Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Mencari Tahu Sesuatu


__ADS_3

Seorang pria saat ini merasa marah karena dirinya merasa dipermainkan. Tentu dirinya langsung menyadari kebodohannya itu disaat dirinya kembali dari kediaman pihak yang dirinya kunjungi tadi. Maka dari itu dirinya merasa kesal dan sangat amat emosi dengan semua hal yang telah terjadi.


Siapa yang menyangka bahwa apa yang dirinya lakukan ternyata sudah terbaca oleh pihak yang ingin dirinya siasati. Bahkan saking terbaca dirinya, bisa dikatakan pihak yang dikunjunginya tadi sampai mempermainkannya dan membuka kedok yang saat itu sedang dirinya lakukan.


Memalukan tentu saja, apalagi dengan tampangnya yang terlihat sudah menang atas semua rencananya sudah berjalan tadi, membuat pria itu seakan-akan mempermalukan dirinya sendiri, apalagi dirinya sampai terlihat bodoh didepan orang yang seharusnya dirinya bodohi.


"Sialan, sepertinya dirinya sudah berubah sepenuhnya" ucap Ciko disaat dirinya baru menyadari tentang permainan yang dilakukan Vero terhadapnya pada kediamannya tadi.


Bisa diketahui Vero menjebak dirinya dengan menggunakan kata-katanya, salah satunya seperti halnya menjebak dirinya dengan profesi yang memang dipalsukan oleh dirinya sendiri. Memang dirinya mengaku bekerja pada sebuah startup terbesar di negara ini, dan menggunakan tipuannya itu untuk menjebak target yang diincarnya.


Namun sayangnya dirinya malah terjebak dengan perkataan Vero tadi, karena Vero terlihat sangat meyakinkan mengucapkan kalimatnya tadi. Tentu dirinya baru tahu bahwa Darkness Company sama sekali tidak menginvestasikan apapun pada perusahaan yang diakui oleh Ciko tadi. Maka dari itu, Ciko merasa dipermainkan saat pertemuan yang dirinya lakukan kepadanya.


Apalagi dirinya baru menyadari bahwa senyum yang ditunjukkan kepada Vero tadi, bukanlah senyum yang menandakan dirinya tertarik dengan semua pembicaraan mereka, melainkan dirinya tersenyum karena melihat orang bodoh yang sedang mempermainkan dirinya.


Maka dari itu rasa dendam karena dipermalukan, membuat pria bernama Ciko itu meradang dan membuat dirinya harus mencari cara lagi untuk mensiasati sosok Vero. Apalagi pemikirannya yang sempit itu mengira bahwa dirinya masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan sosoknya.


"Ya... aku tidak boleh menyerah. Wanita itu harus aku dapatkan" ucap Ciko yang saat ini seakan terobsesi dengan sosok Vero.


Pada masa perkuliahannya, tentu sebagai playboy yang memanfaatkan wanita yang didekatinya, betapa bahagianya Ciko berhasil menjerat salah satu wanita yang kaya pada saat itu. Karena selain rupanya yang cantik, dirinya juga sangat amat kaya karena perilakunya yang dirinya tunjukan.


Memang pada awalnya dirinya hanya mendekati Vero karena memang sosoknya yang sangat amat cantik dan kaya. Apalagi sebagai playboy kelas kakap, dirinya ingin membuktikan kepada semua pihak bahwa dirinya mampu menaklukkan Vero pada saat itu.


Namun disaat dirinya berpacaran dengan Vero, bisa dikatakan dirinya tidak mendapatkan apapun dari wanita tersebut. Jangankan uangnya, satu inci bagian tubuhnya yang sangat dirinya inginkan juga tidak berhasil dirinya sentuh atau dapatkan dari wanita tersebut.


Memang dirinya masih berusaha bertahan dengan keadaan itu. Karena dirinya terus berusaha mendekati sosok Vero yang menurutnya akan membuatnya tentram jika dirinya terus bersamanya. Apalagi bisa terlihat semakin lama dirinya berhubungan dengan Vero, membuat Ciko semakin mengetahui bahwa dirinya sangatlah kaya.


Tetapi manusia tentu saja memiliki batas kesabaran begitu juga Ciko. Karena terus mendekati Vero dan tidak mendapatkan apapun, dirinya memutuskan menyerah dan mencari wanita lain yang bisa dirinya kelabui. Hingga akhirnya, dirinya benar-benar terlepas sepenuhnya dari sosok Vero dan pergi menipu banyak wanita lainnya.


Untung saja Vero hanya memperkenalkan dirinya sebagai seorang wanita yang kaya dan terlihat sangat pelit saja. Tetapi jika dirinya memperlihatkan sosoknya yang sebenarnya kepada pria brengsek itu, bisa dipastikan bahwa Ciko akan terus mengejar dirinya sampai dirinya benar-benar mendapatkannya.


"Cih... kalau saja aku tahu dirinya merupakan Konglomerat, aku tidak akan melepaskan dirinya dulu" ucap Ciko yang semakin terobsesi dengan sosok Vero yang dirinya tidak bisa lepaskan begitu saja.

