
Vero dan Loa saat ini memenuhi panggilan Kepolisian yang memanggil mereka. Tentu saat ini mereka dengan langkah yang santai mulai memasuki gedung kepolisian yang mereka datangi berdua, setelah mereka akhirnya mulai turun dari mobil yang mengantar mereka ketempat ini.
Banyak wartawan yang saat ini mulai mengerumuni kedua orang tersebut saat mereka mulai turun dari kendaraan mereka. Apalagi tentu saja semua wartawan yang saat ini mengerumuni Vero ingin meminta pernyataan dari wanita tersebut, atas kasus yang sedang ramai diberitakan saat ini dan menyeret namanya.
Sikap Vero saat ini bisa dikatakan tidak seperti biasanya dan ingin segera masuk kedalam gedung dari kantor kepolisian itu dan menghiraukan semua wartawan yang sudah mengerumuni dirinya. Maka dari itu, kerumunan yang tidak puas itu semakin menekan keberadaannya saat ini.
Tetapi anehnya, saat ini sosok yang dikenal sebagai asisten pribadi dari Vero dengan mudah membelah kerumunan tersebut, agar Vero bisa segera keluar dari dalamnya. Dengan dibantu oleh pihak kepolisian yang mulai turun tangan, akhirnya mereka bisa lolos dengan selamat dari kerumunan tersebut.
"Nyonya Vero?" Hingga setelah dirinya sudah melewati pintu masuk dari gedung yang ditujunya tersebut, seorang wanita saat ini mulai menyambut keberadaannya ditempat tersebut.
"Halo Nona Santi" Dan hal tersebutlah yang membuat Vero mulai menghentikan langkahnya sejenak dan mulai menyapa balik kenalan Suaminya tersebut.
Namun anehnya, Vero merasakan sesuatu yang aneh dari gelagat wanita yang menyapa dirinya itu. Hingga akhirnya wanita itu mulai mendekat kearah dirinya dan langsung menyalami dirinya. Tentu dihadapkan dengan situasi yang menurutnya aneh tersebut, Vero hanya menerima salaman wanita itu yang sudah menyodorkan tangannya kepada dirinya.
"Semoga berhasil atas kasus anda Nyonya Vero" Dan begitulah ucapan Santi yang saat ini mulai melepaskan salaman tangannya kepada Vero dan mulai meninggalkan keberadaannya.
Tanpa menunggu jawaban dari Vero, Santi saat ini sudah mulai menghilang dari pandangannya. Tentu Vero merasakan sesuatu yang aneh dari sosok sahabat suaminya itu, hingga akhirnya dirinya memutuskan mulai melanjutkan langkahnya.
Apalagi, perbuatan wanita itu yang dirinya lakukan kepadanya juga akhirnya membuat Vero menyadari sesuatu. Bahwa saat ini wanita itu sepertinya juga sudah ditekan, karena bisa dikatakan ada salah satu gelagatnya yang membuat Vero memahami sesuatu.
Melihat sosoknya yang sudah mulai menghilang, akhirnya Vero juga akan melanjutkan langkahnya untuk segera menyelesaikan urusan yang membuatnya berada ditempat ini, sehingga dirinya bisa dengan segera keluar dari permasalahan yang membuatnya muak saat ini.
Vero memang masih merasa tenang dengan semua hal yang terjadi, hingga akhirnya dirinya sudah dibimbing kembali menuju sebuah ruangan didalam gedung kantor kepolisian tersebut. Hingga akhirnya dirinya mulai dibawa masuk kedalam sebuah ruangan yang dimana beberapa pihak saat ini sudah berada didalamnya.
"Silahkan duduk, Nyonya Vero" ucap salah satu petugas kepolisian yang berada didalamnya, kepada Vero yang baru tiba ditempat tersebut.
Vero yang seakan masih bersikap tenang dan acuh dengan apa yang terjadi, saat ini mulai mengajak Loa untuk duduk berhadapan dengan beberapa pihak yang berada ditempat tersebut. Hingga akhirnya ruangan tersebut saat ini sudah terisi oleh beberapa pihak yang sedang berseteru di sana.
Apalagi Vero seakan tidak memperdulikan bahwa saat ini apa yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berada ditempat ini, tidak melakukan prosedur yang semestinya jika memang dirinya mendapatkan sebuah panggilan dari sebuah instansi yang tugas utamanya adalah untuk melindungi masyarakat tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu putriku?" Kesunyian mulai terjadi di sana, hingga bisa dikatakan salah satu pihak saat ini mulai membuka percakapan ditempat tersebut.
