Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Peperangan Berakhir


__ADS_3

Terjatuhnya tubuh Loki dibawah tanah, menjadi tanda bahwa peperangan yang terjadi ditempat ini benar-benar usai sepenuhnya. Dengan sosok Zen yang masih menatap mayat Dewa yang baru saja dirinya bunuh tadi, beberapa pihak saat ini mulai mendekat ke arahnya.


Kekacauan bisa dilihat dari bekas pertempuran yang mereka lakukan, tetapi semuanya itu akhirnya benar-benar berakhir dengan tewasnya Loki dengan kondisinya yang mengenaskan. Apalagi Zen benar-benar menyerangnya dengan sangat amat brutal, hingga akhirnya Dewa itu tewas ditangannya.


Dan hal itu juga yang membuat beberapa pihak mulai memberanikan diri mendekat kearah Zen. Karena saat ini pertarungan yang dirinya lakukan memang sudah selesai sepenuhnya. Bahkan, mereka ingin melihat secara langsung kondisi dari Zen dan Dewa yang baru saja dirinya bunuh itu.


Apalagi baru sekaranglah mereka mampu untuk mendekati sosok Zen, karena disaat pertarungan tadi bisa dikatakan tindakan yang dirinya lakukan sangatlah beringas dan tidak mungkin beberapa pihak akan mendekatinya karena terlalu membahayakan bagi keselamatan mereka.


“Hahh.... sepertinya aku harus pergi dari sini” namun Zen tentu saja tidak akan berdiam ditempat ini lebih lama lagi, karena saat ini kerumunan Dewa yang mendatangi dirinya semakin dekat dengannya.


Sebagai pihak yang memang tidak senang melakukan sesuatu yang repot, tentu Zen ingin dengan segera beranjak dari sana. Apalagi bisa dipastikan kedatangan Dewa yang akan mendatangi tempatnya saat ini bukanlah untuk sekedar melihat mayat dari Loki saja.


Tentu ada banyak pertanyaan yang nanti mereka tanyakan kepada Zen, dan hal tersebutlah yang membuat Zen cukup malas meladeni mereka. Maka dari itu sebelum mereka semakin mendekat kearah tempatnya berada, saat ini Zen terlebih dahulu akan beranjak dari sana.


Tetapi sebelum itu, tentu saja Zen tidak akan meninggalkan tempat itu secara langsung. Apalagi dirinya mulai menyisir keadaan sekitar untuk menemukan sesuatu yang dicarinya. Hingga akhirnya apa yang dirinya cari itu, sudah masuk dalam pandangannya dan saat ini Zen memutuskan akan beranjak dari tempatnya berada.


“Baiklah, dirinya ada di sana” dan begitulah gumaman dari Zen, yang saat ini langsung melesat dengan sangat cepat menuju kearah seorang pihak.


Amaterasu termasuk pihak yang akan mendekati sosok Zen saat ini. Walaupun dirinya berada dibarisan paling belakang dari kerumuman yang akan mendekatinya, tetapi dirinya ingin dengan segera memastikan keadaan dari Zen yang sudah menyelesaikan pertarungannya tadi.


Namun belum juga dirinya sampai ditempatnya, saat ini Zen sudah berada disisi dirinya yang sedang menuju ketempat dimana Zen berada tadi, dan tingkahnya itu langsung mengejutkan dirinya yang melihat bahwa sosoknya sudah berada didekatnya.


“Suruh yang lainnya membereskan semua ini. Kalau begitu sampai jumpa lagi” ucap Zen yang saat ini langsung menghilang dari pandangan seluruh Dewa yang terkejut dengan sikapnya, dan saat ini dirinya kembali mengejutkan mereka dengan tiba-tiba menghilang.


Amaterasu cukup terkejut dengan sikap dari pria tersebut. Karena niat awalnya Amaterasu hanya ingin memeriksa keadaannya. Namun tiba-tiba saja pria itu mulai berpamitan kepadanya dengan cara yang seperti itu, dan saat ini bisa dilihat dirinya sudah beranjak dari sana.


Dan akhirnya hal tersebut membuat Amaterasu tidak sempat melakukan apapun untuk mengucapkan satu katapun kepada sosoknya, yang saat ini sudah menghilang dari pandangan mereka semua yang masih berada di sana, karena seperti yang diketahui Zen cukup malas meladeni semua pihak yang berada di sana.


Maka dari itu, Amaterasu saat ini hanya memandangi arah tempat dimana Zen sudah menghilang, dan hanya menghela nafasnya karena dirinya tidak dapat melakukan sesuatu untuk menunjukkan bahwa dirinya sangat mengkhawatirkan sosoknya itu.


