Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Restu


__ADS_3

Santi sudah berada diruang rawat tempat dimana dirinya berada. Dengan luka pada sekujur tubuhnya hasil penyiksaan yang dirinya terima, membuat Zen memutuskan untuk membawa dirinya menuju rumah sakit tempatnya sedang dirawat saat ini.


Kondisinya sudah mulai membaik saat ini, walaupun bisa dikatakan dirinya belum pulih sepenuhnya. Namun sepertinya kali ini dirinya mulai mendengarkan perkataan Zen yang menyuruhnya untuk benar-benar beristirahat, sehingga wanita itu memilih untuk tidak memaksakan dirinya agar keluar dari tempat ini dengan cepat.


Dengan ditemani oleh Ibunya yang terus setia menemani dirinya, saat ini bisa dikatakan kondisi Santi sudah sedikit membaik apalagi dengan perawatan yang dirinya terima oleh dokter yang merawat dirinya ditempat ini. Maka dari itu, fokus yang akan dirinya lakukan adalah tentang kesembuhan dirinya sendiri.


Apalagi bisa dikatakan beberapa luka yang terdapat pada tubuhnya masihlah terlihat jelas, sehingga dirinya akan beristirahat total mulai saat ini. Maka dari itu, bisa terlihat kondisinya sudah sangat kondusif dan tidak terlalu mengkhawatirkan lagi seperti awal-awal dirinya dibawa oleh Zen ketempat ini.


"Namun, kenapa kamu murung, Putriku?" tanya Ibunya yang saat ini melihat ekspresi wajah putrinya yang terlihat tidak seperti biasanya.


Memang ekspresi putrinya itu bisa dikatakan sangatlah aneh dan tidak seperti biasanya. Maka dari itu, Ibunya saat ini mulai bertanya tentang apa yang sebenarnya dipikirkan oleh putrinya tersebut, karena dirinya bisa melihat tingkah putrinya itu sangat berbeda dan tidak seperti dirinya yang biasanya.


Tentu Ibunya sangat takut bahwa apa yang sedang putrinya alami itu dikarenakan kasus penyiksaan yang dirinya alami. Maka dari itu, dirinya ingin mencari tahu secara pasti tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada putri semata wayangnya tersebut.


Bagi seorang Ibu, tentu dirinya sangat khawatir dengan kondisi putrinya. Apalagi disaat dirinya dikabarkan bahwa Putrinya mengalami sebuah tragedi dan membuat Putrinya harus mengalami perawatan yang cukup serius dengan berbagai luka yang dirinya terima.


Apalagi setelah kejadian tersebut dirinya terlihat sering murung dan sering melamun kan sesuatu, sehingga Ibunya sangat mengkhawatirkan keadaannya. Maka dari itu, dirinya ingin memastikan kembali bahwa memang putri semata wayangnya itu benar baik-baik saja keadaannya.


"Ini masalah hatiku, Ibu" namun jawaban yang tidak terduga saat ini mulai didengarkan oleh Ibu dari wanita yang baru saja menjawab pertanyaan Ibunya itu.


Mendengarnya tentu membuat Ibunya merasa sangat lega, karena yang terpenting bahwa dirinya tidak terbawa atas kejadian yang dialaminya. Namun tetap saja, apa yang baru saja diucapkan oleh Santi kepadanya itu, membuatnya cukup terkejut mendengarkannya.


Bisa dikatakan apa yang dikatakan Santi yang masih terbaring pada tempat tidur pasiennya, memanglah sebuah kebenaran. Karena memang saat ini dirinya sangat merisaukan permasalahan hatinya yang bisa dikatakan sangat mengganggu pemikirannya.


Masalahnya, bukan rasa sakit saja yang dirinya rasakan dari bekas-bekas luka yang masih terdapat pada tubuhnya. Melainkan sebuah rasa yang seharusnya tidak dimiliki oleh dirinya, karena memang menurutnya apa yang dirinya rasakan ini adalah sebuah kesalahan.


Apalagi perasannya yang dirinya rasakan baru-baru ini bisa dikatakan membuat dirinya cukup bingung. Karena seperti yang diketahui, pria yang dirinya cintai sudah mempunyai seorang Istri. Maka dari itu, permasalahan percintaannya itu yang sedang dirinya pusingkan saat ini.


"Hmmm... kalau begitu, kamu bisa menceritakan permalasahan hatimu itu kepada Ibu. Siapa tahu Ibu bisa membantumu, bukan?" Ucap Ibunya yang berusaha membantu putrinya itu keluar dari permasalahan yang dirinya alami itu.

