Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Terus Melarikan Diri


__ADS_3

Suara ledakan besar bisa didengar pada area hutan, yang dimana pusat hutan yang sangat rimbun itu terdapat sebuah gedung di sana. Untung saja kejadian itu terjadi diluar wilayah pemukiman, sehingga saat ini korban yang ditimbulkan dari kejadian itu tidaklah besar jumlahnya.


Tentu kepanikan langsung terjadi di sana karena saat ini semua pihak yang memang selamat dari ledakan tersebut, mulai berusaha untuk memadamkan api yang mulai membakar sisa-sisa bangunan yang selamat dari ledakan yang sedang terjadi itu.


Mereka tentu harus dengan cepat memadamkan api yang ditimbulkan oleh ledakan yang terjadi, apalagi tempat tersebut merupakan tempat yang cukup penting karena menyimpan berbagai hal didalamnya dan saat ini mereka mencoba untuk setidaknya menyelamatkan sesuatu dari dalam gedung yang sudah meledak sepenuhnya itu.


Namun naasnya, bisa dikatakan ledakan yang besar itu memang sudah melulu-lantahkan gedung besar tersebut dan saat ini bisa dikatakan tidak ada yang bisa diselamatkan lagi apapun yang berada didalamnya, akibat ledakan tersebut sangat besar dan sangat menghancurkan.


Bahkan banyak korban berjatuhan atas kejadian itu, dan membuat beberapa pihak terlihat murka atas kejadian yang sangat amat merugikan itu, apalagi banyak barang berharga memang yang berada pada gedung yang sudah hancur tersebut.


"Apakah kamu yakin?" Dan begitulah suara seseorang yang mencoba mengorek informasi tentang siapa yang melakukan semua ini, karena tentu saja permasalahan ini harus diusut sampai tuntas sepenuhnya.


"Benar, Tuan. Sepertinya yang menyebabkan ini salah satu Kultivator" ucap pria yang ditanyai itu, tentang sosok yang berani-beraninya menyerang tempat ini.


"Cih... dasar Kultivator putih sialan" Hingga pria tersebut mulai merasa emosi mendengar jawaban yang dirinya terima, apalagi dirinya mengira bahwa yang melakukan semua ini merupakan seorang Kultivator dari aliran yang berbeda dengan dirinya.


Memang pria yang melakukan semua ini sengaja melakukan tindakannya menyerupai seorang Kultivator yang menyerang tempat ini. Maka dari itu hingga saat ini tidak ada yang menyadari bahwa bukan seorang Kultivator sendirilah yang sebenarnya melakukan itu semua.


Tentu ini adalah yang diharapkan oleh pihak yang melakukan semua kejadian yang terjadi ditempat ini. Apalagi dirinya berusaha untuk tidak menunjukan jati dirinya kepada siapapun dalam mencoba menjalankan semua kegiatan yang dirinya lakukan ditempat ini.


Sehingga saat ini pelaku yang melakukan ini semua bisa dikatakan berhasil mengecoh mereka semua dan dapat membantunya melarikan diri dengan aman tanpa khawatir identitasnya yang sebenarnya akan cepat ditemukan oleh mereka.


Karena saat ini jika pihak yang mengejar sosok yang dilindungi oleh dirinya akan fokus dalam menyelidiki seorang Kultivator yang mereka anggap sebagai sosok yang melakukan itu semua, sehingga pelarian mereka bisa dikatakan aman dan akan susah untuk ditemukan.


"Cih... lalu pastikan saja aset yang berhasil kabur dari tempat ini harus ditemukan. Karena Yang Mulia Kaisar saat ini akan memulai rencananya" hingga pria yang ditugaskan datang memeriksa tempat ini, kembali memberikan sebuah perintah baru kepada semua bawahannya yang berada ditempat itu.


Disisi lain, seorang pria yang sedang berjalan santai pada sebuah tempat. Dengan berjalan beriringan dengan wanita yang baru saja dirinya selamatkan, akhirnya mereka berhasil keluar dari wilayah hutan tempat dimana mereka berada sebelumnya dan sedang melakukan sebuah pelarian melewatinya.


"Akhirnya kita sampai juga pada sebuah Kota" dan begitulah gumaman Zen yang dimana dirinya bersama Jane sudah berada pada area yang dipenuhi dengan pemukiman penduduk.


"Hahh... kalau begitu, apakah kita bisa beristirahat sejenak?" ucap Jane yang memang merasa sangat kelelahan dengan pelarian yang mereka lakukan.

__ADS_1


Memang dirinya tadi berhasil dalam membalaskan dendam Pamannya dan meledakkan gedung tempat dirinya diculik dengan menggunakan bom yang sudah ditanamkan oleh Zen pada gedung tersebut. Hingga setelah puas melihat gedung itu hancur sepenuhnya, barulah Jane dan Zen melanjutkan pelarian mereka.


Cukup jauh perjalanan yang mereka tempuh untuk sekedar keluar dari wilayah hutan tempat mereka berada tadi. Apalagi tentu mereka tidak akan melewati jalan setapak yang digunakan sebagai akses jalan, karena tentu saja mereka harus menyembunyikan keberadaan mereka.


