
Ledakan demi ledakan mulai terjadi saat ini. Apalagi suara ledakan yang terus terdengar tersebut seakan menandakan tewasnya beberapa Vampire yang terus terbunuh saat ini. Tentu atas kejadian itu peperangan yang terjadi di sana bisa dikatakan semakin intens karena peperangan tersebut benar-benar sangat menghancurkan intensitasnya.
Apalagi selain ledakan yang saat ini terjadi, bisa dilihat juga Para Dewa yang sudah menggunakan kemampuan mereka secara penuh dalam melawan berbagai musuh mereka saat ini. Dan begitulah mengapa peperangan itu sangatlah intens jalannya karena saat ini berbagai jenis kekuatan mulai saling berbenturan.
Untung saja sebuah pelindung yang mengisolasi wilayah peperangan tersebut bisa dikatakan mampu mencegah apa yang terjadi didalamnya untuk tidak keluar. Karena jika saja apa yang terjadi didalam mulai menyebar, bisa dipastikan kehancuran sekitar tempat ini bahkan mungkin akan meluas menjadi satu negara ini yang akan mengalami sebuah kehancuran.
"Cepat perbaiki beberapa bagian pelindung yang mulai rusak" dan begitulah ucapan dari Amaterasu yang masih fokus dalam melakukan tugasnya, dan memimpin beberapa pihak yang memang bertugas menjaga pelindung itu agar tetap terjaga keutuhannya.
Tentu dirinya tidak ingin apa yang terjadi didalam wilayah itu akan menyebar keluar, karena bisa dibilang wilayah didalam pelindung yang mengisolasi tempat itu mulai hancur sepenuhnya, apalagi setelah keterlibatan sosok pria yang mulai menyerang seluruh pihak yang berada di sana membabi-buta.
Bisa dikatakan tindakan Zen mulai berubah sepenuhnya saat ini, karena terlihat dari raut wajahnya saja bisa dikatakan pria itu sangat bersemangat dalam membantai beberapa pihak yang dilawannya. Tidak seperti Para Dewa yang bisa dikatakan tidak terlalu beringas dalam melakukan perlawanan mereka dalam peperangan tersebut.
Dan hal tersebutlah yang saat ini dirisaukan oleh Amaterasu disaat melihat pertempuran yang dilakukan oleh Zen. Karena bisa dikatakan dirinya sangat takut bahwa pria itu terlalu percaya diri melawan musuhnya hingga membuatnya lengah, dan malah akhirnya akan mencelakai dirinya nantinya.
"Semoga tidak akan terjadi sesuatu yang buruk kepada dirimu, Zen" ucap Amaterasu yang memang selain fokus menjaga pelindung tempat ini agar tetap utuh, tetapi dirinya juga sangat fokus dalam memperhatikan seorang pria yang mulai melakukan penyerangan dengan sangat beringas.
Zen bisa dikatakan menjadi sosok garda terdepan dari peperangan yang terjadi tersebut. Tubuhnya yang seakan kebal akan apapun itu mulai membabi-buta mengalahkan sebuah ras yang sangat dirinya benci di dunia ini. Bahkan tidak memperdulikan ledakan yang mengenai dirinya, Zen dengan brutal mulai menghabisi satu persatu ras tersebut.
Tentu tidak ada yang bisa berbuat banyak disaat Zen melakukan tindakannya itu. Karena baik dari pihak Dewa dan Loki seakan tidak berani mendekat kearah Zen yang seakan berperang dengan memasuki sebuah tempat yang membahayakan dan membuat kekacauan di sana.
Apalagi ledakan yang diciptakan oleh para Vampire saat ini menjadi senjata makan tuan bagi mereka semua. Karena saat ini Zen malah menggunakan kemampuan mereka untuk membunuh masing-masing dari Ras Vampire yang saat ini memang melawan dirinya.
