Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Siapa Sebenarnya


__ADS_3

Vero saat ini menatap keberadaan suami bayarannya dengan sangat lekat. Tentu dirinya sangat penasaran dengan sosok yang saat ini sudah menyelamatkan dirinya. Karena memang, Vero sangat amat penasaran siapa sebenarnya sosok yang menjadi suami bayaran itu.


Tentu cukup aneh memang jika seorang kasir, yang dirinya angkat menjadi suami bayarannya, dan juga bekerja menjadi bodyguard untuk dirinya, mempunyai sebuah kemampuan bersenjata. Bahkan kemampuan bersenjata dari Zen, jika dilihat seperti seorang yang memang sangat ahli.


Memang kemampuan bertarung milik Zen saja, sudah membuat Vero mulai curiga dengan identitas sebenarnya dari pria tersebut. Karena memang, bisa dikatakan pria itu seakan sudah sering berhadapan dengan tindakan yang membahayakan seperti kejadian tadi, dan dengan sangat mudah untuk menyelesaikan permasalahan itu seperti seorang ahlinya.


“Kenapa lagi? Apakah kamu belum puas bahwa keadaanku benar-benar baik-baik saja?” tanya Zen kemudian, yang menyadari tatapan Vero yang dirinya berikan kepadanya.


Mendengar itu, tentu Vero saat ini langsung mulai sadar dari lamunan yang dirinya lakukan, dalam mencoba memikirkan identitas sebenarnya dari suami bayarannya itu. Karena bisa dikatakan identitas dari Zen sudah cukup aneh menurut Vero saat ini.


Apalagi, memang karena paksaan dari Vero tadi, Zen sudah diperiksa secara menyeluruh oleh seorang dokter. Dan hasilnya, bisa dikatakan keadaan Zen baik-baik saja. Maka dari itu Vero langsung mencurigai identitas dari pria itu, yang bisa keluar dari sebuah pertempuran bersenjata tanpa mendapat sebuah luka apapun pada dirinya.


Tentu kepanikan tentang dirinya yang sangat ketakutan tentang keadaan Zen tadi, sudah menghilang dari dalam dirinya. Namun entah mengapa, saat ini timbul sesuatu yang baru dari perilaku Vero, yang membuat Zen cukup kesal dengan apa yang sedang dirinya lakukan saat ini.


“Aku hanya penasaran saja, Zen. Siapa sebenarnya dirimu?” tanyanya sekali lagi, yang langsung berterus terang menanyakan identitas asli dari Zen yang mengganggunya sedari tadi.


Ya, rasa penasarannya itu, yang saat ini membuat Zen cukup kesal dengan dirinya. Karena memang, wanita itu sudah mempunyai banyak sekali kesimpulan didalam kepalanya, untuk menebak dengan pasti identitas dari Zen yang sebenarnya.


“Hahh.. diriku adalah seorang yang menjadi suami bayaran untukmu, dan bekerja sebagai bodyguard untukmu” ucap Zen yang sudah merasa jengah dengan sikap rasa ingin tahu Vero yang berlebihan itu, dan lebih memilih untuk mempersiapkan makanan yang dirinya beli pada sebuah wadah.


“Cih... kamu berbohong bukan? Kamu pasti sebuah agen rahasia, yang sedang menyamar. Kalau tidak kamu pasti sebuah prajurit bayaran yang memutuskan pensiun. Lalu mungkin kamu merupakan se-”


“Hahh... Mengapa kamu mencoba menyesuaikan identitas diriku, dengan karakter pria yang berada pada drama yang selalu dirimu tonton sekarang? Apakah kamu berharap mempunyai suami seperti apa yang ditayangkan dari dalam drama tersebut?” tanya Zen kemudian, yang memotong perkataan dari Vero yang terus saja mengoceh.


“Aku hanya penasaran Zen. Lagipula perilaku dirimu itu sangatlah aneh menurutku” ucap Vero kemudian.


Memang siapa yang tidak curiga dengan identitas dari seseorang yang kita sangat kenal sikapnya sehari-hari, tiba-tiba saja mempunyai kemampuan menembak dan berhasil mengalahkan beberapa pihak yang mencoba menyerangnya.