Dan disinilah mereka berada pada sebuah kota terdekat dari wilayah yang sudah mereka ledakkan tadi, dan saat ini mereka memutuskan untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka untuk terus melarikan diri dan terus menjauh dari wilayah tersebut.


"Cih... apakah kamu tahu, dipastikan para pengejar dirimu akan menyelidiki tempat ini. Dan juga, mungkin mereka sudah berada ditempat ini sekarang mencari keberadaan dirimu" balas Zen kemudian, yang sebenarnya sama sekali tidak menyetujui usul wanita yang bersamanya untuk beristirahat ditempat ini.


"Lalu, kenapa kamu tidak menggunakan kekuatanmu untuk membawaku melarikan diri dari sini?" ucap wanita itu kemudian membalas perkataan dari Zen, yang memang pria yang bersamanya itu sama sekali tidak menggunakan kekuatannya dari sedari tadi.


"Hahh... Apakah kamu tahu metode melarikan diri, bahwa kamu tidak boleh meninggalkan jejak sedikitpun agar tidak mudah ditemukan. Dan inilah yang aku lakukan idiot" balas Zen yang kesal dengan sikap wanita tersebut, yang sama sekali tidak paham dengan apa yang sedang dirinya lakukan.


Saat berada di wilayah ini, bisa dikatakan Zen merasakan aura sebuah kemampuan pelacak hebat yang mengelilingi seluruh wilayah bahkan seluruh Kekaisaran ini. Jadi, bisa dikatakan jika Zen menggunakan kekuatannya ditempat ini, sosoknya akan langsung ketahuan oleh beberapa pihak sehingga dirinya menyamarkan kekuatannya.


Jika jejak kekuatannya tertinggal, tentu beberapa pihak akan menanamkan kemampuan mereka untuk mencoba melacak Zen. Maka dari itu, dari pada dirinya menjadi incaran dari seluruh Kultivator yang berada di Kekaisaran ini, lebih baik dirinya bergerak dengan perlahan dan berhati-hati agar tidak ketahuan oleh mereka.


Tentu dirinya tidak ingin menjadi incaran dari pihak yang mengejar sosok Jane. Walaupun dirinya tahu bahwa mereka tidak bisa mengalahkannya, tetapi akan sangat merepotkan untuk melawan mereka secara sekaligus dan hal itu sangatlah membuat Zen malas untuk melakukannya.


Jadi, Zen sebisa mungkin menyamarkan kekuatannya, hingga mereka benar-benar tidak mengetahui dengan pasti siapa yang melakukan itu semua, dan rencana melarikan diri yang dilakukan olehnya akan sangat mudah untuk dilakukan tanpa takut keberadaannya akan ditemukan oleh mereka.


"Hahh... begini. Coba saja, disaat aku menyelamatkanmu tadi aku mengumbar kekuatanku. Bukankah kita langsung ketahuan, karena mereka akan langsung mengincar keberadaan diriku secara langsung, karena mereka mengenal kekuatan dan auraku yang menyelamatkan dirimu." balas Zen yang saat ini menjelaskan mengapa dirinya tidak kunjung menggunakan kekuatannya.


Zen memang bisa dengan leluasa bisa menyamarkan kekuatannya jika memang dirinya akan menggunakannya. Namun masalahnya, jejak kekuatannya itu akan susah untuk dihilangkan, apalagi dengan seluruh kemampuan pelacak yang memang mengelilingi Kekaisaran tempatnya berada.


Maka dari itu, sangat beresiko jika dirinya menggunakan kekuatannya untuk melakukan sesuatu, sebelum dirinya benar-benar mengetahui cela pasti dari kemampuan yang dapat melacak keberadaannya itu, dan bisa dengan leluasa menggunakan kekuatannya kembali dengan bebas di wilayah ini tanpa takut ketahuan.


Jadi, untuk saat ini Zen tidak akan menggunakan kekuatannya dulu. Karena Zen bisa merasakan bahwa aura pelacak yang mengelilingi seluruh tempat ini semakin ditingkatkan intensitasnya untuk mencari keberadaan Jane, yang memang menjadi incaran utama dari pihak yang ingin menemukannya.


Maka dari itu, Zen saat ini tidak ingin melakukan tindakan yang mencurigakan terlebih dahulu agar dirinya bisa bebas melarikan diri dengan sangat bebas nantinya, tanpa takut keberadaanya akan ketahuan karena pihak yang mencarinya sama sekali tidak mengetahui tentang keberadaan dirinya.


"Tapi aku sudah sangat kelelahan, Zen" ucap Jane yang memang terlihat sudah tidak sanggup melarikan diri lagi, setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan sedari tadi.

__ADS_1


"Hahh... baiklah. Kita akan beristirahat di kota ini. Apalagi aku juga harus menghubungi Istri dan calon Istriku terlebih dahulu tentang kondisiku" ucap Zen yang akhirnya menyetujui perkataan wanita tersebut, untuk beristirahat sejenak pada sebuah wilayah tempat mereka berada saat ini.


