
Memang dalam sebuah acara besar yang saat ini mulai didatangi oleh beberapa pihak penting, bisa dikatakan ada dua orang sosok yang berpasangan yang sedang mencuri perhatian beberapa pihak yang menghadiri acara besar tersebut.
Tentu Vero sudah dipastikan akan langsung mencuri perhatian beberapa pihak karena prestasi yang dicapainya dan kecantikan dirinya. Maka dari itu, sudah dipastikan bahwa beberapa orang akan memperhatikannya, termasuk beberapa pria yang mungkin mencari kesempatan untuk merebut hatinya.
Namun ada satu pihak lagi yang menjadi bahan perhatian dari seluruh pihak dari pertemuan ini. Yaitu seorang pria yang saat ini datang bersamanya. Apalagi, yang membuat heboh acara tersebut, bahwa Vero mengakui pria yang datang bersamanya itu sebagai suaminya.
“Oh.. yasudah kalau kamu sudah mengenalnya” ucap Vero yang acuh, yang tidak mempermasalahkan perkataan pria yang mendatangi dirinya tersebut.
Tentu Vero sudah mengetahui niat sebenarnya dari pria yang saat ini mendatangi dirinya. Karena bisa dikatakan dirinya mempunyai sebuah niat terselubung, untuk mencoba menjelekan namanya atau suaminya dimata para tamu undangan yang berada di tempat ini.
Zen disisi lain juga tidak memperdulikan sosok pria yang dirinya anggap sampah itu, yang saat ini mencoba untuk memprovokasi dirinya dan Vero. Karena, Zen bisa membalaskan perbuatannya nanti, jika nanti dirinya benar-benar bertindak secara keterlaluan dan membuat Istrinya mungkin terluka akan perkataannya.
Bahkan, jika hal tersebut terjadi. Pria yang merasa percaya diri menghadapi sosok Zen tersebut, karena dirinya mempunyai seorang yang hebat saat ini berdiri disisinya, tidak akan mampu menghalangi tindakan Zen jika benar-benar pria itu akan mengamuk nanti.
“Ya... aku hanya penasaran saja, mengapa wanita berkelas sepertimu akan menikah dengan bawahan mu sendiri. Apalagi, bisa dikatakan dirinya hanya sebatas Bodyguard dari dirimu” ucap pria itu kembali, yang mencoba memancing perhatian dari keadaan sekitar tempatnya berada.
Pria itu merupakan Richard. Seorang anak konglomerat yang memang berniat mencuri hati dari sosok Vero namun ternyata gagal. Semua hal sudah dirinya lakukan, namun nyatanya dirinya tetap gagal bahkan dirinya sampai harus merasakan penderitaan saat menjalankan rencananya.
Tentu sosok Zen sendirilah yang memberikan penderitaan itu kepadanya. Mulai dari sosoknya yang merebut Vero dari dirinya, bahkan sampai melukai dirinya sangat parah dahulu, saat dirinya dengan percaya diri mencoba menyerang keberadaannya.
Namun dirinya tidak merasa takut lagi dengan sosok Zen yang bisa melukai dirinya kapan saja. Karena bisa dilihat, dirinya saat ini memiliki seorang yang menurutnya mampu untuk mengalahkan Zen, jika memang pria itu berani mencari masalah kembali dengan dirinya.
Apalagi, dengan menarik perhatian beberapa pihak yang saat ini sedang mendengar percakapan mereka, membuat Richard memutuskan untuk membalaskan semua penghinaan yang pernah dirinya alami kepada Zen, dengan menjelek-jelekkannya dimata beberapa tamu yang berada ditempat ini.
“Lalu, ada masalah jika aku menikahi Bodyguard ku sendiri?” tanya Vero, yang bertanya balik kepada pihak yang seakan mulai menyerangnya itu.
Tentu perdebatan mereka itu saat ini menjadi perhatian sekitar. Karena memang beberapa pihak cukup penasaran dengan sosok Zen yang menemani Vero ketempat ini. Jadi, disaat informasi tentang dirinya mulai dibicarakan, mereka saat ini mulai penasaran dan mendengarkan percakapan yang sedang terjadi tersebut.
