
Walaupun bisa dikatakan semua pihak saat ini belum menggunakan kekuatan penuh mereka, saat ini kehancuran yang sudah terlihat di wilayah tempat dimana peperangan itu terjadi mulai terlihat parah. Bahkan beberapa wilayah yang menjadi area peperangan perang tersebut saat ini semakin parah kondisinya.
Mereka tentu saja tidak akan membalas serangan yang saat ini gencar diarahkan kepada mereka dengan kekuatan yang penuh, karena hal tersebut dapat memperparah situasi yang terjadi ditempat ini dan akan menyebabkan sesuatu yang tidak mereka inginkan akan terjadi ditempat ini khususnya wilayah tempat pertarungan mereka saat ini.
Tentu semua pihak tidak mau kehancuran itu akan menyebar dan akan memakan korban dari apa yang sedang terjadi saat ini. Maka dari itu semua pihak saat ini masih bersikap bersabar dalam menggunakan kekuatan mereka, termasuk Zen yang masih didalam mode bertahannya sedari tadi, agar tidak membuat kehancuran yang terjadi ditempat ini semakin parah akibat ulahnya.
Karena jika Zen mulai serius saja, mungkin hampir satu wilayah yang luasnya seperti sebuah kota akan langsung hancur dengan kekuatannya itu, disaat melawan pihak-pihak yang memang tidak bisa dilawan hanya dengan menggunakan kekuatan yang seadanya.
"Sial... aku tidak menyangka seorang Deadly Sin akan sekuat ini" Dan begitulah gumaman Loki saat dirinya melihat sosok Zen yang bisa dikatakan masih bisa melawan pihak yang sudah dibangkitkan olehnya, apalagi dirinya mulai bertahan dengan baik dengan semua serangan yang dirinya terima.
Setahunya Para Deadly Sin sangatlah lemah. Karena dirinya pernah bertarung dengan beberapa dari kaum mereka, dan dirinya bisa dikatakan bisa mengalahkan mereka bahkan bisa membunuh sosok mereka yang menurutnya kekuatan mereka sangatlah lemah.
Namun berbeda dengan sosok Zen yang saat ini bisa dengan mudah menghalau serangan yang saat ini mendatanginya dan bisa dikatakan serangan tersebut datang secara bertubi-tubi kepadanya. Namun sosok tersebut masih bersikap tenang atas semua hal yang sudah dirinya hadapi.
Bahkan bukan Loki saja yang beranggapan seperti itu. Seluruh Dewa yang berada di sana sempat meragukan kemampuan Zen, karena hampir semua Dewa yang berada di sana pernah melawan adik-adiknya dan kekuatan mereka tidak seperti dengan apa yang sedang ditunjukan oleh Zen kepada mereka ditempat ini.
"Dan juga, sebentar lagi sebuah pelindung akan selesai, dan bisa dipastikan mereka semua akan mengeluarkan kekuatan penuhnya, termasuk si Deadly Sins itu pada pertarungan yang sedang dirinya lakukan" ucap Loki yang saat ini memikirkan bagaimana cara untuk menghadapi seluruh pihak yang tiba-tiba datang ketempat ini dan mulai mengacaukan rencananya.
Dirinya pada awalnya juga cukup terkejut bahwa tadi sosok Zen dengan cepat menemukan keberadaan dirinya. Karena disaat para Giant ingin menyebar dan menghancurkan beberapa wilayah secara sekaligus, sosok Zen langsung menghalangi langkah mereka dan mulai memancing mereka untuk melawannya.
Dengan hal tersebut, rencana Loki untuk menghancurkan beberapa wilayah harus ditunda, karena Zen bisa dikatakan cukup kuat dan jika dirinya dibiarkan melakukan pertarungan satu lawan satu, dipastikan Loki akan mengalami sebuah kerugian.
Maka dari itu dirinya memutuskan untuk menghabisi sosok Zen terlebih dahulu dalam pertarungan ini, namun sayangnya malah dirinya sudah dikepung oleh seluruh pihak Dewa yang saat ini sudah muncul di sana dan akan menghalangi rencananya yang saat ini akan menghancurkan dunia ini dan juga seluruh pihak Dewa untuk dapat menguasai dunia ini sepenuhnya.
"Jur, Hel cepat halangi perbuatan mereka!" teriak Loki yang mulai panik karena saat ini mereka hampir saja sukses dengan rencana mereka.
Loki juga terus mengeluarkan dan mengerahkan seluruh pasukan Vampire, anak angkatnya dan termasuk dirinya yang menghalau serangan tersebut. Namun para Dewa saat ini sepertinya sangat tahu apa yang sedang mereka lakukan dan membuat apa yang direncanakan oleh Loki sepertinya mulai tidak berjalan dengan semestinya.
Tentu masalah pertama adalah keberadaan sosok Zen yang menurut Loki merupakan sebuah anomali aneh, yang tidak masuk kedalam hitungan perencanaan yang sudah dirinya lakukan. Karena jika para Dewa saja yang datang ketempat ini, Loki sangat percaya diri bahwa dirinya dan para leluhur Giant yang sudah dirinya bangkitkan akan mampu mengalahkan mereka semua.
