
Niat awal dari Vero, dirinya menginginkan untuk melihat secara langsung sosok yang menjadi pihak pertama yang mengeluarkan aura kebahagiaan untuk Suaminya. Namun disaat Vero berhasil bertemu dengannya, bisa dikatakan wanita tersebut mengalami sesuatu yang sangat tidak dibayangkan olehnya.
Dengan semua kenyataan yang diberitahukan oleh Amel yang memang bertugas menjaga keberadaan Angel, akhirnya semua hal akhirnya sudah jelas, dan saat ini Vero sudah mengambil tindakan untuk membantu kondisi dari wanita yang terlihat sangat amat rapuh tersebut.
Apalagi sebagai seorang wanita, Vero tentu tidak akan tinggal diam melihat Angel mengalami sesuatu yang tragis seperti itu, apalagi dirinya saat ini seakan menghadapinya sendirian, karena depresi yang dirinya alami seakan membuatnya menganggap tidak ada siapapun lagi yang berada disisinya.
"Ayo masuk, kita akan menjauh dari sini" dan begitulah ucapan Vero yang terus menyeret Angel untuk masuk kedalam kendaraannya dan akan beranjak dari sana, setelah mereka sudah sepenuhnya keluar dari area venue dari acara yang dihadiri oleh mereka berdua itu.
Angel memang sedari tadi tidak dipersilahkan lepas dari genggaman Vero yang terus menyeret dirinya. Melihat genggamannya yang tidak dilepaskan olehnya, membuat Angel mau tidak mau mengikuti sosok wanita tersebut. Apalagi bisa dilihat, wanita itu seakan ingin membantu dirinya untuk keluar dari semua permasalahan yang dihadapinya.
Namun masalahnya, dirinya masih merasa takut bahwa tindakan yang dirinya lakukan saat ini akan berdampak buruk bagi dirinya. Apalagi dengan hengkangnya dirinya bersama Vero, membuat Angel mulai gelisah dengan permalasahan yang dirinya alami nanti, yang mungkin akan semakin buruk bagi dirinya.
Bayang-bayang dari pihak yang melakukan semua hal yang buruk kepada dirinya itu, memang saat ini mulai menghantuinya dan membuatnya ingin menolak perkataan Vero yang akan membawanya pergi dan ingin kembali kedalam untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah dirinya perbuat.
Tentu seperti yang dilihat, karena mental dari Angel sudah terganggu sepenuhnya dengan apa yang sudah dirinya alami, membuat wanita itu akhirnya memiliki pemikiran yang cukup aneh, dan saat ini tentu saja Vero tidak akan meninggalkan wanita itu sendirian, karena keputusan yang tidak rasional akan diambil oleh sosok Angel nantinya jika dibiarkan.
"Sudahlah, Ayo masuk. Kamu tidak usah memikirkan apapun tentang mereka, karena aku bisa membantumu dan tidak akan membiarkan apapun lagi untuk menganggu dirimu" begitulah ucapan dari Vero yang saat ini mencoba menenangkan Angel yang terlihat masih ragu-ragu mengikutinya.
Dengan dibujuk oleh Vero, akhirnya kedua wanita itu sudah masuk kedalam kendaraan yang akan membawa mereka keluar dari sana. Dengan Loa yang sudah memasuki kendaraan itu terlebih dahulu, akhirnya dirinya langsung menyuruh supir dari kendaraan yang ditumpanginya untuk langsung meninggalkan tempat tersebut.
Kesunyian langsung terjadi didalam kendaraan mewah yang sudah melaju itu. Apalagi Vero yang memperhatikan Angel yang terlihat banyak pikiran itu, hanya mencoba untuk membiarkan wanita itu untuk memenangkan diri, karena terlihat wanita itu seakan mengalami sesuatu yang tidak terbayangkan.
Bahkan genggaman tangannya yang belum dilepas oleh Vero sedari tadi, bisa terlihat sedikit gemetar disaat raut wajahnya seakan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Jadi, Vero yang berada disebelahnya hanya mencoba untuk menenangkan sosoknya dengan sentuhan-sentuhan lembut agar membuat Angel sedikit nyaman.
Apalagi Vero sudah sangat mengerti atas apa yang terjadi kepada wanita yang terlihat tidak berdaya itu, karena semua hal buruk sudah dialami olehnya. Maka dari itu, Vero akan berusaha dengan keras untuk membuat wanita itu kembali seperti semula dan tidak mengalami hal yang buruk seperti apa yang sudah dirinya alami.
