
Sebuah kekuatan baru saat ini mulai memasuki diri Zen yang baru saja memulihkan kesadarannya sepenuhnya. Dengan mencoba memahami semua hal yang saat ini mulai dipahami oleh Zen, dirinya dengan perlahan mulai merasakannya.
Kesadaran Zen akhirnya kembali, setelah jiwanya ditarik dengan paksa oleh Ayahnya, yang memang memanggil dirinya menuju kediamannya untuk memberitahukan dan memberikan Zen sesuatu terhadap takdir yang harus dirinya jalani. Maka dari itu setelah dirinya kembali, Zen mencoba memahami semua hal yang diberikan Ayahnya.
Semua kuasa milik Zen akan bertambah, karena saat ini sebuah takdir yang harus dirinya jalani dengan perlahan mulai dirinya pahami, agar nantinya dirinya bisa menjalankan semua takdir yang diberikan kepadanya dan dapat dipakai oleh Zen dengan baik kedepannya.
"K-kenapa... kenapa kekuatanku bisa ada padamu?!" hingga disaat Zen baru saja menyerap semua hal untuk menjadi kekuatan barunya, pihak yang dirinya buat terpental tadi mulai berteriak kepadanya.
Zen tidak langsung menjawab perkataannya. Apalagi dirinya mulai menyesuaikan tubuhnya dengan semua hal yang terjadi kepada dirinya. Maka dari itu, dengan langkahnya yang santai, saat ini Zen mulai melangkah menuju kearah sebuah sosok hitam yang tersandar tak berdaya pada dinding pelindung dari area ini.
"Kekuatanmu? Sejak kapan kekuatan ini menjadi milikmu?" tanya Zen yang saat ini mulai tiba dihadapan sosok itu, dan saat ini mulai berjongkok dan menatap keberadaannya yang terlihat sudah tidak berdaya.
"Sialan!" hingga sebuah pukulan dari sosok hitam itu saat ini mulai mengarah kearah wajah Zen berada.
Namun kali ini Zen bisa dengan mudah menangkap tangan dari sosok tersebut. Apalagi serangan sosok hitam itu memang sudah melemah karena kekuatannya sudah terkuras sepenuhnya saat memberikan Zen serangan terkahir yang dirinya kira mampu untuk membunuh sosok yang saat ini ada dihadapannya.
"Jadi, bukankah Entitas dirimu sudah tidak diperlukan lagi di semesta ini?" hingga Zen mulai menatap sosok hitam yang sudah tidak berdaya itu dan saat ini dirinya terlihat mulai menyadari sesuatu terhadap keadaannya.
__ADS_1
Dengan kondisi Zen yang sudah seperti itu, bisa dipastikan keberadaannya sudah tidak diperlukan lagi di semesta ini. Karena memang keberadaan Zen sudah mampu menyeimbangkan keberadaannya di muka semesta ini, sehingga keberadaannya bisa dipastikan akan dihapuskan karena keberadaan sosok hitam itu sudah tidak diperlukan lagi.
"M-mengapa kamu berubah menjadi Sang Pencipta?" Hingga perkataan itu, tentu membuat Adik-adik Zen yang ikut mendengar perkataan sosok hitam itu mulai terkejut.
Status Zen di muka semesta ini sudah berubah sepenuhnya. Zen bukan lagi seorang Deadly Sins. Mulai saat ini, statusnya di semesta ini sudah berubah sepenuhnya menjadi sebuah sosok entitas Sang Pencipta menggantikan Ayahnya, yang sudah pensiun dan menyerahkan puncak kepemimpinan semesta ini kepada Putra tertuanya Zen.
Bukan tanpa alasan Zen menjadi seorang Sang Pencipta. Karena keberadaannya sudah sangat layak mengantikan Ayahnya, karena dirinya berhasil menciptakan entitas pemilik kuasa yang saat ini dikandung oleh Axillia. Maka dari itu, statusnya sudah berubah sepenuhnya, setelah dirinya berhasil melakukannya.
Dan juga, entitas Sloth yang dimiliki olehnya, sudah akan tergantikan oleh calon anaknya yang akan lahir bersama dengan entitas adik-adiknya yang menjadi Seven Deadly Sins baru, yang akan menjadi pemilik kuasa baru menggantikan Zen. Maka dari itu, status Zen dengan segera ditingkatkan karena kursi Sang Pencipta di dunia ini sudah cukup lama kosong ditinggal Ayahnya.
