Ex-Harem Lord

Ex-Harem Lord
Pilihan


__ADS_3

Perasan cinta yang sudah menjadi obsesi berlebihan, itulah yang sedang dirasakan oleh seorang pria yang sudah menuntun para bawahannya untuk menuju sebuah tempat. Dengan kobaran api cemburu melihat orang yang dicintainya sedang makan bersama seorang pria, membuatnya semakin sangat panas melihat hal tersebut.


“Bukankah sudah kubilang Vero, kamu hanya akan menjadi wanitaku dan semua pria yang mendekatimu akan aku habisi” ucap seorang pria yang saat ini sedang menatap emosi kedua pasangan yang berada dihadapannya.


Kesal, itulah yang dirasakan Richard saat ini. Seorang wanita yang sangat dirinya kenal sifatnya, bahkan menerima ajakan seorang pria untuk makan pada sebuah kedai sederhana dan dengan mata kepalanya sendiri menyaksikan wanita yang dicintainya sedari tadi memohon sesuatu kepada pria yang diajaknya.


Vero sendiri saat ini entah mengapa juga mulai ketakutan, karena orang yang menjijikan baginya itu saat ini sudah membawa beberapa orang untuk datang ketempat ini, dan dipastikan mereka akan menyerang Zen dan akan menghabisinya.


“M-Maafkan aku sekali lagi Tuan Zen” ucap Vero yang saat ini mulai merasa bersalah dengan pria yang sedari tadi menolongnya, karena saat ini dirinya terkena masalah karena bersama dengannya.


Melihat itu, tentu Richard langsung semakin emosi dibuatnya. Dirinya tahu, sifat Vero yang sangat acuh kepada seorang asing, khususnya seorang pria. Tetapi saat ini dirinya melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa wanita itu meminta maaf kepada seorang pria.


“Tenanglah Tuan Richard, bukankah kita bisa menggunakan pria itu untuk memaksa Vero untuk menikah dengan anda?” balas Thomas ayah tiri dari Vero yang ikut pada rombongan tersebut.


“Hm... benar juga kata anda Tuan Thomas” ucap Richard yang sudah tersenyum penuh kemenangan dengan tindakan yang akan dirinya ambil nanti.


Mereka saat ini berencana untuk membuat Zen sebagai sandera untuk membuat Vero akan menerima tawaran dari mereka. Karena mereka mengira bahwa pria yang bersama Vero tersebut merupakan pria yang sangat spesial baginya, karena mereka baru pertama kali melihat Vero melakukan sesuatu yang tidak pernah dirinya lakukan saat bersama pria tersebut.


“Lebih baik kita melarikan diri saja saat ini Tuan Zen” ucap Vero yang langsung meraih tangan Zen dan menariknya untuk melarikan diri dari sana.


Tentu Zen hanya mengikuti rencana wanita itu. Tetapi sayangnya bagian jalan keluar dari gang dimana mereka berada saat ini, sudah dipenuhi oleh orang suruhan Richard dan membuat saat ini kedua pasangan itu sudah terjebak didalamnya.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang” gumam Vero kemudian yang melihat akses melarikan diri dari tempatnya berada sepenuhnya sudah tertutup.

__ADS_1


Memang Vero mengetahui bahwa pria yang bersamanya saat ini sangatlah kuat. Namun orang yang menghadang dirinya saat ini sangatlah banyak dan mereka semua membawa senjata. Jadi Vero saat ini sangat bingung harus melakukan apa.


“Cih... mengapa setiap wanita yang aku temui selalu membawa masalah kepadaku” ucap Zen yang mulai muak dengan apa yang sedang dirinya alami.


Masalahnya, wanita yang bersamanya saat ini tidak memiliki sesuatu yang membuat Zen bersemangat untuk menyelamatkannya, seperti dua wanita yang dikenalnya yang mengeluarkan aura kebahagiaan yang sangat menguntungkan baginya.


“Pilihlah Vero, kamu menikah denganku atau pria yang bersamamu saat ini akan tewas ditangan kami” teriak Richard dari ujung gang dibelakang Vero.


“Jangan mimpi! Lebih baik aku mati bersamanya daripada menikahi sampah sepertimu” teriak Vero yang sudah menghadap kearah belakang menjawab pertanyaan dari Richard.


