
Dan begitulah bagaimana Angel masing berbaring dengan lemah di atas tempat tidur apartemen yang diberikan kepadanya, dengan seorang perawat yang dengan siaga merawat keadaanya yang tidak berdaya karena tubuhnya masih berusaha menyesuaikan keadaan tubuhnya yang baru.
Tetapi walaupun tubuhnya terlihat lemah, Angel merasa sangat bahagia dengan apa yang dirinya lakukan bersama Zen, yang notabennya sudah menjadi Suaminya di saat pria itu sudah mengesahkan hubungan mereka didepan hukum dunia, tepat pada Hari ulang tahunnya yang mereka rayakan beberapa hari yang lalu.
Bahagia tentu saja, karena apa yang dilakukan Zen pada hari itu, merupakan perayaan ulang tahun yang paling membahagiakan bagi Angel selama ini. Memang bisa dikatakan dirinya sangat jarang merayakan ulang tahunnya, namun perayaan ulang tahunnya beberapa hari yang lalu merupakan perayaan yang paling spesial bagi dirinya.
"Fokus saja kesembuhan dirimu, karena setelah dirimu sudah sembuh sepenuhnya, acara pertunangan kalian akan dilakukan" Dan begitulah ucapan Vero pada sambungan telfon yang dirinya lakukan dengan Angel.
Karena Angel sudah resmi menjadi saudarinya yang baru, membuat Vero saat ini terus memperhatikan dirinya. Apalagi Angel harus menjalani siklus sakitnya di saat beberapa hukum dunia beranjak dari tubuhnya itu dengan sendirian, dan hanya ditemani beberapa perawat dan seorang malaikat maut yang merupakan sahabatnya.
Maka dari itu, Vero sering menghubungi wanita itu, karena saat ini dirinya juga Istri dari Zen tetapi keberadaannya yang paling jauh diantara mereka. Maka dari itu, Vero harus menyempatkan diri untuk terus mengawasi keadaan dirinya yang masih berjuang melawan tubuhnya yang masih menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.
"Iya, Kak Vero. Aku akan sepenuhnya beristirahat hingga kondisiku benar-benar pulih" balas Angel dengan nadanya yang lemas, tetapi masih berusaha menjawab perkataan dari Vero, sebelum mereka akhirnya menghentikan percakapan mereka tersebut.
Angel lalu meletakan kembali ponselnya pada meja yang berada disebelah tempat tidurnya. Apalagi dirinya masih merasakan kebahagiaan dengan apa yang dirinya alami, bahkan dirinya mulai mengingat kejadian yang terjadi pada malam dirinya di resmikan menjadi Istri dari Zen.
Balkon tempat tinggalnya bisa dikatakan menjadi saksi kegiatan tersebut, yang dimana disaat dirinya sedang merayakan ulang tahunnya bersama pria yang dirinya cintai, Zen langsung mengajaknya berdiri disana dan mereka berdua saling menatap.
Tentu pada awalnya Angel dikejutkan dengan ajakan Zen yang menginginkannya untuk menjadi Istrinya. Bahkan Angel sampai menangis haru pada saat itu disaat dirinya menjawab perkataan Zen dengan kesediaan dirinya atas permintaannya itu.
“Aku, Zen Gwillyn, sang penguasa Neraka dan Anak tertua dari sebuah Keagungan. Dengan ini menyatakan bahwa aku memilih Angela Kell sebagai Istriku. Dengan izin dari hukum dunia, aku akan membatalkan semua hukum dunia yang berlaku kepadanya, dan membuatnya menjadi Istri dari Sang Pemilik Kuasa utama dari semesta ini”
Hingga begitulah akhir perkataan Zen yang resmi menyatakan hubungannya didepan hukum dunia, sebelum mereka saling berciuman pada malam yang indah itu, dengan ditemani beberapa kembang api yang mulai menghiasi langit malam yang sangat indah bagi Angel pada saat itu.
__ADS_1
“Ya... aku sangat bahagia sekarang” dan begitulah ucapan Angel yang memutuskan untuk kembali beristirahat, setelah dirinya puas mengenang kenangan manis dirinya bersama Zen, pada malam indah yang menjadi kenangan manisnya itu.
