
Perasaan panik yang menimpa Vero, sebenarnya belumlah usai. Karena setelah dirinya menghubungi Santi tadi, hingga saat ini wanita itu belum sama sekali menghubungi dirinya balik dan memberikan informasi tentang suaminya sesuai janji yang mereka sepakati tadi.
Sudah beberapa waktu mulai berlalu hingga kali terakhir dirinya berbicara dengan Santi, namun kabarnya seakan ikut menghilang sama seperti suaminya saat ini. Apalagi, Vero sudah mencoba menghubungi nomornya kembali, namun saat ini Santi tidak mengangkat panggilan yang sudah dirinya lakukan itu.
Bahkan suaminya juga, hingga saat ini belum bisa untuk dihubungi oleh dirinya. Jadi, hal tersebutlah yang masih membuat Vero mengkhawatirkan kondisi dari suaminya yang hingga saat ini belum terdengar kabarnya. Apalagi ikut menghilangnya kabar dari Santi, semakin membuat Vero semakin panik saat ini.
"Bagaimana jika kita menyusul Santi pada kantornya, Ver?" usul Kelly kepada sahabatnya itu, yang saat ini masih setia menemani dirinya menanti kabar dari Zen.
Memang bukan hanya Vero saja yang sangat mengkhawatirkan keadaan dari Zen. Kelly juga bisa dikatakan cukup panik karena dirinya sangat mengkhawatirkan pria tersebut. Jadi bisa dibilang mereka berdua dalam kondisi yang sama-sama panik saat ini.
Kepanikan itulah yang saat ini membuat kedua wanita itu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan. Seperti contohnya salah satu dari mereka sudah mengajak sahabatnya untuk menuju kantor kepolisian, dan mencari sosok yang menurut mereka mengetahui keberadaan Zen.
"Ide yang bagus, kalau begitu ayo kita ke sana" kata Vero yang menyetujui usul sahabatnya, dan dengan bergegas untuk langsung beranjak dari tempat mereka berada saat ini.
Kedua sahabat yang tidak terpisahkan itu, seakan kompak untuk bergegas dari tempat mereka berada dan saat ini ingin mencari tahu keberadaan Zen yang tidak terdengar kabarnya hingga saat ini. Bahkan tidak memperdulikan pekerjaaan yang harus mereka lakukan, mereka saat ini sudah bersiap untuk beranjak dari sana.
Dengan begitu, mereka berdua langsung menuju kearah basemen dari perusahaan milik Vero, untuk mengambil kendaraan yang akan mereka gunakan untuk menuju ke kantor kepolisian dimana Santi bekerja. Apalagi, karena perasaan yang tidak sabar dalam menunggu informasi tentang keadaan Zen, mereka saat ini bergerak dengan sangat terburu-buru.
Suara lift akhirnya mulai menyambut mereka yang saat ini mulai keluar dari dalamnya. Dengan langkah yang tergesa-gesa saat keluar dari dalam lift yang mereka naiki tadi, mereka saat ini langsung menuju kearah kendaraan dari Vero dan akan beranjak dari sana menuju ketempat tujuan mereka.
Namun disaat mereka masih didalam perjalanan menuju mobil yang akan mereka gunakan untuk menuju kantor kepolisian tempat santi bertugas, sesosok pria saat ini tiba-tiba muncul dihadapan mereka berdua. Bahkan jika dilihat pria itu seakan mulai menghalangi perjalanan mereka.
Bukan hanya itu saja tindakan dari pria tersebut. Karena saat Vero dan Kelly ingin menghindari sosoknya yang menghalangi langkah mereka, sosok itu sekali lagi menghalangi langkah mereka. Apalagi, disaat mereka berdua akan kembali menghindar, beberapa orang saat ini mulai mendekat dan mulai mengerumuni mereka.
"Siapa kalian, mengapa kalian menghalangi kami?" tanya Vero yang merasa kesal dengan tindakan mereka, yang terlihat sangat lancang tersebut.
"Hmm... jadi ini Isti dari pria yang harus kita bunuh itu bukan?" Namun bukannya menjawab perkataan Vero, pria yang menghalangi langkahnya itu malah berbicara dengan rekannya yang berada disebelahnya.
"Yap. Kalau begitu tunggu apalagi, ayo kita tangkap dirinya" ucap rekannya yang saat ini mulai mendekat kearah Vero dan ingin menculik keberadaannya.
Tentu mereka berdua saat ini sangat terkejut dengan perubahan sikap dari pria-pria yang saat ini mengerumuni mereka. Karena bisa dibilang, para pria yang pada awalnya menghalangi langkah mereka, saat ini seakan ingin melakukan tindakan jahat kepada mereka.
Apalagi dari perkataan mereka yang bisa terdengar sangat jelas tadi, mengatakan bahwa mereka sedang mengincar sosok dari Vero. Jadi hal tersebutlah yang saat ini membuat Vero cukup kebingungan, karena dirinya tidak tahu mengapa dirinya menjadi bahan incaran dari para pria yang sudah mendekat kearah mereka.