“Hahh... padahal aku belum mengatakan apapun, mengapa kamu sudah pergi Zen” dan begitulah ucap Amaterasu yang saat ini hanya memandang tempat dimana dirinya melihat Zen terakhir kali berada dan mulai menghilang, sebelum dirinya mulai melanjutkan kegiatan untuk membereskan kekacauan yang terjadi ditempat ini.

__ADS_1


Disisi lain, seorang Dewi yang memantau kejadian itu dari arah kejauhan, saat ini juga kebingungan dengan keberadaan pria yang memang terus diperhatikan oleh dirinya, yang saat ini juga sudah menghilang dari pandangannya.


Bahkan anak buahnya atau bawahannya juga sudah menghilang dari tempat kejadian yang membuat Dewi itu cukup panik, karena dirinya takut bahwa dirinya akan ditinggalkan sendirian ditempat ini oleh sosok yang dicintainya tersebut.


Tentu dirinya mulai mencoba mencari keberadaannya menggunakan kekuatannya, hingga dirinya akhirnya berhasil menemukan keberadaan pria itu yang ternyata saat ini sudah berada dibelakangnya dan sedang memperhatikan tindakannya tersebut.


Dan begitulah bagaimana senyum dari Dewi itu mulai muncul setelah melihat sosok yang dirinya cintai itu ternyata tidak meninggalkannya, bahkan pria itu saat ini mulai menjemput dirinya ditempat ini dan sepertinya akan mengajaknya kembali bersama dengan dirinya.


“Apa yang kamu tunggu, ayo kembali” dan begitulah ucapan Zen yang mengajak wanita itu untuk kembali, setelah semua hal yang terjadi di sana sudah terselesaikan sepenuhnya.


Dengan perasaan senang, Freya yang masih setia menunggu Zen ditempat itu sesuai perintahnya, saat ini mulai beranjak dari tempatnya berada tadi dan mulai menggandeng tangan Zen lalu mereka mulai kembali menuju ketempat dimana mereka berada tadi.


Apalagi Zen yang sudah sangat kelelahan saat ini memutuskan agar mereka cepat untuk menuju kediaman tempat mereka menginap dan akan beristirahat karena dirinya sudah sangat capek mengurus berbagai hal yang sudah terjadi tadi.


“Pertarungan dirimu sangatlah hebat, Sayang. Bahkan aku sangat terkejut bahwa kamu bisa sekuat itu” dan begitulah ucapan pujian dari Freya disela-sela perjalanan mereka yang akan kembali menuju ketempat dimana mereka menginap.


“Benarkah? Padahal aku belum menggunakan kekuatanku yang sepenuhnya tadi” Balas Zen yang membuat Freya cukup terkejut mendengarnya.


Zen dipastikan belumlah menunjukan kekuatannya yang aslinya kepada seluruh pihak yang menyaksikan pertarungannya tadi. Apalagi dirinya juga tidak berniat melakukannya, agar seluruh kemampuannya tidak akan cepat bocor kepada para musuh yang mungkin dirinya akan lawan kelak.


Jadi, dengan hanya membuka dua buah segel yang menyegel kekuatannya, saat ini Zen sudah cukup untuk menunjukkan kekuatannya yang cukup terlihat kuat itu, dan membiarkan para musuh yang akan melawannya nanti menerka-nerka seberapa kuatnya sebenarnya dirinya.


“Ya... kamu bahkan nanti bisa sangat kuat, jika kita memang akan menikah kelak” balas Zen yang dimana perkataannya itu langsung membuat Freya bersemangat mendengarkannya.


“Kalau begitu tunggu apa lagi? Mari kita menikah saja” ucap Dewi itu yang merasa tidak sabar jika menyangkut tentang pernikahannya dengan Zen.


Freya tentu sangat bersemangat jika mereka sudah mulai membicarakan tentang pernikahan mereka. Apalagi, ini pertama kalinya dirinya mendengar secara langsung bahwa Zen benar-benar ingin menikahi dirinya, sehingga membuat Freya langsung merasa sangat bahagia mendengarkannya.


Masalahnya Zen juga sangat senang jika memang dirinya akan menikah lagi, terutama dengan wanita secantik Freya. Namun selain dirinya membutuhkan izin istrinya atas permasalahan ini, tentu sosok Freya sendiri yang saat ini menjadi halangan jika mereka akan menikah nanti.


Auranya tentu akan membuatnya harus hidup sendirian walaupun dirinya sudah menikah dengan Zen. Tentu Zen akan setuju saja melakukannya jika memang Freya satu-satunya Istrinya, namun sekarang keadaannya sangatlah berbeda.