Namun anehnya, setelah Zen berkata seperti itu, giliran Jane yang saat ini mulai terkejut dengan perkataannya. Karena bisa dikatakan, siapa yang menyangka pria yang sangat cuek dan aneh seperti Zen mempunyai seorang Istri, bahkan dirinya berkata bahwa dirinya juga mempunyai seorang calon Istri tadi.


Maka dari itu, dirinya mulai menatap sosok Zen yang saat ini mulai menjabarkan status hubungannya, karena Jane sama sekali tidak menyangka bahwa pria seperti dirinya akan mempunyai seorang Istri, karena Jane sangat paham dengan sifat dari pria yang bersamanya itu.


"Kamu sudah menikah?" ucap Jane yang saat ini mencoba mengkonfirmasi perkataannya tadi.


"Tentu saja. Lalu, bagaimana jika kita beristirahat pada kedai tersebut. Karena kita juga harus makan bukan?" ucap Zen sambil menunjuk sebuah restoran sebagai tempat beristirahat bagi mereka.


Jane yang masih terkejut bahwa Zen sudah menikah akhirnya hanya mengangguk saja menjawab perkataannya tadi. Sehingga saat ini dirinya mulai mengikuti pria itu untuk memasuki sebuah restoran yang akan menjadi tempat peristirahatan mereka sejenak sebelum akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka.


"Kamu pesanlah sesuatu, dan samakan pesananmu denganku. Aku harus menghubungi Istriku sebentar" ucap Zen yang saat ini memutuskan menghubungi Vero terlebih dahulu dan menjelaskan tentang kondisinya.


Zen memang berangkat secara terburu-buru, karena dirinya dikejutkan bahwa sosoknya ternyata di teleportasi secara paksa oleh seseorang tadi. Tentu Ji Shin yang melakukannya dan membuat Zen malah masuk kedalam sesuatu yang merepotkan dan harus dirinya selesaikan tadi.


Sebenarnya Zen masih menikmati memperhatikan ekspresi dari Kelly yang memang masih terkejut dengan statusnya yang sebenarnya. Apalagi, Zen masih dengan perlahan mencoba untuk menjelaskan sepenuhnya jati dirinya secara langsung kepada dirinya.


Namun karena perbuatan pria yang melakukan teleportasi paksa kepada dirinya, sehingga Zen yang sudah menjanjikan sesuatu kepada pria yang menteleportasikan dirinya pada gedung yang sudah rata dengan tanah itu, membuat dirinya mulai ikut campur permasalahan yang sedang mereka alami tadi dan langsung membantunya.


Dengan langsung menyamarkan kekuatannya atau bisa dikatakan tidak menggunakannya sama sekali sedari tadi, akhirnya Zen dengan niat yang dipaksakan mulai menyelamatkan Jane dari situasi yang dirinya alami, hingga mereka sudah berada ditempat dimana mereka berada saat ini.


Jadi jangan heran, jika pihak yang gedungnya sudah meledak tadi mengira bahwa sekelompok Kultivator yang melakukan itu semua, karena jejak kekuatannya yang tertinggal memang sama sekali tidak ada jejak kekuatan Zen sama sekali, karena memang dirinya tidak melakukan apapun yang membuat jejaknya bisa berada di gedung tersebut.


Dan begitulah awal kisah dari Zen yang bisa dikatakan sudah berada ditempat ini, dan saat ini malah membantu sosok yang saat ini sebenarnya cukup malas untuk dirinya selamatkan, karena menurutnya sama sekali tidak menguntungkan bagi dirinya untuk melakukannya.


Namun karena dirinya sudah membuat janji dengan pria yang disebut Paman oleh wanita itu dan juga keponakannya yang meminta secara langsung untuk menyelamatkan sosoknya, membuat Zen mau tidak mau datang menyelamatkannya dan ikut campur dalam Permasalahan yang sedang dijalaninya itu.


"Makananmu sudah tiba" Hingga Jane yang saat ini mulai menyantap makannya karena sudah kelaparan, tidak lupa menegur Zen yang masih asik menelfon dengan Calon Istrinya saat ini, setelah dirinya sudah selesai menjelaskan tentang situasinya kepada Istrinya.


Melihatnya tentu Jane cukup tercengang, karena sikap pria itu cukuplah berbeda setelah dirinya berbincang dengan orang-orang yang sangat disayanginya. Namun Jane tidak menghiraukannya dan saat ini mulai melanjutkan memakan makannya, hingga sesuatu saat ini mulai mengganggu kegiatan mereka saat ini.

__ADS_1


Beberapa pihak berseragam kepolisian saat ini mulai memasuki restoran tempat mereka berada saat ini, dan mereka terlihat sedang mencari keberadaan sesuatu ditempat ini. Tentu melihatnya, Jane langsung mengerti apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan ditempat ini tadi.


"Sialan, Polisi mendatangi tempat ini"


__ADS_2