Tetapi tentu saja mereka tidak tinggal diam, karena saat ini Kelly sudah bersiap menghalau mereka untuk melindungi dirinya dan sahabatnya. Dengan sudah memasang kuda-kuda dari sebuah ilmu bela diri yang dirinya pelajari, saat ini Kelly bersiap untuk menghalau tindakan mereka itu.
__ADS_1
"Lebih baik, kalian menyerahkan diri dengan tenang dan kami tidak akan melukai kalian." ucap seseorang, yang saat ini sudah menjulurkan tangannya dan hendak meraih tangan Vero untuk menyeretnya pergi dari sana.
Namun tindakan itu tentunya langsung dihalangi oleh Kelly yang mulai menyerang pihak yang ingin menaruh tangannya pada sahabatnya. Tentu atas serangan tersebut, bisa dikatakan mereka cukup terkejut. Karena seperti yang bisa dilihat, Kelly berhasil memukul mundur pria yang diserangnya.
Bakan beberapa pria yang ingin menculik keberadaan Vero, saat ini mulai saling menatap satu sama lainnya, setelah mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri sebuah serangan yang dilakukan oleh Kelly kepada salah satu dari rekan mereka.
"Ho... sepertinya dirinya juga penggiat sebuah kekuatan" ucap salah satu dari mereka kembali.
"Memang. Tetapi sepertinya dirinya tidak menyadari bahwa dirinya memiliki sebuah kekuatan besar pada dirinya" balas rekannya kembali, yang mulai memberikan hipotesanya tentang sosok Kelly.
"Hmm... berarti dirinya bisa sangat berguna bagi kita. Kalau begitu, tangkap mereka berdua" ucap pemimpin mereka yang sudah memutuskan untuk mengamankan Kelly sekalian.
Mendengar perintah dari atasannya, tentu membuat beberapa pihak yang akan menyerang keberadaan Kelly, mulai melakukannya dengan intens. Bahkan Kelly yang bisa dikatakan tadi mampu menghalau mereka, mulai kewalahan menerima beberapa serangan yang datang kearah dirinya.
Pihak yang saat ini menyerangnya, entah mengapa seakan menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya. Hal itu terlihat, dari pria yang sebelumnya dengan mudah dirinya pukul mundur, tiba-tiba saja bisa menahan serangan yang dirinya berikan tadi kepada dirinya.
Maka dari itu, Kelly yang saat ini masih menahan serangan yang bertubi-tubi datang kearahnya, mulai kewalahan dalam menerima dan membalikan serangan yang dirinya terima itu. Apalagi fokusnya saat ini, sedang melindungi sahabatnya yang menjadi incaran dari para pihak yang sedang mengejar dirinya.
"Kelly!" teriak Vero yang saat ini melihat sahabatnya mulai kewalahan melawan beberapa orang yang sedang menyerangnya.
Sebenarnya dirinya tanpa tidak sadar sudah menggunakan sebagian kecil dari kekuatannya itu. Namun, karena ketidaktahuan tentang hal tersebut, dirinya hanya menganggap apa yang sedang dirinya punya itu hanya merupakan sebuah bakat yang terdapat didalam dirinya.
Dan hal itulah yang sedang dirasakan oleh Kelly saat ini. Bisa dikatakan dirinya sudah mulai merasakan sebuah keanehan. Karena memang bisa dikatakan dirinya mengetahui dengan pasti kekuatan dari dirinya sendiri. Karena bisa dikatakan, dirinya tahu bahwa bakatnya itu mampu mengalahkan beberapa pihak dengan mudah.
Namun saat ini, dirinya mulai kewalahan melawan beberapa pihak yang sedang dilawannya. Padahal dirinya sering sekali berada di situasi seperti itu, dan dirinya dengan mudah mengalahkan musuhnya menggunakan sesuatu yang dirinya sebut sebagai bakat tersebut.
Tetapi, bisa dikatakan kekalahan dirinya mulai terlihat, karena saat ini sebuah serangan yang keras mulai mengenai bagian perutnya dan membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang. Bahkan tubuhnya saat ini mulai menabrak Vero dan membuat mereka berdua mulai tersungkur kebawah tanah bersama.
"Kelly!" teriak Vero kembali yang langsung mencoba melihat kondisi dari sahabatnya itu.
Kelly memang saat ini sudah memegangi bagian perutnya, karena memang saat ini dirinya merasakan kesakitan pada bagian tersebut. Bahkan, saat ini dirinya mulai meringis kesakitan, tetapi tetap berusaha untuk tetap bangkit dan menghalau serangan dari mereka yang akan kembali berdatangan.
Kondisinya bisa dibilang cukup mengenaskan. Karena beberapa luka lebam saat ini mulai menghiasi beberapa bagian tubuhnya. Namun dirinya tetap bangkit, untuk melindungi sahabatnya yang saat ini tiba-tiba saja mulai menangis melihat kondisinya tersebut.
