
Rasa kesepian, itukah yang dirasakan oleh Freya yang bersembunyi di atas langit disaat melihat keadaan dunia ini. Sudah sejak lama memang dirinya mendambakan untuk bisa berbaur dengan para manusia yang dirinya lihat dari kejauhan, yang sedang bercengkrama satu sama lainnya pada area yang diawasi olehnya.
Memang dirinya berhasil menemukan satu pihak yang bisa bercengkrama dengan bebas bersamanya, namun dirinya tidak bisa asal dalam melakukan pertemuan dengan dirinya, karena pria yang juga menjadi sosok yang sangat dirinya cintai itu berbaur dengan para manusia, yang membuat dirinya tidak bisa dengan bebas menemuinya.
Tentu dirinya tidak keberatan untuk jarang bertemu dengannya. Karena selama bertahun-tahun lamanya, dirinya sama sekali tidak bisa bercengkrama dengan bebas dengan semua pihak, sehingga disaat ada yang mampu untuk bercengkrama dengannya dengan bebas hanya beberapa waktu saja, sudah membuat Freya sangat bahagia.
Apalagi harapannya semakin terbuka untuk bisa bercengkrama dengan semua pihak seperti keinginannya, karena sosok yang dapat menyelesaikan permasalahannya sudah berhasil ditemukan oleh pihak yang saat ini sangat dirinya cintai, dan nantinya kondisinya akan dengan segera terselesaikan.
"Kamu ada dimana?" namun sedang asik memperhatikan kegiatan para manusia, saat ini Freya dikejutkan dengan sebuah suara telepati yang memasuki kepalanya.
Tentu mendengarkan suara telepati itu membuat Freya merasa bahagia. Karena memang dirinya merasa senang mendengarkannya, apalagi asal dari suara tersebut berasal dari sosok yang paling dirinya cintai di dunia ini. Maka dari itu, Freya dengan bersemangat langsung akan menjawab telepati tersebut.
"Ada apa, sayang?" balas Freya bersemangat.
"Axillia sudah menyelesaikan persiapannya. Sekarang kamu cepatlah datang menuju lokasi yang sudah aku tandai dengan auraku ini" dan begitulah balasan dari Zen, yang sekalian mengirimkan sebuah aura pelacak tentang keberadaannya kepada Freya.
Mendengarkan perkataan dari Zen, bisa dikatakan tidak membuat Freya membalas isi telepati tersebut. Karena dirinya bisa dikatakan langsung bergegas dengan cepat melesat kearah lokasi tempat dimana Zen berada dan dengan segera menemui dirinya.
Bahkan kecepatannya saat ini langsung membelah udara pada langit yang dirinya lewati dan langsung mendarat dengan mulus pada lokasi tempat dimana Zen berada. Hingga pada pulau terpencil tersebut, dirinya menemukan sosok Zen dan seorang wanita sudah berada di sana dan menunggu keberadaannya.
__ADS_1
"Kamu sudah selesai Ze-" hingga ucapan bersemangat dari Freya, langsung dihentikan oleh sosok Zen yang berada dihadapannya.
Freya tentu langsung tenang, karena dirinya bisa melihat Elf yang dikatakan Zen bisa membantunya, berusaha untuk mengendalikan dirinya dari aura yang dikeluarkan oleh Freya saat ini. Apalagi ini pertama kalinya mereka bertemu dan membuat wanita Elf itu mulai menyesuaikan artefak yang digunakannya.
Cukup memakan waktu lama memang, Axillia berusaha menyempurnakan artefak yang dirinya gunakan. Apalagi selama ini dirinya hanya menerka-nerka seberapa kuat aura dari Freya. Hingga akhirnya disaat dirinya bertemu dengannya, barulah dirinya mulai menyesuaikannya secara langsung.
"Hahh... aura pemikat miliknya sangat amat menyeramkan" balas Freya yang akhirnya sudah menyelesaikan penyesuaian pada artefak miliknya.
Bisa dilihat hasil ciptaannya sangat sukses untuk menghalau aura pemikat yang keluar dari tubuh Freya. Maka dari itu, dirinya sudah bisa menyesuaikan dirinya untuk tidak terbawa dengan aura pemikat milik Dewi tersebut, yang dimana efeknya sangat amat jelas dapat memperdaya dirinya jika tidak dengan segera dihalangi oleh artefak ciptaannya.
"Apakah kamu berhasil, kamu berhasil bukan?" tanya Freya bersemangat dan saat ini mulai menatap sosok kedua yang sudah tidak terkena aura pemikat yang keluar dari tubuhnya.