Dan juga, perhatian yang saat ini sudah menuju perdebatan kearah dirinya, semakin membuat Richard senang melihatnya. Karena bisa dikatakan, rencana awalnya yang akan menghina dan menjelek-jelekkan sosok Zen bisa dikatakan mulai berhasil dirinya lakukan.
“Tidak ada yang salah. Namun, bukankah keputusanmu itu bukanlah keputusan yang tepat?” ucap Richard sekali lagi, yang saat ini terang-terangan mencoba mencari masalah dengan Vero.
Bisa dikatakan, tidak akan ada yang berani untuk ikut campur dalam masalah yang sedang diperdebatkan itu. Apalagi, sosok Richard adalah anak dari konglomerat ternama di negeri ini. Vero juga bisa dikatakan demikian, jadi beberapa pihak saat ini hanya menjadi pendengar saja dalam perdebatan tersebut.
Bahkan pihak presiden dan beberapa menteri yang datang ketempat ini, saat ini meminta untuk disediakan sebuah ruangan khusus, sambil menunggu acara ditempat ini dimulai. Karena memang, mereka juga tidak ingin ikut campur permasalahan tersebut.
__ADS_1
Bukan karena perdebatan antara para konglomerat yang mereka takutkan. Tetapi kemarahan dari sosok yang mereka tahu sedang menyembunyikan statusnya yang mereka takutkan. Tentu, mereka sangat tahu identitas pria tersebut, dan maka dari itu mereka tidak ingin mencari masalah dengan dirinya.
“Siapa bilang itu bukanlah keputusan yang tepat? Buktinya aku bahagia saat ini” balas Vero yang memang masih bersikap santai dengan semua perkataan yang dilontarkan kepadanya, oleh Richard yang semakin mencoba menekan Vero dengan kata-kata yang dirinya lontarkan.
Mendengar jawabannya kembali dijawab dengan santai, tentu membuat Richard sedikit kesal dibuatnya. Apalagi, sosok Zen yang dirinya anggap akan kesal dengan perbuatannya, seakan bersikap tidak peduli dengan semua hal yang dirinya katakan hingga saat ini.
Richard tidak menyangka, bahwa yang sedikit termakan kata-katanya malah sosok Vero yang terus menjawab perkataannya dengan santai. Namun, dirinya tidak ingin menyerah begitu saja. Richard ingin memastikan bahwa Zen akan mengalami sesuatu yang memalukan, karena bernai-beraninya mencari masalah dengan dirinya.
Apalagi, dengan sosok seorang Kultivator yang sangat kuat yang menjadi bodyguard baginya saat ini, membuat Richard merasa tidak takut lagi dengan sosok Zen jika pria itu memang benar-benar akan mencari masalah kembali dengan dirinya.
Tetapi masalahnya, Bodyguard yang keluarganya sewa untuk melindunginya seakan tidak memperdulikan tugasnya dalam melindungi Richard. Karena bisa dilihat, dirinya hanya terfokus kepada sosok Zen yang saat ini masih bersikap sangat amat santai, dan tidak memperdulikan keadaan sekitarnya.
“Tetapi, apakah kamu tidak terbebani meninggalkanku dan menikah dengan dirinya, Vero? Karena seperti yang dilihat, status suamimu itu bisa dikatakan berada jauh dengan dirimu, apalagi dengan diriku yang sudah kamu tinggalkan?” tanya pria itu sekali lagi, yang kali ini mulai terang-terangan menghina sosok Zen saat ini.
Dan begitulah akhirnya Richard menggunakan rumor untuk menyerang Vero. Sosok Richard dan Vero memang selama ini dirumorkan memiliki sebuah hubungan spesial antara mereka. Karena bisa dikatakan, Richard dengan terang-terangan mengakui Vero sebagai pujaan hatinya.
Maka dari itu, beberapa pihak menganggap bahwa Richard sendirilah yang merupakan kekasih dari Vero selama ini. Jadi, Richard ingin membingkai bahwa saat ini Vero sudah mengkhianati hubungan mereka dengan berselingkuh dengan pria yang dikenal sebagai bawahannya, dan lebih memilih dirinya.