Namun berbeda dengan saat ini yang dimana sosok pria bisa dikatakan masih seimbang melawan lima sosok dari Leluhur ras terkuat yang saat ini seakan sangat kerepotan melawannya ditempat ini, bahkan bisa terlihat kondisi dari pria itu masih baik-baik saja walaupun bisa dikatakan ada jejak sedikit kelelahan dari ekspresi wajahnya.
__ADS_1
Memang dengan menggunakan kekuatan seadanya, Zen bisa terlihat cukup kesusahan melawan mahluk-mahluk kuat tersebut. Tetapi untung saja dirinya merupakan seorang Sloth, yang memang wujud terkuat yang akan sangat kesusahan untuk dibunuh maupun dilukai oleh beberapa pihak yang melawan dirinya.
"Cih... apakah aku sekarang harus mengeluarkan kartu As milikku yang lain?" gumam Loki, karena sepertinya rencana dari musuh-musuhnya sepertinya sebentar lagi akan usai.
Memang Loki mempunyai sebuah rencana lagi untuk memenangkan pertarungan ini. Namun niatnya memang tidak akan menggunakan sesuatu yang dirinya sebut kartu As tersebut terlebih dahulu karena memang dirinya sudah membangkitkan sebuah Ras yang sangat amat kuat.
Namun naas, keberadaan Zen bisa dikatakan menghancurkan semua rencananya dan saat ini dirinya memutuskan untuk menggunakan saja sesuatu yang dirinya persiapkan itu. Tetapi disaat dirinya akan menggunakannya, beberapa sosok saat ini mulai muncul dan akhirnya ikut bergabung dalam peperangan yang sedang terjadi saat ini.
"Tunggu... Fenrir?" Dan begitulah permasalahan baru yang harus dihadapi oleh Loki, karena beberapa pihak saat ini juga sudah tiba dalam medan perang ini dan mulai membantu pihak yang saat ini menjadi musuh-musuhnya.
Ya, Fenrir yang sudah berkhianat dan sudah menjadi bawahan dari Zen saat ini mulai memasuki medan peperangan bersama beberapa malaikat maut yang datang bersamanya. Dalam wujud raksasanya juga, saat ini serigala itu mulai menerkam sosok ular yang besar yang masih berusaha menembus pertahanan para Dewa yang sedang membuat sebuah pelindung isolasi.
Tentu Loki tidak mengharapkan sebuah kejadian itu akan terjadi. Apalagi Fenrir dengan perilaku beringasnya saat ini mulai melawan mantan saudara angkatnya itu dan mulai mencoba mengalahkannya. Hingga pertarungan yang terjadi itu, cukup untuk membuat beberapa pihak teralihkan dan rencana dari beberapa Dewa membuat pelindung akhirnya bisa terlaksana dengan mulus.
"Sialan, mengapa situasi saat ini menjadi sangat amat kacau" ucap Loki yang memperhatikan bahwa keadaan mulai berubah saat ini.
Pelindung yang hampir selesai itu perlahan mulai selesai sepenuhnya. Para Vampire dan anak angkat dari Loki saat ini seakan hanya melihat saja bahwa pelindung tersebut akan benar-benar selesai. Apalagi Zen masih dengan gigih menarik perhatian para Giant agar terus melawannya, agar apa yang dilakukan Para Dewa bisa terselesaikan sepenuhnya.
Dan begitulah senyuman dari Zen mulai muncul disaat pertarungan dirinya yang harus menggunakan mode pertahanan saja sedari tadi harus berakhir, dan saat ini dirinya bisa dikatakan boleh menggunakan kekuatannya yang sebenarnya untuk melawan pihak-pihak yang sedari tadi mengeroyok dirinya.
"Sial... perhatianku malah teralihkan" namun tepat disaat pelindung itu selesai, sebuah serangan kuat saat ini mengarah kearah Zen dan membuatnya akhirnya terkena serangan tersebut, karena memang dirinya malah fokus melihat perkembangan pelindung yang baru saja dibuat dan sudah rampung sepenuhnya.
Memang Zen tidak sengaja membuat perhatiannya teralihkan karena dirinya sudah merasa bersemangat melihat apa yang dilakukan oleh Para Dewa itu sudah selesai. Hingga saat ini dirinya mulai terpental dengan sangat keras, karena dirinya menerima sebuah serangan pamungkas dari sesosok Ras Giant yang dilawannya.
Zen sangat senang bahwa wanita-wanita yang mencintainya dengan tulus membuat dirinya bisa bertahan hingga saat ini. Apalagi, jika dirinya tidak mempunyai kekuatan yang berasal dari berkah sebuah ikatan, bisa dikatakan wilayah ini akan hancur sepenuhnya karena Zen mau tidak mau melawan mereka dengan kekuatan penuhnya.
Maka dari itu, dengan senyum yang terus terpampang pada wajahnya, Zen saat ini masih terus terpental setelah dirinya terkena serangan yang dirinya terima tadi, hingga pelindung yang sudah dibuat ditempat itu mulai menghentikan dampak yang dirinya terima atas serangan yang mengenai dirinya tersebut.