__ADS_1


Memang dalam hubungan mereka bisa dikatakan Ciko sendirilah yang memutuskan hubungannya dengan Vero. Apalagi menurutnya dirinya sudah sangat muak dengan sikap wanita itu yang sangat amat pelit, dan dirinya tidak bisa mendapatkan apa-apa setelah berhubungan dengannya.


Maka dari itu didalam kepalanya yang pengetahuannya sangat amat dangkal tersebut, dirinya masih menganggap bahwa Vero sebenarnya masih memiliki perasaan dengannya, karena seperti yang diketahui bukan Vero sendirilah yang memutuskan hubungan mereka dahulu.


"Ya... setidaknya jika aku jadi pendamping dari Vero, apapun kemauanku dipastikan akan bisa terwujud" balasnya yang sudah membayangkan sosoknya yang berada pada sebuah pernikahan mewah dengan sosok wanita idamannya itu.


Ciko memang terus saja mempermainkan wanita yang kaya. Namun mereka semua bisa dikatakan tidak dapat memuaskan keserakahan finansial kehidupannya. Karena bisa dikatakan mereka hanya anak-anak orang kaya, bukan sosok yang bisa menghabiskan keuangan mereka dengan bebas terhadapnya.


Bahkan saking serakahnya, Ciko sempat ingin mencoba menjadi pria simpanan. Namun disaat melakukannya pertama kali dan dirinya ketahuan, akhirnya dirinya tidak ingin melakukan hal itu lagi, karena kejadian tersebut bisa dikatakan sangat amat merugikan bagi dirinya.


Maka dari itu, disaat melihat sosok Vero muncul dilayar televisi dan melakukan konferensi pers atas perkembangan perusahaannya dengan Darkness Company, membuat Ciko memutuskan untuk mengincarnya kembali, walaupun saat ini dirinya sudah menikah.


Walaupun dirinya sudah dipermalukan oleh Vero sekali, tetapi dirinya masih sangat yakin dengan kemampuannya yang mampu memikat berbagai pihak. Apalagi dengan tampangnya yang tampan walaupun tidak setampan Zen, tetapi dirinya mempunyai kelebihan dengan semua tipu daya yang bisa dirinya yakinkan kembali kepada Vero.


Karena bisa dikatakan sosok Suaminya itu bisa dirinya singkirkan dengan mudah, karena Suaminya bukanlah seorang yang berpengaruh atau statusnya hanya orang biasa saja. Jadi, dirinya hanya harus membuat siasat untuk mengambil alih wanita itu kembali dan berada di genggamannya.


"Oh... sudah ada hasilnya" hingga suara ponselnya saat ini mulai berbunyi disaat dirinya masih memikirkan ambisinya tersebut.


Sebuah foto berkualitas tinggi yang dikirimkan melalui aplikasi pengirim pesan, saat ini memunculkan senyum yang mengembang pada wajah dari Ciko. Karena foto-foto tersebut dapat melancarkan rencananya dalam menaklukan Vero kembali.


Jadi setelah melihat hasil pekerjaan pihak-pihak yang dibayarnya itu, membuat Ciko merasa sudah berada di atas angin dan dirinya bisa melakukan rencananya dengan sangat baik dan mampu memikat sosok yang seharusnya berada disisinya saat ini.


"Hmmm.... jadi kamu yang melakukan ini semua" hingga sebuah suara mulai terdengar disaat seorang pria akhirnya menemukan pelaku yang melakukan tindakan aneh kepadanya.


Seorang pihak memang sudah mengikuti berbagai petunjuk yang dirinya dapatkan dan akhirnya membawanya ketempat ini. Dengan memperhatikan dalang dari beberapa pihak yang memang mengikuti dirinya sedari tadi, dirinya ingin tahu apa yang sebenarnya direncanakan oleh pihak tersebut kepada dirinya.


Namun anehnya, walaupun pria itu berucap perkataannya dengan cukup keras, tidak ada seorangpun bahkan Ciko yang bisa mendengar perkataannya. Bahkan pria yang saat ini berisik didekatnya seakan tidak disadari keberadaanya oleh Ciko saat ini.


Tentu bukan karena dirinya merasa bahagia yang membuatnya tidak bisa mendengar suara dari keberadaan pria yang sudah berada ditempat tersebut. Tetapi karena memang, yang saat ini sedang memperhatikan dirinya bukanlah sosok manusia pada umumnya yang dirinya kenali selama ini.


"Hm... Mari kita lihat, apa yang kamu rencanakan dengan menyuruh orang mengikuti diriku" ucap pria yang ternyata Zen, yang saat ini mulai menyelidiki pihak-pihak yang mengikuti dirinya sedari tadi.

__ADS_1


Bisa dikatakan Zen saat ini ingin mencari tahu siapa yang menyuruh beberapa pihak mengikutinya. Bahkan pada awalnya memang dirinya ingin menyiksa pihak yang mengikutinya untuk mencari tahu siapa yang menyuruhnya. Namun Zen baru menyadari bahwa pihak-pihak yang mengikutinya itu hanya melakukan pekerjaan mereka.


