
Zen saat ini hanya diam saja memperhatikan seseorang berpakaian formal sedang mengotak atik lemari bajunya. Dengan sesekali mengeluarkan beberapa pakaian dan mencocokkannya kearah Zen, akhirnya pria itu sudah menemukan kombinasi yang menurutnya pas untuk pakaian yang akan digunakan oleh Zen.
“Pakailah yang ini Tuan Zen” balas pria berbaju formal tersebut.
“Mengapa? Aku hanya ingin memakai sesuatu yang nyaman saja” balas Zen yang menolak ide dari bawahannya yang menyuruhnya menggunakan sebuah pakaian yang menurutnya tidak nyaman.
“Pakaian ini akan tetap nyaman jika anda menggunakannya Tuan Zen” balas pria itu sekali lagi yang mencoba meyakinkan Zen.
Pria itu merupakan Bari, yang merupakan seorang malaikat maut yang bertugas di wilayah tempat Zen tinggal. Selain bertugas mengantarkan nyawa seseorang yang sudah meninggal, bos dari Bari mengisyaratkan Bari untuk melayani seorang Deadly Sins yang masih hidup yang berada di wilayah tempatnya berkerja.
Maka dari itu tempat tinggal Zen selalu rapi, karena Bari akan selalu datang dan membersihkan tempat ini dan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah sebelum dirinya memulai tugasnya sebagai malaikat maut.
Namun pagi ini saat hendak membersihkan kediaman tuannya, Bari cukup terkejut saat mengetahui bahwa tuannya akan pergi berkencan dihari liburnya ini. Tentu sebagai bawahan yang baik, Bari akan melakukan yang terbaik untuk membuat kencan tuannya berjalan baik, termasuk pemilihan pakaian yang akan dikenakan olehnya.
“Karena pakaian Tuan Zen hanya sedikit, jadi aku tidak bisa memilihkannya yang lebih nyaman lagi untuk anda Tuan” balas Bari sambil melihat semua pakaian yang dimiliki tuannya yang memang sangat sedikit.
Lemari pakaian Zen hanya berisi beberapa kaos putih polos, beberapa jaket, dua set piyama, beberapa pakaian dalam dan sebuah setelan formal. Jadi Bari memutuskan agar tuannya menggunakan kemeja yang dikhususkan untuk pakaian formalnya karena Zen tidak mempunyai pakaian lagi.
“Aku terlalu malas membelinya Bari” Balas Zen dan saat ini sudah mengenakan kemeja yang diberikan oleh Bari kepadanya.
“Apakah Tuan ingin agar aku memenuhi lemari pakaian tuan dengan beberapa pakaian yang nyaman dan bagus?” tanya Bari kemudian dan menatap Zen yang saat ini hendak menggunakan celananya panjang kain berwarna hitam yang akan dikenakannya.
“Ya... dan pastikan pakaian itu harus nyaman” balas Zen.
Saat ini Zen mengenakan sebuah kemeja dengan celana kain panjang berwarna hitam yang sebenarnya merupakan set pakaian formalnya, tetapi Bari hanya menggunakan kemeja dan celana panjangnya saja untuk dikenakan oleh Zen.
“Dan sekarang tinggal menggulung lengan baju anda Tuan” Ucap Bari yang langsung menggulung lengan pakaian dari Zen.
“Nah sempurna... lalu silakan duduk sebentar Tuan, saya akan merapikan rambut anda” Kata Bari dan menyuruh tuannya itu untuk duduk disebuah meja rias yang tidak pernah digunakan oleh Zen sama sekali.
__ADS_1
Bari dengan perlahan mulai merapikan rambut dari Zen agar Tuannya itu terlihat semakin sempurna. Zen sendiri saat ini hanya diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari bawahannya, karena memang perlakuan dari bawahannya itu cukup membuat Zen marasa keenakan dan hampir saja membuatnya tertidur.
“Sudah selesai tuan. Anda terlihat sangat tampan saat ini, dan pasti pasangan kencan anda akan sangat bahagia melihat anda” balas Bari dan mulai merogoh kantong celananya dan mengeluarkan dompet miliknya.
“Lalu, dimana dompet anda Tuan?” tanya Bari kemudian.
“Dompet.... untuk apa?” balas Zen tetapi tetap saja dirinya mengambil dompetnya yang dia taruh didalam ruang hampa miliknya dan memberikannya kepada Bari.
“Jangan menggunakan kekuatan ruang didepan umum Tuan, sebelum anda menggunakan mode kamuflase” Kata Bari memperingatkan Zen atas penggunaan kekuatannya secara sembarang dan mulai membuka dompet milik Tuannya itu.
Memang semua uang yang Zen terima dari gajinya langsung dia taruh didalam dompetnya dan tidak pernah dia gunakan untuk membeli apapun. Jadi bisa terlihat beberapa uang tunai yang masih utuh didalam dompetnya saat dibuka oleh Bari.
Setelah itu, Bari yang sudah mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya tadi lalu memasukan kartu itu kedalam dompet milik Zen untuk digunakan oleh tuannya, lalu memberikan dompet itu kembali kepada Zen.
