Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Selesai?


__ADS_3

Sesosok raksasa saat ini mulai terjatuh ketanah dengan posisi tertelungkup kebawah. Saat sosoknya sudah terperosok jatuh, sebuah energi besar bisa dikatakan terhempas dari tubuhnya dari dampak sosoknya yang sedang jatuh, karena ukuran sosok itu memang sangatlah besar dan jatuh secara cepat kebawah.


Sebuah lubang bisa dikatakan terpampang jelas pada bagian dada dari sosok raksasa yang sedang tersungkur tersebut. Namun, bisa dikatakan lubang bekas serangan itu perlahan mulai beregenerasi dan akan sembuh. Tentu melihatnya, seluruh pihak yang melawannya tidak ingin hal itu terjadi.


Zen dengan pedang Ame no Ohabari miliknya, langsung menancapkan pedangnya tepat pada bagian belakang dari sosok itu. Dengan menarik petir dari langit yang masih mendung diatasnya, saat ini dirinya akan menggunakan pedangnya sebagai konduktor penerima petir itu, sehingga langsung mengenai dan melukai sosok yang sedang tersungkur itu.


"Rasakan ini!" teriak Zen yang seakan memanggil naga berbentuk petir, untuk melesat dengan cepat kearah pedangnya.


Sebuah Sambaran yang besar langsung mengenai langsung sosok yang sedang terbaring itu. Hingga suara teriakan yang teredam oleh tanah yang ditiduri olehnya, menjadi saksi rasa sakit yang sedang dirasakan oleh Titan itu. Apalagi ternyata serangan dari Zen bukan hanya itu saja.


Dengan menghentakkan kakinya pada tubuh raksasa itu, saat ini Zen dengan perlahan mengendalikan area tanah dari bagian bawah tubuh raksasa itu dan mencoba mengubur dirinya dengan perlahan. Hingga Zen yang sudah menenggelamkan sedikit tubuh sosok itu, dengan segera membangkitkan beberapa tumbuhan untuk mengikat tubuh raksasa itu.


"Sekarang!" teriak Zen kepada adiknya.


Tanpa pikir panjang, saat ini adik-adiknya yang lain saat ini langsung menggunakan kekuatan mereka untuk memutuskan seluruh anggota tubuh utama dari monster itu. Sisa tangan dan kaki dari sosok raksasa itu yang masih sempurna, saat ini sudah berhasil diputuskan oleh seluruh adik-adik Zen.


Dengan itu raksasa itu bisa dikatakan sudah tidak berdaya lagi, karena saat ini sudah dipastikan dirinya tidak bisa melakukan apapun lagi untuk dapat melawan sosok Zen dan adik-adiknya, yang berhasil membuat dirinya tidak berdaya akan kondisinya yang sudah terlihat sangat mengenaskan itu.

__ADS_1


Namun tentu Zen tidak berhenti sampai disana saja. Dengan mencabut pedang yang sedari tadi menjadi konduktor dari petir yang terus menyambar raksasa itu, saat ini Zen mulai berdiri tepat di samping raksasa itu dan langsung menendangnya untuk membuat tubuhnya berbalik menghadap keatas. Tentu karena hal itu, saat ini tubuh Titan itu sudah menghadap keatas.


"BEEE-RE-NG-SEK KAAA-LI-AN" Dan begitulah sebuah suara normal bagi para Titan, namun menjadi sebuah suara yang keras dan lamban pengucapannya karena sosoknya yang sangat besar itu sedang memaki kearah sosok Zen dan adik-adiknya yang sudah mencederai dirinya dengan sangat amat parah.


"Jadi, apakah kamu sudah menyerah?" tanya Zen sambil mendarat tepat dibawah mata dari sosok raksasa itu dan menatap kaya dari sosok tersebut.


Karena sosok itu sibuk mencoba menahan serangan petir yang diberikan oleh Zen tadi, dirinya tidak sempat bereaksi atas tebasan yang memutuskan beberapa bagian tubuhnya dan saat ini kondisinya mulai tak berdaya, dengan sosok Zen yang sudah menatap sosok itu dengan tatapan yang sangat amat tajam kearah dirinya.


Adik-adik Zen juga kembali waspada dengan keadaanya yang mungkin akan melakukan sesuatu lagi. Apalagi mereka sudah terbang tepat di atas dari sosok yang sudah gak berdaya ditempatnya itu, setelah dikalahkan dengan telak oleh Zen dan adik-adiknya tadi.


