
Sebuah resiko saat ini bisa dikatakan harus diambil oleh sebuah pihak. Namun nyatanya besar resiko yang harus mereka hadapi bisa dibilang dikalahkan oleh ketamakan didalam diri mereka yang merasa resiko itu merupakan sebuah hal sepele.
Seperti beberapa pihak yang saat ini cukup terkejut dengan apa yang sebenarnya terjadi, tentang sesuatu yang mereka ambil resikonya dalam melaksanakan sebuah rencana yang menurut mereka akan berhasil untuk diselesaikan oleh mereka.
Karena sebuah nama keluarga yang terdengar tidak asing yang awalnya mereka dengar tentu cukup membuat mereka terkejut pada awalnya. Namun kenyataan selanjutnya langsung membuat mereka langsung tercengang, karena mereka mulai mendengarkan sesuatu yang lain.
Nama sebuah perusahaan yang seharusnya mereka tidak singgung keberadaannya akhirnya mulai mereka dengar dengan diikuti sebuah fakta mengejutkan yang mengikutinya. Tentu mereka semua tidak mempercayai pada awalnya dengan pernyataan itu, namun tetap saja kenyataan tersebut mulai terpampang dengan jelas didepan mata mereka saat ini.
"Sekarang, tentu saja kami akan memproses hal ini melalui kondisi kami" ucap Loa yang melanjutkan penjelasannya kepada pihak-pihak yang masih tercengang dengan apa yang baru saja dirinya jelaskan itu.
Siapa yang menyangka bahwa pembeli seluruh aset mereka merupakan Darkness Company. Karena bisa dikatakan mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa pihak yang membeli seluruh aset mereka merupakan perusahaan besar tersebut.
Apalagi mereka memang menjalankan rencana mereka dengan resiko bahwa mereka tidak tahu siapa pembeli semua aset mereka, karena memang pembeli seluruh aset semua pihak yang berada di sana tidak diketahui oleh siapapun bahkan sang pemilik rencana yang membantu mereka hingga saat ini.
Maka dari itu mereka semua pada awalnya mengira bahwa pihak yang pembeli semua aset mereka merupakan Vero sendiri, hingga akhirnya mereka memberanikan diri untuk menuntut pihak Vero yang menurut mereka bisa mereka kalahkan dengan sangat mudah.
Namun sebuah kenyataan yang saat ini sangat mencengangkan mulai mereka dengar dan bisa dikatakan bisa membuyarkan semua hal yang sudah mereka rencanakan untuk bisa mengalahkan sosok Vero yang mulai terlihat sangat amat superior saat ini.
"Hehh.. Apakah kalian ingin menggertak kami?" Hingga ucapan Thomas yang masih menganggap bahwa kedua pihak yang masih duduk ditempatnya itu sedang berbohong kepada mereka, mulai membalas perkataan dari Loa tadi.
Tentu Thomas yang masih terpengaruhi dengan ketamakan tidak langsung percaya dengan semua perkataan dari Vero dan asistennya. Namun ketidakpercayaan darinya mulai terganggu dengan seorang anggota kepolisian yang dimana saat ini ponselnya mulai berbunyi.
Dengan melihat nama pihak yang menghubunginya itu pada layar ponselnya, saat ini salah satu petugas polisi yang berada di sana mulai menjawab panggilan tersebut dengan cepat. Hingga akhirnya sebuah kenyataan saat ini mulai dirinya dengar dari pihak yang sedang menghubungi dirinya tersebut.
Raut wajahnya yang berubah-rubah itu bisa menjelaskan dengan jelas tentang situasi apa yang terjadi saat ini. Bahkan bisa dikatakan saat ini apa yang dirasakan oleh pria yang menerima panggilan itu seakan mulai menular ke seluruh pihak yang berada di sana, kecuali sosok Vero dan Loa yang masih tenang ditempat mereka.
"Hmmm... sepertinya apa yang dilakukan suamiku sudah terlihat hasilnya" Dan begitulah gumaman Vero yang melihat raut wajah dari pihak yang sedang menerima sebuah panggilan yang sedang dirinya lakukan itu.
__ADS_1
Bisa dikatakan rencana yang dirinya buat sepertinya mulai terlihat hasilnya. Karena saat ini bisa dikatakan raut wajah anggota kepolisan yang menerima panggilan tersebut terlihat sedikit panik saat menerima panggilan yang sedang dirinya terima itu.