"Meninggalkanmu? Sebaiknya kamu memeriksakan dirimu, Tuan Richard. Karena mungkin, dirimu terkena sebuah penyakit mental yang namanya delusi berlebihan" ucap Vero yang membalas perkataan dari Richard, yang tidak menyangka bawah Vero akan menyahutinya dengan kata-kata hinaan seperti itu.
"Apa maksud perk-"
Seorang pria yang terlihat sangat tampan, saat ini sudah menggandeng Istrinya mulai mendekati pihak yang saat ini terlihat sedang berseteru tersebut. Apalagi setelah mendengar perdebatan mereka, pria itu akhirnya memutuskan untuk ikut campur dalam perdebatan yang terjadi di sana.
Kedatangan seorang pria bersama Istrinya, tentu membuat beberapa pihak terkejut dengan kedatangan mereka. Apalagi, perdebatan itu akhirnya semakin memanas dengan munculnya dirinya, yang saat ini terang-terangan berada disisi Vero disaat perdebatan itu berlangsung.
Tentu mendengar pernyataan yang dirinya dengar, membuat Richard awalnya mulai mencari tahu dan ingin memarahi pihak yang mengganggu perkataannya tadi. Tetapi, sepertinya tindakannya itu harus dirinya urungkan, karena saat ini yang menyahuti perdebatan dirinya dan Vero, bukanlah pihak yang bisa dirinya singgung.
Bahkan kedua orang tuannya saja, tidak berani akan mencari masalah dengan dirinya. Apalagi setelah sebuah kesepakatan baru yang dirinya lakukan dengan sebuah perusahaan besar baru-baru ini, dan mulai meningkatkan status perusahaan dan dirinya yang semakin besar.
“Selamat malam, Tuan Bram, Nyonya Salma” ucap Vero yang menyambut kedatangan kedua pasangan itu, dan mulai menghiraukan sosok Richard yang mulai bungkam ditempatnya.
Memang Vero cukup merasa bahagia ada satu pihak yang saat ini bisa mengeluarkan dari sebuah percakapan yang menyebalkan. Jadi, dirinya saat ini langsung menyambut sosok Bram dengan sangat ramah, yang saat ini datang menuju mejanya bersama Istrinya.
“Selamat malam juga, Nyonya Vero dan Tuan Zen” ucap Bram yang sopan, dan mulai membalas sapaan dari Vero kepadanya.
__ADS_1
Kedatangan Bram, tentu semakin membuat Richard kesal. Karena bisa dikatakan, dirinya tidak menyangka bahwa pihak itu akan ikut campur masalah yang sedang dirinya buat. Apalagi, dirinya saat ini seakan tidak bisa melakukan apapun jika ada pihak Bram saat ini berada ditempat tersebut.
"Ah... dan jangan lupa untuk segera memberitahu orang tua anda atas penyakit anda, Tuan Richard. Agar mereka bisa segera mencari pihak yang bisa merawat keadaan anda" ucap Bram sekali lagi, yang balik menghina sosok Richard yang masih terpaku ditempatnya.
Mendengar perkataannya, tentu semakin membuat Richard emosi dibuatnya. Apalagi, dirinya tidak harus berbuat apa dalam menanggapi pihak yang saat ini terang-terangan menghinanya. Karena seperti yang diketahui, status mereka bisa dikatakan cukup berbeda saat ini.
“Hm... sepertinya ada kejadian bagus ditempat ini” tetapi bukan hanya Bram saja bersama Istrinya saat ini mendekat kearah meja dari Vero, melainkan sesosok pria bersama Istrinya juga mulai mendekat kearah tempat tersebut.
Dengan menggandeng empat istri yang bersamanya, pria itu akhirnya mulai ikut bergabung dalam perdebatan yang sedang terjadi di sana. Bahkan dengan sikap yang terlihat kesombongannya, dirinya dengan terang-terangan menunjukan raut wajah ketidaksukaannya terhadap sosok Zen yang masih bersikap seenaknya ditempatnya.
