
Pada sebuah taman, saat ini sudah berkumpul beberapa pihak yang sedang bercengkrama bersama ditempat itu. Dengan diiringi oleh beberapa canda tawa, bisa dikatakan apa yang sedang mereka lakukan ditempat itu berjalan dengan sangat amat menyenangkan.
Berbagai makanan ringan yang sudah dibawakan oleh beberapa pelayan pada tempat tersebut, semakin membuat kegiatan yang mereka lakukan di sana sangat amat menyenangkan menurut mereka. Apalagi mereka bisa dengan santai menikmati waktu mereka bersama-sama ditempat tersebut.
Berkumpul dan saling bercengkrama, itulah yang sedang dilakukan oleh para wanita yang merupakan para bangsawan dari sebuah Kerajaan besar, yang sedang mendiskusikan berbagai hal pada taman yang bisa terlihat sangat indah tersebut.
Namun salah satu dari mereka terlihat seperti seorang yang kebingungan saat melihat perilaku mereka. Bahkan sedari tadi, dirinya hanya menatap kegiatan para wanita yang sedang bercengkrama itu dengan sangat lekat. Apalagi, ada satu hal yang ingin dirinya cari dari hasil dirinya melihat interaksi mereka saat itu.
"Apa yang mengganggumu, Vero?" ucap Aghata yang akhirnya mulai mengajak bicara sosok Vero, yang masih memperhatikan percakapan mereka dan tidak bergabung dalam percakapan yang sedang mereka lakukan ditempat itu.
Vero memang pada awalnya hanya memperhatikan kegiatan mereka dari kejauhan. Namun ternyata apa yang dirinya lakukan itu malah dilihat oleh beberapa saudari barunya yang juga akan berkumpul ditempat ini. Sehingga akhirnya dirinya juga ikut terseret ketempat ini.
Memang niat awal Vero bukanlah ikut bercengkrama ditempat ini. Karena bisa dikatakan dirinya hanya ingin memperhatikan seluruh pihak yang berada di sana untuk memuaskan perasaan kebingungan yang dirinya alami atas permasalahan rumah tangganya yang sedang dirinya alami.
"Kalian." Namun anehnya, satu kata yang dilontarkan oleh Vero tentu membuat mereka yang mendengarkannya kebingungan dengan maksud perkataannya.
"Kami?" ucap Iiona Istri Gabriel yang juga berada ditempat tersebut yang mengkonfirmasi perkataan dari saudari barunya tersebut.
Vero menjawab mereka dengan sebuah anggukan, karena dirinya bisa dikatakan sangat kebingungan dengan mereka. Tentu yang membuat dirinya bingung dengan melihat mereka, yaitu mengapa mereka bisa sangat akrab antara satu sama lainnya.
"Ya... aku kebingungan disaat melihat rumah tangga kalian" ucap Vero yang mulai menjelaskan maksud perkataannya tadi.
Vero memang dipusingkan dengan kenyataan bahwa ada wanita lain yang menyukai Suaminya. Bahkan bisa dikatakan mereka berpotensi menjadi Istri dari suaminya yang lain, karena wanita-wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya yang bisa dikatakan sangat dibutuhkan oleh Zen.
Maka dari itu, dirinya cukup kebingungan dengan apa yang harus dirinya lakukan untuk menanggapi situasi tersebut. Karena dari dalam hatinya tentu saja dirinya ingin menjadi seorang ratu yang berhasil menaklukan sepenuhnya hati dari suaminya.
Tentu dirinya ingin menjadi satu-satunya yang berada di hati Zen untuk selamanya. Namun, yang membuat kepalanya dan hatinya sulit menerimanya, bahwa mungkin dirinya tidak bisa melakukan hal tersebut. Maka dari itu dirinya bingung harus menanggapi seperti apa permasalahan rumah tangganya.
Maka dari itu permasalahan ini yang coba ingin dicari jalan keluarnya oleh Vero. Karena dirinya juga ingin ada kejelasan tentang rumah tangga yang sedang dirinya jalani. Apalagi permasalahan ini sangatlah mengganggu pemikirannya saat ini.
Dan hal itulah yang membuat Vero sedari tadi mulai mengobservasi seluruh Istri saudara Suaminya yang kehidupan rumah tangga mereka bisa dikatakan akan sama dengan Vero, karena mereka menikahi sesosok pihak yang notabennya merupakan pihak yang berasal dari tempat yang sama.
"Ah... apakah ini permasalahan tentang sebuah hubungan Kak Zen yang mungkin akan membangun kerajaan Haremnya kembali?" tanya Kileni yang mulai memahami arah pembicaraan dari Vero.
Bisa dikatakan apa yang diperkirakan oleh Kileni itu adalah benar. Apalagi terlihat jelas perubahan ekspresi dari Vero disaat dirinya berkata seperti itu. Maka sudah dipastikan, apa yang mengganggu Vero adalah tentang permasalahan tentang dirinya yang mungkin bukan menjadi satu-satunya Istri dari Zen kelak menurut mereka.