"Kita sudah sampai, Nyonya" hingga kesunyian yang terjadi didalam kendaraan yang mereka tumpangi itu mulai terhenti, disaat mereka sudah sampai pada sebuah gedung Apartemen tempat dimana Vero menginap disaat dirinya berada di Kota ini.
__ADS_1
Tentu Vero tidak perlu repot-repot lagi menyewa sebuah hotel untuk tempatnya tinggal selama di kota ini. Apalagi hampir diberbagai tempat yang ada di dunia ini, Suaminya bisa dikatakan memiliki sebuah aset yang bisa dirinya gunakan dengan bebas jika dirinya berada di manapun.
Walaupun memang Zen juga memiliki Hotel yang juga tersebar di seluruh dunia, tetapi Vero lebih memilih tinggal pada sebuah apartemen yang memang di khususkan bagi Zen maupun keluarganya, jika dirinya mengunjungi sebuah tempat dan mereka bisa menggunakan fasilitas tersebut dengan bebas.
Maka dari itu, Vero yang sudah mengajak Angel turun dari kendaraan yang mereka tumpangi tadi, saat ini dirinya mulai mengajak wanita itu untuk masuk kedalam sebuah gedung Apartemen mewah yang notabennya milik Suaminya, dan saat ini dirinya mulai mengajak Angel untuk masuk bersama dirinya.
Tidak ada percakapan diantara mereka saat ini, apalagi Angel bisa dikatakan sedari tadi hanya diam dan tidak mengucapkan apa-apa. Hingga Lift yang mereka naiki tadi sudah membawa mereka menuju lantai tempat dimana unit Apartemen tempat dimana Vero tinggal berada.
Angel sudah tidak menunjukan gestur penolakan lagi atas tindakan dari Vero. Apalagi, Vero sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan mereka sampai saat ini, sehingga Angel mulai mengikuti langkah Vero yang membawanya ketempat dimana dirinya berada saat ini.
"Hahh... akhirnya kita sampai" ucap Vero yang akhirnya melepaskan sepenuhnya genggaman tangannya dari tangan Angel, dan saat ini menuntunnya untuk duduk pada sofa yang nyaman pada ruang tamu dari kediaman mewah tersebut.
"Ah.. Loa, Bisakah kamu memesankan makanan untuk kami?" Dan begitulah perintah selanjutnya dari Vero yang saat ini mulai memerintahkan asistennya untuk memesankan dirinya dan Angel makanan, karena dipastikan Angel belumlah memakan apapun sedari tadi.
Vero tentu terus memperhatikan keberadaan Angel sedari tadi, dan dirinya melihat dengan jelas bahwa dirinya memang belum menyantap apapun dalam acara yang diselenggarakan sedari tadi itu. Apalagi sudah dipastikan dirinya belum sempat makan sama sekali sebelum dirinya menuju ke acara tersebut, karena penampilannya saat ini.
Dengan penampilannya yang menawan, tentu membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya. Jadi Vero sangat paham, bahwa wanita itu sama sekali belum memakan apapun, dan saat ini dirinya berinisiatif untuk membelikan dirinya makanan, karena dipastikan kondisi Angel saat ini sedang kelaparan.
Vero hanya tersenyum saja melihat bawahannya langsung mengerjakan perintahnya, hingga tatapannya saat ini mulai mengarah kearah Angel. Apalagi entah mengapa, Angel juga mulai menatap dirinya dengan tatapan sendunya, seakan ingin mengucapkan sesuatu, tetapi dirinya cukup kesusahan untuk menyatakan apa yang ingin dirinya ucapkan itu.
"Sudahlah, kamu sudah aman ditempat ini. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi" ucap Vero yang mulai mendekatkan dirinya menuju kearah Angel, yang memang terlihat sangat amat kacau tersebut.
Penampilan yang bisa dikatakan sempurna itu bisa dikatakan sangat sia-sia. Apalagi saat ini riasan pada wajah dari Angel seakan mulai luntur, karena air matanya yang terus turun dari matanya. Maka dari itu, Vero mencoba untuk membuat nyaman wanita itu agar dirinya terbuka kepada sosok Vero yang masih mencoba menenangkan dirinya itu.
Angel juga terus menatap sosok Vero saat ini, apalagi dirinya merasa wanita itu benar-benar mengetahui apa yang sedang dirinya alami, hingga wanita itu mengajaknya ketempat ini. Maka dari itu, dirinya hanya bisa menatap sosoknya yang terlihat terus menunjukkan senyumnya dan tatapan yang menguatkan kepada dirinya.
"T-Terima kasih, Nyonya Vero" dan begitulah akhirnya sebuah kalimat keluar dari dalam mulut wanita yang sedari tadi diam dan tidak mengatakan apapun kepada sosok Vero.
