
Tiga orang yang saat ini memang sedang berjalan bersama, sedang menuju kesebuah tempat untuk menyelesaikan urusan mereka ditempat ini. Bahkan langkah mereka yang seakan sangat mendominasi tersebut, tidak ada pihak satupun yang bisa menghalangi langkah mereka.
Apalagi, beberapa pihak yang sudah mencobanya, saat ini sudah terbaring tak bernyawa pada tempat mereka, sebelum niat mereka yang akan menyerang beberapa pihak yang saat ini sedang berjalan bersama itu, akan terlaksana.
Maka dari itu, jalannya langkah mereka menuju sebuah tempat yang akan menjadi tujuan mereka saat ini, tidak ada sesuatu yang berarti dan dapat menghentikan bahkan menghambat langkah mereka untuk maju, menuju tempat tujuan mereka itu.
“Dan bisakah kamu tidak terus menatapku dengan jarak yang sangat amat dekat?” Namun disela-sela perjalanan mereka, Zen saat ini mulai merasa kesal kepada salah satu wanita yang sedang berjalan bersamanya. Karena saat ini salah satu wanita yang sedang berjalan bersamanya itu terus saja menatap keberadaan dirinya sedari tadi.
“M-Maaf, Tuan Zen. Aku hanya merasa penasaran saja dengan sosok anda” jawab wanita itu dengan jujur, dan kembali menundukkan kepalanya setelah dirinya ditegur oleh Zen atas perbuatannya itu.
Wajar Freya sangat penasaran dengan sosok dari Zen, karena bisa dikatakan dirinya merupakan satu-satunya pihak yang pernah dirinya temui pada dunia ini, yang tidak terpikat kecantikannya yang bisa dianggap sangat memikat tersebut.
Maka dari itu, dirinya hanya ingin mencoba berinteraksi dengan normal dengan seseorang pihak, yang memang tidak memandangnya dengan tatapan penuh nafsu, seperti yang selalu dirinya terima selama ini saat dirinya ingin berbincang dengan beberapa pihak.
Apalagi sudah dipastikan Zen tidak seperti seluruh pihak yang pernah dirinya temui, karena dirinya tidak seperti mereka yang akan terbawa nafsu hanya karena melihat dirinya, bahkan Zen tidak terpengaruh sedikitpun akan aura yang dirinya keluarkan.
“Sudahlah Zen. Wajar jika Dewi Freya sangat penasaran dengan dirimu. Karena bisa dikatakan dirimu tidak terpengaruh oleh kekuatan kedewaan miliknya” ucap Amaterasu dan mendapatkan anggukan dari Freya.
Zen juga sebenarnya tidak mempermasalahkan wanita itu sangat penasaran dengan sosoknya. Namun, menurutnya tindakan wanita itu sudah sangat amat berlebihan. Karena bisa dikatakan, Freya sampai mengeluarkan aura pemikat miliknya secara maksimal untuk mencoba memastikan bahwa Zen benar-benar tidak terpengaruh dengan keberadaan dirinya.
Bahkan bukan hanya itu saja perbuatan wanita itu kepda Zen. Karena disaat mereka sedang melakukan perjalanan menuju sebuah tempat yang mungkin menjadi markas utama dari wilayah Vampire yang sedang mereka masuki ini, Freya selalu saja menatapnya dengan sangat amat lekat.
Tentu Zen juga tidak mempermasalahkan wanita itu jika dirinya hanya menatap Zen saja. Namun Freya seakan menatap Zen dengan jarak yang sangat amat dekat, seakan sedang memeriksa dirinya secara detail tentang keberadaan Zen yang tidak terpengaruh dengan dirinya.
“Ya, tetapi harap untuk jaga jarak dariku, oke” ucap Zen yang saat ini mulai mempercepat langkahnya agar dirinya mendahului kedua wanita yang berjalan bersamanya itu.
Walaupun langkah kakinya saat ini sudah dikejar oleh kedua wanita itu juga, namun perjalanan mereka saat ini sudah berada pada sebuah gedung yang bentuknya bisa dikatakan sering ditemui oleh Zen dan Amaterasu belakangan ini.
Dengan memeriksa keadaan sekitar dan memastikan keadaan didalam gedung tersebut saat mereka tiba di pintunya, barulah mereka mulai bersiap memasuki tempat tersebut setelah memastikan kondisi dari tempat yang akan mereka sergap tersebut secara detail.
“Ya... dirinya ada didalam” ucap Zen yang saat ini bersiap untuk menyerang tempat yang saat ini sudah dimasuki oleh dirinya.