Di sisi lain, Vero juga sudah menyudahi panggilan yang dirinya lakukan dengan Angel karena dirinya juga harus mengurus sosok Santi yang keadaannya bisa dikatakan sebelas dua belas dengan Angel. Apalagi dirinya juga mengalami siklus baru pada tubuhnya untuk menyesuaikan dirinya.
Memang Axillia bisa dikatakan tidak terdampak sama sekali atas hilangnya beberapa hukum dunia pada tubuhnya, dan Kelly yang bisa melewati masa penyesuaian tubuhnya dengan cukup cepat, karena mereka merupakan Elf dan Seseorang yang merupakan manusia setengah Dewa.
Maka dari itu, karena sosok Santi yang hanya manusia biasa, saat ini dirinya mengalami situasi yang sama dengan Angel. Bahkan Vero bisa dikatakan mengalami hal yang sama, disaat dirinya mengesahkan hubungannya dengan Zen. Dan hal itulah yang membuat Vero saat ini mencoba untuk memastikan keadaan mereka akan baik-baik saja.
"Ya... yang terpenting semuanya sudah terkendali" dan begitulah ucapan Vero yang sudah selesai menghubungi sosok Angel yang menjalani penyesuaian tubuhnya sendirian.
Memang Vero juga didapuk sebagai Istri utama dari rumah tangga yang dirinya lakukan dengan suami dan saudari-saudarinya yang lain. Walaupun dirinya merasa mereka tidak perlu untuk membuat sebuah hirarki dalam rumah tangga mereka, tetapi Istri dari Zen yang lainnya setuju menjadikan dirinya menjadi Istri utama atau yang memimpin mereka.
Tentu hal tersebut karena dirinya merupakan Istri pertama dari Zen dan dirinya juga sudah menjalani kehidupannya dengan Zen paling lama diantara mereka. Maka dari itu, membuat dirinya menjadi Istri utama memang sangatlah cocok, karena semua hal yang sudah dirinya lalui bersama Zen.
Walaupun memang pernikahan mereka pertama kali bisa dikatakan hanya pernikahan kontrak, tetapi tetap saja pada saat itu mereka sudah saling berhubungan dan membuat Vero menjadi pemimpin atau pihak yang dijadikan Kakak tertua dari rumah tangga tersebut.
Memang hubungan Ha Rin dan Zen belumlah mereka resmikan, tetapi Zen sudah berjanji kepada Ha Rin akan menjadikan dirinya Istrinya, sehingga membuat Ha Rin juga sudah masuk kedalam keluarga mereka, karena dirinya hanya menantikan proses Zen yang akan meresmikan hubungan mereka saja.
Namun masalahnya, sepertinya saudari barunya tersebut sedang mengalami masalah yang besar saat ini, bahkan masalah itu bisa dikatakan disebabkan oleh Zen sendiri. Maka dari itu, Vero berharap dirinya dengan segera menyelesaikan semua permasalahan itu.
"Kabar tentang skandalnya semakin menjadi, Nyonya" balas Loa yang saat ini juga masih setia berada didekat wanita yang harus dirinya layani itu.
"Lalu, dirinya masih belum menghubungi pihak Darkness Company yang ada di sana?" tanya Vero kembali, yang masih penasaran dengan kondisi dari wanita yang dikenal sebagai Jane itu.
__ADS_1
"Dirinya memang sudah menghubungi mereka, Nyonya. Tetapi anda bisa mengetahui sendiri, bahwa kita juga tidak bisa asal dalam ikut campur dalam permasalahan tersebut, apalagi jika hal tersebut ada sangkut-pautnya dengan sebuah kontrak" balas Loa yang menjelaskan tentang status dari Ha Rin pada saat ini.
Skandal kencan dirinya dengan sosok Zen memang masih menghebohkan jagat Maya hingga saat ini. Apalagi karena identitas dari sosok pria yang bersamanya dan diisukan memiliki hubungan dengannya itu, masihlah belum diketahui oleh siapapun karena keberadaan Zen dalam skandal itu masih tidak diketahui oleh siapapun.
