
Apa yang dilakukan Santi bisa dibilang sangatlah sukses. Kerja kerasnya yang mampu membersihkan sebagian besar pihak yang memang sangat tidak pantas bekerja pada instansinya maupun instansi pemerintahan lainnya sangat sukses dirinya bersihkan.
Tentu hal ini dikarenakan proses yang dirinya lakukan untuk menguak itu semua bisa dikatakan sangat brilian, karena dirinya mampu mengorek beberapa informasi dari pihak yang sudah dirinya tangkap dan langsung menggunakan informasi tersebut untuk meringkus kembali beberapa pihak yang memang berkhianat.
Dengan mereka memberi pengakuan, akhirnya Santi bisa dengan bebas untuk terus membereskan permasalahan itu lebih dalam dan membuat dirinya mampu membersihkan instansi dari tempat dirinya bekerja dan mencoba mengembalikan fungsi sebenarnya dari instansi tersebut pada tugas yang sebenarnya.
Seperti saat ini yang dimana Santi sudah meringkus salah satu anak buahnya yang memang sangat korup, dan mulai menginterogasi dirinya. Tentu sebagai mantan detektif ternama dari pihak kepolisian, Santi dengan mudah menggunakan berbagai metode untuk membuat pihak itu berbicara.
“Ho... kalau begitu, dimana dirinya berada saat ini?” ucap Santi yang saat ini menginterogasi seorang pihak yang baru dirinya tangkap, dan saat ini mencoba mengorek informasi dari dirinya.
Bisa dikatakan setelah kondisi Ibunya sudah aman dalam pengawasan Zen, Santi mulai bertindak dengan sangat liar dalam membereskan semua permasalahan yang terjadi. Dan hal ini didukung dengan perasaan marahnya yang di mana Ibunya digunakan sebagai alat oleh mereka untuk mengancamnya.
Tentu hal itu sangat membuatnya sangat emosi, karena dirinya tidak menyangka pihak-pihak yang jahat itu malah menggunakan sosok Ibu kandungnya yang paling dirinya cintai, untuk mengancam dirinya sehingga saat ini dirinya memutuskan untuk langsung membasmi mereka secara langsung.
Maka dari itu, tidak heran pergerakan dari Santi mulai sangat bringas untuk meringkus mereka semua, apalagi dirinya mendapatkan banyak sekali dukungan agar dirinya dapat membereskan semua hal yang saat ini sedang dirinya coba tuntaskan permasalahannya.
“Baiklah, mari kita menangkapnya kalau begitu” Hingga akhirnya Santi mulai keluar dari ruangan interogasi tersebut dan langsung menuju ke arah ruangan dari pihak yang disebutkan oleh orang yang dirinya interogasi tersebut setelah dirinya mendapatkan informasi dari dirinya.
Dengan sudah mengantongi sebuah nama, tentu saat ini Santi mulai bergerak dengan cepat untuk membereskan secepatnya permasalahan itu. Hingga saat ini dirinya sudah sampai pada sebuah ruangan bersama bawahannya, dan ingin langsung menangkap pihak yang berada di dalamnya.
Namun naasnya, di saat dirinya membuka ruangan tersebut, bisa dikatakan ruangan itu sudah terlihat kosong dan tidak ada pihak yang berada di dalamnya. Tentu hal itu membuat Santi frustrasi karena saat ini dirinya tidak berhasil menangkap pihak yang harusnya dirinya tangkap.
Tentu mereka semua yang berada di sana tidak langsung untuk keluar dari sana untuk mencari keberadaan pelaku. Karena saat ini mereka mulai mencari sebuah bukti, atas pernyataan dari informasi yang mereka dapatkan tadi, dan mungkin akan mendapatkan petunjuk tambahan dari apa yang sedang terjadi ditempat ini.
“Sepertinya dirinya melarikan diri melalui jendela ruangannya, Komandan” namun disaat mereka memeriksa keadaan ruangan tersebut, salah satu anak buah Santi memperhatikan lokasi jendela dari ruangan tersebut yang terbuka dengan sangat lebar.
