Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Sangat Mengejutkan


__ADS_3

Pride merupakan Deadly Sin terakhir yang hidup bersama Kakaknya. Namun karena Kakaknya harus menjalani siklus aneh dari kaumnya, membuat Pride mau tidak mau mengambil posisinya menjadi pemimpin dari seluruh adik-adiknya yang harus menjalani kehidupan mereka di muka bumi ini.


Masalahnya satu persatu adiknya malah mulai masuk kedalam siklus yang paling diwaspadai oleh seluruh pihak yang berada di keluarga mereka, yaitu The Trap Of Darkness. Keadaan mereka saat ini semakin menyudutkan Pride karena dirinya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi setelah mereka mengalami hal itu.


Mau tidak mau, Pride harus menjalankan misi terkahir mereka untuk bisa bertahan hidup dan tidak akan membuat kacau dunia ini, karena keberadaan mereka yang bisa dikatakan akan memburuk karena mereka mulai terbawa dengan sifat asli mereka.


Dan begitulah bagaimana rencana membuat mereka seolah-olah bereinkarnasi tercipta. Memang jika Deadly maupun Heavenly Sin meninggal, mereka dipastikan tidak akan lagi bereinkarnasi dan akan sepenuhnya menghilang atau lenyap dari seluruh jagat semesta ini.


Hal ini bisa dilihat disaat Ayah mereka Sang Pencipta yang bisa dikatakan sudah meninggal sepenuhnya, dan keberadaanya hingga saat ini tidak akan kembali lagi karena memang sosoknya akan lenyap sepenuhnya di muka semesta ciptaannya ini.


Hingga akhirnya seluruh Deadly Sin mempunyai cara agar mereka bisa terus hidup tanpa harus menjalani siklus The Trap Of Darkness, yang lama siklusnya bisa sampai ribuan tahun lamanya seperti Kakak mereka yang pada saat itu saja, dirinya masih menjalani siklus yang sangat aneh itu dan masih berusaha menghilangkannya.


"Benarkah, memangnya kapan kita pernah bertemu?" Hingga Zen akhirnya mulai bertanya kepada Axillia yang saat ini akan menceritakan bagaimana caranya dirinya mempunyai berkah ikatan terhadap Zen, karena memang mereka sama sekali belum pernah bertemu satukalipun.


Siklus yang harus dijalani oleh Zen memaksa seluruh adiknya membuat Zen untuk masuk kedalam siklus tidur panjangnya agar dirinya bisa memuaskan sisi negatifnya, dan keberadaannya tidak mengacaukan dunia ini dari sisi negatifnya yang memang sedang menyebar itu.


Tetapi ternyata ada sesuatu yang membuat mereka harus terus mengawasi keberadaan Zen. Karena walaupun dirinya sudah masuk kedalam siklus tidurnya agar dirinya tidak terbawa dengan sisi negatif miliknya, tetapi aura negatif tersebut tetap tersebar dari dalam tubuhnya dan menyebar ke seluruh dunia.


Maka dari itu, Pride dan adik-adiknya yang lain mulai saling bergantian untuk mencegah aura negatif itu keluar dari tubuh Kakaknya, dan malah menyebar lalu membuat dunia ini kacau sehingga apa yang dilakukan oleh Kakaknya itu bisa dikatakan sia-sia saja.


Semua berjalan dengan sangat lancar pada awalnya. Zen sudah tenang dalam status hibernasi yang entah kapan dirinya menyelesaikannya, dan adik-adiknya akhirnya mulai melanjutkan kehidupan mereka sambil menantikan rencana mereka itu akan muncul dan membuat mereka nantinya akan bertindak.


Namun masalah terjadi beberapa ratus tahun kemudian. Yang dimana kekacauan portal acak mulai terjadi dan membawa seluruh mahluk mistik mulai mengacaukan dunia ini. Dengan keberadaan mereka yang muncul melalui bencana portal yang membawa mereka ke dunia ini, bisa dikatakan keadaan mulai berubah sepenuhnya.