"Hahaha.... bagaimana rasanya diledakkan oleh rekan kalian sendiri?" ucap Zen yang merasa senang, karena setelah dirinya membunuh seorang Vampire, tubuh Vampire yang dirinya berhasil bunuh itu akan dirinya lemparkan kearah Vampire yang masih hidup untuk menyerang keberadaan mereka.
Sehingga saat ini bisa dikatakan Zen menggunakan para Vampire untuk membunuh kaum mereka sendiri, yang bisa dikatakan peperangan itu sudah sangat terlihat kebengisan seorang pihak yang sangat amat bahagia melakukan semua hal yang sedang dirinya lakukan ditempat ini.
Tidak ada ampun bagi Para Vampire saat ini, karena Zen yang saat ini menarik lidah seorang Vampire seakan menarik sebuah pin pengaman dari sebuah granat, langsung melemparkan sosok yang sudah dirinya tarik lidahnya itu kearah Para Vampire yang bisa dikatakan langsung meledak karena ulah dari Zen.
"Ini jangan lupa jantung temanmu juga" teriak Zen kemudian yang seakan sedang melemparkan sebuah granat kearah Para Vampire yang saat ini terus mengerumuni dirinya dalam peperangan ini.
Bisa dikatakan tehnik yang disebut dengan ledakan darah, yang dimana darah dari Vampire akan dipasangkan sebuah skill yang akan mengubah Vampire menjadi sebuah bahan peledak yang dahsyat, bahkan mampu melukai para Dewa jika mereka tidak hati-hari dalam menghadapinya sangat tidak berguna dihadapan Zen.
__ADS_1
Memang kemampuan itu cukup ampuh kepada beberapa pihak salah satunya Para Dewa. Maka dari itu, bisa dikatakan Loki menggunakan tehnik itu sebagai Kartu As miliknya dalam peperangan yang sedang terjadi ditempat ini.
Namun sayangnya, apa yang dilakukan oleh Zen kepada mereka seakan membuat tehnik tersebut tidak berarti, karena Zen dengan sangat beringas bisa dikatakan sangat menikmati membantai beberapa pihak yang memang sosok mereka sangatlah dirinya benci, karena selalu saja menjadi masalah dengan dirinya.
Masalahnya, tehnik mereka saat ini malah digunakan Zen untuk balik melawan seluruh pihak yang berada di sana. Maka dari itu, peperangan yang awalnya dianggap seimbang itu, mulai berubah sepenuhnya menjadi berat sebelah atas ulah Zen yang sangat amat liar dalam peperangan ini.
"Sial, kalau seperti ini terus kita akan kalah sepenuhnya" hingga Loki yang melihat kebengisan dari Zen itu mulai bereaksi atas apa yang sudah dilakukan olehnya.
Ada lima Raksasa dari Ras Giant yang berhasil dibangkitkan oleh Loki. Tubuh mereka bisa dikatakan setinggi bangunan hotel 30 lantai namun pergerakan mereka bisa dikatakan sangat amat cepat, dan tidak ada yang menyangka bawah mahluk sebesar itu akan bisa bergerak secepat itu.
Dalam pertarungan tadi, Zen saja sampai kewalahan disaat melawan mereka pada awalnya. Apalagi bukan hanya tubuh mereka yang besar dan mempunyai gerakan yang sangat lincah, tetapi tubuh mereka yang besar itu saja sangat mengganggu Zen dalam melawan mereka.
Tentu sangat susah menebas sesuatu jika ukurannya sebesar itu. Jadi sedari tadi Zen sudah mencoba berbagai cara untuk mengalahkan mereka, salah satunya menebas anggota tubuh mereka hingga putus. Masalahnya, hal itu sangatlah susah untuk dilakukan oleh Zen karena ukurannya sangat amat besar.