Santi yang mendengarnya tentu langsung bergegas menuju ke arah jendela yang terbuka tersebut, dan dirinya bisa melihat bahwa pihak yang akan dirinya inginkan untuk ditangkap itu sudah melarikan diri dari tempatnya melewati jendela tersebut.
__ADS_1
Tentu sosoknya belum menghilang sepenuhnya dari pandangan mereka, karena mungkin sosok tersebut barulah melarikan diri dari tempat ini. Maka dari itu, Vero sudah bersiap untuk bergegas mengejar pihak yang sedang melarikan diri itu dari sana.
“Cepat kejar dia!” teriak Santi yang akhirnya mulai memerintahkan bawahannya untuk mengejar pihak yang melarikan diri tersebut
Santi dan beberapa bawahannya langsung keluar dari ruangan yang mereka datangi tadi. Tentu saat ini mereka mulai melakukan pengejaran kepada pihak yang melarikan diri dari ruangannya tersebut. Bahkan Santi juga ikut serta dalam pengejaran tersebut, agar proses penangkapan pihak tersebut cepat bisa terlaksana.
“Baiklah mulai berpencar” teriak Santi yang dimana dirinya bersama bawahannya sudah berad diluar area kantor kepolisian tempat mereka bekerja, dan menyuruh seluruh bawahannya berpencar untuk membuat jalur pelarian pihak yang melarikan diri itu semakin menyempit.
Santi juga sudah berlari menuju ke sebuah arah dengan dua orang anak buahnya. Mereka terus menyelusuri tempat yang mereka tuju sambil mencari dengan detail keberadaan pihak tersebut yang mungkin juga sedang bersembunyi.
Tentu dengan menelusuri beberapa tempat dengan sangat detail, saat ini Santi dan kedua anak buahnya terus mencari keberadaan sosok tersebut yang masih belum ditemukan. Hingga akhirnya, pihak yang melarikan diri tersebut berhasil dirinya temukan dan sosoknya saat ini terlihat sedang berlari untuk mengindari kejaran beberapa pihak yang sedang mengejarnya.
“Itu dia. Cepat tangkap dirinya!” teriak Santi kepada kedua bawahan yang bersamanya, agar bersamanya untuk mengejar pihak tersebut.
Mereka bertiga tentu mengejar pihak yang melarikan diri itu setelah mereka bisa melihat sosoknya yang juga sedang melarikan diri dari mereka. Bahkan kekuatan lari dari Santi bisa dikatakan setara dengan anak buahnya yang berlari dengannya saat ini.
Jarak mereka dengan pihak yang melarikan diri itu semakin dekat saat ini. Bahkan gestur dari pihak yang melarikan diri itu mulai bingung harus berlari ke arah mana, hingga akhirnya dirinya mulai masuk ke dalam sebuah bangunan yang masih belum jadi pembangunannya.
Santi yang pada awalnya ingin langsung melumpuhkannya dengan senjata yang dipegangnya, terpaksa saat ini harus menghentikan tindakannya, karena pria itu sudah lari masuk kedalam kediaman tersebut. Dengan tidak memiliki sasaran tembak, akhirnya Santi memutuskan untuk mengejar kembali pihak tersebut.
Santi dan kedua anak buahnya akhirnya memasuki tempat itu untuk mengejarnya. Namun kali ini mereka sudah tidak berlari lagi, karena dipastikan pihak itu sudah terjebak di dalam bangunan yang belum jadi tersebut, dan mungkin sedang bersembunyi disalah satu ruangannya.
Santi mulai menelusuri berbagi ruangan dari bangunan tersebut dengan perlahan dan berhati-hati. Dengan sebuah senjata yang berada di tangannya dan ditodongkan olehnya kearah depan, saat ini dirinya fokus untuk terus mencari keberadaan pihak yang melarikan diri itu.
Hingga akhirnya sebuah ruangan terakhir akhirnya menjadi garis akhir dari dirinya. Santi dengan kedua anak buahnya saat ini seakan berhasil menemukan sosok yang melarikan diri itu, karena dirinya seakan sudah pasrah untuk ditangkap.