__ADS_1


Tentu dirinya tidak mau mereka hidup secara terpisah-pisah, apalagi Freya yang harus hidup menyendiri lagi setelah pernikahan mereka. Jadi, mereka dengan terpaksa harus menunda keinginan mereka itu sebelum Zen dan Freya menemukan solusi untuk menghentikan aura pemikat yang terus keluar dari tubuhnya.


“Temukan dulu si Elf yang bisa menyembunyikan auramu. Apalagi, mulai saat ini aku juga akan ikut mencari keberadaannya” ucap Zen kepada Freya.


“Benarkah?” dan begitulah ucapan bersemangat yang keluar dari Freya yang saat ini mendapatkan anggukan dari Zen atas pertanyaannya itu.


Zen memutuskan untuk dengan segera mencari keberadaan sosok Elf yang menurutnya membawa sesuatu yang harusnya diwariskan kepada dirinya. Apalagi dengan percakapan yang dirinya lakukan tadi dengan sosok yang dilawannya, membuat Zen harus dengan segera menemukannya.


Maka dari itu, dirinya akan mengutus Freya yang termasuk pihak Dewa paling kuat di dunia ini untuk membantunya. Dengan dibantu bawahannya juga yang memang sudah dirinya perintahkan untuk mencari keberadaannya, saat ini dipastikan Zen akan berfokus untuk mencari keberadaannya terlebih dahulu.


Dan semoga saja, niatnya itu bisa dilihat oleh sosok Elf yang memang sedang dicari oleh dirinya itu. Karena bisa dikatakan, akan sangat susah mencari keberadaan seorang Elf, jika memang dirinya tidak ingin menunjukan sosoknya kepada siapapun.


“Kalau begitu, aku akan menggunakan segenap kekuatanku untuk membantumu mencari keberadaan dirinya, Sayang” dan begitulah ucapan Freya penuh tekad, karena memang dirinya ingin segera menikah dengan Zen.


Perjalanan mereka dilalui dengan canda tawa saat ini. Apalagi setelah Zen menyegel kekuatannya kembali, dirinya membutuhkan asupan aura kebahagiaan untuk dapat membuatnya memiliki beberapa kekuatan yang bisa dirinya gunakan kembali.


Jadi kedua pasangan itu mulai bercanda gurau disaat mereka melakukan perjalanan kembali menuju kearah tempat dimana mereka akan menginap. Hingga akhirnya, saat ini mereka sudah mencapai wilayah pemukiman yang tidak memungkinkan untuk Freya dengan leluasa berada di sana.


“Bisakah kamu kembali terlebih dahulu. Karena aku sepertinya ingin memeriksa sesuatu?” ucap Zen dan kali ini dibalas anggukan oleh Freya tanpa menanyakan alasan apapun kepada Zen, yang saat ini ingin mereka berpisah sejenak.


Zen cukup senang bahwa saat ini Freya sudah mengiyakan perkataannya dan saat ini dirinya mulai beranjak dari tempatnya. Tentu dirinya mencium pipi Zen terlebih dahulu sebelum dirinya benar-benar beranjak dari sana dan meninggalkan Zen sendiri ditempat dimana mereka berada tadi.


Melihat dirinya sudah menghilang dari pandangannya, Zen saat ini langsung melesat menuju wilayah perkotaan yang dirinya lihat, dan bisa terlihat dengan jelas bahwa kota tersebut saat ini benar-benar sepi karena beberapa pihak saat ini sudah mulai mengungsi.


Walaupun Zen sudah menyelesaikan permasalahannya dengan Loki, tetapi tetap saja peperangan antara kedua Negara yang akan terjadi nanti akan tetap berlangsung. Tentu dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk mencegahnya, dan saat ini Zen hanya bisa memperhatikan saja seluruh sudut kota saat ini sudah sangat sepi dari keberadaan manusia.


Hingga akhirnya langkahnya itu benar-benar berhenti karena Zen menyadari sedari tadi bahwa ada pihak yang mengikuti langkahnya. Tentu di jalanan yang mulai sepi itu, Zen mulai berhenti dan saat ini mulai menatap kearah seorang pria paru baya yang sudah membawa seseorang dengan dirinya dan saat ini mulai mendekati sosok Zen.


Apalagi tujuan Zen yang memang berpisah dengan Freya, adalah karena dirinya sedari tadi merasa dibuntuti dan saat ini dirinya ingin tahu apa yang sebenarnya dicari atau diinginkan oleh pihak yang sedari tadi mengikuti langkahnya bersama Freya.


“Lama tidak bertemu, Tuan Zen”

__ADS_1


__ADS_2