Pihak yang mengikutinya bisa dikatakan seperti seorang detektif swasta yang memang pekerjaan mereka untuk menyelidiki seseorang. Jadi, Zen tidak bisa langsung menghabisi mereka karena memang itulah pekerjaan mereka, apalagi mereka hanya dibayar untuk melakukan hal tersebut.


Apalagi pekerjaan mereka tidaklah salah menurut Zen, sehingga dirinya memutuskan untuk mencari tahu sendiri dengan cara yang normal untuk menemukan siapa yang berani-beraninya menyuruh mereka mengikuti dirinya, yang saat ini sedang berkeliling bersama beberapa pihak.


Walaupun bisa dikatakan tindakan normal yang dilakukan Zen kepada mereka bukanlah tindakan normal pada umumnya yang seharusnya dilakukan oleh orang biasa, tetapi Zen tetap memperlakukan mereka dengan sangat baik dalam meminta informasi kepada mereka secara baik-baik.


Tentu tindakannya itu sekaligus memberi mereka peringatan bahwa dirinya tidak suka untuk diikuti oleh beberapa pihak yang mempunyai niat jahat kepadanya. Maka dari itu, Zen memberikan mereka sedikit pelajaran, agar mereka tidak akan lagi bekerja pada pihak yang menyuruh mereka mengikuti keberadaannya.


"Ho... kamu ingin membuat rumah tanggaku kacau ya..." gumam Zen yang saat ini mulai melihat rencana apa yang akan dilaksanakan oleh pria tersebut saat ini.


Bisa dikatakan saat ini pria itu sudah menerima berbagai foto Zen yang terlihat sedang dekat atau terlihat intim dengan beberapa wanita. Alice dan Kelly saat ini bisa dikatakan menjadi topik foto yang sedang dirinya perhatikan saat ini. Dengan mendapatkan foto-foto tersebut bisa dikatakan pria itu mulai melakukan aksinya.


Dengan mencari nomor Vero yang memang dirinya punya, saat ini pria itu mulai mengirimkan foto-foto Zen yang berdekatan dengan para wanita itu kepada dirinya. Masalahnya ada yang aneh disaat Zen memperhatikan foto-foto yang sedang dikirimkan oleh pria bernama Ciko itu kepada Istrinya.


"Hmmm... sepertinya mereka melakukan pekerjaan yang baik dalam mengikuti diriku" ucap Zen yang saat ini memperhatikan foto-foto tersebut.


Bisa dikatakan setiap foto yang terlihat itu bisa menampakan dengan jelas bahwa seakan Zen sedang memiliki hubungan dengan wanita-wanita tersebut. Bahkan tindakan yang sedikit intim terhadap kedua wanita itu bisa dikatakan terlihat jelas dalam foto-foto tersebut.


Jadi Zen merasa memang hal ini sudah disiasati oleh pria bernama Ciko itu, agar dirinya bisa dengan leluasa menjelekkan nama Zen dan akan menjebaknya dengan foto-foto yang dikirimkannya kepada Vero saat ini. Apalagi kalau dilihat secara teliti, beberapa foto itu memang tidak ada mengisyaratkan bahwa Zen sedang melakukan sesuatu yang salah.


Tetapi karena niat dirinya yang sudah buruk, membuatnya malah seakan membingkai sosok Zen dengan memilih foto-foto yang menurutnya terlihat bisa membuat Vero salah paham, dan saat ini mulai mengirimkan foto-foto itu kepadanya agar bisa memuluskan rencananya.


"Hahh... sudahkah. Yang terpenting dirinya memang hanya mengincar diriku" ucap Zen yang saat ini masih dalam wujud kamuflasenya mulai keluar dari tempat itu.


Bisa dikatakan Zen belum mempunyai waktu untuk menghabisi pria yang mencari masalah dengannya itu. Apalagi dirinya dipastikan harus menyiksanya, sehingga saat ini bukanlah waktu yang tepat baginya untuk melakukannya, karena jadwal Zen sangat padat saat ini jika dirinya harus merawat kondisi dari calon pasiennya tersebut.


Maka dari itu, dirinya memutuskan untuk meninggalkannya dan saat ini mulai kembali menuju ketempat dimana dirinya seharusnya berada saat ini. Dan tentu, dirinya sangat berharap bahwa disaat tiba waktunya nanti, pasiennya itu akan memberikan sebuah kepuasan bagi Zen disaat dirinya akan merawatnya kelak.


"Bari, aku akan kembali" hingga Zen yang saat ini akan kembali itu, mulai menghubungi bawahannya dan memintanya untuk memindahkan Zen dari tempat ini.

__ADS_1


Sosok Zen saat ini sudah keluar dari dalam toilet dari sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota ini. Dengan langkah yang sedikit bergegas, saat ini Zen mulai menghampiri sosok yang terlihat seperti seorang Ibu yang menggendong Putrinya, dan saat ini sedang menunggu seseorang ditempat mereka berada saat ini.


"Humph... Mengapa Ayah lama sekali berada di toilet?"


__ADS_2