__ADS_1
"Bukankah terlalu berlebihan jika menyebutnya kerajaan Harem, Kak. Tentu aku tidak mau suamiku akan memiliki banyak sekali Istri kedepannya" ucap Vero yang sedikit tidak senang dengan perkataan Kileni itu.
"Ah... maafkan aku kalo begitu. Lalu apakah ini permasalahan tentang poligami kalau begitu?" ucap Kileni membenarkan perkataannya dan mendapatkan anggukan dari Vero untuk mengkonfirmasi perkataannya dari Kileni itu.
Vero memang tidak tahu harus berbuat apa dalam menanggapi permasalahan tersebut. Karena seperti yang diketahui, didalam lubuk hatinya yang paling dalam, dirinya ingin hidup berdua saja dengan Zen. Tetapi dirinya masih memikirkan, apakah keputusan itu merupakan keputusan egois atau tidak bagi suaminya.
"Memangnya, apa yang membuatmu risau, Vero?" Tanya Elyna, Istri dari Ramiel yang bisa dikatakan sedang mengandung saat ini.
"Hahh... hanya saja, aku ingin tahu mengapa hubungan kalian sangat baik, apalagi beberapa diantara kalian menikahi orang yang sama" ucap Vero yang mulai membeberkan kelu kesahnya kepada mereka.
Memang pada dunia tempat dimana Vero tinggal, bisa dikatakan hubungan poligami sangatlah wajar. Namun, dari beberapa pihak yang pernah Vero lihat kehidupan poligami mereka secara langsung, hanya para saudara dari Zen saja yang terlihat hubungan poligami mereka seakan sangat baik di pandangan Vero.
Vero pernah melihat beberapa pihak yang memang mempunyai beberapa Istri sekaligus, tetapi dirinya bisa melihat diantara mereka seakan berusaha untuk menjadi dominan pada hubungan tersebut, dan menyebabkan sebuah ketidakharmonisan pada rumah tangga mereka.
Maka dari itu, dirinya cukup bingung mengambil keputusan seperti itu, karena dirinya takut bahwa dirinya tidak akan sanggup untuk menjalani hubungan seperti itu, dan malah menyebabkan rumah tangganya yang sudah dirinya bangun akan runtuh seketika.
Karena bisa dikatakan dirinya tidak akan mengetahui pasti tentang siapa yang mungkin akan dinikahi oleh Zen kedepannya, jika dirinya mengijinkan Zen untuk mempunyai istri yang lain. Jadi yang dirinya takutkan bahwa permasalahan rumah tangganya kedepannya akan sangat kacau, jika dirinya tidak bisa mengambil keputusan yang benar tentang rumah tangga mereka.
"Karena aku yang menginginkan Suamiku untuk menikah lagi" dan begitulah jawaban yang diberikan Valana dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Vero tadi.
Bisa dikatakan mereka mempunyai jawaban yang sama atas perkataan dari Valana tentang jalannya rumah tangga dirinya bersama suaminya. Karena memang mereka menerapkan alasan yang sama untuk bisa menerima keadaan yang saat ini mereka jalani bersama.
Tetapi mendengar perkataan mereka tentu membuat Vero terkejut. Karena dirinya tidak menyangka bahwa pernyataan itu yang keluar dari mulut salah satu Istri dari saudara suaminya. Apalagi, setelah dirinya berkata demikian, semua pihak yang berada di sana mulai saling mengangguk seakan menyetujui perkataan dari Valana.
"A-Apa maksud perkataan dirimu itu, Kak?" tanya Vero yang masih belum paham dengan maksud perkataannya itu.
"Bukankah suamimu sudah memberi pilihan kepada dirimu, Vero? Kalau kamu tidak ingin bahwa suamimu memiliki Istri lagi, kamu tinggal menolaknya saja bukan? ucap Aghata yang melanjutkan perkataan Kakaknya tadi.
Mendengarnya tentu Vero semakin bingung, karena dirinya bingung mengapa mereka bisa tahu tentang jawaban dari Zen yang sudah dilontarkan kepadanya tadi. Jadi dirinya akhirnya memastikan bahwa seluruh saudarinya juga mendapatkan jawaban yang sama dari suami mereka, tentang pertanyaan yang mungkin sama atas kegelisahan yang dialami oleh Vero saat ini.
Namun yang masih menjadi tanda tanya besar di kepala Vero, mengapa mereka malah memilih untuk membiarkan suami mereka memiliki Istri yang lain, seperti beberapa diantara mereka yang bisa dikatakan memiliki suami yang sama.
“Iya, Suamiku juga berkata seperti itu. Tetapi aku hanya bingung, mengapa kalian bisa menerima keputusan tersebut dengan lapang dada” ucap Vero yang menjawab perkataan dari Aghata.
Seperti yang diketahui oleh Vero bahkan hampir seluruh dunia tahu, bahwa hubungan rumah tangga dari seluruh bangsawan Vatikan terlihat sangat amat harmonis. Jadi, Vero mempertanyakan bagaimana mereka bisa seperti itu, padahal Vero masih ragu untuk mengambil sebuah keputusan seperti mereka.
