Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Mengendalikan


__ADS_3

Setelah melewati malam panas yang membahagiakan bagi sepasang pengantin baru, saat ini kedua pasang pengantin yang sedang berbaring saling berpelukan itu, masih setia terlelap dengan nyaman ditempat mereka menghabiskan malam panas mereka.


Untuk saat ini belum ada yang mampu untuk mengganggu tidur mereka yang terlihat sangat nyaman tersebut. Hingga tiba-tiba saja Zen yang masih terlelap dengan nyaman ditempatnya, mulai merasakan sesuatu yang saat ini langsung membuatnya langsung terjaga dan bangkit dari tempatnya.


Tentu bukan Zen saja yang saat ini sudah bangun dari tidurnya. Axillia juga bisa dikatakan mengalami hal yang sama, namun bedanya dirinya terbangun karena merasakan sakit yang teramat sangat menyakitkan berasal dari rahimnya saat ini. Dan hal itulah yang dirasakan Zen hingga dirinya langsung bangun.


"Zennnnn!" teriak Axillia yang dimana bagian rahimnya mulai diselimuti dengan aura hitam yang pekat.


Suara teriakan saat ini mulai terdengar, yang dimana saat ini Axillia mulai berteriak kesakitan tentang apa yang terjadi. Hingga dari balik pintu kamarnya, Istri-istri Zen lainnya sudah masuk dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa mereka mendengar suara teriakan.


Aura pada rahim Axillia juga semakin membuat Axillia merasa kesakitan, hingga Zen saat ini mulai mengendalikan aura tersebut agar tetap tenang dan tidak menjadi liar karena Aura-aura tersebut mulai mencari energi yang ingin mereka serap untuk makanan mereka saat ini.


"Sekarang, cepat serap energi alam untuk dirimu Axillia" ucap Zen yang saat ini mencoba mengendalikan aura yang seakan menyeruak keluar itu.


Axillia yang mulai merasakan bahwa Zen berhasil mengendalikan sesuatu yang berada di dalam rahimnya, barulah dirinya mulai menyerap energi alam untuk menjadi makanan janinnya yang menuntut makanan energi kepada dirinya dan meredakan aura-aura yang dikeluarkan oleh mereka itu bisa mereda.


"Apa yang terjadi Zen?" hingga Vero yang sudah menggenggam tangan Axillia mulai mengkhawatirkan keadaannya atas kejadian yang terjadi itu.


"Ini proses jika dirinya mulai hamil. Jadi saat ini janin yang dikandungnya sedang meminta makanan kepada dirinya" balas Zen yang menjelaskan dengan singkat tentang apa yang terjadi.


Seperti yang diketahui, mengandung anak dari pemilik kuasa dibutuhkan sesuatu yang ekstra untuk dapat menghidupi janin yang berada didalam kandungannya. Karena selain nutrisi makanan yang Ibunya makan akan diserap oleh mereka, energi kehidupan Ibunya akan diserap oleh janin yang dikandungnya itu.

__ADS_1


Apalagi yang dikandung oleh Axillia merupakan anak dari Zen, dan bahkan calon Deadly Sin baru. Dan juga, dirinya bukan hanya mengandung satu benih saja, melainkan 7 secara sekaligus. Jadi wajar dirinya membutuhkan banyak sekali energi untuk menyuplai asupan makanan kepada janin yang dikandungnya.


"Hahh... hahh... hahh..." hingga akhirnya sebuah helaan nafas lega akhirnya bisa dirasakan oleh Axillia, setelah dirinya sudah mengendalikan sepenuhnya apa yang dirinya alami.


Rasa lega bisa Axillia rasakan saat ini, setelah janin-janinya mulai tenang didalam kandungannya. Apalagi, ini merupakan kesalahannya, yang lupa memberikan mereka asupan energi miliknya karena dirinya masih terbawa dengan malam panas dirinya bersama suaminya tadi malam.


"Bukankah aku berpesan untuk langsung menyerap energi alam, Axillia?" tanya Zen yang bisa dikatakan sudah memperingatkan sosok Axillia sebelumnya.


Zen memang sudah menduga hal ini akan terjadi, jadi Zen pada awalnya sudah berpesan kepada Axillia untuk langsung menampung energi alam yang bisa dirinya serap pada tubuhnya. Namun, ternyata wanita itu belum melakukan apapun untuk mencegah kejadian tadi terjadi.


"Maafkan aku, Zen. Aku hanya lupa karena aku m-menikmati apa yang kita lakukan s-semalam" ucap Axillia berbisik, karena dirinya cukup malu mengutarakan alasannya itu dengan keras.


Tentu semua pihak yang berada di sana bisa mendengar perkataannya. Bahkan saat ini raut wajah merona bisa terlihat dari mereka semua yang berada di sana, karena memang didalam ruangan ini sudah berkumpul seluruh Istri dari Zen saja yang berada didalam kamar dari dirinya dan Axillia ini.