__ADS_1


"Hahh... Tetapi aku cukup bingung bagaimana caranya aku menjelaskan kepadamu, Ibu" balas Santi yang memang perkataannya itu cukup untuk menjelaskan isi hatinya saat ini.


Memang apa yang dirinya alami saat ini sangatlah mengganggu. Apalagi bayangan Zen dari dalam kepalanya seakan tidak bisa hilang dari dalam benaknya. Semua hal sudah dirinya lakukan untuk menghilangkan bayangan tersebut, namun naasnya semua itu tidaklah berhasil hingga saat ini.


Dan juga, menurutnya apa yang dirinya rasakan saat ini merupakan perasaan yang sangat amat salah. Karena bisa dikatakan, orang yang sangat dirinya sukai itu sudah mempunyai seorang Istri. Maka dari itu dirinya berusaha dengan keras untuk melupakan sosok itu dari pikirannya.


Namun naas, semakin dirinya mencoba melupakannya entah mengapa perasaan itu semakin tumbuh subur, dan saat ini seakan sedang tumbuh dan menjalar memenuhi seluruh bagian hatinya dan sangat susah untuk dihilangkan apalagi dibasmi oleh dirinya.


"Sudahlah, coba kamu ceritakan apa yang mengganggu dirimu?" ucap Ibunya yang saat ini mulai meraih tangan Putrinya tersebut, agar dirinya mulai mengutarakan keluh-kesahnya itu kepada Ibunya.


Merasakan sentuhan ditangannya, tentu membuat Santi hanya menghela nafasnya saja saat ini. Dirinya tentu ingin menceritakan apa yang mengganggunya kepada Ibunya, namun sayangnya dirinya tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa, karena bisa dikatakan permasalahannya sangatlah kompleks menurutnya.


Namun dengan keyakinan penuh, saat ini Santi mulai menatap mata Ibunya dan berniat menjelaskan keluh kesah yang saat ini mengganggunya, dan mungkin dengan itu dirinya bisa sepenuhnya mampu meringankan permalasahan yang sedang dirinya alami saat ini.


"Bagaimana menurut Ibu, jika aku menikah dengan seseorang yang sudah mempunyai seorang Istri?" Dan begitulah perkataan dari Santi, yang akhirnya membicarakan tentang permasalahan hatinya kepada Ibunya.


Bisa dikatakan Ibunya cukup terkejut mendengar perkataan Putrinya tersebut. Karena dirinya tidak menyangka permasalahan putrinya merupakan sebuah permasalahan cinta yang bisa dikatakan aneh menurutnya. Karena dirinya mengira bahwa permasalahan hati Putrinya itu hanya permasalahan cinta yang biasa atau bisa dikatakan kisah cinta pada umumnya.


"Hmm.. maksudmu dirimu mau selingkuh dengan pria itu?" ucap Ibunya dan langsung membuat Santi terkejut mendengar perkataannya.


Tentu Santi langsung menggelengkan kepalanya untuk menjawab perkataan Ibunya itu. Karena sama sekali dirinya memiliki niat yang sangat tabu seperti itu. Sehingga saat ini dirinya langsung menyangkal perkataan Ibunya itu dengan tegas.


"Lalu, apa maksud dari perkataan mu tadi?" tanya Ibunya yang mulai dengan perlahan mencoba berbicara dengan Putrinya tersebut.


"Maksudku, bagaimana jika aku menjalani kehidupan Poligami, Ibu?" ucap Santi yang membenarkan pemikiran Ibunya yang salah menilai perkataannya tadi.


Santi memang mulai memikirkan bagaimana caranya dirinya akan menanggapi perasaan yang dirinya miliki. Memang melakukan poligami pada awalnya bukanlah pilihan pertama yang ingin dilakukan oleh Santi, karena walaupun dirinya menginginkannya, tentu Istri dari Zen belum tentu mau dengan permintaannya tersebut.


Namun dirinya juga tidak bisa menyangkal bahwa dirinya menginginkan sosok Zen yang sudah mencuri sepenuhnya hatinya. Jadi dirinya menanyakan tentang permasalahan itu dengan Ibunya dan meminta pendapat tentang dirinya atas apa yang baru saja dirinya bicarakan tadi.

__ADS_1


"Kalau seperti itu, Ibu akan menghormati apapun keputusanmu jika hal itu merupakan pilihanmu. Namun Ibu mengingatkanmu sekali lagi, bahwa Ibu tidak ingin sebuah hubungan yang tercela jika memang kamu tidak bisa melanjutkan hubungan tersebut" ucap Ibunya yang mengingatkan putrinya tersebut.