__ADS_1
Freya dan Amaterasu juga sudah masuk kedalam mode waspada, yang dimana mereka akan memasuki tempat yang mereka anggap sebagai tempat dimana pemimpin Vampire di wilayah ini berada. Dengan mengeluarkan aura menindas mereka masing-masing, mereka dengan segera bersiap melawan beberapa pihak yang akan menyambut mereka ditempat tersebut.
Namun saat memasuki gedung tersebut dan melewati beberapa ruangannya, Freya dan Amaterasu cukup terkejut melihat kekejaman para Vampire yang saat ini sedang menghisap habis darah dari para manusia yang berada pada tempat tersebut.
Tentu sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka, ketiga orang tersebut memutuskan untuk menyelamatkan para manusia yang berada di sana terlebih dahulu, yang dimana mereka seperti sebuah hewan yang sedang diperah sesuatu dari dalam tubuhnya ditempat tersebut.
“Sial... betapa kejamnya mereka melakukan semua ini” ucap Freya yang akan mulai melepaskan beberapa pihak yang saat ini sedang terjerat berbagai alat medis yang akan menyedot darah mereka.
Namun belum juga dirinya melakukannya, tindakannya itu langsung dihalangi oleh Zen. Karena memang wanita itu dipastikan akan membuat kacau tempat tersebut dan mungkin malah tidak sengaja membunuh beberapa pihak yang berada di sana.
Tentu karena keberadaannya yang bisa membuat kacau ditempat itu, bisa dikatakan bisa membuat seluruh pihak yang akan mereka selamatkan mungkin akan berada didalam marah bahaya. Jadi, Zen dengan segera menghalangi perbuatannya itu sebelum dirinya tidak sadar malah menewaskan beberapa orang.
“Lihatlah, mereka malah mulai bernafsu merasakan keberadaan dirimu.” Ucap Zen yang berhasil menghentikan tindakan Freya.
Melihat hal itu, tentu saja Freya langsung merasa sangat sedih. Dirinya sangat ingin membantu beberapa pihak dengan tangannya sendiri. Namun, apa yang dirinya lakukan ternyata sia-sia karena dirinya bahkan tidak bisa mendekati keberadaan mereka.
Keberadaannya saja bisa membuat seluruh pihak yang berada di sana dipastikan akan membuat birahi mereka akan meningkat. Apalagi jika dirinya menyentuh tubuh mereka secara langsung, dan hal itu dipastikan akan langsung membunuh mereka karena birahi mereka akan meningkat sangat amat tinggi dan tidak sanggup diatasi oleh tubuh mereka.
“M-Maafkan aku” dan begitulah gumaman Freya yang merasa bersalah dengan tindakannya.
Maka dari itu, saat melihat dirinya tidak bisa membantu pihak yang harusnya dirinya bantu karena keadaannya yang seperti itu, membuat Freya sangat amat sedih dan menyalahkan keberadaannya yang bisa dikatakan sangat tidak berguna,
“Sudahlah, mari kita cari pelaku dari peperangan yang terjadi ditempat ini, dan mungkin dirimu bisa berguna untuk membantu mereka dengan cara tersebut” ucap Zen yang saat ini mulai memimpin mereka kembali untuk memasuki tempat itu semakin dalam.
Freya hanya mengangguk menyetujui perkataan Zen kepadanya. Apalagi dirinya sudah cukup senang bahwa dirinya menemukan sosok yang sama sekali tidak terpengaruh dengan keadaannya. Buktinya, tadi Zen sempat menyentuh tubuhnya dan dirinya tetap tidak terpengaruh.
Apalagi sentuhan Freya bisa dikatakan sangat amat berbahaya jika ada pihak yang menyentuhnya. Bahkan beberapa pihak yang menyentuhnya, akan tewas karena tubuhnya akan memancarkan aura pemikat yang sangat amat kental dan akan susah untuk dikendalikan oleh sebuah tubuh yang normal.
Dan hal itulah yang membuat kesedihan dari Freya sedikit berkurang, karena sepertinya dirinya sudah menemukan sosok yang mampu dan dipastikan tidak akan terpengaruh oleh dirinya, atas aura yang dikeluarkan olehnya dan sangat amat dibenci oleh dirinya.
“Hm... mereka sepertinya berada didalam” ucap Zen yang saat ini sudah tiba dan berdiri pada sebuah pintu dari sebuah ruangan.
__ADS_1
Memang mereka sepertinya sudah sampai diujung dari tempat dimana mereka berada saat ini. Apalagi, mereka bisa merasakan beberapa pihak sudah bersiap menyerang mereka jika mereka memasuki sebuah ruangan, yang dimana ruangan itu menjadi ruangan terakhir yang belum mereka periksa dari gedung tempat mereka masuki saat ini.