Zen betapa bahagia akhirnya bisa memiliki keturunannya sendiri. Tentu walaupun anak-anaknya nanti merupakan perwujudan adik-adiknya, tetapi bisa dipastikan entitas mereka sangatlah berbeda dari adik-adiknya, bahkan mereka akan resmi menjadi anak-anak dari Zen walaupun mereka dipastikan akan menjadi seorang Deadly Sins.


Maka dari itu, dirinya merasa senang bahwa sebentar lagi impiannya yang memiliki keluarga utuh akhirnya terwujud, karena sebentar lagi kehidupannya dengan Istri-istrinya kelak sudah dipastikan akan ditemani oleh anak-anaknya yang akan melengkapi rumah tangga dirinya.


"Maafkan karena membuatmu khawatir Zen, dan terutama kalian semua. Jadi, akan aku pastikan kejadian ini tidak akan terjadi lagi" ucap Axillia yang meminta maaf atas perbuatannya kepada seluruh keluarganya itu.


Memang karena keasikan merasakan sesuatu yang sangat membahagiakan tadi malam hingga dirinya merasa kelelahan dengan aktivitas yang dirinya lakukan dengan suaminya, Axillia malah tidak sengaja kebablasan untuk tidur hingga lupa untuk menyergap energi untuk memberi makan janin yang dimiliki olehnya.

__ADS_1


Memang disaat Zen membuahi benih yang berada pada janin miliknya, bisa dikatakan dirinya langsung hamil. Maka dari itu, seharusnya dirinya langsung memberikan mereka makanan dengan energinya dan tidak menyebabkan sesuatu seperti tadi akan terjadi dengan membuat semua pihak khawatir.


"Dan maafkan Ibu, Anak-anakku. Karena kalian merasa kelaparan akibat kelalaian Ibu" ucap Axillia yang mengelus dengan lembut bagian perutnya saat ini


Melihat hal itu tentu ada rasa cemburu dari seluruh pihak yang berada di sana, terutama sosok Vero yang notabennya merupakan Istri pertama dari Zen. Namun, tiba-tiba saja tangannya langsung ditarik oleh Axillia dan saat ini mendekatkannya menuju kearah rahimnya yang sedikit membesar itu.


"Dan sapalah Ibu-ibu kalian yang lain juga" hingga begitulah ucapan dari Axillia yang mulai memperkenalkan janin-janin yang berada di rahimnya kepada seluruh Ibu mereka.


Vero juga mulai tersenyum saat ini, karena memang anak-anak dari saudarinya kelak merupakan anak-anaknya juga. Jadi disaat dirinya mengelus ringan rahim dari Axillia dirinya entah mengapa merasa bahagia. Bahkan dirinya juga tidak sabar melihat mereka nantinya akan lahir ke dunia ini.


"Aku juga ingin menyentuhnya" hingga Kelly dan lainnya juga tidak ingin kalah untuk merasakan sesuatu dari perut Axillia saat ini.


Semua pihak bisa dikatakan sangat bahagia saat ini, apalagi mereka memang benar-benar menjadi keluarga yang sangat harmonis saat ini. Aneh memang mengapa mereka bisa sangat saling menerima seperti saat Ini satu sama lainnya.


Karena bisa dikatakan berkah ikatan bukan hanya mengikat sosok Zen dengan orang yang dirinya cintai dan membalas perasaannya. Namun berkah ikatan juga mulai menyatukan mereka dan saat ini mereka semua bisa dikatakan menjadi satu dalam sebuah ikatan yang utuh, sehingga mereka bisa sangat harmonis dalam rumah tangga yang sedang mereka jalani.


"Maafkan mengganggu waktu kalian Tuan dan Nyonya-Nyonya sekalian, saat ini saya membutuhkan kehadiran Tuan Zen pada ruangan pribadi dari Tuan Mikhael" hingga disaat mereka sedang menikmati waktu mereka, seorang malaikat saat ini menerjang masuk kedalam kamar tempat mereka berada saat ini.


"Memangnya, apa yang terjadi kepadanya, sehingga membutuhkan keberadaan diriku?" tanya Zen yang saat ini ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Bisa dilihat raut wajah dari malaikat yang ingin menjemput Zen itu terlihat panik. Tentu karena dirinya ingin dengan segera memanggil sosok Zen, tetapi dirinya juga merasa bersalah dengan mengganggu waktunya. Maka dari itu, dirinya sedikit kebingungan dengan apa yang dirinya lakukan, karena dirinya takut menyinggung atasannya dan juga menyinggung sosok Zen saat ini.

__ADS_1


"M-Maafkan saya, Tuan. Tetapi Tuan Mikhael mendapatkan penglihatan kembali"


__ADS_2