Maka dari itu, banyak pihak mulai berspekulasi tentang skandal tersebut dan saat ini sosok Ha Rin atau Jane menjadi bahan perbincangan yang hangat atas skandal yang terjadi itu, apalagi banyak pihak mulai berspekulasi dengan liar atas sosok dari pria yang bersamanya dan kedapatan sedang berkencan dengan dirinya itu.
"Cih... aku harus menghubunginya kembali untuk dengan segera menyelesaikan permasalahannya. Apalagi nama Suamiku mulai dihina banyak orang saat ini" ucap Vero yang memang tidak terima pemberitaan tentang suaminya mulai memanas dengan mulai menjelek-jelekkan dirinya.
Walaupun sosok Zen pada skandal itu tidak diketahui, tetapi pemberitaan liar tentangnya semakin menjadi. Contohnya saja adalah dirinya banyak dituduh sebagai pria bayaran, pengusaha yang membeli sosok Ha Rin, dan sebagainya karena hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Ha Rin dalam menjelaskan skandal tersebut.
Tentu melihatnya, membuat Vero tidak ingin pemberitaan itu semakin menjadi dan membuat nama suaminya semakin buruk. Karena walaupun tuduhan tersebut tidak dikatakan secara langsung kepada Zen, tetapi Vero tidak terima jika sosok suaminya yang sangat dicintai akan dituduh seperti itu dalam pemberitaan yang terjadi dan sedang panas saat ini.
"Nyonya bisa tenang, karena setelah Nona Ha Rin menyelesaikan urusannya dengan agensinya sekarang, barulah kita menjalankan rencana kita" balas Loa yang menyuruh atasannya itu untuk bersabar, karena Ha Rin juga sedang berjuang dengan caranya saat ini.
Tentu ada penyebabnya pemberitaan itu sengaja dibuat semakin dibuat liar. Apalagi Ha Rin dan Zen yang notabennya sudah merencanakan berbagai rencana atas kejadian yang mereka alami, sehingga kondisi inilah yang terjadi, walaupun Vero sebenarnya sangat tidak menyetujui cara tersebut.
Tentu hal itu mengorbankan nama baik suaminya, namun keputusan suaminya sudah bulat sehingga Ha Rin mulai menjalankan rencana yang sudah dirinya dan Zen buat, dan Vero hanya tinggal menunggu untuk melanjutkan rencana mereka, karena untuk melengkapi rencana tersebut dibutuhkan keberadaan dirinya untuk melengkapinya.
"Ya... baiklah. Tetapi pastikan dirinya menyelesaikannya dengan cepat, karena aku tidak mau hal ini terus terjadi dan malah semakin berlarut keadaanya" balas Vero yang hanya menerima keadaan yang terjadi saat ini.
Hingga akhirnya dirinya mulai mengurusi permalasahan terkahir yang harus dirinya lakukan, yaitu persiapan pertunangan suaminya dan Istri-istri barunya. Apalagi dirinya harus mendiskusikan berbagai hal dengan Istri dari adik-adik suaminya untuk menyempurnakan acara yang bisa dikatakan penting itu.
Untuk mengesahkan hubungan mereka, pertunangan kerajaan akan menjadi solusi untuk mengesahkan hubungan mereka. Maka dari itu, Vero saat ini mulai membantu saudari-saudarinya yang lain untuk mempersiapkan semuanya, karena saat ini Vero merupakan akses terdepan penghubung antara Zen dengan Saudaranya dan bawahannya.
__ADS_1
Maka dari itu, saat ini Vero dengan bantuan keluarganya yang lain, berusaha mempersiapkan semua hal untuk acara penting yang akan dilakukan oleh suaminya dan saudari-saudari barunya. Apalagi saat ini acara tersebut bisa dirinya persiapkan dalam waktu yang tidak terlalu terburu-buru, karena saat ini beberapa saudari barunya masih berusaha menyesuaikan tubuh mereka dengan kondisi yang baru.
"Kalau begitu, mari kita selesaikan semua urusan ini, Loa"