seluruh keponakannya yang memang masih berada digendongannya Ibu mereka. Bahkan adik Ipar Zen saat ini memeluk Zen satu persatu sambil memberi pesan kepadanya untuk tetap aman dan terus memperhatikan satu sama lainnya saat pertarungan nanti.
"Papa hati-hati, oke" Balas Kileni yang saat ini mulai memeluk dengan erat sosok yang sudah dirinya anggap Ayah tersebut.
Zen juga membalas pelukannya dan saat ini dirinya mengecup singkat pipi dari gadis kecil itu, sebelum dirinya berpamitan satu persatu dengan Istri dan Calon Istrinya yang berada ditempat ini. Vero, Kelly, Angel, Axillia, Santi, Kana dan Ha Rin tentu saja mendapatkan kecupan singkat pada bibir mereka oleh Zen.
Sedangkan Alice, Freya, Amaterasu dan Scarlett atau Aphrodite mendapatkan ciuman singkat pada kening mereka sebelum kepergian Zen yang akan memasuki sebuah medan perang. Maka dari itu, mereka saat ini mulai melepas kepergian dirinya dengan perasaan yang sedikit lepas.
Disisi lain beberapa keluarga Istrinya juga saat ini memeluknya terutama sosok Catherine yang memang ikut mendapatkan perlindungan disana mulai memeluk keberadaannya. Dan begitulah Zen akhirnya sudah selesai berpamitan kepada mereka semua satu-persatu.
__ADS_1
Hingga Zen saat ini akan keluar dari tempat itu dan akan mengunci semua pihak yang paling dirinya cintai yang berada disana dari luar, lalu akan menyembunyikan keberadaan tempat ini dari siapapun yang akan mencari keberadaan mereka di dunia ini, jika memang nantinya ada pihak yang memang akan mencarinya.
"Kalau begitu, aku berangkat" balas Zen yang saat ini melambaikan tangannya kepada semua pihak yang berada disana sebelum dirinya keluar dari sana.
Adik-adik Zen tentu saja sudah berpamitan kepada seluruh Istri mereka. Apalagi mereka sendiri yang membawa istri-istri mereka ketempat ini sebelum mereka beranjak terlebih dahulu untuk mengamankan situasi pada area yang akan terjadi pertarungan yang disebabkan oleh sisi berlawanan dari entitas Ayah mereka itu.
Memang setelah Zen bangun dari tidurnya dan mendapati adik-adiknya sudah berkeluarga, hal pertama yang dirinya lakukan adalah membangun bungker yang tersembunyi dibawah tanah pada sebuah wilayah yang memang sangat amat terpencil bagi semua pihak.
Tentu dirinya tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan, maka dari itu Ide membuat sebuah tempat persembunyian tercetus oleh dirinya. Hingga dirinya tidak menyangka akhirnya tempat itu akan ditempati oleh beberapa pihak termasuk Istri-istrinya.
Dengan menyuruh bawahannya untuk membuatnya, jadilah tempat persembunyian yang aman dan saat ini akan menjadi tempat persembunyian yang aman, dan pihak yang berada didalamnya bisa bertahan hingga ratusan tahun lamanya berada didalamnya.
Semuanya tentu sudah Zen persiapkan agar pihak yang berada didalamnya bisa bertahan selama itu. Bahkan mereka tidak akan ketahuan oleh siapapun, karena selain dilindungi oleh artefak buatan Axillia dan kekuatan Zen untuk mengisolasi tempat ini, Zen juga mulai mengunci lokasi bungker itu dari luar dan menguburnya.
"Aku berjanji akan kembali" begitulah gumaman Zen yang mulai menimbun pintu masuk dari Bungker tersebut, setelah dirinya menguncinya, dan menyamarkannya bagi semua pihak yang mungkin akan mencarinya di masa depan.
Memang jika melawan Titan Zen sendiri bisa mengalahkannya. Namun masalahnya pihak yang berada dibelakangnya yang bisa dikatakan patut diwaspadai. Musuh yang akan dirinya lawan itu, tentu bukan pihak sembarangan, apalagi rencana awalnya dalam membuat ketidak seimbangan bisa terlihat mulai terjadi.
Dengan kekacauan yang terjadi di seluruh dunia ini atas gempa yang terjadi, tentu hal itu akan menjadi sumber kekuatan bagi dirinya untuk bisa bangkit kembali. Maka dari itu, sosoknya tersebutlah yang harus Zen waspadai, melebihi sosok yang berhasil dirinya bangkitkan untuk dapat membuat kekacauan.
"Baiklah, kalau begitu mari menuju ke Medan pertempuran"
__ADS_1