Retakan mulai terlihat pada tempat dimana Zen berhenti, yang menandakan bahwa serangan yang dirinya terima tadi sangatlah kuat. Hingga akhirnya Zen yang sudah berhenti tepat pada pelindung yang dibuat beberapa pihak, mulai tersungkur kebawah tanah setelah dirinya menabrak dengan keras pelindung yang menghentikan dirinya.
"Aw...." dan begitulah gumaman Zen yang dimana tubuhnya terasa sedikit kebas, dengan dampak dari serangan yang dirinya terima itu.
__ADS_1
Beberapa Dewa dan malaikat maut yang masih berada diluar dari pelindung tersebut, langsung memperbaiki pelindung yang mulai retak tersebut akibat Zen yang sudah mendarat dengan sangat keras pada salah satu sisinya setelah terkena sebuah serangan tadi.
Apalagi mereka tidak mau bahwa pelindung yang susah payah dibuat itu kembali hancur dan mereka harus mengulang kembali membuat semua itu dan akan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Maka dari itu mereka dengan bergegas langsung memperbaikinya.
"Kamu tidak apa-apa Zen" Hingga Amaterasu yang panik saat ini mulai menghampiri sosok Zen yang sudah tersungkur ditempatnya mendarat dari serangan yang dirinya terima.
Tentu bukan hanya Amaterasu saja yang terlihat panik saat ini, melainkan Freya yang masih memperhatikan pertarungan itu dari jarak jauh. Sebenarnya dirinya juga ingin langsung menghampiri sosok Zen karena mengkhawatirkan dirinya. Namun dirinya tahu, jika dirinya muncul dipastikan dirinya akan menambahkan kekacauan di sana.
Namun sepertinya rasa kekhawatiran mereka itu tidak bertahan lama, karena saat ini kondisi dari Zen sepertinya tidak terjadi apa-apa dengan dirinya. Bahkan tidak ada bekas satu luka sekecil apapun yang ada pada dirinya, sehingga mereka berdua bisa bernafas dengan lega saat ini.
"Cih... kamu kira aku siapa. Serangan seperti itu tidak akan melukai diriku" ucap Zen yang saat ini mulai duduk ditempatnya dan mulai bersandar pada pelindung tak kasat mata yang sudah selesai diperbaiki tersebut.
Tentu tubuh Zen sendiri bisa dikatakan sangatlah kuat. Bahkan seluruh bawahannya tahu bahwa tidak akan terjadi sesuatu kepada Tuannya, karena mereka tahu seberapa kuat dirinya. Jadi mereka tidak merasa panik dengan Tuannya yang baru saja terpental dengan sangat keras tadi.
Bahkan mereka semua masih merasa tenang dan seakan tidak menghiraukan kondisi Zen yang tersungkur tersebut, karena memang mereka sangat mengetahui seberapa kuat Tuannya tersebut, apalagi dirinya hanya menerima serangan yang bisa dikatakan masih dianggap lemah oleh mereka.
"Ingat, kalian yang bertugas mengawasi pelindung ini agar tidak hancur" perintah Zen kepada seluruh malaikat maut yang ikut bergabung dalam pertarungan itu, agar mengawasi pelindung yang sudah diciptakan itu.
Memang dirinya tidak akan membuat bawahannya akan ikut langsung sebuah pertempuran secara langsung. Karena dirinya tahu pihak yang akan dilawannya sangatlah kuat. Jadi, dirinya menugaskan mereka untuk penjaga pelindung yang mengisolasi tempat ini.
Apalagi pelindung yang bisa dikatakan bisa hancur sewaktu-waktu itu, memang harus diawasi agar kejadian yang tidak mereka inginkan itu tidak akan terjadi. Bahkan serangan yang diterima Zen tadi dan membuatnya terpental mampu membuat retak pelindung tersebut. Maka dari itu, harus ada pihak yang menjaga pelindung ini agar tetap utuh kondisinya.
"Baiklah mari mulai ronde kedua" gumam Zen yang mulai bangkit, dan saat ini mulai berdiri sejajar dengan para Dewa yang juga sudah bersiap untuk bertarung.
Kelima leluhur Ras Giant, Loki, beserta anak angkatnya dan Vampire yang masih selamat, saat ini juga sudah berkumpul disisi lain dari tempat para Dewa dan Zen berada. Karena saat ini bisa dikatakan pertarungan yang sebenarnya akan segera dimulai dengan kekuatan penuh.
Semua pihak sudah saling berhadapan saat ini yang dimana Zen sudah mulai mengambil langkahnya dan mulai berdiri dibarisan paling depan dari kerumunan Dewa yang juga akan melawan semua sosok yang saat ini akan menjadi lawannya.
Dengan senyum diwajahnya yang sangat amat menyeramkan, saat ini Zen mulai menatap sejenak para musuhnya yang berada di kejauhan sebelum dirinya akan melepaskan kekuatannya yang sebenarnya untuk melawan mereka semua ditempat ini.
"Segel Pertama, Lepaskan"
__ADS_1