Namun sedang asik memperhatikan makhluk yang sudah terkapar itu, sebuah sosok hitam seakan mulai keluar dari tubuh raksasa itu dan dengan cepat melesat kearah sebuah ruang yang tercipta dan masih berada di tempat itu, untuk melarikan diri dari sana karena memang dirinya sudah tidak berdaya.


Sebuah serangan cahaya saat ini dengan cepat melesat kearah sosok tersebut, hingga sosoknya yang sedang bergerak dengan cepat menuju portal untuk berpindah dimensi itu, harus terpental kebawah tanah akibat serangan yang dirinya terima. Tentu sosok itu berusaha bangkit, namun beberapa kekuatan suci mulai mengarah kearahnya.


Hujan serangan suci saat ini mulai menghujani sosok yang sudah terkapar pada tanah tempat dirinya mendarat. Apalagi adik-adik Zen tidak membiarkan sosok hitam itu bisa bergerak sedikitpun, dan terus menghujani sosoknya agar dirinya tidak bisa lagi keluar dari sana, bahkan seluruh adik-adik Zen berharap mereka bisa membunuhnya.


Disisi lain, Zen saat ini memutuskan untuk menyelesaikan keberadaan Titan yang sudah kembali menjadi sosoknya yang sudah tidak lagi kerasukan. Dengan mengangkat tinggi pedang yang dipegangnya, saat ini Zen mulai menambahkan aura kegelapan miliknya dan mulai menebas dengan cepat leher dari sosok raksasa itu untuk membunuhnya.

__ADS_1


Tidak ada halangan berarti lagi untuk Zen yang ingin membunuh sosok tersebut. Karena setelah pedangnya menghunus dan menebas sosok raksasa itu, saat ini kepalanya yang besar sudah terguling dengan mulus dan berpisah dengan tubuhnya sepenuhnya, sehingga bisa dipastikan itu adalah akhir dari sosok raksasa itu.


"Hmm... tapi sepertinya kamu berusaha untuk bangkit kembali" balas Zen yang melihat bahwa ada tindakan untuk mencoba menyatukan lagi keberadaan yang terpisah itu.


Titan memang sangat susah terbunuh kalau tidak secara langsung memusnahkan keberadaannya. Hingga akhirnya, Zen mulai melenyapkan tubuh dan kepala raksasa itu yang sudah terpisah, agar keberadaannya benar-benar musnah dari muka bumi ini selamanya. Dan begitulah akhir dari sebuah sosok yang dibangkitkan dengan menjadi boneka dari seorang pihak.


"Baiklah, lalu bagaimana dengan sosok hitam ini" balas Zen yang mulai mendekati lokasi dari hujan serangan suci kearah sosok yang keluar dari tubuh raksasa yang sudah dirinya kalahkan tadi.


Melihat Kakaknya sudah mendekat kearah sosok itu, Mikhael saat ini mulai memberikan gestur kepada adik-adiknya untuk menghentikan serangan yang mereka lakukan kepada sosok hitam itu. Hingga Zen bisa melihat dengan jelas sosok itu sudah tidak berdaya namun bisa dikatakan dirinya tidaklah tewas atas serangan yang bertubi-tubi dirinya terima.


"Hahahaha... kalian tidak akan bisa membunuh diriku dasar anak-anak sampah. Tunggu saja, aku akan bangkit lagi dan lagi, lalu akan membalaskan semua hal yang sudah kalian lakukan kepadaku" ucap sosok itu yang merasa tidak takut tentang apa yang terjadi kepadanya.


Perkataannya bisa dikatakan ada benarnya. Zen dan adik-adiknya bisa dikatakan tidak mengetahui dengan pasti cara untuk memusnahkan sosok itu sepenuhnya. Jadi sepertinya apa yang mereka lakukan hanya harus menyegel dirinya saja, agar tidak berbuat sesuatu yang akan kembali mengacaukan dunia ini beserta isinya.


Namun saat sedang asik memikirkan bagaimana cara menyelesaikan semua permalasahan ini, dengan kekuatan terakhirnya, tiba-tiba saja sebuah gerakan cepat mulai menyerang kearah sosok Zen yang berada tepat didekat sosok hitam tersebut. Zen tentu tidak memprediksi kedatangan serangan itu.


Karena memang dirinya bisa dikatakan lengah karena menganggap sosok itu sudah tidak berdaya, dan saat ini malah tangan dari sosok hitam yang berpura-pura tidak berdaya itu langsung menusuk tepat kearah jantung dari Zen, dan bisa dikatakan menembus tubuhnya sepenuhnya karena bisa dikatakan serangan itu berhasil mengenai dirinya.

__ADS_1


"KAK ZENNNNN!"


__ADS_2