
Sebuah istana yang merupakan Istana Kerajaan Gizeweith, bisa dikatakan salah satu ruangannya yang merupakan sebuah Ballroom yang sangat besar saat ini sudah dipenuhi dengan beberapa pihak. Seluruh pihak yang berada di sana, saat ini terlihat sangat bahagia dengan seluruh acara yang sedang berlangsung ditempat itu.
Bisa dikatakan, ini adalah acara untuk seluruh Keluarga dan seluruh bawahan milik Zen maupun para Heavenly Sins, untuk merayakan acara pernikahan dari Zen yang sedang menggelar acara resepsi ditempat yang sudah didekorasi sangat megah tersebut.
Tempat yang sangat luas itu saat ini sudah dipenuhi dengan berbagai pihak, yang bisa dikatakan mulai menyantap makanan, berdansa dan sebagainya untuk menikmati acara yang sedang berlangsung itu dan hanya dibuat secara khusus untuk mereka dalam merayakan pernikahan dari Zen dan Vero.
“Selamat telah menemukan orang yang anda cintai, Tuan” ucap salah satu bawahannya yang saat ini menyelamati Zen yang duduk pada tempat khusus dari ruangan tersebut.
"Terima kasih Luci. Dan juga, kenapa aku sangat jarang melihat keberadaan dirimu?" tanya Zen kepada bawahan yang menyelamati dirinya itu.
"Saya sibuk mengurus berbagai hal untuk melindungi perusahaan anda, Tuan" balas pria itu yang menjawab perkataan Tuannya.
"Benarkah?" tanya Zen dan mendapatkan anggukan dari pria dipanggil Luci tersebut.
"Jangan bilang, kamu tidak mengenal sosoknya yang sebenarnya, Zen?" dan begitulah sahutan Vero yang menyahuti perkataan suaminya.
Vero sangat mengenal sosok yang saat ini menyapa dirinya dan suaminya saat ini. Karena seperti yang diketahui, namanya sangat terkenal dimana-mana karena dirinya dikenal sebagai pengacara khusus dari Darkness Company dan bisa dikatakan dirinya selalu sukses dalam mengahadapi seluruh kasus yang dirinya kerjakan.
"Memangnya, apa yang kamu lakukan?" tanya Zen yang menanyai secara spesifik apa yang dilakukan oleh bawahannya itu.
"Dirinya Tuan Lucifer Darkness, Zen. Dirinya menjadi pengacara terkenal di dunia ini, khususnya menjadi pengacara Darkness Company" Namun bukan pria bernama Lucifer itu yang menjawab perkataan Zen, melainkan Vero yang menyahuti perkataannya.
Namun setelah Istrinya berkata seperti itu, Zen langsung tertawa mendengarkan jawaban yang dirinya berikan itu. Karena bisa dikatakan, Zen sangat mengenal dengan pasti siapa sosok dari Lucifer itu saat dirinya masih ada di Neraka. Maka dari itu, setelah dirinya mendengarnya menjadi Pengacara, Zen langsung tertawa.
"Hahaha... pria yang menyiksa beberapa orang jahat di Neraka, saat ini malah membela mereka di dunia ini." ucap Zen yang seakan menyindir bawahannya itu.
"Ya... begitulah, Tuan. Dan juga, saya sangat terhormat bahwa anda mengenal saya Nyonya Vero" ucap pria bernama Lucifer itu yang mulai membungkuk hormat kepada kedua orang itu.
Hingga akhirnya acara itu mulai berlanjut setelah Zen selesai bercakap-cakap dengan salah satu bawahannya yang dirinya kenal itu. Karena bisa dikatakan, acara yang saat ini sedang berlangsung itu semakin meriah dibuatnya, karena beberapa bawahan Zen mulai menunjukan berbagai kemampuan mereka dalam acara resepsi tuannya itu.
Berbagai pihak juga tentu saja mulai menyelamati Zen dan Vero atas pernikahan mereka, selain perayaan yang meriah yang terjadi ditempat itu. Apalagi, acara yang hanya dilaksanakan secara tertutup itu, bisa dikatakan kemeriahannya dirasakan oleh berbagai pihak diluar tempat acara ini berlangsung.
Pada area luar Istana Kerajaan Gizeweith, sebuah pesta juga sedang berlangsung sangat meriah di sana. Karena bisa dikatakan, pihak Kerajaan juga menyediakan berbagai acara khusus untuk para penduduk Kerajaan Gizeweith yang berada dan ikut hadir di sana untuk merayakan pernikahan Raja mereka.
Makanan, berbagai hiburan dan sebagainya sudah tersedia di sana, sehingga saat ini tempat tersebut seakan menjadi sebuah Festival yang terjadi ditempat tersebut. Apalagi, para turis yang sebelumnya tidak bisa ikut serta dalam acara yang berlangsung dan diselenggarakan secara khusus untuk rakyat Gizeweith, saat ini mereka diizinkan untuk mengikuti acara tersebut.