Tentu perkataan itu berasal dari Thomas yang juga berada ditempat tersebut. Namun sayangnya, setelah dirinya berucap seperti itu kepada sosok Putri tirinya, Vero malah semakin mengacuhkannya dan membuatnya sedikit meradang dengan sikap wanita yang baru memasuki tempat ini tersebut.
"Sepertinya kamu masih belum memahami kondisi dirimu sekarang, Nyonya Vero" namun salah satu pihak yang berada di sana juga mulai mengeluarkan suaranya, setelah melihat sikap Vero yang seakan acuh dengan apa yang sedang terjadi.
"Hahaha... memahami? Sepertinya kalian semua yang tidak memahami apa yang terjadi kepada kalian." Hingga akhirnya Vero mulai membalas perkataan pria yang baru saja berbicara kepada dirinya tadi, sambil menunjukan bahwa dirinya sama sekali tidak takut terhadap mereka semua.
Entah didapat dari mana kepercayaan diri mereka semua yang berada di sana untuk mengalahkan dirinya ditempat ini. Apalagi, jika Vero membeberkan tentang apa yang terjadi nanti, mungkin membuat beberapa pihak yang berada di sana akan langsung berlutut dihadapannya saat itu juga.
Jadi Vero yang masih bersikap acuh dengan mereka itu, membuat beberapa pihak yang berada di sana sedikit kesal dengan sikapnya, namun mereka masih menahannya karena sebentar lagi menurut mereka wanita itu sendirilah yang akan mengubah sikapnya secara perlahan-lahan kepada mereka.
"Ho.. sepertinya anda masih bersikap sombong, Nyonya Vero" ucap salah satu pihak yang menggunakan seragam kepolisian kepada sosok Vero, setelah dirinya melihat sikapnya.
"Tentu saja, karena saya tidak merasa bersalah dengan semua tuduhan yang saya terima. Jadi, untuk apa saya menunjukkan sifat yang memelas kepada kalian" Balas Vero percaya diri menjawab perkataan pria tersebut.
"Hahh... baiklah. Kalau begitu, sepertinya anda harus mengetahui sesuatu agar anda paham dengan situasi anda saat ini" ucap petugas kepolisan itu yang mulai menyalakan layar televisi yang berada di ruangan tersebut.
Semua orang yang berada di sana merasa sangat senang dengan pemberitaan yang sedang terjadi, namun anehnya menurut mereka Vero masih merasa tenang dengan apa yang terjadi dan membuat mereka semua kebingungan dengan sikap yang ditunjukan kepada mereka.
Bahkan Vero hanya menatap pemberitaan itu masih dengan ekspresinya yang cuek seakan pemberitaan itu sama sekali tidak berarti bagi dirinya, karena bisa dikatakan Vero bisa dengan mudah membalikkan itu semua dan saat ini hanya bersabar saja untuk mengeluarkan kartu as miliknya yang bisa membalikkan semua itu.
"Baiklah Putriku, aku akan memaafkan dirimu dan tidak melanjutkan permasalahan ini lagi, jika dirimu mengembalikan seluruh saham milikku yang sudah kamu curi dari diriku?" ucap Thomas yang memutuskan untuk secara langsung menekan kondisi putrinya saat ini, yang bisa dikatakan sikapnya masihlah terkesan biasa saja.
"Curi? Bukankah dirimu yang menjualnya kepada pihak yang membeli saham itu dari dirimu? Mengapa saat ini seakan aku mencuri semua hartamu padahal kamu mendapatkan keuntungan saat menjualnya?" ucap Vero kembali yang membalas perkataan mantan Ayah tirinya itu dengan santai.
Tentu Vero sudah tidak akan menganggap lagi pihak itu sebagai ayah angkatnya. Karena bisa dikatakan dirinya sangat jijik untuk menganggap bahwa pria itu pernah menjadi sosok yang dirinya anggap sebagai orang tuanya yang selama ini dirinya kagumi selama ini.
"Sepertinya anda masihlah tidak mengetahui situasi yang terjadi, Nyonya Vero." Dan begitulah balasan yang dirinya terima atas perkataannya tadi, kepada seorang wanita yang juga berada di sana yang mengulang perkataan salah satu dari mereka tadi.
__ADS_1
Thomas, Glen, Dewi, dan beberapa pihak mantan pemilik saham dan dewan direksi di perusahaan milik Vero dahulu mulai menekan sosok Vero saat ini tentang apa yang terjadi. Namun sayangnya, Vero yang masih duduk ditempatnya masihlah tenang berada ditempatnya saat ini.
