Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Kencan?


__ADS_3

Seorang wanita yang saat ini masih terlelap dengan nyaman mulai terganggu dengan suara dari alarm ponselnya. Memang tadi malam wanita tersebut sengaja memasangkan alarm di hari liburnya ini agar dirinya tidak terlambat untuk bertemu dengan seseorang yang sangat spesial untuknya pada hari ini.


Angel dengan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya, mulai bangun dan duduk di atas tempat tidurnya dan mulai melihat keadaan kamarnya. Dengan mengingat tentang janji yang sudah dirinya buat kemarin, membuat sebuah senyuman manis mulai menghiasi wajah cantiknya itu karena dirinya sangat senang membayangkan apa yang akan dia lakukan nanti.


“Akhirnya aku berhasil mengajak Kak Zen jalan-jalan denganku” gumamnya lalu mulai meregangkan tubuhnya dan mulai bangkit dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap.


Memang kemarin Angel dikejutkan dengan dirinya yang bangun didalam kamar kos-kosan yang disewanya. Angel bingung saat itu, apakah kejadian yang menimpanya pada malam itu merupakan mimpi karena sebelumnya dia hampir diperkosa oleh seseorang.


Namun saat dirinya berpikir bahwa itu mimpi, dirinya tidak sengaja melihat pergelangan tangannya yang nampak ada bekas melingkar dan sedikit membiru. Vero bingung bagaimana dia mendapatkannya dan barulah dirinya sadar bahwa kejadian malam itu merupakan kenyataan.


Tentu untuk menguatkan hipotesanya tentang kejadian malam itu, Angel memang harus menanyakan langsung kepada orang yang menyelamatkan dirinya malam itu, dan bertanya apakah benar dirinya diselamatkan atau apa yang dia rasakan kemarin malam adalah sebuah mimpi.


“Apakah kamu tidak terganggu dengan kejadian yang menimpamu tadi malam Angel?” dan begitulah perkataan seorang pria, yang mengkonfirmasi bahwa kejadian malam kelam yang dialami Angel adalah bukan sebuah mimpi.


Tentu saja Angel langsung memeluk Zen dengan erat karena pria itu sudah menyelamatkan dirinya dua kali. Entah apa yang harus dirinya lakukan, tetapi Angel sangat berterima kasih kepada Zen karena selalu ada untuk menyelamatkannya.


Anehnya, tidak seperti sebelumnya saat Angel memeluk Zen, saat ini Zen membalas memeluknya bahkan menepuk ringan punggung dari Angel untuk coba menenangkannya. Angel cukup terkejut dengan itu, namun dirinya tidak menghiraukannya dan mencoba menikmati dekapan hangat dari Zen saat itu.


“Ya.. aku harus tampil cantik hari ini” Kata Angel yang sudah keluar dari kamar mandinya dan terlihat sebuah handuk masih melilit pada rambutnya yang basah.


Memang setelah pelukan mereka kemarin, Angel berinisiatif untuk mengajak Zen menemaninya pada hari libur mereka yaitu hari ini. Tentu saja Zen menolaknya, namun entah mengapa saat Angel memaksanya, Zen mulai mengiyakannya permintaannya itu.


Tentu Angel sangat senang, karena orang yang sangat dicintainya mulai menerima permintaannya. Dengan perasaan senang itu akhirnya membuat Angel memutuskan untuk harus tampil sempurna hari ini.


Ditempat lain, seorang pria yang akan menjadi pasangan Angel untuk menemaninya jalan-jalan atau sebutan rekannya adalah Kencan, saat ini baru saja bangun dari tidurnya yang sangat lelap, bahkan sebuah kejadian tadi malam tidak membangunkan dirinya dari tidurnya yang sangat lelap tadi malam.

__ADS_1


“Cih... mengapa aku tidak bisa menolak permintaanya” gumam Zen setelah menyadari bahwa hari ini dia harus menemani Angel pergi kesebuah tempat.


Berkah yang tidak sengaja Zen berikan kepada Angel, membuatnya seakan benar-benar menjadi Guardian Angel untuknya, bahkan untuk perkara kebahagiaannya ternyata harus dilindungi oleh Zen.


Bahkan saat merasakan perasaan sedih dari Angel saat dirinya menolak permintaannya kemarin, membuat Zen merasakan sesuatu yang memaksanya harus mengikuti perkataan Angel tersebut dan Zen cukup kesal dibuatnya.


“Apakah aku harus berbuat jahat kepadanya agar cintanya luntur kepadaku..” gumam Zen yang mencari cara agar berkahnya itu menghilang dari tubuh Angel dan kehidupannya bisa bebas kembali.


Akhirnya Zen mulai mengambil ponselnya dan mulai membuka aplikasi pencarian data dan mengetikan [Cara membuat wanita membenci pria] begitulah apa yang sedang dia ketik dalam kotak pencarian pada aplikasi tersebut.


“Saling bertengkar” gumam Zen yang membaca cara pertama dari membuat wanita membenci pria yang dia temukan dari artikel pada aplikasi pencarian itu.