Apalagi pihak yang menyerang mereka tadi, bisa dikatakan sangat amat profesional menekuni bidang mereka, dan bisa dikalahkan dengan cukup mudah oleh seseorang yang tidak disangka bisa untuk melakukan hal tersebut.

__ADS_1


“Aneh bagaimana?” tanya Zen kemudian, yang saat ini sudah duduk disebelah tempat tidur dari Vero, membawa makanan yang sudah dirinya siapkan tadi pada sebuah piring.


“Aneh saja, Zen. Kalau begitu, bisakah kamu menceritakan masa kecilku kepadaku?” tanya Vero kemudian, yang mencoba mengungkit identitas Zen yang sebenarnya.


“Mengapa kamu sangat penasaran dengan masa kecilku?” tanya Zen kemudian, yang bersiap menyuapkan makanan yang dirinya sudah pindahkan kedalam piring, dan mulai menyuapkannya kepada Vero.


“Sudah jelaskan saja” ucap Vero kemudian, yang menerima suapan dari Zen. Bahkan Vero sepertinya tidak terganggu lagi dengan sikap Zen, yang melakukan hal tersebut kepadanya.


Aneh memang perilaku dari Vero saat ini, karena jika dilihat mereka sudah seperti sepasang suami istri yang sebenarnya. Bahkan Vero sendiri tidak mempermasalahkan tindakan Zen. Yang dimana jika Zen melakukan hal tersebut sebelum kejadian dirinya masuk rumah sakit saat ini, dipastikan Vero akan jijik dengan sikapnya.


Namun berbeda dengan sekarang, karena entah mengapa dirinya merasa tindakan Zen itu merupakan tindakan yang wajar untuk dilakukan. Apalagi yang paling membuat adegan itu aneh, bahwa Zen berinisiatif untuk melakukan hal tersebut kepada Vero.


Dan seperti biasa, Zen pasti memiliki sebuah alasan untuk melakukan apa yang dirinya lakukan, termasuk apa yang sedang dirinya lakukan kepada Vero saat ini. Apalagi, Zen cukup senang melakukan hal tersebut kepada Vero, karena dirinya mendapatkan keuntungan yang bagus jika dirinya melakukannya.


“Aku yatim piatu” balas Zen menjawab pertanyaan dari Vero, sebelum dirinya kembali menyuapkan makanan kepada Vero sekali lagi.


“Oh... pasti kamu diangkat oleh seorang asing menjadi anak angkatnya, dan kamu diajarkan cara bertarung dan menggunakan senjata bukan?” ucap Vero kemudian, yang kembali mengutarakan imajinasi acak yang ada dikepalanya saat ini.


Entah mengapa Vero cukup merasa senang dengan apa yang sedang dirinya lakukan bersama Zen saat ini. Bahkan seakan tembok yang dirinya bangun untuk menjaga jaraknya dari suami bayarannya itu, seakan langsung hancur setelah kejadian yang mereka alami tadi.


Apalagi sebenarnya dirinya memang selalu menetapkan sebuah jarak atas hubungannya dengan Zen selama ini. Namun saat ini, dirinya memang sudah tidak merasa terganggu lagi dengan keberadaan Zen, yang saat menjadi suami bayaran dari dirinya.


Zen bagi Vero, awalnya hanya dirinya anggap sebagai seorang yang merupakan pria bayaran saja menurut dirinya. Bahkan dirinya sudah membuat sebuah celah yang besar untuk memisahkan perasaan miliknya, karena dirinya tidak menganggap Zen menjadi seorang yang akan dijadikan sosok yang penting bagi dirinya.


Namun berbeda dengan sekarang. Vero seakan ingin membuat celah yang menghalangi dirinya dekat dengan pria yang saat ini sedang menyuapkan makanan untuknya itu, untuk lenyap sepenuhnya. Bahkan entah mengapa, dirinya berharap embel-embel suami bayaran yang dirinya sematkan kepada Zen agar menghilang.


“Aku yatim piatu Vero. Lalu untuk kelanjutan kisah ku selanjutnya, aku belum bisa memberitahukannya kepadamu” balas Zen kemudian, yang saat ini terpaksa menjelaskan sedikit tentang identitasnya, karena memang wanita itu terus memaksanya untuk mengatakannya.


“Mengapa kamu tidak bisa memberitahukan kepada diriku?” tanya Vero yang semakin penasaran dengan jawaban yang diberikan Zen kepadanya itu.