"Sudahlah, menyerah saja dan kami akan membawa kalian dengan aman tanpa rasa sakit apapun" ucap seorang lagi, yang saat ini mulai mendekat kearah mereka berdua.
__ADS_1
"Larilah, Ver. Biar aku yang menghadang mereka" Namun bukannya mereka mengikuti perintah pria tersebut, Kelly berinisiatif untuk mulai mengorbankan dirinya sendiri agar sahabatnya itu dapat melarikan diri dari sana.
Tentu Vero hanya bisa menggelengkan kepalanya dan semakin membuat air mata yang sedari tadi sudah jatuh dari matanya, semakin deras membasahi pipinya. Apalagi bisa dibilang dirinya tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan selama ini, jika bukan Kelly pastilah Zen yang akan menyelamatkan dirinya.
Tentu dirinya sangat benci dengan situasi ini. Yang dimana dirinya merasa sangat tidak berguna, dan malah membuat beberapa pihak akan menderita hanya untuk menyelamatkan dirinya. Frustasi tentu saja, karena memang dirinya bisa dikatakan adalah seorang beban bagi siapapun yang berada disekitarnya.
"Cepatlah larilah!" teriak Kelly yang seakan membentak sahabatnya itu, agar dirinya mengikuti perkataanya.
Namun sekali lagi, disaat Kelly mulai memperhatikan sahabatnya yang tidak kunjung mengikuti perkataanya itu. Vero kembali menggelengkan kepalanya, seakan tidak ingin mengikuti perkataannya. Karena memang, dirinya tidak mau mengorbankan siapapun untuk menyelamatkan dirinya.
"Hahahaha... pemandangan yang indah. Namun kalian harus memil-" namun belumlah pria yang sedang berbicara itu menyelesaikan kalimatnya, seseorang saat ini mulai menggenggam lehernya dari arah belakang.
Tentu siapa yang menyangka bahwa ada seseorang yang mengganggu aktivitas mereka. Bahkan sedari tadi mereka tidak merasakan hawa kedatangan seseorang ketempat ini. Maka dari itu, keberadaan pihak yang saat ini sudah menyerang salah satu dari mereka cukuplah mengejutkan.
Apalagi Kelly yang saat ini masih menatap Vero untuk mengusir keberadaannya, langsung memindahkan pandangannya kearah sebuah suara yang terlihat gaduh, karena saat ini ada seorang pihak lagi yang sedang datang ketempat dimana dirinya berada dan sedang bertarung tadi.
"Heav-" Namun belum juga pria yang berbicara tadi menyelesaikan kalimatnya, dirinya yang awalnya sudah mampu untuk mengidentifikasi sosok yang mendatangi mereka itu, langsung tak sadarkan diri dibuat pria yang baru muncul itu.
Tentu melihat kedatangannya, semua pihak yang sebelumnya akan menyerang Kelly, mulai memfokuskan diri mereka dalam mencoba melawan sosok yang baru muncul itu. Bahkan mereka saat ini seakan mulai waspada dengan keberadaannya.
Namun semua itu sia-sia. Karena satu persatu dari mereka saat ini mulai tak sadarkan diri disaat mereka mencoba menyerangnya. Bahkan baru beberapa serangan yang mereka berikan, saat ini seakan sangat sia-sia karena sepertinya pria itu bisa menyangkal semua serangan yang datang kearah dirinya.
"Siapa yang sedang membantu kita saat ini, Kel?" tanya Vero yang saat ini sedang memperhatikan beberapa pihak yang sedang bertarung, melawan sesosok pria yang terlihat sangat amat misterius itu.
"Aku juga tidak tahu, Ver." Balas Kelly yang saat ini terus memperhatikan jalannya pertempuran itu, dan tetap waspada jika ada sebuah serangan dadakan yang mungkin akan datang kearah mereka.
Memang bagi manusia awam, pertarungan itu seakan seperti pertarungan para manusia pada umumnya. Namun jika seseorang yang bukan manusia melihatnya, dipastikan mereka sangat tahu bahwa pertarungan itu merupakan pertarungan yang menggunakan berbagai kekuatan.
Namun, karena bisa dikatakan perbedaan kekuatan dari pihak yang baru saja datang ketempat tersebut, bisa dikatakan pertarungan satu melawan banyak orang itu mulai berat sebelah. Tetapi yang mengejutkan, sosok yang melawan beberapa pihak sendirian itulah, yang saat ini seakan mulai mengalahkan mereka dengan sangat mudah.
"Sepertinya kita terselamatkan, Ver." ucap Kelly kembali, karena melihat pertarungan itu sepertinya akan selesai.
Tentu pihak pemenang dari pertarungan itu, merupakan pihak yang baru saja datang ketempat ini. karena bisa dikatakan dirinya sangat dominan dalam pertarungan tersebut. Bahkan saat ini semua pihak yang melawannya mulai terkapar tak sadarkan diri, karena tidak mampu melawan dirinya.
"Cih... berani-beraninya kalian menyerang Kakak Iparku"
__ADS_1