Tentu saja mendengar jawaban dari Vero membuat Richard kembali emosi dibuatnya, karena dirinya menganggap Vero lebih memilih mati dengan pria yang dirinya sukai itu dari pada menikahi dirinya.


“Sudahlah Tuan Richard, kita siksa saja pria itu didepan Vero dan mungkin dirinya akan berubah pikiran” kata Thomas sekali lagi.


Tentu Vero langsung panik melihat pergerakan orang-orang suruhan dari Richard dan terlihat dirinya saat ini sudah menggenggam tangan dari Zen yang belum dirinya lepaskan dengan sekuat tenaga karena dirinya sangat ketakutan.


“Kalian tahu, aku sangat benci untuk diancam” ucap Zen kemudian kepada orang-orang yang mendatanginya.


Walaupun perkataannya itu hanya dianggap angin lalu oleh orang-orang yang akan menyerangnya, namun Richard dan Thomas hanya mengeluarkan senyum mengejeknya saja saat mendengar perkataan Zen tersebut.


Dengan perlahan, Zen mulai meraih tangan dari Vero yang menggenggamnya dan melepaskannya dari genggaman tangannya, lalu mulai bersiap menerima serangan yang akan datang kearahnya.


“Berlindunglah, ingat kamu masih memiliki hutang denganku” ucap Zen kepada Vero yang mengingatkan bahwa utang miliknya harus dibayarkan.

__ADS_1


Sebuah bagian tumpul dari sebuah balok kayu akan mengenai bagian belakang kepala dari Zen, namun dengan sigap Zen menangkap ujung tongkat tersebut dan merebutnya dari pria yang membawanya.


Zen langsung mengayunkan tongkat tersebut tepat kearah kepala pria yang ingin menyerangnya dan membuatnya langsung terpental dengan kondisi wajah yang sudah hancur terkena serangan dari Zen.


“Baiklah, mari kita mulai” kata Zen yang sudah menerjang kearah orang-orang yang sempat menghentikan pergerakan mereka, setelah melihat rekan mereka sudah terkapar akibat serangan dari Zen.


Tentu Zen dengan langkahnya yang cepat mulai memukul seseorang yang saat ini berada didekatnya. Pria yang sudah terkapar itu, akhirnya membuat sadar seluruh preman yang disewa oleh Richard untuk menyerang Zen secara bersama-sama.


Ayunan demi ayunan dari tongkat yang Zen gunakan untuk melawan orang-orang yang menyerangnya terus berlangsung. Berbagai gerakan akrobatik sudah Zen keluarkan untuk membantunya melawan beberapa orang yang dengan bringas menyerangnya.


Beberapa sudah tergeletak di tanah, dan membuat beberapa orang sangat terkejut dengan kekuatan dari Zen yang mampu melawan mereka seorang diri, terutama Richard dan Thomas. Bahkan Vero sendiri yang sebenarnya cukup tahu dengan kekuatan dari Zen juga ikut terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.


“Cih... rasakan ini” ucap seseorang yang membuang tongkat balok miliknya dan mengeluarkan sebuah pisau, karena menurutnya mereka harus melawan Zen dengan niat yang membunuh.


“Pilihan yang salah” ucap Zen yang meraih pergelangan tangan dari pria yang memegang pisau tersebut, dan melepaskan pisau dari tangannya dan menusukan pisaunya tersebut tepat di pahanya.


“Beruntunglah dirimu, karena ada beberapa orang yang mengawasi diriku saat ini.” bisik Zen kepada pria yang sudah teriak kesakitan itu.


Beberapa orang juga mulai menyerang Zen dengan maksud membunuh, tidak seperti sebelumnya yang berniat mencoba menangkapnya dan menyiksanya. Namun apa yang mereka lakukan sia-sia, karena sekali lagi satu persatu dari mereka sudah terkapar di tanah.


Beberapa orang yang tersisa akhirnya menyadari bahwa pria yang mereka lawan merupakan bukan orang yang sembarangan, karena dirinya dengan mudah mengalahkan satu persatu rekan mereka.


Hingga salah satu dari mereka berinisiatif untuk membuat tindakan Zen itu terhenti, dengan menyandera Vero yang mereka kira merupakan orang yang sangat penting bagi Zen.

__ADS_1


“Berhenti, kalau tidak wanita ini akan mati”


__ADS_2