“Itu kartu Debit Kak... jika Kakak kekurangan uang pakailah kartu itu. Pinnya juga mudah 888888.” Balas Bari.
Memang kartu debit yang diberikan oleh Bari merupakan kartu debit biasa dengan saldo yang sangat luar biasa. Walaupun keluarga tuannya mempunyai beberapa Balck Card, tentu saja Bari tidak ingin langsung memberikan kartu itu, karena identitas tuannya pasti akan mencolok dan membuat tuannya itu merasa tidak nyaman.
Zen tentu mengetahui apa itu kartu kredit dan debit, karena beberapa pelanggan sering menggunakan benda itu untuk bertransaksi. Karena mudah menggunakannya, tentu Zen yang tidak ingin ribet tentu ingin memilikinya dan saat ini akhirnya dirinya mempunyainya.
“Baiklah, kalau begitu aku jalan dulu” Balas Zen yang akan beranjak dari sana, karena memang waktu pertemuannya dengan Angel sudah dekat.
“Hati-hati dijalan Tuan, dan pastikan untuk berbahagia hari ini” Balas Bari dan melihat tuannya itu sudah pergi meninggalkan dirinya di apartemen ini sendiri.
Bari biasanya jarang sekali bertemu dengan tuannya, karena memang saat tuannya sudah bekerja, barulah dirinya akan datang untuk membersihkan kediamannya. Kecuali memang tuannya sedang libur seperti hari ini, dirinya pasti akan bertemu dengan tuannya, karena memang saat Zen sedang libur dirinya hanya bermalasan saja pada kediamannya.
Tetapi tidak seperti hari libur tuannya yang seperti biasa, hari ini Bari sangat senang mendapatkan sebuah berita yang sangat besar, dimana Tuannya akan berkencan pada hari ini. Dan setelah melihat tuannya sudah beranjak dari kediamannya, tentu saja Bari langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang saat itu juga.
“Apa Bari... Aku sedang sibuk” balas seseorang yang menerima panggilannya.
__ADS_1
“Maafkan aku Tuan Alfred, tetapi aku mempunyai berita yang penting untuk anda dengarkan” Balas Bari kepada pria yang bernama Alfred yang dirinya hubungi melalui saluran ponselnya.
“Memangnya ada Apa... cepatlah katakan kepadaku” Kata Alfred sambil menghela nafasnya karena memang banyak sekali yang harus dirinya urus dan membuatnya sangat sibuk.
“Tuan Zen akan berkencan” Ucap Bari secara langsung. Namun setelah Bari mengatakan hal tersebut, pria yang berada dibalik panggilan dari Bari sempat tidak menjawab perkataannya sejenak.
“APA!!!!” Tetapi sesaat kemudian, suara teriakan mulai terdengar dan membuat Bari sedikit terkejut dengan reaksi yang diberikan oleh pemimpinnya itu.
“Apakah kamu tahu siapa wanita yang sedang dikencani oleh Tuan Zen?” balas Alfred kemudian yang ingin mengetahui dengan detail tentang apa yang baru saja dikatakan oleh Bari.
“Aku belum memastikannya Tuan, tetapi sepertinya aku mengenalnya” Balas Bari.
“Lalu tunggu apalagi, cepat selidiki dirinya. Jangan sampai kejadian saat kita di Neraka akan terulang kembali” Perintah Alfred kepada Bari.
“Tetapi Tuan Alfred, bagaimana dengan tugasku untuk mengantarkan jiwa yang sudah mati untuk hari ini?” balas Bari kemudian.
Memang Bari masih harus mengerjakan pekerjaan utamanya, yaitu mengantarkan jiwa-jiwa dari orang yang mati dan membimbing mereka melewati penghakiman yang akan terjadi di akhirat, untuk menentukan jiwa-jiwa itu akan masuk surga atau neraka.
“Berapa surat kematian yang kamu miliki untuk tugasmu hari ini?” tanya Alfred.
“129 Tuan” Balas Bari yang mengatakan jumlah jiwa yang akan mati dan harus dia antarkan jiwanya hari ini menuju akhirat.
“Tenanglah, aku akan meminta beberapa malaikat menunda kematian mereka, agar kamu bisa menyelidiki tentang wanita yang sedang dikencani oleh Tuan Zen” Balas Alfred.
“Baiklah tuan, kalau begitu saya akan menyelidikinya sekarang” Balas Bari.
“Ya... dan ingat untuk melaporkan semuanya kepadaku, saat kamu selesai melakukannya” Balas Alfred yang memastikan anak buahnya itu paham dengan instruksinya.
Setelah perintah sudah dipahami oleh Bari, panggilan mereka akhirnya mereka sudahi, dan Bari saat ini sudah bersiap untuk melakukan tugasnya yaitu mencari semua informasi tentang wanita yang sedang dikencani oleh tuannya.
__ADS_1
Hal itu sangat mudah bagi Bari, dan dirinya langsung menghilang kedalam sebuah kabut hitam dan langsung menuju kesebuah tempat untuk memulai penyelidikannya secara detail.
“Ah... benar saja. Wanita itu merupakan Nona Angel”