__ADS_1
Bagi Vero dirinya masih tidak paham mengapa mereka bisa bersikap seperti itu. Apalagi keuntungan utama dari berkah yang mereka miliki dengan suami mereka bisa dikatakan akan berjalan jika mereka saling membahagiakan satu sama lainnya.
Jadi Vero sangat kebingungan, bagaimana cara mereka bisa saling berbahagia dengan pasangan mereka masing-masing, jika mereka saja seakan memiliki seorang saingan didalam rumah tangga mereka, seperti apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Vero saat melihat mereka.
“Karena kami juga memahami kondisi Suami kami, Vero” dan begitulah ucapan dari Valana yang menjawab keraguan dari Vero tentang apa yang sedang wanita itu lihat pada diri mereka.
“Kondisi? Apa maksud dari perkataanmu itu, Kak?” tanya Vero yang mulai mengorek maksud perkataan salah satu Istri saudara Suaminya tersebut, karena bisa dikatakan dirinya belum paham sepenuhnya dengan maksud perkataannya.
“Begini, mereka merupakan mahluk yang bisa dikatakan berbeda dari kita. Apalagi, bisa dikatakan sumber beberapa kekuatan mereka, bisa dikatakan berasal dari hubungan yang sudah kita buat. Jadi, menurutku aku harus memahami tentang keberadaan mereka yang seperti itu atas keputusan yang akan aku ambil tentang hubungan kami” ucap Anette Istri dari Sammael.
“Dan juga, menurutmu apakah tidak banyak pihak yang memiliki tahap awal dari berkah ikatan kepada suami kami, Vero? Apalagi banyak pihak yang memang mengetahui status dari suami kami” ucap Valana melanjutkan perkataan dari salah satu adiknya tersebut.
Bisa dikatakan banyak pihak memang sangat berharap memiliki hubungan dengan seorang Raja atau bangsawan Vatikan yang sangat amat terkenal namanya dimuka bumi ini. Walaupun ada yang ingin memiliki hubungan dengan niat yang tidak baik, ada juga yang sangat tulus melakukannya.
Jadi, perasaan keinginan dari diri suami mereka untuk menerima pihak-pihak yang tulus itu bisa dikatakan sangat besar. Maka dari itu, mereka harus memahami situasi tersebut dari sisi suami mereka yang seharusnya mereka bisa pikirkan tentang keputusan tersebut.
“Jadi, hal itu yang membuat kalian saling menerima?” tanya Vero dan mendapatkan anggukan dari semua pihak yang berada di sana.
Mendengar perkataan mereka, tentu Vero akhirnya paham mengapa mereka bisa mengambil keputusan seperti itu. Jadi, kunci dari permasalahan yang dirinya risau kan saat ini adalah memahami dari sisi suaminya, barulah dirinya mengambil sebuah keputusannya nanti.
Karena seperti yang mereka ketahui, suami mereka bukanlah seorang manusia. Jadi, jika mereka memikirkan permasalahan ini hanya dari sisi seorang manusia saja, bisa dikatakan keputusan yang mereka ambil akan sangat tidak sejalan dengan pemikiran suami mereka.
Seperti yang diketahui, inti dari berkah sebuah ikatan adalah saling membahagiakan satu sama lainnya. Jadi, jika hanya satu pihak saja yang menuntut untuk dipahami, bisa dikatakan salah satu pihak lagi akan merasa tidak nyaman dalam menjalani kehidupan tersebut.
Begitulah apa yang dipahami oleh seluruh Istri dari saudara Zen. Namun tentu saja mereka tidak akan sembarangan membiarkan beberapa pihak akan mendekati suami mereka dan mengajak dirinya menikah, karena mereka juga ikut andil dalam keputusan tersebut.
“Tetapi, sepertinya keputusan yang harus kamu ambil akan sangat berat Vero” lanjut Cleo yang merupakan seorang mahluk mistik yang merupakan Istri dari Rafael.
“Mengapa? Mengapa keputusanku sangat berat?” tanya Vero yang bingung dengan percakapan tersebut.
Bisa dikatakan, Vero saat ini menikah dengan sosok yang berbeda dari para saudara barunya yang memberikan dirinya sebuah masukan. Jadi, bisa dikatakan apa yang akan dihadapi oleh Vero kelak sangatlah berbeda dengan apa yang mereka sudah hadapi selama ini.
Maka dari itu, mereka juga sangat amat penasaran dengan keputusan apa yang akan diambil oleh saudari baru mereka itu, dalam memahami sosok suaminya sendiri yang notabennya sangat amat berbeda dari suami mereka semua.
“Karena kami menikahi seorang Heavenly Sins yang notabennya tidak mempunyai sebuah ambisi, Vero. Namun berbeda dengan dirimu, karena kamu menikahi sosok yang berbanding terbalik dengan sifat dari suami kami.”
__ADS_1