__ADS_1
Apalagi semua yang menjadi bahan pesta yang sudah berlangsung itu memang disediakan secara langsung oleh pihak Kerajaan Gizeweith. Jadi semua pihak bisa menikmati acara yang sedang berlangsung itu dengan bebas dan bisa merasakan secara langsung kemeriahan dari prosesi resepsi pernikahan dari Raja mereka.
“Wah... aku tidak menyangka bahwa aku bisa melihat sesuatu yang hanya aku lihat pada sebuah novel, acara televisi dan sebagainya secara langsung, Zen” ucap Vero yang dimana dirinya bisa melihat seluruhnya bawahan Zen dan bawahan seluruh saudara iparnya berada di ballroom tempat acara resepsi pernikahannya berlangsung.
“Ya... memang tidak semua bawahan kami berbentuk seperti manusia. Walaupun bisa dikatakan, mereka sebenarnya bisa mengubah bentuk mereka menjadi manusia” ucap Zen yang menjawab perkataan Istrinya itu.
Karena bisa dikatakan, selain sosok beberapa mayat hidup, malaikat bersayap, manusia berkepala burung, banteng dan berkepala lainnya, saat ini bisa dilihat sepenuhnya bahwa pihak-pihak yang dirinya sebutkan itu berada di ruangan tempat acara resepsinya yang sedang digelar saat ini.
Tentu Vero pada awalnya sama sekali tidak menyangka ada pihak seperti mereka berada di dunia ini, sebelum dirinya menikah dengan Zen dan mengetahui dengan pasti sosok mereka ternyata sedang berbaur dengan para manusia dan hidup berdampingan dengan mereka.
Maka dari itu melihat pemandangan itu pertama kali, Vero harus berusaha untuk membiasakan dirinya dalam menanggapi itu semua, Karena dipastikan dimasa depan dirinya akan sering bertemu bahkan berkomunikasi secara langsung dengan mereka.
“Dan, Para Zombie yang ikut proses syuting series milikku juga merupakan mahluk asli, bukan?” tanya Vero sekali lagi dan mendapatkan anggukan dari Zen.
Bisa dikatakan Vero juga baru menyadari itu semua. Bahkan dirinya sempat memuji bahwa mereka terlihat sangat nyata pada saat mereka bertemu pertama kali. Karena bisa dikatakan mereka adalah sesuatu yang asli dan bukanlah pihak dari hasil riasan yang pada awalnya dirinya kira seperti itu.
“Benar, aku sengaja menyuruh mereka dari Neraka secara langsung, untu-” namun belumlah Zen menyelesaikan kalimatnya, dirinya dikejutkan dengan sebuah keributan yang sedang terjadi.
Zen dan Vero tentu saja langsung melihat asal suara tersebut dan menemukan adik dari Zen, Mikhael sedang tersungkur ditempatnya dengan mata yang terlihat mengeluarkan cahaya putih menyala. Tentu melihat itu semua kegiatan yang terjadi ditempat itu mulai dihentikan sejenak.
“Hahh... mengapa harus sekarang dirinya mendapatkan penglihatan” ucap Zen yang merasa apa yang akan terjadi akibat kelakuan adiknya itu, dipastikan akan merepotkan dirinya.
Inilah kemampuan khusus dari Mikhael yang bisa dikatakan kadang-kadang muncul pada dirinya. Yaitu sebuah penglihatan yang akan memperlihatkan keadaan dimasa depan. Tentu kemampuan khusus itu sangat amat berguna bagi mereka.
Namun tidak dengan Zen yang merasa apa yang sedang terjadi itu akan sangat merepotkan bagi dirinya. Apalagi, penglihatan yang dilihat oleh Mikhael akan menyangkut tentang sebuah kekacauan yang terjadi, dan dipastikan hanya Zen saja yang bisa menyelesaikannya jika hal itu menyangkut tentang sebuah kekacauan.
“Aku sangat penasaran, kali ini apalagi yang akan terjadi” ucap salah satu adiknya yang melihat hal itu juga.
Apa yang dialami oleh Mikhael, bisa dikatakan dirinya mulai mendapatkan sebuah penglihatan dari potongan sebuah situasi yang kacau di dunia ini pada masa depan. Disaat dirinya mendapatkan sebuah penglihatan, bisa dikatakan dirinya akan berperilaku seperti itu.
Yang dimana, matanya akan bercahaya dan dirinya akan berperilaku seperti seorang yang tak sadarkan diri, selama dirinya melihat dan memahami seluruh penglihatan yang sedang dirinya lihat saat ini, hingga akhirnya dirinya sudah paham sepenuhnya dengan apa yang sedang dirinya lihat tersebut.
“Tenanglah. Kalian bisa melanjutkan acara ini. Adikku hanya sedang mendapatkan sebuah penglihatan saja, jadi kalian tidak perlu khawatir” ucap Zen kepada seluruh pihak yang sedang berpesta untuk melanjutkan acara mereka.
Bisa dikatakan apa yang dialami oleh Mikhael tidak perlu untuk dikhawatirkan oleh siapapun. Karena memang, hal tersebut tidaklah mengancam keberadaan dirinya yang memang menjadi wadah utama dari pengetahuan nasib yang terjadi di dunia ini.