“Bertengkar ya.... apakah aku harus melakukannya?” lanjutnya, tetapi Zen cukup malas yang namanya berdebat apalagi bertengkar adu mulut dengan seseorang, dan terlebih lagi adu fisik dengan seorang yang tidak mempunyai salah kepadanya.


Walaupun Zen suka membantai orang yang membuat dirinya kesal, tetapi dirinya tidak serta merta asal melakukan hal tersebut. Jika memang kesalahannya menurut Zen sangat fatal, barulah Zen akan membunuhnya. Namun dalam kasus Angel, Zen hanya kesal dengan ikatan mereka saja, bukan orangnya yang membuat Zen kesal.


“Terus berbohong.... Hm.... bukankah aku selalu membohongi dirinya” gumam Zen yang menurutnya cara itu masihlah tidak efektif untuk Angel.


“Merasa diatur...” Tulis cara selanjutnya. “Bukankah Angel selalu melakukan apa yang selalu aku perintahkan dengan senang hati” gumam Zen kemudian dan kembali melihat cara selanjutnya.


“Kurang perhatian” lanjut tulisan dalam artikel tersebut. Membaca itu Zen lalu menatap wajah dengan ekspresi datar miliknya pada pantulan bayangan dirinya di cermin yang berada di atas meja di samping tempat tidurnya.


“Bukankah aku selalu cuek kepadanya?” gumam Zen yang kembali menatap ponselnya.


Zen tidak menyerah. Dirinya terus mencari cara untuk membuat Angel menjauh darinya, karena Zen ingin hidup dengan bebas dan tidak terikat sesuatu. Dengan terus mengklik satu persatu artikel yang muncul, Zen sebisa mungkin harus menemukan solusi yang tepat.

__ADS_1


“Ghosting?.... apakah aku harus menjadi hantu?” gumam Zen setelah membaca judul sebuah artikel kembali dan mulai membaca isi artikel tersebut.


“Perilaku menjauh atau tiba-tiba menghilang dari kehidupan seseorang tanpa mengirimkan kabar apapun” gumam Zen yang membaca pengertian kata tersebut dengan perlahan.


“Tunggu... bukankah Angel akan pergi menjauh dan menghilang. Berarti dia akan meng-Ghosting diriku bukan?” ucap Zen sambil tersenyum senang.


Zen lalu melemparkan ponselnya keatas kasur yang masih didudukinya karena dia mendapatkan solusi yang tidak membuat dirinya melakukan apapun seperti keinginannya. Dengan senyum bahagia karena menganggap bahwa Angel akan lepas darinya, akhirnya Zen mulai kembali menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur miliknya.


“Hahh... setidaknya sebuah masalah akan terselesaikan” gumam Zen yang memutuskan bersantai sejenak sebelum melanjutkan aktivitasnya.


Zen lalu melihat jam digital yang berada di meja samping tempat tidurnya yang menunjukan jam setengah sembilan pagi. Zen yang sudah berjanji, akhirnya mulai bangun dari tempat tidurnya dan masuk kedalam kamar mandi miliknya dan langsung membersihkan diri.


Waktu yang ditentukan untuk pertemuan Zen dan Angel semakin dekat. Namun ditempat pertemuan mereka, ternyata Angel sudah sampai terlebih dahulu di sana. Beberapa orang juga mulai menatap dirinya terutama para pria, karena bisa dibilang Angel termasuk gadis yang sangat cantik.


Sebuah kedai minuman saat ini menjadi tempat pertemuan Zen dan Angel yang sudah disepakati, karena niat Angel pertama adalah untuk mengajak Zen berkeliling sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota ini yang keberadaannya tidak jauh dari kedai tersebut.


Dengan senyum yang terus terukir di wajah yang memiliki lesung pipi pada wajah cantiknya, Angel masih setia menunggu Zen ditempat ini karena waktu pertemuan mereka sudah dekat. Dengan menghiraukan semua mata yang mencuri pandang kearahnya, Angel masih setia menanti kedatangan Zen ditempat ini dengan sabar.


“Oh... kamu sudah tiba” balas seorang pria yang membuat Angel sedikit terkejut mendengar sapaannya.


Seorang pria tampan yang menggunakan kemeja putih dengan lengannya digulung saat ini langsung duduk di kursi dihadapan tempat duduk dari Angel, tanpa meminta izin dari wanita itu untuk mempersilahkan dirinya untuk duduk.


“Wah... baru kali ini aku melihat Kakak dengan penampilan seperti ini” Balas Angel yang cukup terkejut melihat penampilan Zen yang sangat berbeda.


Memang jika pergi bekerja, Zen hanya mengenakan sebuah kaos yang dibalut dengan jaket. Bahkan jika dirinya berpergian kemanapun, Zen juga hanya menggunakan pakaian tersebut kemana-mana. Namun khusus hari ini, Zen sengaja menggunakan pakaian yang sedikit terlihat bagus yang berada di lemari bajunya.

__ADS_1


“Benarkah?”


__ADS_2