Jadi, saat ini Entitas baru Zen yang disahkan oleh Ayahnya beberapa hari yang lalu, saat ini mulai digunakan olehnya, karena dirinya sudah sangat pantas mengemban semua itu. Apalagi jika diurutkan melalui hirarki, Zen juga sangat layak menjadi pengganti Ayahnya karena dirinya pihak tertua dari anak-anak Sang Pencipta.
Sosok yang menjadi sisi koin yang berbeda dari Sang Pencipta memang sudah tidak dibutuhkan lagi. Karena Zen yang notabennya merupakan sosok negatif, saat ini mendapatkan aura suci yang menjadikan setengah entitasnya menjadi sosok yang baik, sehingga sosoknya yang merupakan Sang Pencipta sudahlah sempurna.
Karena itu, sudah tidak perlu lagi penyeimbang bagi sosok Sang Pencipta di semesta ini, karena dirinya saja sudah seimbang dengan komposisi entitasnya yang sudah sempurna. Sehingga saat ini keberadaan yang mencoba menjadi penyeimbang sosoknya akan menghilang, karena keberadaan dirinya sudah tidak diperlukan lagi.
"Sialan, kamu tidak pantas mendapatkannya. Cepat kembalikan kepadaku! Kembal-" hingga begitulah ucapan akhir dari sosok hitam itu, sebelum tubuhnya sudah musnah sepenuhnya akibat entitasnya sudah tidak diperlukan lagi di muka semesta ini.
__ADS_1
Dengan itu, peperangan untuk mencegah kehancuran dunia ini sudah selesai sepenuhnya. Semua pihak mulai merasa bahagia, terutama pada Dewa yang melihat semua perkara itu sudah selesai sepenuhnya. Memang mereka tidak tahu dengan detail apa yang terjadi didalam kubah yang saat ini masih mengisolasi tempat itu.
Karena mereka bisa melihat semua kejadian yang terjadi didalam kubah pelindung itu. Namun semua percakapan yang terjadi di dalamnya bisa dikatakan tidak diketahui oleh mereka, sehingga yang mereka tahu hanya Zen berhasil mengalahkan sosok hitam itu dan saat ini semua pertarungan itu sudah selesai sepenuhnya.
"Sekarang, mari tutup portal semesta ini" balas Zen yang mulai terbang kearah lokasi portal yang akan digunakan sosok hitam tadi melarikan diri berada.
Semua adik Zen juga mengikuti langkah Zen. Apalagi mereka juga ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi kepada Kakaknya dan mereka juga ingin memastikan apakah yang mereka dengan barusan merupakan sebuah kebenaran. Hingga kekuatan yang tidak bisa mereka lakukan, saat ini bisa dilakukan dengan mudah oleh Zen saat ini.
"B-benarkah Kakak menggantikan posisi Ayah?" tanya Mikhael yang melihat itu semua.
Zen tidak langsung menjawab tapi dirinya hanya memberikan sebuah senyuman saja kepada Adiknya itu. Apalagi Zen juga banyak yang ingin dirinya bicarakan kepada mereka, dengan kondisi dirinya termasuk keberadaan orang tua mereka yang ternyata masih hidup pada salah satu dunia yang berada di semesta ini.
"Kita bereskan semua ini terlebih dahulu oke, sebelum Kakak menjelaskan semuanya" balas Zen kepada semua adiknya.
Pulau yang berada ditengah lautan Pasifik itu bisa dikatakan sudah hancur sepenuhnya. Bahkan wilayahnya seperti sudah tak layak huni. Maka dari itu mereka harus mengembalikannya seperti semula terlebih dahulu. Karena memang kejadian ditempat ini bukan disebabkan oleh masalah dunia ini sendiri, melainkan para pemilik kekuatan.
Dan begitulah adik-adik Zen dan semua Dewa yang berada disana, mulai membereskan semua hal yang sudah terjadi ditempat itu agar bisa kembali seperti semula. Hingga sebuah gunung berapi saat ini mulai terbentuk dan pulau yang sebelumnya sangat hancur saat ini sudah kembali seperti semula seperti sebelumnya.
__ADS_1
Bahkan mereka juga mulai mengevakuasi para korban yang dijadikan pengorbanan untuk membangkitkan sosok Titan, dan mereka ditemukan dengan kondisi yang sudah tewas sepenuhnya. Tentu ditemukannya mereka membuat beberapa pihak sedih, karena saat ini seorang Dewa juga sudah ditemukan tewas akibat perbuatan sosok hitam tadi.
"Ya... kalau begitu mari kita membubarkan diri"