Walaupun dirinya beberapa kali berhasil melakukannya, tetapi hal itu belumlah cukup untuk menghalangi tindakan mereka yang bisa meregenerasi tubuh mereka kembali. Apalagi pada setiap Ras Giant yang bangkit itu, mereka memiliki keunikan tubuh mereka masing-masing yang semakin membuat pertarungan Zen tadi cukup kesulitan.
Dari kelima Ras Giant yang sudah bangkit itu, bisa dikatakan mereka semua merupakan leluhur dari semua tipe Ras Giant yang pernah ada. Froze Giant, Lava Giant, Rock Giant, Tornado Giant dan Thunder Giant saat ini merupakan lima pilar Giant yang menjadi cikal bakal dari ras yang sudah punah tersebut.
Maka dari itu, saat ini pengulangan pertarungan antara Zen dan kelima Ras tersebut bisa dikatakan akan dimulai sebentar lagi. Namun saat ini keadaan bisa dikatakan berbeda, karena kali ini Zen tidak akan lagi melakukan pertahanan, melainkan akan menyerang mereka membabi-buta
"Ho.. Akhirnya mereka datang ya..." Dan begitulah gumaman Zen yang sudah berdiri dengan mantap ditempatnya, dan bersiap memulai ronde kedua dari pertarungan yang akan dirinya lakukan dengan Para Giant tersebut.
Retakan dikakinya mulai terjadi lagi, hingga saat ini dengan cepat retakan itu mulai terbelah dan mencoba menjebaknya. Tentu dengan tindakan cepat Zen mulai menghindar dari retakan yang melebar tersebut, hingga sebuah petir yang sangat besar mulai menyambar kearahnya setelah dirinya teralihkan saat sedang menghindar.
Beberapa pihak yang berada di sana, bisa melihat dengan jelas bahwa Zen terkena serangan petir tersebut. Bahkan serangannya yang Dahsyat bisa dikatakan langsung membuat tempat itu porak-poranda kondisinya hingga banyak debu mulai menutupi area tempat dimana Zen terkena serangan tersebut.
Namun sayangnya mereka tidak tahu apakah Zen masih selamat atau tidak atas serangan yang dirinya terima tersebut. Apalagi setelah itu, dari dalam retakan yang tadi tercipta dan membuat Zen teralihkan, langsung keluar semburan Lava yang sangat panas dari dalamnya, sehingga membuat keadaan di sana langsung tidak kondusif.
"Zen!!!!!" Hingga teriakan dari Amaterasu yang menggelegar saat ini mulai terdengar dengan keras saat melihat serangan tersebut, dan keberadaan Zen yang terkena serangan tadi seakan tidak bisa ditemukan.
Seorang sosok yang memandang dari kejauhan juga cukup panik melihat hal tersebut. Namun sesaat kemudian
__ADS_1
setelah semua dampak dari serangan yang terjadi itu mulai menghilang, sosok Zen yang masih berdiri tegak sambil tersenyum ditempatnya saat ini bisa dikatakan sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yang dirinya alami tadi.
Entah bagaimana dirinya berhasil menghindari semua serangan yang dirinya terima tersebut. Namun yang membuat semua orang lega, bahwa kondisinya bisa dikatakan baik-baik saja dan saat ini dirinya sudah berdiri dengan santai ditempatnya, yang berada tidak jauh dari pusat serangan yang mengincar dirinya tadi.
"Baiklah, sekarang Giliran diriku" dan begitulah ucapan dari Zen yang mulai menghilang dari tempatnya berada tadi, dan mulai membalas perbuatan Para Giant tersebut.
Tentu melihatnya menghilang semua pihak saat ini mulai mencoba menemukan sosoknya. Namun entah mengapa, keberadaannya saat ini tidak bisa ditemukan, hingga Zen saat ini sudah berada tepat dibelakang dari sebuah raksasa yang cukup terkejut dengan kecepatan Zen yang tidak bisa dirinya lihat pergerakannya.