__ADS_1


Beberapa keberadaan mahluk mistik memang bisa dikatakan sangat jahat, dan membuat adik-adik Zen memutuskan mencari cara agar keberadaan Kakak mereka yang sedang dalam status ketidakberdayaan itu tetap aman dan tidak akan diganggu oleh berbagai pihak.


Apalagi satu-persatu dari mereka, akhirnya mulai masuk kedalam siklus aneh dari keluarga mereka yang sudah mulai menggerogoti kehidupan mereka yang tentram dan damai di dunia ini. Sehingga keadaan tersebut membuat mereka sudah tidak mampu untuk melanjutkan kehidupan mereka kembali di dunia ini.


Dan begitulah bagaimana Axillia mulai masuk dalam cerita tersebut dan bertemu untuk pertama kalinya dengan sosok Zen. Para Elf memang dikenal sebagai mahluk mistik terkuat karena kemampuan mereka yang sangat amat menakjubkan, terutama dalam hal membuat sebuah artefak sihir.


Tentu karena keberadaan adik-adik Zen yang sudah menipis keberadaan mereka, membuat mereka membutuhkan sosok penjaga yang akan menjaga sosok Kakaknya itu, jika sewaktu-waktu mereka semua tewas karena berusaha untuk mencegah aura negatif mereka menguasai diri mereka sendiri.


Memang mereka bisa menugaskan pada malaikat maut, tetapi kekuatan mereka sangat tidak cukup untuk bisa melindungi Zen, sambil mencoba mencegah aura negatifnya itu yang terus keluar dan bocor agar tidak menyebar kemana-mana.


Hingga akhirnya muncul seorang Elf muda yang mampu menyelesaikan permasalahan mereka karena dirinya mau membantu pihak Deadly Sins untuk membuat keberadaan dari Zen menghentikan aura negatif yang terus dirinya keluarkan karena sosoknya masuk kedalam siklus aneh tersebut.


"Ya... saya yang membuat artefak untuk anda, agar keberadaan anda tetap tersembunyi dan aura negatif yang anda keluarkan itu tidak bocor keluar dan menyebabkan kekacauan di dunia ini" Dan begitulah balasan yang diterima oleh Zen, disaat Axillia sedang menjelaskan kapan dirinya bertemu Zen untuk pertama kalinya.


Apalagi Hal tersebut membuat mereka takut bahwa nanti jika mereka semua tewas tidak ada yang mampu untuk mencegah aura negatif milik Kakaknya itu untuk menyebar, apalagi saat itu Lust akhirnya mulai memunculkan tanda-tanda bahwa dirinya akan menjalani siklus The Trap Of Darkness.


Maka dari itu mereka mulai mencari keberadaan pihak yang mampu membantu mereka menghentikan aura negatif yang keluar dari tubuh Kakak mereka yang situasinya tidak boleh untuk ditemukan oleh siapapun. Maka dari itu Axillia dimintai tolong oleh Pride untuk membantu mereka menyembunyikan keberadaan Zen.


Dan disitulah benih-benih cinta muncul dari dalam diri Axillia disaat dirinya harus membuat berbagai artefak untuk Zen, agar menyembunyikan keberadaannya dan aura negatifnya yang terus keluar dari dalam tubuhnya, yang bisa menyebar kapan saja ke penjuru dunia jika tidak dengan segera diatasi.


Memang membutuhkan artefak khusus untuk mencegah aura negatif yang sangat besar itu untuk menyebar, dan hal itu membutuhkan waktu untuk membuatnya. Sehingga bisa dikatakan mereka berdua sering bertemu dan Axillia mulai menumbuhkan benih-benih cinta kepada Zen yang pada saat itu menjelma sebagai seorang pangeran tidur.


Masalahnya Pride ternyata juga menumbuhkan perasaan sukanya kepada Axillia pada saat itu, karena memang wanita itu terus didampingi oleh dirinya sendiri dalam merawat kondisi dan membuat beberapa artefak untuk Kakaknya yang sedang tertidur tersebut.

