
Angel mulai menarik nafasnya dan mulai menghilangkan perasaan sedihnya, karena dia tidak mau hari ini akan dijalaninya dengan perasaan sedih. Kapan lagi dirinya akan bersama dengan orang yang dicintainya, jadi sebisa mungkin dia harus menikmati momen hari ini dengan bahagia.
“Aku hanya memikirkan sesuatu saja Kak” balas Angel yang kembali mulai tersenyum dan mulai memakan makanan yang sudah dia pesan tadi.
Zen yang merasakan aura Angel sudah berubah kembali, akhirnya tidak melanjutkan percakapannya dan fokus dalam menggigit sisa daging pada tulang ayam yang saat ini sedang dia santap.
Mood Angel sudah kembali ceria seperti semula, walaupun masih ada perasaan sedih yang bersemayam didalam dirinya. Tetapi saat ini dia mulai berbincang dengan ringan bersama Zen, walaupun Zen hanya menjawabnya dengan jawaban singkat.
“Berarti Kakak akan menemaniku lagi munggu depan bukan?” tanya Angel kepada Zen.
“Ya.. Ya.. Ya... bukankah aku sudah berjanji” balas Zen yang masih mencoba mengigit daging ayam yang saat ini sedang dia santap.
“Baiklah... berarti minggu depan kita kemana ya...” Gumam Angel yang mulai memikirkan rencana apa yang akan dia jalani bersama Zen minggu depan.
Memang keberangkatan Angel sudah dekat, dimana dia akan berangkat kurang dari sebulan lagi menuju Jakarta untuk menempuh pendidikannya. Jadi untuk itu, sebisa mungkin dirinya mengajak Zen untuk menemani hari-hari terakhirnya di kota ini.
Tentu awalnya Zen akan menolak permintaannya, namun Angel entah bagaimana menemukan cara agar pria yang dicintainya itu mau menuruti kemauannya, yaitu memintanya dengan tulus dan pasti Zen akan mengabulkan permintaanya.
“Hm... tinggal 30 menit lagi sebelum film kita dimulai Kak” balas Angel yang baru saja melihat jam tangan yang dikenakannya.
Zen juga melihat jam tangannya untuk memeriksa waktu, walaupun jam tangan itu bukan milik dirinya tetapi milik pria yang tadi memberikannya jam tangan miliknya secara sukarela kepada Zen, dan tentu saja Zen langsung mengenakannya.
“Kalau begitu aku mau ke toilet dulu Kak” Kata Angel yang beranjak dari tempat duduknya setelah Zen hanya menjawab perkataannya itu dengan mengangguk.
Angel sudah menuju toilet dari kedai makanan cepat saji tempat mereka makan, sedangkan Zen saat ini sedang fokus memakan semua makanan yang tersisa miliknya. Sebenarnya, hanya satu hal yang membuat Zen bersemangat selain bermalasan, yaitu Makan.
__ADS_1
Zen akan senang sekali dalam hal Makan, karena adiknya yang paling dia sayangi yaitu Gluttony sering mengajaknya makan dan entah mengapa dirinya mulai senang melakukan hal tersebut. Walaupun jika dia disuruh memilih makanan dan tempat tidur dia lebih memilih tempat tidur, tetapi makan adalah salah satu kegiatan kesukaannya.
“Hmm...” gumam Zen kemudian dengan mulutnya yang masih penuh makanan, karena merasakan sesuatu saat dirinya masih menimati makanan yang sedang dia santap.
Zen mulai menoleh kearah sebuah arah tempat dia merasakan aura tersebut, dan tiba-tiba saja matanya mulai berubah menjadi hitam menyala, karena dia ingin menggunakan kekuatannya untuk melihat apa yang sedang dia rasakan itu.
“Bwukankah mwereka yang kurasakawn kemwarin?” gumam Zen yang sebenarnya mulutnya masih penuh dengan makanan dan belum menelannya.
Di kejauhan Zen bisa melihat tiga orang yang semuanya adalah laki-laki, saat ini sedang menggunakan kekuatan mereka untuk mengalahkan sebuah mahluk yaitu Vampire yang saat ini terlihat sedang melawan mereka dengan serius.
Dengan aura dari berkah dewa yang bisa dirasakan oleh Zen, mereka sedang melawan mahluk tersebut dengan mudah, walaupun aura mereka menerobos kemana-mana dan menyebabkan beberapa pihak akan mengetahui keberadaan mereka seperti Zen saat ini.
