Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Horor


__ADS_3

Zen dan Angel saat ini sudah duduk berdampingan pada sebuah bangku yang sudah dipesan oleh mereka, untuk menyaksikan sebuah film yang akan mereka tonton ditempat ini. Suasana ditempat ini mulai ramai, namun Zen yang saat ini memegang popcorn berukuran jumbo yang dibelinya tadi, dengan tenang menyaksikan beberapa orang yang memasuki tempat ini.


“Jangan di makan sekarang Kak, nanti akan habis saat dipertengahan film” Kata Angel yang melihat Zen mulai memasukan satu persatu berondong jagung yang sedang dia pegang kedalam mulutnya.


“Memangnya durasi sebuah film berapa lama?” balas Zen.


Memang ini adalah kali pertama Zen dalam menonton sebuah film yang ditayangkan di bioskop. Karena di Neraka, Zen hanya pernah menyaksikan sebuah penampilan teater musikal, drama dan sebuah sketsa dari bawahannya, walaupun saat menontonnya dirinya malah tertidur.


“Hmm... rata-rata beberapa film berdurasi paling cepat satu setengah jam Kak” balas Angel.


“Benarkah?” gumam Zen lalu kembali memasukan sebiji berondong jagung kedalam mulutnya.


Angel yang melihat itu hanya menghela nafasnya saja, karena Zen tidak mendengarkan dirinya. Tetapi didalam hatinya, saat ini dirinya sangat senang karena Zen mentraktirnya sebuah minuman tadi, dan saat ini Angel bisa nonton bersama Zen dengan berbagi sebuah berondong jagung ukuran jumbo bersama.


Akhirnya lampu didalam ruangan tempat Zen dan Angel berada mulai diredupkan. Saat ini hanya penerangan yang berasal dari layar didepan mereka saja yang menjadi pencahayaan yang ada didalam ruangan tersebut.


Zen yang sebenarnya tidak memperdulikan apapun dan hanya memfokuskan dirinya dalam menyantap berondong jagung yang dipegangnya, terpaksa mencoba menikmati suguhan tayangan yang sudah dimulai itu karena memang saat ini hanya tayangan didepannyalah yang menarik.


“Bagi Kak” bisik Angel disebelahnya dan Zen tentu saja menyodorkan berondong jagung yang saat ini sedang dia pegang.


Adegan film yang sedang ditonton Zen akhirnya dimulai dengan sebuah mobil menabrak sebuah rusa, tetapi rusa itu hidup kembali. Zen hanya menatap adegan itu dengan wajah datarnya dan mulai mencoba untuk tidak tertidur dan menonton adegan didepannya hingga habis.


Disisi lain, Angel yang mengambil sedikit demi sedikit berondong jagung dari orang disebelahnya, masih fokus menyaksikan adegan demi adegan dari film yang sedang dia tonton itu, karena memang teman-temannya saat ini semua membicarakan film ini.


“Apakah Film seperti ini menghibur para manusia?” gumam Zen, karena melihat beberapa orang saat ini sedang menikmati adegan demi adegan yang muncul pada layar besar dihadapannya.


“Angel, apakah membuat film seperti ini menghasilkan banyak uang?” bisik Zen kepada Angel yang saat ini sedang menonton adegan dimana seorang pria tampan sedang menggendong anaknya melarikan diri.


“Tentu saja Kak, apalagi film yang sedang kita tonton saat ini sedang hits” balas Angel yang juga berbisik.

__ADS_1


“Benarkah?” gumam Zen kemudian yang kembali menatap layar didepannya.


Zen sebenarnya tidak tertarik sama sekali dengan apa yang sedang ditayangkan didepannya, namun saat ini dia memikirkan bahwa bawahannya bahkan lebih seram dari apa yang sedang dia saksikan itu.


Menurutnya jika memang film seperti ini menghasilkan banyak uang, bukankah akan lebih banyak yang nonton jika beberapa mahluk yang lebih seram dari apa yang dia tonton ini akan mengejar manusia.


“Hahh... tapi aku terlalu malas melakukannya” gumam Zen yang akhirnya memutuskan membuang ide yang baru saja dia pikirkan itu dan melanjutkan menonton film itu lebih lanjut.


Film yang sedang tayang itu mulai berlanjut, namun anehnya Zen masih setia menyaksikan film didepannya hingga akhirnya beberapa dari penonton yang ikut menyaksikan film itu perlahan mulai menangis.


Tentu saja Angel juga salah satunya karena adegan ending dari film itu akhirnya mulai muncul, yang dimana sang karakter utama mengorbankan dirinya dengan melompat dari kereta yang sedang dia tumpangi.


“Ho... lumayan” gumam Zen setelah akhirnya adegan kredit dari film itu mulai muncul dan penerangan dari tempat dirinya berada mulai kembali dinyalakan.