__ADS_1


Dan begitulah kisah cinta segitiga antara mereka, hingga akhirnya Pride menemukan pihak yang mampu membawa semua benih kehidupan dirinya dan adik-adiknya, dan nantinya akan memberikannya kepada Zen dan bisa membangkitkan mereka kembali.


Pada awalnya, untuk membangkitkan para Deadly Sins memang mengharuskan mereka untuk dilahirkan menjadi sosok yang baru. Hingga Pride yang membawa benih kehidupan adik-adiknya mungkin akan meminta keberadaan Dewa untuk membantunya.


Apalagi hanya tubuh mereka saja yang bisa dikatakan sanggup membawa benih-benih energi ini pada rahim mereka dan tinggal menunggu Zen membangkitkan mereka dengan cara membuahi benih-benih itu didalam rahim mereka nantinya.


Namun Pride menemukan solusi yang lain atas permasalahan tersebut, yaitu dirinya akan menanamkan benih-benih adiknya kedalam rahim dari Axillia karena terlihat bahwa wanita itu sangat mencintai Kakaknya dan hal itu akan menjadi hal yang sangat tepat.


Apalagi dirinya juga sangat yakin bahwa Axillia merupakan pihak yang tepat dan mampu untuk mengandung mereka semua, dan nantinya Axillia dan Zen akan sangat sanggup merawat keberadaan mereka yang sudah lahir kembali setelah dihidupkan oleh Zen kelak.


"Hmmm... jadi begitu ceritanya. Apalagi ternyata ada alasan khusus bahwa energi kehidupan adik-adikku dan diriku berada didalam rahimmu." balas Zen.


"Benar, Tuan Sloth. Maka dari itu Pride dan saya memutuskan untuk membawa benih ini dan menunggu keberadaan anda untuk menemukan keberadaan saya" ucap Axillia yang akhirnya menyelesaikan sepenuhnya kisahnya tersebut.


Akhirnya Zen sudah mengetahui dengan pasti mengapa Axillia yang membawa sesuatu yang dicarinya selama ini. Bahkan dirinya sampai tahu bahwa tata cara rencana dari adik-adiknya untuk membangkitkan lagi keberadaan mereka adalah, Zen harus menghamili sosok yang membawa benih-benih energi tersebut didalam rahim yang membawanya.


"Tapi, bukankah Pride membuat sebuah segel untuk mencegah aura negatif dari inang energi kehidupan itu menggerogoti dirimu. Tetapi mengapa dirimu malah terkontaminasi oleh aura negatif tersebut dan aku melihat bahwa segel yang menyegelnya sudah hancur?" tanya Zen kembali, karena seharusnya Axillia hanya membawa benih itu tanpa terkena efek samping yang dialaminya seperti tadi.


Tentu Axillia tidak langsung menjawab perkataan dari Zen, hingga dirinya mulai menatap seorang wanita yang mulai menunduk setelah Zen bertanya sesuatu kepada Axillia. Zen tentu bingung dengan keadaan tersebut, karena dirinya melihat sepertinya kejadian itu ada angkut pautnya dengan adik iparnya.


Tetapi dirinya masih bingung, apa hubungannya segel untuk mencegah aura kegelapan yang keluar dari inang energi itu yang menggerogoti tubuh dari Axillia, dengan adik iparnya yang saat ini sudah menunduk dan tidak berani mengangkat kepalanya memperhatikan pembicaraan yang dilakukan oleh Zen dan Axillia ditempat ini.


Hingga Axillia yang sudah duduk di samping dari wanita yang selama ini dirinya rawat itu, mulai menggenggam tangan dari wanita itu, dan saat ini mulai menatap Zen dan akan menjabarkan apa yang sebenarnya terjadi kepada wanita itu, sehingga dirinya bisa bersama dirinya dan melarikan diri dari suaminya.

__ADS_1


"Karena, sebelum Tuan Lust mengorbankan dirinya atas penyakit yang menyerang dirinya, dirinya malah sudah terbawa oleh sisi negatif miliknya dan malah memperkosa Ottavia"


__ADS_2