Tentu dirinya tidak ingin Putrinya menjadi wanita yang merebut suami orang dari Istri sahnya. Maka dari itu Ibunya dengan bergegas langsung mengingatkannya tentang hal itu dan langsung melarangnya sepenuhnya, agar putrinya tidak bertindak nekat seperti apa yang dirinya pikirkan tersebut.


Apalagi dirinya tahu bahwa hubungan Poligami sangatlah susah untuk diwujudkan di dunia ini. Walaupun memang prakteknya cukup umum, tetapi Ibunya juga sangat jarang melihat sebuah kehidupan berkeluarga secara berpoligami bisa dikatakan berhasil.


Karena setahunya, hanya anggota Kerajaan dibeberapa negara saja yang terlihat hubungan keluarga mereka terlihat harmonis walaupun berpoligami. Namun tentu dirinya tidak serta merta bisa mencap hubungan mereka cukup baik, karena hal itu hanya dirinya lihat pada layar televisi saja.


Jadi, dirinya ingin mengingatkan Putrinya itu bahwa jika dirinya gagal mewujudkan apa yang dirinya inginkan itu, untuk tidak berbuat sesuatu yang buruk dan mungkin hal itu akan membuat dirinya rendah dimata semua pihak karena pilihannya yang diambil olehnya merupakan sebuah kesalahan.


"Benarkah?" ucap Santi yang tidak menyangka bahwa Ibunya menyetujui jika dirinya akan melakukan sebuah hubungan poligami.


"Tentu saja. Ibu akan mendukung apapun keputusanmu jika hal itu membuat dirimu bahagia. Tapi tolong diingat, bahwa hubungan seperti itu sangatlah susah untuk diwujudkan" balas Ibunya yang memperingatkan lagi Putrinya tersebut.


Memang Santi merasa senang dengan persetujuan Ibunya itu. Namun bisa dikatakan ekspresi kesenangannya itu langsung pudar sepenuhnya, karena bisa dikatakan perkataan Ibunya itu sangatlah benar. Hubungan yang dirinya inginkan itu menurutnya sangat susah diwujudkan.


Apalagi walaupun Ibunya menyetujui keputusannya itu dan dirinya dengan senang hati juga akan menggunakan persetujuan itu untuk mengejar apa yang dirinya inginkan atas hubungannya, tetapi belum tentu Istri dari Zen yaitu Vero akan menyetujui keinginannya.


Jadi dirinya cukup bingung dengan apa yang harus dirinya lakukan saat ini. Karena bisa dikatakan tanpa persetujuan dari Vero, tentu saja dirinya tidak bisa mengembangkan hubungan dengan Zen seperti apa yang dirinya inginkan.


"Lalu, apakah aku langsung menemuinya secara langsung?" gumam Santi yang mempunyai ide untuk bertemu langsung dengan Vero dan meminta persetujuan tentang permalasahan ini.


Memang belum tentu apa yang dirinya harapkan itu bisa diterima. Tetapi setidaknya dirinya sudah berusaha untuk mewujudkannya. Maka dari itu dirinya bertekad disaat dirinya sudah pulih sepenuhnya, Santi akan langsung mendatangi sosok Vero dan akan langsung menjelaskan tentang permasalahan ini.


Nekat memang sikapnya itu, namun hal itu memang merupakan sifat yang dimiliki oleh Santi, yang akan mengejar sesuatu yang dirinya inginkan, walaupun dirinya tahu bahwa dirinya belum tentu akan mendapatkan apa yang dirinya inginkan itu nanti.


"Tetapi, apakah kamu yakin dengan keputusanmu, Putriku. Karena bisa dikatakan masih banyak pria lajang di dunia ini" balas Ibunya yang menanyakan keseriusan keputusan Putrinya itu.


"Ibu tahu bukan, aku sangat susah jatuh cinta. Jadi, aku akan mencoba memperjuangkan cintaku saat ini" ucap Santi dengan bisa terlihat sangat yakin akan pilihannya.

__ADS_1


Ibunya yang mendengarkannya hanya mengangguk saja mendengar jawaban dari putrinya itu. Apalagi yang bisa dirinya lakukan hanya mendukungnya, karena dirinya bukanlah sosok yang akan memaksa kehendak putrinya. Jadi, dirinya menyerahkan seluruh keputusan hidup putrinya ditangannya, asalkan dirinya bahagia menjalaninya.


"Dan juga, sepertinya aku akan keluar dari anggota kepolisan, Ibu"


__ADS_2