Freya tentu merasa senang dengan hasil yang dilakukan oleh Axillia. Karena hal itu berarti mimpinya yang selama ini dirinya impikan untuk bisa berbaur dengan bebas di dunia ini akan terwujud, karena apa yang dilakukan oleh Axillia bisa dikatakan akan sangat amat sukses dan saat ini sudah terlihat dengan jelas hasilnya.
Freya bisa dikatakan mulai terharu dengan perkataan dari Axillia. Karena akhirnya penderitaannya itu bisa berakhir. Bahkan saat ini Axillia merupakan pihak kedua yang mampu bersentuhan dengan dirinya tanpa terkena efek apapun yang keluar dari dalam tubuhnya. Sehingga bisa dipastikan semua ini akan berhasil.
"Sudahlah, sekarang yang aku butuhkan dirimu untuk diam dan aku akan meneliti auramu pemikat milikmu" balas Axillia yang saat ini langsung memeriksa keadaan Freya tentang kondisinya.
Bisa dipastikan seluruh tubuh Freya merupakan konduktor pemikat yang sangat ampuh untuk langsung memikat seluruh pihak. Jadi, Axillia berusaha mencari cara agar dirinya bisa menyamarkan pemikat dari sosok yang saat ini sudah berdiri dengan tenang ditempatnya, agar bisa dnegan segera diperiksa oleh Axillia.
__ADS_1
"Baiklah, aku paham sekarang" ucap Axillia yang sudah mulai mengeluarkan kemampuannya dalam membuat sebuah artefak.
Memang artefak yang akan dibuatnya merupakan artefak yang dibuat khusus untuk Freya. Karena memang yang membutuhkan sebuah artefak untuk dirinya sendiri merupakan Freya, agar membuat semua pihak tidak lagi terikat dengan auranya yang sangat menggoda dan dapat memikat berbagai pihak yang bisa melihatnya.
"Ini akan memakan waktu beberapa jam, jadi aku mohon kamu tetap bersabar dan tenang ditempat dirimu berada" balas Axillia yang mulai dengan segera melakukan tugasnya.
"Tenanglah. Aku bisa berdiri diam selama bertahun-tahun jika hal itu memang bisa menormalkan diriku" balas Freya yang merasa bersemangat untuk bisa terbebas dari sesuatu yang menganggu dirinya selama ini.
Axillia memang sudah memiliki pondasi dari artefak yang dirinya buat untuk Freya. Bahkan hal itu dirinya gunakan untuk membuat artefak untuk dirinya sendiri, agar dirinya bisa terbebas dari aura pemikat yang dimiliki oleh Freya. Maka dari itu, yang dirinya lakukan hanya membuat beberapa penyesuaian dari artefak miliknya untuk digunakan oleh Freya nantinya.
"Baiklah kalau begitu bersabarlah" balas Axillia yang sudah memulai prosesnya.
Memang selain berkaitan tentang alam, kekuatan seorang Elf adalah membuat artefak-artefak yang sangat berguna. Tidak ada satupun artefak yang tidak bisa dibuat oleh mereka. Termasuk artefak yang akan membuat Freya tidak lagi dapat memikat semua pihak atas aura yang dirinya keluarkan.
Dan benar saja, saat ini dirinya sudah hampir merampungkan semua hal yang dirinya ciptakan, setelah sudah hampir empat jam lamanya dirinya menyelesaikan artefak yang akan digunakan oleh Freya nantinya, untuk membuatnya bisa bercengkrama dengan bebas di dunia ini.
Zen juga masih setia menemani kedua wanita itu berada disana. Bahkan dirinya sering membantu Axillia untuk menyediakan tempat duduk, membersihkan keringatnya dan sebagainya. Apalagi saat ini kondisi wanita itu memang sedang hamil, dan saat ini Zen harus menjaga keadaannya yang sedang mengandung itu.
"Akhirnya selesai juga" balas Axillia yang sudah selesai membuat sebuah cincin dengan terdapat berbagai rune pada setiap sisinya.
__ADS_1
Mendengarkan perkataannya, Freya yang masih diam tak bergerak sedari tadi, langsung menatap sosok Axillia dan saat ini mulai memperhatikan sebuah benda kecil yang bisa membuat dirinya bisa mewujudkan mimpinya untuk bisa dnegan bebas melakukan apapun yang dirinya inginkan di dunia ini, tanpa harus ketakutan menyebabkan sebuah kekacauan karena ulahnya.
"Apakah cincin ini mampu menyelesaikan permasalahan yang aku alami?"