“Bagaimana Kak, pengalaman pertama kali nonton bioskop” tanya Angel yang masih duduk dibangkunya, walaupun beberapa penonton saat ini sudah mulai beranjak dari sana.


Memang Angel mengetahui bawa ini kali pertama Zen menonton sebuah film disebuah bioskop. Namun yang tidak diketahui oleh Angel, Zen sama sekali belum pernah menonton sebuah film karena memang dirinya malas melakukannya.


Entah sejak kapan Zen mulai menikmati suguhan dari film yang dia tonton itu, namun saat film yang ditontonnya sudah sampai dipertengahan filmnya, dirinya mulai menonton setiap adegan demi adegan dengan serius dan tidak tertidur.


“Apakah kita akan langsung pulang?” tanya Zen kemudian, karena melihat penonton yang menonton bersamanya tadi sudah beranjak dari bangku mereka masing-masing.


“Bisakah Kakak menemaniku jalan-jalan sebentar ditempat ini?” Balas Angel kemudian, karena dirinya memang tidak ingin hari yang sangat membuatnya bahagia ini cepat berakhir, walaupun dirinya masih mempunyai seminggu lagi untuk bersama dengan Zen.


“Baiklah..” balas Zen yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan bersiap beranjak dari sana.


Angel juga ikut berdiri sambil memeluk boneka beruang yang sedari tadi dipeluknya sepanjang film, dan saat ini sedang mengikuti beberapa orang yang sedang bersamanya untuk keluar dari tempat tersebut.


Mereka berdua akhirnya sudah mulai keluar dari area bioskop dan Zen saat ini sedang mengikuti kemana Angel mulai berjalan. Angel sebenarnya bingung akan pergi kemana, namun dirinya memutuskan untuk berkeliling saja menelusuri pusat perbelanjaan besar ini bersama Zen.

__ADS_1


Angel berjalan dengan melihat kesana kemari, hingga tatapannya saat ini terpaku pada sebuah area yang menjual beragam pakaian wanita. Tentu Angel sangat mempunyai keinginan membeli beberapa pakaian, namun dia tahu pasti ditempat ini harga sebuah barang yang dijual akan cukup mahal.


“Kamu menginginkannya?” kata Zen yang langsung membuat Angel terkejut mendengarnya, karena memang Zen sempat merasakan aura negatif dari Angel dan langsung mencari tahu apa yang menyebabkan aura negatifnya itu muncul.


“Ah... tidak Kak. Aku sudah banyak mempunyai pakaian, jadi aku hanya melihat-lihat saja” balas Angel.


Tentu Zen tahu Angel sangat menginginkan pakaian-pakaian yang sedang dia lihat, jadi Zen langsung menarik tangan Angel yang sebenarnya masih memeluk bonekanya dan menyeretnya kearah tempat dimana pakaian-pakaian itu dijual.


“Pilihlah” kata Zen selanjutnya saat mereka memasuki sebuah toko yang berisi banyak sekali pakaian wanita yang dipajang.


Tentu perkataan Zen membuat Angel terkejut, namun dia langsung menolak dengan tegas perkataan dari Zen itu karena dirinya memang tidak memiliki uang untuk membelinya.


“Tenanglah, aku punya ini” kata Zen sambil menunjukan kartu debitnya sambil tersenyum.


“Tapi Kak... aku benar-benar tidak mengingi-”


“Pilihlah, kalau tidak aku tidak akan menemanimu minggu depan” balas Zen yang langsung membuat Angel bungkam.


Zen sebenarnya hanya menginginkan Angel untuk senang, karena itu juga dapat mempengaruhi aura yang diterima Zen akan semakin banyak, karena Zen cukup senang merasakan aura yang berasal dari kebahagiaan Angel yang terus memasuki tubuhnya.


“T-Tapi...” balas Angel ragu.


“Cih... kalau begitu tunggulah disini” kata Zen yang mulai melihat sekelilingnya untuk mencari seseorang.


Setelah dirinya menemukan orang yang dicarinya, Zen langsung meninggalkan Angel yang masih terpaku ditempatnya dan bergegas menuju kearah orang yang sedang dicarinya itu.


Angel hanya menatap kepergian Zen dan melihat dirinya saat ini sedang menuju kearah seorang staf dari tempat ini dan mulai mengobrol dengannya. Setelah mereka mengobrol sejenak, akhirnya mereka berdua mulai mendekat kearah tempat Angel berada.


“Ini dia orangnya, jadi bisakah kamu melakukannya?” tanya Zen kepada wanita yang datang bersamanya yang menggunakan pakaian staf dari tempat tersebut.

__ADS_1


“Baiklah Tuan, saya akan mencarikan pakaian yang cocok untuk pacar anda”


__ADS_2