Melihat kedatangannya, tentu membuat Richard kembali mendapatkan angin segar untuk melaksanakan aksinya. Karena bisa dikatakan pihak yang baru datang itu, tidak ada yang berani melawannya di negeri ini. Apalagi, dengan status yang dimiliki olehnya yang merupakan putra dari orang terkaya di negara ini.
Bahkan, Richard saat ini mulai menunjukan senyum menghinanya kearah Bram yang tadi mengejeknya. Karena sosok tersebut dipastikan akan berada disisinya, dan akan membantunya dalam menghadapi beberapa pihak yang tadi menghina dirinya secara terang-terangan.
“Apa kabar sahabatku, Tristan?” sambut Richard, kepada sosok yang baru datang itu.
“Kabarku baik, Richard. Lalu apa yang sedang kalian perbincangkan sedari tadi?” ucap pria itu yang menyahuti perkataan dari Richard, dan menjelaskan posisinya yang akan berada disisi sahabatnya tersebut.
Bisa dikatakan, Richard dan pria bernama Tristan merupakan seorang teman. Apalagi, kedua orang tua mereka bisa dikatakan sangat amat dekat. Maka dari itu, sedari kecil mereka sudah saling kenal dan dekat hingga mereka beranjak dewasa.
Jadi, mendengar temannya yang dihina tadi, tentu pria bernama Tristan itu akan membantu sahabatnya. Apalagi, dengan statusnya yang sangat berpengaruh di negara ini, dipastikan dirinya akan menjatuhkan semua pihak yang berani-beraninya mencari masalah dengannya.
“Begini, sahabatku. Aku hanya memperingatkan Vero tentang sosok pria yang dirinya nikahi tadi” ucap Richard yang kembali mengungkit permasalahan Vero karena sosok sahabatnya berada disampingnya.
“Memangnya, ada apa dengan suamiku?” tanya Vero yang akhirnya mulai sedikit kesal, dengan beberapa pihak yang saat ini sepertinya mencari masalah dengan suaminya.
“Tidak ada yang salah dengan suamimu, Vero. Tetapi bisakah kamu mengajarinya dalam bersikap. Karena bisa dilihat, Bapak Presiden tadi sampai meminta sebuah ruangan khusus kepada keluargaku, karena tidak nyaman melihat kelakuannya” ucap Tristan yang menyambut perkataan Vero.
Keluarga Tristan atau keluarga terkaya di negara ini, memang merupakan pihak yang menyelenggarakan acara yang sangat besar ini. Maka dari itu, mereka bisa dikatakan seakan berkuasa ditempat ini, dan membuat Tristan selaku pewaris keluarganya bersikap sangat amat sombong.
Apalagi karena kedatangan pihak yang penting pada acara ini, membuat mereka semakin besar kepala dibuatnya. Maka dari itu, Tristan saat ini akan menggunakan kekuasaannya untuk membantu sahabatnya itu dalam menjatuhkan sosok Zen yang masih tidak peduli dengan keadaan yang terjadi.
"Ho... aku kira Pak Presiden pergi karena takut tertular penyakit dari tuan Richard" Namun, bukan Vero yang menyahuti perkataannya, tetapi Bram yang saat ini seakan tidak takut dengan pria yang baru datang tersebut.
Mendengarnya menyahuti perkataan Tristan, tentu mereka yang berada di sana cukup terkejut dibuatnya. Richard sendiri juga bingung mengapa Bram akan seberani itu, karena bisa dikatakan jika dirinya mencari masalah dengan keluarga dari Tristan, dipastikan Bram akan langsung hancur dibuatnya.
__ADS_1
“Penyakit? Apa maksud dari perkataan dirimu itu, Tuan Bram?” ucap Tristan dengan nada suaranya yang terdengar tidak senang dengan perkataan dari Bram yang menyahuti perkataannya itu.
"Ya.. Penyakit Delusi. Bukankah kalian berdua juga mengalaminya. karena selama ini kalian berdelusi bahwa kalian kaya, tetapi kalian hanya menggunakan harta kedua orang tua kalian"