Apalagi jika rencana yang sedang direncanakan oleh Vero berjalan dengan lancar, bisa dipastikan mereka sedang kewalahan dalam menghadapi situasi tersebut dan saat ini Vero bisa dikatakan bisa segera untuk terlepas dari jeratan yang sedang menjeratnya.
"Lalu, apakah kami sudah boleh pergi dari tempat ini?" Hingga akhirnya, suara Vero mulai memecah keheningan yang terjadi di sana, setelah pihak kepolisian yang baru saja menerima panggilan tersebut mulai menyelesaikan panggilannya
Pria berseragam polisi itu tidak lantas menjawab perkataan dari Vero. Karena bisa dibilang dirinya juga sudah mulai ditekan saat ini oleh beberapa pihak, setelah panggilan yang dirinya lakukan tadi menyatakan semua hal yang sebenarnya sama sekali tidak ingin dirinya dengar.
Tentu dirinya masih berusaha untuk menenangkan dirinya, karena bisa dikatakan semua hal saat ini bisa dikatakan sudah sangat kacau. Apalagi pihak yang benar-benar besar dan seharusnya tidak mereka singgung, sepertinya saat ini mulai bergerak dan mencoba mendapatkan keadilan dari pemberitaan yang sedang beredar saat ini.
"Maaf, apakah kami diperbolehkan untuk kembali saat ini?" Namun karena tidak mendapatkan jawaban dari pihak yang ditanyai oleh Vero. Sebagai asisten sekaligus pelayannya, Loa mulai kembali menanyakan pertanyaan yang sama kepada pihak kepolisian tersebut.
"A-ahh.. Tentu saja. Anda berdua sudah bisa pergi saat ini Nyonya Vero, Nona Loa" balas anggota kepolisian yang menjawab perkataan Loa itu atas pertanyaan yang dirinya berikan, karena memang dirinya harus dengan segera melepaskan kedua sosok yang bisa dikatakan sudah membuat kehebohan tersebut.
Tentu pernyataan dari pihak kepolisan yang baru saja menerima panggilan tersebut kepada Vero membuat terkejut beberapa pihak yang berada di sana. Karena bisa dikatakan, bukan inilah rencana yang sedang mereka rencanakan. Apalagi saat ini sosok yang ingin mereka jebak malah dipersilahkan untuk pergi oleh dirinya.
"Ingat, seperti apa yang aku katakan barusan. Bahwa kami akan membawa permasalahan ini dengan cara kami sendiri" Namun sebelum beranjak, bisa dikatakan Loa mulai memberikan peringatan terakhirnya kepada pihak-pihak yang berada di sana.
Hingga akhirnya setelah dirinya memberikan peringatan, akhirnya Loa sudah mengikuti langkah dari Nyonya yang harus dirinya layani itu untuk keluar dari sana. Namun disaat mereka berdua akan keluar, sebuah tangan saat ini ingin menggapai tangan Vero yang akan beranjak dari sana.
Tentu tindakan itu langsung dihentikan oleh Loa, dan saat ini dirinya langsung memelintir tangan dari pihak yang sudah berbuat sesuatu yang menurutnya itu sangat tidak pantas dilakukan kepada sosok yang harus dirinya layani dan lindungi tersebut.
"Arghh... apa yang kamu lakukan. Aku hanya ingin menyapa putriku saja" teriak Thomas yang mulai merasa kesakitan dengan perbuatan Loa.
Loa yang mendengarkan perkataannya itu tentu semakin memelintir tangan dari Thomas hingga dirinya mulai mendorong pria itu hingga tersungkur ditempatnya. Dengan mulai memegang area tubuhnya yang kesakitan, saat ini Thomas mulai meringkuk dilantai sambil menahan rasa sakit akibat ulah dari Loa.
Melihatnya Loa hanya menunjukkan raut wajahnya yang dingin dan seakan akan melakukan sebuah hal yang tidak akan dirinya bayangkan, jika memang pria itu mengulangi lagi perbuatannya kepada Vero yang notabennya merupakan pihak yang dirinya lindungi keberadaannya.