“Menyerahlah. Karena dirimu su-” namun belumlah Santi menyelesaikan kalimatnya, sebuah benturan benda keras bisa dirinya rasakan pada bagian belakang kepalanya, hingga akhirnya dirinya mulai tak sadarkan diri.
__ADS_1
Tentu dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun sebelum kesadaran dirinya menghilang sepenuhnya, Santi bisa melihat kedua bawahan yang bersamanya yang ternyata melakukan itu semua kepada dirinya, dan membuat Santi akhirnya tak sadarkan diri sepenuhnya.
Dan begitulah bagaimana cerita dari Santi, yang saat ini dirinya sudah terikat pada sebuah kursi pada sebuah tempat asing, yang di mana dirinya sudah diikat dengan posisi yang hanya mengenakan pakaian dalam saja yang melekat pada tubuhnya.
“Arghhh...” hingga akhirnya, sebuah pukulan lagi saat ini mulai mengenai tubuhnya, yang di mana seorang pria yang sangat senang dengan keberadaannya di tempat ini mulai menyiksanya.
“Sudah aku katakan bukan? Dirimu akan menerima sebuah akibat dari apa yang kamu perbuat” dan begitulah ucapan seorang pria yang baru saja mendaratkan sebuah bogem mentah pada bagian perutnya, dan sangat senang melihat ekspresi Santi yang sudah kesakitan.
Santi hanya bisa meringis kesakitan saat ini. Bekas luka lebam bisa dikatakan mulai memenuhi tubuhnya atas semua pihak yang mulai menyiksa dirinya. Tentu Santi tidak tahu harus berbuat apa, karena sepertinya ujung kehidupannya mulai terlihat saat ini.
Sudah tidak tahan sebenarnya dirinya menghadapi berbagai siksaan yang dirinya terima. Namun, dirinya berusaha untuk kuat karena sekali lagi bayang-bayang Ibunya yang sangat dirinya cintai saat ini mulai muncul di kepalanya dan membuatnya berusaha untuk tetap bertahan dengan semua hal yang sedang dirinya alami saat ini.
“Bagaimana menurutmu, Ian? Bukankah wajahnya dan tubuhnya terlihat bagus? Bagaimana jika kita ubah profesinya menjadi seorang pelacur saat ini” dan begitulah ucapan pria itu kembali yang mulai berbicara dengan bawahannya.
“Ide yang bagus, Tuan Jim. Apalagi sepertinya harga dari wanita ini akan mahal jika kita jual dirinya” balas bawahannya itu membalas perkataan atasannya itu.
Jim, itulah nama pria yang saat ini sedang menyiksa Santi. Sosok yang keberadaannya sangat dicari oleh Santi, bisa dikatakan keberadaannya berhasil dirinya temukan. Namun sayangnya, pertemuan mereka bisa dikatakan tidak diharapkan oleh Santi.
Tentu yang diharapkan oleh Santi adalah bahwa dirinya yang akan menjadi pihak yang menyiksa dalam pertemuan tersebut. Namun sayangnya, dirinya yang terlalu bernafsu untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ingin dirinya selesaikan, malah membawanya ke tempat ini.
“Hahahaha... mari kita lihat, apakah ekspresi keyakinan dirimu itu dalam menangkap diriku, akan berubah seiring jalannya dirimu yang akan kami perdagangkan” hingga akhirnya wajah Santi yang babak belur itu, saat ini mulai diraih dan digenggam oleh pria yang sudah menyiksanya itu.
Bisa dikatakan Santi saat ini mulai merasakan apa yang namanya ketakutan akan sesuatu. Karena sepertinya, dirinya sudah masuk ke dalam sebuah kandang predator yang akan menyantap dirinya. Tentu dirinya sama sekali tidak mengharapkan ini semua terjadi, dan dirinya berharap ada beberapa pihak yang menyelamatkannya.
Dengan tubuhnya yang mulai gemetar kedinginan bercampur dengan rasa sakit yang dirinya rasakan, dirinya berharap sebuah keajaiban terjadi kembali kepada dirinya. Karena memang, dirinya merasa tidak berdaya saat ini untuk menghadapi semua hal yang sedang dirinya jalani ditempat ini.
“Z-Zen... T-tolong aku”
__ADS_1