__ADS_1


Namun bukan jawaban yang dirinya dapatkan saat dirinya memprotes perkataan Zen tadi, Namun saat ini Zen hanya memberikan dirinya sebuah senyuman saja. Apalagi Vero terus mendesaknya untuk memberitahukan kisahnya, tetapi Zen tetap bersih-kukuh untuk tidak melakukannya.


Begitulah akhirnya pasangan suami istri itu mulai melanjutkan aktivitasnya, yang dimana Zen saat ini mencoba membujuk Vero yang entah mengapa sifatnya berubah 180 derajat kepadanya saat ini. Bahkan sebuah sifat yang tidak pernah sama sekali Zen bayangkan dikeluarkan oleh wanita itu, saat ini mulai ditunjukannya kepada Zen.


Karena saat ini Vero seakan sedang merajuk karena Zen tidak ingin memberitahukan tentang masa lalunya kepadanya. Bahkan Zen yang mengetahui mengapa sikap wanita itu bisa seperti itu, merasa cukup bingung dengan perilakunya saat ini.


“Permisi, apakah benar ini ruangan Nona Veronica Safira?” ucap seorang pihak, yang saat ini mencoba masuk kedalam ruangan milik Vero, yang langsung mengehentikan kegiatan kedua pasang suami istri itu saat ini.


Tentu kedua pasangan suami istri tersebut cukup bingung siapa yang mendatangi ruangan dari Vero saat ini. Hingga akhirnya Zen mulai menengok kearah pria yang sedang menanyakan tentang keberadaan Vero itu, pada pintu masuk dari kamar tempat Vero sedang dirawat.


“Ya, ini ruangannya” balas Zen yang menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sosok yang bertanya kepada mereka tadi.


Mendengar jawaban dari pertanyaannya itu, membuat seorang pria langsung memunculkan sosoknya kedalam kamar dari Vero, setelah dirinya menemukan bahwa benar kamar perawatan tersebut merupakan tempat dimana Vero sedang dirawat saat ini.


Tentu Zen mengenali pria yang saat ini masuk kedalam kamar dari Vero, makanya dirinya mempersilahkan pria itu untuk masuk kedalam kamar perawatan dari Vero. Apalagi Zen memang pernah bertemu dengannya dahulu, bahkan pria itu mulai membukukan sedikit tubuhnya saat dirinya menatap Zen.


“Tuan Bram?” ucap Vero kemudian, yang tidak menyangka pria itu saat ini berada di ruangan perawatannya.


“Halo, selamat sore, Nona Vero” ucap pria tersebut, yang menyapa Vero dengan sopan.


Zen sebenarnya sudah mengetahui maksud kedatangan pria itu ketempat ini, karena memang Zen bertemu dengan dirinya tadi. Apalagi pria itu sudah mengutarakan maksud kedatangannya kepada Zen, saat mereka tidak sengaja bertemu saat Zen kembali dari membeli makanan untuk Vero tadi.


Apalagi, Zen tidak merasakan sesuatu yang negatif yang diarahkan kepada dirinya dan Vero, dan akhirnya membuat Zen membiarkan saja pria itu melakukan yang dirinya mau, yang dimana dirinya saat ini ingin membantu keadaan perusahaan Vero yang memang bisa dikatakan sedikit kacau.


“Mengapa anda bisa ada disini, Tuan Bram?” tanya Vero sopan, kepada pria itu.


Siapa yang tidak mengenal sosok pria yang berada dihadapan dirinya saat ini. Salah satu konglomerat yang bisnisnya bergerak pada bidang tambang. Bahkan saking suksesnya bisnisnya, pihak bangsawan Vatikan secara langsung bekerja sama dengan perusahaannya hingga saat ini.


Jadi, Vero cukup bingung dengan maksud kedatangan pria tersebut, yang terlihat mulai meletakan sebuah parsel yang dibawanya pada sebuah meja pada ruangan perawatan Vero, dan mulai mendekati dirinya saat ini.

__ADS_1


“Ah... aku hanya ingin menjenguk keadaan anda, Nona Vero. Dan juga, perusahaan Gold Rock milikku ingin mendiskusikan sebuah kerja sama denganmu”


__ADS_2