“Apa yang harus kita lakukan, Zen? Karena aku juga merasakan beberapa manusia juga berada didalamnya. Dan dipastikan, mereka sedang disandera saat ini” ucap Amaterasu yang saat ini menggunakan auranya dalam memeriksa keadaan didalam.
“Apa yang kamu takutkan, kita mempunyai dirinya” ucap Zen yang menunjuk Freya yang cukup kebingungan saat ditunjuk oleh Zen.
“Aku?” tanya Freya yang belum paham mengapa dirinya ditunjuk oleh Zen.
“Keluarkan auramu memenuhi ruangan tersebut. Biarkan semua orang yang berada didalamnya terpikat dengan auramu, dan kita akan langsung menyergap mereka semua saat mereka sudah terpikat olehnya” ucap Zen yang membeberkan rencananya itu, dan tentu saja perkataannya itu membuat Freya sangat terkejut mendengarnya.
Bisa dikatakan, Freya sama sekali tidak pernah dan bahkan tidak mau menggunakan auranya untuk melakukan apapun. Karena bisa dibilang, jika beberapa orang melihat keberadaan dirinya saja, dipastikan mereka akan langsung terpengaruh tanpa harus dirinya mengeluarkan auranya.
Maka dari itu, dirinya sangat jarang mengeluarkan auranya yang bisa dikatakan hanya digunakan untuk memikat berbagai pihak, karena keberadaannya saja sudah sangat memikat. Apalagi, menurutnya dirinya tidak perlu sampai mengeluarkan auranya hanya ingin memikat beberapa pihak yang dirinya inginkan.
Namun kali ini, Zen menyuruhnya untuk mengeluarkan aura yang selama ini dirinya sangat benci untuk dirinya gunakan dalam sebuah rencana yang sudah dirinya buat. Karena memang, aura tersebut sudah menjadi momok bagi dirinya yang ingin hidup dengan bebas.
Karena jika aura tersebut dirinya keluarkan dari tubuhnya, dirinya seakan menjadi sosok yang sangat menjijikan. Karena aura tersebut bisa dikatakan hanya berfungsi untuk memikat pihak yang ingin dirinya goda, atau bisa dikatakan jika dirinya menggunakan aura tersebut dipastikan dirinya ingin secara langsung menggoda pihak yang ingin dirinya goda.
Namun berbeda saat ini, karena dirinya baru mengetahui bahwa sebenarnya aura itu bisa dirinya gunakan untuk sesuatu yang lain. Seperti halnya sebuah rencana yang sudah disusun oleh Zen yang dipastikan membutuhkan aura miliknya untuk melakukannya.
“Tapi, bagaimana dengan Dewi Amaterasu?” ucap Freya yang mengkhawatirkan Dewi itu disaat dirinya mengeluarkan auranya ditempat ini.
“Keluarkan saja, biar aku yang mengurus wanita ini” ucap Zen yang langsung menatap keberadaan Amaterasu saat ini.
Sebenarnya, aura pemikat Freya akan berfungsi, jika beberapa pihak melihat keberadaannya. Namun dirinya juga bisa memikat beberapa pihak dengan mengeluarkan auranya miliknya, sama seperti apa yang dirinya lakukan terhadap Zen tadi.
Jadi, dirinya mempunyai berbagai cara agar membuat beberapa pihak akan tergoda kepadanya. Namun inilah pertama kalinya dirinya akan menggunakan auranya tersebut dalam melakukan sesuatu yang menurutnya tidak membuatnya jijik saat menggunakannya.
“Baiklah, akan aku lakukan” ucapnya yang mulai mengeluarkan aura berwarna pink yang sudah keluar dari dalam tubuhnya.
Aura yang sangat berbahaya itu, tentu saja langsung bereaksi. Karena bisa dilihat, Amaterasu saat ini sudah dikuasai sepenuhnya dengan nafsu yang meningkat pada dirinya. Namun sebelum dirinya terbawa sepenuhnya dengan perasaan itu, Zen langsung dengan segera membuatnya pingsan.
__ADS_1
Dengan menangkap tubuhnya yang sudah tak sadarkan diri itu, akhirnya Zen hanya menunggu Freya memenuhi tempat terebut dengan aura pemikat miliknya yang sangat amat berbahaya jika beberapa pihak bisa merasakannya, barulah mereka akan melanjutkan rencana mereka yang sudah mereka rencanakan tadi.
“Baiklah. Kalau begitu, ayo kita sergap mereka”