__ADS_1
Maka dari itu, suara-suara yang sebelumnya berhenti seperti suara musik, orang mengobrol dan sebagainya saat ini mulai kembali terdengar, setelah Zen mempersilahkan mereka melanjutkan acara yang sedang terjadi ditempat ini.
“Berapa lama biasanya dirinya mengalami hal seperti ini, Zen?” tanya Vero yang memang baru pertama kali melihat situasi dari saudara Zen yang terlihat seperti itu.
“Sampai dirinya melihat sepenuhnya apa yang terjadi, dan menentukan alternatif dari bencana yang sedang dirinya lihat itu” ucap Zen menjawab pertanyaan Istrinya.
“Lalu, apakah itu akan memakan waktu yang lama?” tanya Vero kembali yang masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
“Tidak menentu Kakak Ipar. Kadang bisa cepat, bahkan bisa lambat. Dan juga, penglihatan Kak Mikhael sebelumnya, adalah tentang dirimu yang membuat Kak Zen dan dirimu akhirnya bisa menikah saat ini” balas Azrael yang menjawab perkataan dari Vero.
Bisa dikatakan, pernikahan Zen dan Vero bisa terjadi dikarenakan Zen mencoba mencegah kekacauan yang berada didalam diri Vero untuk keluar dan membuat kacau seluruh dunia. Vero juga sudah mengetahui hal tersebut, dan dirinya bersyukur bahwa dirinya menjadi sebuah inang dari sebuah kekacauan.
Karena bisa dikatakan, hal tersebutlah yang bisa membuatnya memulai sebuah hubungan dengan Zen, hingga akhirnya mereka sudah menikah saat ini. Apalagi, dengan penghentian roda kehidupan dan menjadi Istri Zen, kekacauan yang berada didalam dirinya dipastikan sudah menghilang sepenuhnya.
Jadi, dirinya merasa sangat amat bahagia dengan semua yang terjadi, dan merasa bersyukur bahwa hubungan pernikahannya dengan Zen bisa dikatakan tidak seperti yang dirinya bayangkan sebelumnya, disaat dirinya menjalaninya dengan Zen.
“Hmm... sepertinya sudah berakhir” ucap Zen yang dimana cahaya pada mata Mikhael sudah perlahan mulai menghilang sepenuhnya.
Mikhael akhirnya sudah sadar sepenuhnya. Dirinya juga mulai duduk pada tempatnya dan menerima sebuah minuman dari salah satu Istrinya dan meminum habis isinya sebelum menjelaskan tentang apa baru saja dirinya lihat.
Dengan mulai berusaha untuk tenang agar dirinya dapat menjelaskan dengan baik tentang apa yang sedang dirinya dapatkan dari penglihatan yang dirinya terima, Mikhael yang sudah menyerahkan kembali gelas kosong kepada Istrinya mulai menatap seluruh saudaranya yang berada di sana.
“Lalu, coba jelaskan apa yang kamu lihat?” ucap Zen kemudian setelah melihat Mikhael sudah menyelesaikan minumannya dan sudah bersiap untuk menjelaskan semua hal yang dirinya lihat.
“Ras Giant” dan begitulah dua buah kata yang keluar dari mulutnya dan membuat mereka semua mulai menghela nafasnya saat mendengarkannya.
Tentu jika menyangkut permasalahan tersebut, sudah dipastikan penglihatan dari Mikhael saat ini menjerumus tentang perilaku Dewa Loki yang menjadi momok beberapa pihak yang selama ini membuat kacau berbagai belahan dunia.
Karena seperti yang diketahui, rencana yang dilakukan oleh Dewa yang dianggap sesat itu adalah membangkitkan rasnya kembali di dunia ini. Maka dari itu, bisa dipastikan penglihatan dari Mikhael akan menjerumus kearah sosok itu yang sepertinya berhasil melakukan rencananya.
“Lalu, apakah kamu mengetahui cara menghalanginya, Kak?” tanya Uriel yang menyambut jawaban Kakaknya itu.
Namun sayangnya, Mikhael sama sekali tidak melihat cara untuk mencegah hal yang akan menjadi kekacauan pada dunia ini. Tetapi, sesaat dirinya menggelengkan kepalanya kepada Uriel saat menjawab pertanyaannya, saat ini matanya langsung tertuju kepada sosok Zen yang masih mendengarkan dengan seksama semua perkataannya.
Zen juga bingung mengapa adiknya itu mulai menatapnya saat ini. Namun satu hal yang pasti yang bisa dirasakan oleh Zen yang sedang ditatap oleh adiknya itu, bahwa saat ini sesuatu yang sangat amat merepotkan akan terucap dari mulut adiknya dan mungkin akan membuat Zen merasa sangat kerepotan untuk menghadapi sesuatu yang akan dirinya ucapkan tersebut.
__ADS_1
“Tapi, aku melihat Kak Zen sedang melakukan sebuah pertemuan pribadi dengan salah satu anggota Girlband paling terkenal di dunia ini, pada penglihatan yang aku lihat tadi”