"Mari aku tunjukan bagaimana cara menyerang menggunakan tehnik kalian tadi dengan cara yang benar" ucap Zen yang dengan kekuatan penuh yang sudah terkumpul ditangannya, dirinya langsung menghantam dataran tanah yang ada dibawahnya dan mulai membuatnya retak.
Retakan tanah itu mulai menjalar kearah kelima sosok Ras Giant yang berada dihadapannya saat ini. Namun karena pergerakan retakan itu yang sangat amat cepat, salah satu dari mereka tidak sempat melarikan diri dari retakan tersebut, hingga salah satu kaki dari Ras Giant saat ini mulai terperosok kedalamnya.
Melihat itu, Zen langsung mengendalikan dataran dari retakan yang sudah dirinya ciptakan tadi dan berhasil menjebak buruannya, untuk langsung mengunci pergerakan dari Ras Giant tersebut agar tidak bisa keluar dari sana atau bisa dikatakan menjebak dirinya di sana.
Hingga setelah memastikan dirinya sudah terperangkap sepenuhnya, Zen mulai mengangkat tangannya keatas langit, seakan ingin meraih sesuatu dari atasnya apalagi bisa dilihat bahwa bagian atas langit dari tempat dimana Zen berada bisa dikatakan mulai mendung sepenuhnya.
Percikan listrik mulai muncul ditangannya yang terangkat keatas itu, hingga Zen langsung melambaikan tangannya dengan cepat kebawah dan membuat sebuah petir berbentuk naga saat ini langsung melesat dengan cepat menuju kearah Ras Giant yang sedang terperangkap tersebut.
Suara kilat yang sangat besar saat ini mulai terdengar, hingga percikan petir saat ini terus saja menghujani Ras Giant yang sedang terjebak. Apalagi datangnya petir-petir itu bisa dikatakan jumlahnya cukup banyak, dan terus menghujani sosok yang saat ini mulai terlihat kesakitan atas ulah dari Zen.
Namun tidak sampai disitu saja perbuatan Zen. Dengan kembali menjulurkan tangannya menuju kearah retakan yang sudah dirinya buat tadi, Zen saat ini seakan sedang memanggil sesuatu dari dalamnya dan saat ini sebuah getaran yang diikuti dengan sesuatu yang terang berwarna merah mulai muncul kepermukaan dari retakan tersebut.
Hawa panas saat ini bisa dirasakan oleh beberapa pihak, apalagi petir-petir yang terus menyambar itu seakan mulai menyambut kedatangan hawa panas tersebut. Hingga akhirnya letusan cairan padat berwarna merah menyala saat ini mulai keluar dari dalam cela-cela retakan yang sudah menjebak salah satu Ras Giant tersebut.
"Baiklah, apakah kamu bisa tahan dengan semua serangan yang sama, dan kalian berikan kepadaku" dan begitulah ucapan dari Zen yang saat ini mulai menggunakan kekuatannya untuk membuat semburan Lava yang langsung memandikan Ras Giant yang sudah terjebak tersebut.
"GRAAAAAAA" Hingga sebuah teriakan yang sangat amat keras saat ini mulai terdengar, yang menandakan bahwa salah satu Ras Giant yang terjebak itu mulai merasakan sebuah rasa sakit yang amat sangat menyakitkan atas apa yang sedang dialami oleh dirinya.
Tentu siapa yang mengira bahwa saat ini Zen juga menggunakan kemampuan yang sama, dalam mengalahkan beberapa pihak yang tadi menyerangnya. Apalagi bisa dikatakan kemampuannya itu lebih mematikan, karena saat ini sosok yang terkena serangan tersebut terlihat sangat amat tersiksa dengan perbuatannya tersebut.
"Hahahaha... bukankah kalian bisa terus meregenerasi tubuh kalian. Namun, apakah kamu bisa menahan rasa sakit dari serangan yang sedang kamu rasakan saat ini?"
__ADS_1