__ADS_1
"Cih... dasar sampah" Hingga Loa akhirnya mulai mengambil langkahnya untuk meninggalkan tempat itu, dan mulai menyusul langkah dari Vero yang sudah beranjak terlebih dahulu.
Memang Vero sudah tidak memperdulikan sosok Ayah tirinya itu dan tidak menghiraukan apa yang dilakukan oleh dirinya tadi. Bahkan dirinya sudah enggan menatap wajahnya dan mulai beranjak dari sana mendahului sosok Loa yang masih membereskan semua permasalahan yang dirinya lakukan tadi.
Hingga akhirnya kedua orang tersebut sudah menghilang sepenuhnya dari pandangan beberapa orang yang masih berada di ruangan tersebut. Dan bisa dikatakan, suara kesakitan yang dikeluarkan oleh Thomas yang malah memenuhi keheningan yang terjadi pada ruangan yang ditempati oleh beberapa pihak yang berada di sana.
Tentu mereka masih sangat bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apalagi bisa dikatakan permasalahan ini seakan membuat mereka akan terkena sebuah masalah yang sangat besar nantinya. Karena bisa dikatakan selain rencana mereka gagal, saat ini situasi yang berbahaya mungkin akan mereka hadapi nanti.
"Mengapa kamu melepaskan dirinya? Apakah kamu tidak mematuhi perintah dari Tuan Jim?" Hingga akhirnya Glen mulai bertanya kepada pihak kepolisian yang dirinya ketahui merupakan salah satu pihak yang disuap oleh pria bernama Jim tersebut, atas perbuatan yang sudah dirinya perbuat dalam melepaskan sosok Vero yang sudah beranjak dari sana.
Bisa dikatakan semua rencana mereka untuk menjebak sosok Vero, memang berasal dari pria yang bernama Jim itu. Dengan mengutus ayah tirinya Thomas dan beberapa pihak yang mempunyai sebuah masalah dengan Vero, akhirnya mereka mampu menjalankan rencana mereka dengan sangat mulus.
Namun naasnya, rencana mereka itu sepertinya tidak akan berjalan dengan lancar kembali. Karena saat ini sepertinya mereka sedang menyerang pihak yang seharusnya mereka tidak singgung keberadaannya hanya karena mereka sangat serakah dan ingin memiliki apa yang tidak mereka miliki.
Apalagi saat ini mereka semua mulai merasakan sebuah perasaan yang buruk, setelah sosok Vero dan asistennya mulai keluar dari dalam ruangan ini dan mulai meninggalkan mereka didalamnya yang masih merenungkan apa yang sebenarnya sudah terjadi ditempat ini.
"Sepertinya rencana kita akan gagal" dan begitulah perkataan dari anggota kepolisian yang mempersilahkan Vero meninggalkan tempat ini, dan membuat beberapa pihak yang berada di sana terkejut mendengar perkataannya.
"Apa maksudmu? Apakah kamu tahu konsekuensi apa yang akan kita terima dari apa yang sudah kamu lakukan itu terhadap gagalnya rencana kita saat ini?" ucap Thomas yang memilih untuk tidak menghiraukan rasa sakit yang dirinya rasakan, karena kepergian Vero tadi bisa dikatakan akan membuat dirinya mendapatkan masalah yang besar.
"Benar. Apakah kamu tahu, nyawa kami tergantung atas keputusan yang kamu ambil tadi" balas Glen yang juga melanjutkan perkataan dari Thomas, yang saat ini bisa dikatakan sepakat dengan perkataan Thomas.
Mereka mulai menyalahkan sosok polisi yang sudah mempersilahkan Vero untuk keluar dari tempat ini, karena dirinya menggagalkan rencana mereka untuk bisa mendapatkan sebagian harta mereka kembali dan juga nyawa mereka yang sedang mereka pertaruhkan dalam rencana tersebut.
Apalagi kepergian Vero yang membuat mereka tidak akan mendapatkan apapun itu, membuat mereka saat ini mulai merasa frustasi untuk setidaknya mencari cara agar permasalahan yang mereka alami bisa terselesaikan, apalagi mereka tidak tahu dampak apa yang akan mereka terima atas kegagalan tersebut.
"Tutup mulut kalian. Apakah kalian tahu, Tuan Jim sendiri yang menyuruh kita berhenti menjalankan rencana tersebut.
__ADS_1