__ADS_1
"Tidak masalah" Dan begitulah balasan Vero singkat, yang akhirnya merasa sedikit senang bahwa wanita itu sepertinya sedikit tenang dan mulai terbuka kepada dirinya.
Tentu Vero ingin membuat keadaan itu semakin baik lagi, dengan dirinya mulai bangkit dari tempatnya dan menuju sebuah kulkas kecil yang berada tidak jauh dari tempat dimana dirinya dan Angel berada. Dengan membuka pintu dari kulkas tersebut, akhirnya Vero mulai melihat isinya sebelum dirinya akan mengambil sesuatu dari dalamnya.
Vero tentu langsung mengambil beberapa minuman dingin dan saat ini langsung membawakannya kepada Angel. Dengan langsung memberikannya kepada Angel, saat ini Vero mulai meminum minuman yang baru saja dirinya ambil untuk menghilangkan dahaganya.
Tentu dirinya melakukan itu untuk mencairkan suasana diantara mereka, dan menunjukan kepada Angel bahwa Vero memang berniat untuk membantunya dengan bersikap sangat bersahabat kepada dirinya. Maka dari itu, Vero mulai bersikap santai saat ini dihadapan Angel yang memang sedari tadi bersikap sedikit tegang.
"Ke-kenapa anda bisa tahu, bahwa aku mengalami sebuah masalah?" Dan akhirnya sepertinya apa yang dilakukan Vero itu cukup berhasil, karena saat ini sebuah pertanyaan mulai dilontarkan oleh Angel kepada Vero.
"Ho... apakah kamu lupa, bahwa kamu tadi menangis? Apalagi disaat kita berkonfrontasi dengan Kekasihmu dan Ayahnya, bisa terlihat jelas kamu seakan takut dengan mereka" ucap Vero yang langsung menjawab pertanyaannya.
Tentu Vero sudah mengetahui apa yang sebenarnya dialami oleh Angel. Perkataan Amel sebelumnya sudah menjelaskan semuanya, namun tentu Vero tidak akan memberitahukan tentang hal itu, karena dirinya ingin membuat Angel sendirilah yang mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi terhadapnya.
"B-Bagitu ya..." dan begitulah sebuah jawaban mulai terdengar dari mulut Angel, setelah Vero menjawab demikian.
Masalahnya setelah mendengar Vero membicarakan tentang kedua sosok itu, entah mengapa Angel langsung menunduk. Bahkan lengannya yang saat ini menggenggam kaleng minuman yang diberikan kepada Vero, saat ini terlihat mulai gemetaran.
Melihat itu, tentu Vero langsung mencoba menenangkan wanita itu kembali karena terlihat dirinya seakan menjadi ketakutan. Apalagi Vero tahu bahwa wanita itu mulai mengingat kembali kenangan buruk yang dialami olehnya, sehingga dirinya berperilaku seperti itu.
Dengan meraih lengannya yang masih menggenggam sebuah minuman kaleng, saat ini Vero mulai menguatkan Angel yang sikapnya mulai berubah kembali, padahal tadi dirinya baru mulai ingin berbicara dan membuka dirinya kepada Vero yang saat ini berada di ruangan yang sama dengan dirinya ditempat ini.
"Coba ceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi yang membuatmu seperti ini?" dan begitulah ucapan Vero yang mencoba untuk membuat wanita itu mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.
Angel tidak langsung menjawab. Karena saat ini isak tangisnya mulai pecah dan langsung ditenangkan oleh Vero kembali. Tentu yang hanya bisa dilakukan oleh Vero hanya bisa menenangkan wanita itu agar dirinya bisa tenang, dan membiarkannya untuk meluapkan emosinya yang sepertinya sudah tidak bisa dirinya tahan lagi.
Hingga selang beberapa saat kemudian isak tangis yang terdengar dari Angel mulai mereda sedikit demi sedikit. Dengan sudah mulai tenang, saat ini Angel mulai memberanikan diri mengangkat kepalanya dan saat ini mulai menatap mata dari Vero seakan ingin mengungkapkan sesuatu kepadanya.
__ADS_1
Vero hanya bisa terus menguatkan dirinya. Apalagi dengan matanya yang sepenuhnya merah dan sembab, saat ini Vero hanya bisa menantikan apa yang akan diucapkan wanita itu kepada dirinya, apalagi bisa terlihat dirinya cukup berat untuk mengungkapkan apa yang akan dirinya katakan kepada Vero tersebut.
"A-Aku mengalami p-pelecehan"