“Hm... mereka anak buah Dewa ya...” gumam Zen didalam benaknya.
Terlihat bahwa Vampire yang mereka lawan mencoba untuk menggunakan kekuatan akhirnya yaitu menggunakan metode peledak darah, yang membuat tubuhnya menjadi bom dan akan mengorbankan dirinya untuk meledak bersama musuh yang sedang dia lawan.
“Hehehehe... apakah kalian mengira ini akan berakhir dengan menangkapku” kata Vampire yang sudah tidak berdaya itu kepada tiga orang yang saat ini mulai menghampirinya dan akan membawanya menuju kesebuah tempat.
“Tutup mulutmu sampah, kamu akan diadili langsung oleh bawahan dari Dewi Amaterasu atas semua kejahatanmu” balas salah satu dari mereka.
“Hahahaha... kejahat-”
“Apa yang kamu lakukan Kak?”
Namun Zen terpaksa harus berhenti untuk menonton pertunjukan itu, karena Angel akhirnya kembali dan saat ini sudah duduk didepannya. Zen tentu saja mengembalikan warna matanya kembali seperti semula dan mulai menatap Angel lalu mulai mengunyah kembali makanan yang masih ada didalam mulutnya.
__ADS_1
“Hem... aku hanya melihat sesuatu saja tadi” Balas Zen yang sudah menelan habis makanannya yang tadi masih ada didalam mulutnya.
“Benarkah?” Kata Angel dan mulai mengambil sebuah tisu dan mulai membersihkan beberapa bekas makanan yang menempel pada bibir Zen yang belepotan.
“Makanlah dengan perlahan Kak” Lanjut Angel yang sebenarnya melakukan hal itu dengan spontan. Namun Zen hanya mengangguk saja dan meneruskan makan siangnya itu.
“Cih... coba saja Kakak bersikap seperti ini terus” Balas Angel yang sudah membuang bekas tisu kotor tadi di atas piringnya, karena memang dirinya tidak pernah melihat Zen bersemangat selain sedang makan.
Zen tidak menghiraukan perkataan Angel dan terus memakan makanannya dengan lahap, hingga akhirnya pertunjukan mukbang dari Zen yang saat ini ditonton oleh Angel itu akhirnya berakhir. Mereka akhirnya mulai keluar dari sana dan menuju ke bioskop dilantai atas dari gedung ini karena film yang akan mereka tonton akan segera dimulai.
Keadaan tempat itu memang sudah ramai, karena film horor yang sedang diputar saat ini memang sedang hits. Namun anehnya Zen merasakan aura negatif dari Angel saat mereka masuki area bioskop dan mulai menatapnya kembali.
Tatapan Angel saat ini sedang menatap sebuah antrian dimana beberapa orang sedang mengantri dan sedang akan membeli beberapa cemilan untuk menemani mereka dalam menyaksikan film yang akan mereka tonton.
“Kamu ingin membelinya Angel?” kata Zen yang langsung mengejutkan Angel yang sedang melamun memperhatikan antrian yang sedang dia tatap tadi.
“Ah... tidak perlu Kak. Lagipula aku sudah kenyang saat makan siang tadi” Balas Angel bohong.
Sebenarnya Angel ingin membeli popcorn dan beberapa minuman untuk menemani dirinya dalam menyaksikan film yang akan dirinya tonton bersama Zen. Namun saat ini dirinya harus berhemat dan tidak ingin mengeluarkan beberapa uang miliknya lagi, karena dipastikan saat dirinya akan membeli beberapa cemilan itu, dirinya harus membelikan juga untuk Zen.
Memang sedari tadi Angel selalu membayarkan apapun yang dia beli termasuk membayarkan makanan yang dimakan oleh Zen sebelumnya. Sebenarnya Zen ingin membayarnya makanannya sendiri, namun Angel bersikeras bahwa dirinya yang akan membayar sehingga dia lupa bahwa uangnya sudah tinggal sedikit.
“Cih... padahal aku ingin membelinya.” Balas Zen yang tidak memperdulikan perkataan Angel dan menyeret dirinya mengikuti antrian dari orang-orang yang akan membeli beberapa cemilan di sana.
Dengan perlahan antrian yang sedang diikuti oleh Zen sudah mendekati ujung, yang dimana saat ini seorang pelayan yang sudah berada diujung antrian Zen mulai menyapanya. Namun Zen mulai mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan kartu yang diberikan kepada Bari tadi kepadanya dan langsung menatap Angel.
__ADS_1
“Pesanlah apa yang kamu mau”