Hingga akhirnya salah satu pihak yang suaminya sering sebut kecoa, saat ini mulai memasuki ruangan itu. Jadi saat ini sudah lengkap keberadaan semua pihak yang merasa dirugikan oleh Vero, karena mereka sudah berada didalam ruangan tempat dirinya berada saat ini.
"Maafkan aku terlambat. Karena seperti yang kalian tahu, aku baru saja kembali dari pengadilan tadi" Dan begitulah ucapan pria yang baru saja masuk tersebut, dan saat ini mulai mengambil tempat duduknya bersama beberapa pihak yang memang ingin menyerang Vero ditempat ini
Ya, pria itu adalah Daniel yang juga menuntut keadilan karena perusahaan miliknya saat ini sudah berada ditangan Vero. Jadi, walaupun dirinya juga sudah menerima hasil dari penjualan asetnya oleh Istrinya, tetapi tetap saja dirinya ingin mengambil alih lagi perusahannya dan ikut bersatu dengan orang-orang yang berada di sana.
Apalagi dengan bantuan dari pihak yang mampu mengembalikan semua asetnya, membuat Daniel saat ini memutuskan untuk mengikuti rencananya yang akan menyerang perusahaan Vero, dan mungkin akan mendapatkan keuntungan dari perbuatannya tersebut.
"Hmmm... baiklah karena kalian sudah berkumpul semua, mari kita selesaikan ini dengan cepat" Hingga akhirnya Vero yang sudah muak dengan semua hal yang terjadi ditempat ini, mulai mengambil sikapnya.
Vero tahu bahwa semua orang yang berada di sana bergerak karena ketamakan mereka yang ingin sekali memeras keberadaan dirinya. Seperti yang diketahui, mereka dipastikan sudah bekerja sama dengan berbagai pihak agar mereka dapat merebut sesuatu yang ingin mereka rebut dari Vero.
Tentu bisa dikatakan semua kejadian ini dikarenakan ketamakan dari Thomas yang masih menganggap bahwa seluruh harta milik Vero merupakan miliknya. Hingga akhirnya dirinya sudah meyakinkan beberapa pihak untuk membantu dirinya dalam bersama-sama menjatuhkan Vero dan merebut hartanya.
Apalagi saat ini perusahaan Vero sudah berada dibawah sebuah perusahan terbesar di dunia ini, dan dipastikan jika mereka berhasil merebut semua hal dari dirinya, mereka akan mendapatkan sebuah keuntungan yang cukup besar jika semua yang mereka tuduhkan itu akan berhasil menjerat Vero.
"Lalu, apakah kalian tahu siapa yang membeli seluruh saham dan aset milik kalian?" tanya Vero kembali kepada beberapa pihak yang berada di sana.
Dan inilah waktu yang tepat menurut Vero untuk mengeluarkan kartu as yang dipegangnya sedari tadi, untuk mematikan langkah dari seluruh pihak yang saat ini berada disini, dan masih percaya diri untuk mampu mengalahkannya ditempat ini.
"Tentu saja dirimu bukan, yang memaksa kami menjual semua harta milik kami" balas Dewi atas pertanyaan Vero yang dirinya lontarkan kepada mereka.
"Hahh... dasar orang-orang tamak. Loa, kamu bisa memperkenalkan dirimu" ucap Vero yang menanggapi tuduhan yang dirinya terima itu, dengan memperkenalkan sosok asisten pribadinya tersebut.
Memang mereka masih belum mengetahui siapa yang sebenarnya membeli aset milik mereka dan akhirnya menjual kepada Vero. Tentu mereka tidak yakin apakah Vero benar-benar membeli semua itu, tetapi tetap saja saat ini semua aset mereka sudah berada ditangannya.
Namun walaupun mereka tidak tahu tentang siapa yang membeli semua aset milik mereka itu, tetapi tetap saja mereka cukup percaya diri untuk melawannya. Karena mereka mempunyai bukti palsu yang menguatkan tuduhan mereka, hingga mereka juga memiliki sebuah pihak yang berada dibelakang mereka dalam membantu mereka untuk melakukan aksi mereka saat ini.
__ADS_1
"Baiklah Nyonya Vero. Baiklah semuanya, perkenalkan nama saya Loa Darkin. Saya disini sebagai pihak yang mewakili pihak yang membeli semua aset milik kalian.